Home
>
News
>
Publication
>
Ekspektasi Pemangkasan Agresif RBNZ vs Fed yang Hati-Hati Tekan NZDUSD
Ekspektasi Pemangkasan Agresif RBNZ vs Fed yang Hati-Hati Tekan NZDUSD
Thursday, 25 September 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1749

-0.11%

GBPUSD

1.3459

-0.18%

AUDUSD

0.6594

-0.20%

NZDUSD

0.5819

-0.21%

USDJPY

148.55

0.23%

USDCHF

0.7937

0.18%

USDCAD

1.3887

0.09%

GOLDUD

3739.61

-0.27%

USD/IDR

16675

0.00%

Fokus NZDUSD:

  1. Nada kehati-hati Jerome Powell
  2. Ekspektasi pemangkasan RBNZ

Kamis, 25 September 2025 – Kiwi dibuka di 0.5819 dengan pelemahan -0.21%. Pasangan NZDUSD berada di bawah tekanan pada kisaran 0,5815 pada sesi Asia Kamis, seiring dengan menguatnya Dolar AS setelah komentar kehati-hatian dari Ketua The Fed Jerome Powell. Powell menegaskan bahwa bank sentral masih harus menimbang risiko inflasi yang belum sepenuhnya terkendali di tengah tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja. Hal ini memperkuat pandangan bahwa jalur pelonggaran suku bunga akan berlangsung secara bertahap, bukan agresif seperti ekspektasi sebagian pelaku pasar. Saat ini, kontrak berjangka suku bunga Fed mengindikasikan peluang hampir 90% pemangkasan sebesar 25 bps pada Oktober, diikuti langkah serupa pada Desember, serta tambahan pemangkasan pada kuartal pertama 2026. Nada kebijakan yang hati-hati ini mendukung Dolar AS sebagai mata uang defensif, terlebih investor menantikan rilis data penting seperti GDP final kuartal II dan indeks PCE akhir pekan ini yang menjadi acuan utama inflasi Fed.

Dari sisi domestik, tekanan terhadap Kiwi bertambah setelah Menteri Keuangan Selandia Baru Willis menunjuk Anna Breman sebagai gubernur baru RBNZ yang akan mulai menjabat Desember mendatang. Penunjukan ini disambut dengan ekspektasi bahwa bank sentral akan menempuh siklus pelonggaran yang lebih agresif sebelum masa jabatan gubernur baru dimulai. Data swap Bloomberg bahkan menunjukkan meningkatnya peluang pemangkasan sebesar 50 bps pada pertemuan Oktober, seiring dengan semakin melemahnya momentum pertumbuhan. Kondisi ini menegaskan divergensi kebijakan moneter antara RBNZ yang cenderung lebih dovish dan The Fed yang masih berhati-hati, sehingga menambah tekanan jual pada NZD. Pasar menilai strategi RBNZ dapat menekan imbal hasil aset domestik dan melemahkan daya tarik Kiwi di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Selain itu, data ekonomi Selandia Baru juga memberi konfirmasi atas tantangan yang dihadapi Kiwi. Statistik resmi menunjukkan kontraksi GDP sebesar 0,9% QoQ pada kuartal II, jauh lebih buruk dibandingkan estimasi -0,3% dan berbalik dari pertumbuhan 0,8% di kuartal sebelumnya. Tekanan pada sektor konsumsi dan ekspor akibat melambatnya permintaan global memperbesar risiko resesi teknis. Di sisi lain, pasar tenaga kerja mulai melemah, menambah argumen bagi RBNZ untuk mempercepat pelonggaran. Dengan kombinasi outlook ekonomi domestik yang suram, ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif di Selandia Baru, serta Dolar AS yang tetap ditopang oleh sentimen safe haven dan kebijakan Fed yang terukur, arah NZDUSD cenderung bearish dalam jangka pendek. Pasangan ini berpotensi menguji support penting di 0,5800, bahkan lebih rendah jika data AS seperti GDP dan PCE keluar lebih kuat dari perkiraan, memperkuat posisi Greenback di pasar global.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD menguat. Support terdekat berada di 0.5790, sedangkan resistance di 0.5860. Support lanjutan di zona 0.5765 dan dilanjutkan ke zona 0.5720. Resistance lanjutan di zona 0.5895 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5920.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1749 dan melemah -0.11%. Euro melemah terhadap Dolar AS setelah data ekonomi kawasan Euro menunjukkan tekanan tambahan, khususnya dari Prancis yang PMI manufakturnya turun tajam ke level kontraksi, menandakan pelemahan signifikan di sektor riil. Di Jerman, indeks iklim bisnis IFO juga memburuk, memperlihatkan kondisi usaha yang semakin pesimis baik pada penilaian saat ini maupun ekspektasi ke depan. Kondisi ini mencerminkan bahwa prospek pemulihan ekonomi di Eropa masih rapuh, apalagi ditambah ketidakpastian politik di Prancis yang memperburuk sentimen pasar. Walaupun ECB menegaskan proses disinflasi telah berakhir dan berkomitmen menahan suku bunga lebih lama, pasar menilai kelemahan data ekonomi akan membatasi ruang penguatan Euro. Dari sisi Amerika Serikat, pidato Jerome Powell kembali menekankan sikap hati-hati The Fed dalam mengarahkan kebijakan moneter, terutama dalam menyeimbangkan risiko inflasi yang masih tinggi dengan melemahnya pasar tenaga kerja. Pernyataan tersebut berhasil menopang Dolar AS karena investor mengurangi ekspektasi pemangkasan agresif tahun ini. Di saat yang sama, meski PMI AS juga melambat, sektor jasa masih berada di atas level ekspansi sehingga menegaskan bahwa ekonomi AS lebih resilien dibanding Eropa. Dengan perbedaan fundamental ini, EUR/USD berada dalam tekanan karena daya tarik Dolar AS sebagai aset aman meningkat sementara Euro tertekan oleh kombinasi pelemahan data ekonomi dan risiko politik. Support terdekat berada di 1.1720, sementara resistance di 1.1780.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3459 dengan pelemahan -0.18%. Pound Sterling juga melemah terhadap Dolar AS setelah data PMI Inggris menunjukkan pelemahan yang lebih tajam dari perkiraan. PMI komposit menurun signifikan, menggambarkan bahwa perlambatan terjadi baik di sektor manufaktur maupun jasa. Lemahnya permintaan, turunnya kepercayaan bisnis, serta laporan adanya penurunan lapangan kerja semakin menegaskan tantangan besar bagi perekonomian Inggris. Di tengah inflasi yang masih tinggi dan kondisi fiskal yang rapuh, pasar meragukan kemampuan Inggris menjaga stabilitas pertumbuhan dalam jangka menengah. Kondisi ini membatasi optimisme investor terhadap Pound meskipun Bank of England masih cenderung mempertahankan suku bunga lebih lama. Di sisi lain, Dolar AS mendapat dukungan dari pernyataan pejabat The Fed yang menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini tetap moderat restriktif dan siap merespons perkembangan ekonomi selanjutnya. Pasar menilai meskipun ada peluang pemangkasan suku bunga di akhir tahun, laju pelonggaran akan tetap berhati-hati. Perbedaan sikap antara Fed yang masih dianggap stabil dengan BoE yang terbebani oleh lemahnya data domestik membuat GBPUSD sulit mempertahankan penguatan. Investor lebih memilih Dolar AS yang didukung ketahanan ekonomi dibanding Pound yang dipengaruhi risiko struktural di dalam negeri. Support terdekat berada di 1.3430, sedangkan resistance di 1.3490.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6594, terkoreksi -0.20%. Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS setelah pasar merespons kehati-hatian Jerome Powell yang menegaskan bahwa The Fed masih perlu menyeimbangkan risiko inflasi dengan kondisi pasar tenaga kerja. Sikap ini memberi dukungan bagi Greenback karena pasar mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga agresif. Di saat yang sama, data penjualan rumah baru AS yang meningkat tajam memperlihatkan ketahanan sektor properti, semakin memperkuat keyakinan bahwa ekonomi AS masih solid meskipun PMI menurun. Faktor-faktor ini membuat permintaan terhadap Dolar AS tetap terjaga sehingga menekan posisi AUD. Dari sisi domestik, data inflasi Australia naik tipis menjadi 3% yoy, berada di batas atas target RBA. Angka ini memang membuat peluang pelonggaran tambahan dari RBA semakin kecil, namun pasar masih menilai tekanan inflasi tersebut belum cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan secara signifikan. Dengan demikian, AUD hanya mendapat dukungan terbatas, apalagi di tengah lemahnya data PMI Australia yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan sektor jasa dan manufaktur. Kombinasi fundamental tersebut membuat AUDUSD berada dalam tekanan, karena investor lebih fokus pada ketahanan ekonomi AS dibandingkan prospek ekonomi Australia yang masih melambat. Support terdekat berada di 0.6560, sementara resistance di 0.6620.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 148.55, dolar menguat 0.23%. Dolar AS menguat terhadap Yen Jepang meskipun risalah rapat Bank of Japan (BoJ) bulan Juli menunjukkan pandangan hawkish dengan membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi dan pertumbuhan bergerak sesuai perkiraan. Namun, pasar menilai faktor politik domestik, khususnya pemilihan ketua LDP pada awal Oktober, dapat menunda langkah pengetatan tersebut. Selain itu, data PMI manufaktur Jepang kembali terkontraksi dan menambah kekhawatiran atas prospek ekonomi, sehingga membatasi ruang penguatan Yen meskipun BoJ memberikan sinyal normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa investor masih enggan menaruh posisi agresif pada Yen di tengah ketidakpastian domestik. Sementara itu, dari Amerika Serikat, Dolar mendapat dukungan dari komentar Jerome Powell yang menegaskan bahwa The Fed tetap berhati-hati dalam menyeimbangkan risiko inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja. Powell menghindari komitmen untuk melakukan pelonggaran agresif, sehingga pasar menilai laju pemangkasan suku bunga akan lebih moderat. Dengan ketahanan data ekonomi AS yang masih lebih baik dibandingkan Jepang, terutama dari sektor jasa yang tetap ekspansif, USDJPY terdorong naik. Divergensi fundamental ini menegaskan bahwa meski BoJ bernuansa hawkish, daya tarik Yen masih kalah oleh kekuatan Greenback. Support terdekat berada di 148.20, sementara resistance di 148.90.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7937, naik 0.18%. Dolar AS menguat terhadap Franc Swiss, didorong oleh kombinasi sikap hati-hati The Fed dan meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global. Jerome Powell menegaskan bahwa meskipun pemangkasan suku bunga sudah dimulai, bank sentral tidak akan melangkah agresif agar tidak meninggalkan inflasi yang belum tuntas. Sikap ini berhasil menopang Dolar AS, sementara pelambatan PMI AS tidak banyak melemahkan daya tarik Greenback. Kondisi pasar global yang masih dibayangi ketidakpastian juga mendorong investor mempertahankan posisi di USD dibandingkan CHF. Dari sisi Swiss, fokus tertuju pada keputusan Swiss National Bank (SNB) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di 0%. Namun, inflasi yang rendah dan risiko perlambatan global menimbulkan spekulasi bahwa SNB bisa saja memberi sinyal pelonggaran lebih lanjut di masa depan. Data ZEW yang menunjukkan sedikit perbaikan ekspektasi bisnis tidak cukup kuat untuk mendukung Franc. Dengan demikian, meskipun CHF biasanya mendapat dukungan sebagai aset aman, fundamental domestik yang lemah membuat USDCHF tetap berada di jalur penguatan. Support terdekat berada di 0.7910, sedangkan resistance di 0.7960.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3887 dengan penguatan tipis dolar 0.09%. Dolar AS juga mencatat penguatan terhadap Dolar Kanada, didorong oleh meningkatnya aversi risiko global setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif tambahan terhadap Rusia dan menyerukan Eropa untuk mengikuti langkah Washington. Sentimen geopolitik ini meningkatkan permintaan terhadap aset aman seperti Dolar AS. Sementara itu, data PMI AS memang melambat, namun masih konsisten menunjukkan ekspansi yang menandakan ketahanan aktivitas bisnis. Hal ini cukup untuk menjaga dominasi Greenback meskipun ekspektasi pasar tetap menilai peluang pemangkasan suku bunga Fed masih terbuka di akhir tahun. Sebaliknya, Dolar Kanada masih terbebani oleh prospek kebijakan Bank of Canada (BoC) yang lebih dovish. Gubernur Tiff Macklem menegaskan perlunya jalur kebijakan yang lebih independen, namun langkah pemangkasan suku bunga ke level terendah tiga tahun pada pekan lalu menunjukkan bahwa BoC menghadapi tekanan perlambatan ekonomi. Ditambah lagi, ketergantungan Kanada pada sektor energi dan sensitivitasnya terhadap tensi perdagangan membuat CAD sulit bersaing dengan USD. Dengan perbedaan arah kebijakan yang semakin jelas, USDCAD memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan. Support terdekat berada di 1.3850, sementara resistance di 1.3910.

DATA EKONOMI HARIAN

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788