Home
>
News
>
Publication
>
Emas Berhasil Kembali Naik Pasca Rilisnya Data PPI AS dan Situasi Geopolitik Terkini
Emas Berhasil Kembali Naik Pasca Rilisnya Data PPI AS dan Situasi Geopolitik Terkini
Wednesday, 15 May 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0818

0.01%

GBPUSD

1.2591

0.03%

AUDUSD

0.6626

0.08%

NZDUSD

0.6029

0.27%

USDJPY

156.42

0.01%

USDCHF

0.9064

-0.01%

USDCAD

1.3646

-0.04%

GOLDUD

2357.82

-0.05%

USD/IDR

16070

0.09%

Fokus Emas :

  1. Kondisi Ketegangan Geopolitik
  2. Rilisnya Data Perekonomian AS

Rabu, 15 Mei 2024 – Harga emas kembali melambung setelah mengalami koreksi pada hari perdagangan sebelumnya, kini harga emas bergerak pada zona $2356. Kenaikan harga emas tersebut terjadi setelah rilisnya data Producer Price Index (PPI) yang rilis pada hari selasa. Turunnya imbal hasil treasury AS 4 basis poin (bps) menjadi sebesar 4,451% serta memanasnya konflik geopolitik juga menjadi katalis positif bagi harga emas.

Index PPI yang baru dirilis oleh bank sentral AS menunjukan peningkatan sebesar 0,5% MoM,angka ini diatas ekspektasi dengan peningkatan sebesar 0,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa inflasi pada sektor industri dan fabrikasi meningkat diatas ekspektasi yang menandakan bahwa harga-harga barang akan tetap tinggi. Bersamaan dengan pembacaan data ini, ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell berkomentar bahwa dia memperkirakan inflasi akan terus menuju ke arah yang lebih rendah tetapi dia tidak terlalu yakin dengan prospek disinflasi seperti sebelumnya. Powell juga menambahkan Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan tumbuh sebesar 2% atau lebih baik karena kekuatan pasar tenaga kerja.

Sementara itu,ketegangan geopolitik semakin terasa. Tentara Israel bergerak jauh ke dalam reruntuhan perbatasan utara Gaza untuk merebut kembali wilayah tersebut dari pemberontak Hamas, sementara tank dan pasukan bergerak ke jalan raya Rafah. Meningkatnya protes terhadap pendudukan Israel di Gaza serta pembukaan front baru Rusia di Ukraina, serta ketakutan akan perdagangan global yang tidak terkendali telah meningkatkan tingkat ancaman risiko geopolitik.

Sanksi Barat dan AS terhadap Rusia, Iran, dan negara-negara berkembang lainnya merupakan faktor dalam fragmentasi aliansi perdagangan berdasarkan garis geopolitik. Respon investor dan bank sentral adalah dengan menghimpun Emas. Kemudian, Tindakan negara-negara BRIC untuk tidak menggunakan Dolar AS sebagai media perdagangan internasional telah meningkatkan permintaan akan Emas sebagai penggantinya. Hal ini menjadi alasan utama melonjaknya permintaan emas oleh bank sentral non-Barat dan juga berkurangnya cadangan dolar AS.

Meninjau dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2379, namun apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2275. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

US - Core CPI m/m

-

0.3%

0.4%

19:30

US - Core Retail Sales m/m

-

0.2%

1.1%

19:30

US - CPI m/m

-

0.4%

0.4%

19:30

US - CPI y/y

-

3.4%

3.5%

19:30

US - Empire State Manufacturing Index

-

-9.9

-14.3

19:30

US - Retail Sales m/m

-

0.4%

0.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788