| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1581 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3533 | 0.07% |
AUDUSD | 0.7156 | 0.14% |
NZDUSD | 0.5924 | -0.20% |
USDJPY | 160.08 | -0.16% |
USDCHF | 0.8076 | 0.11% |
USDCAD | 1.3910 | -0.14% |
GOLDUD | 4445.72 | -0.12% |
USD/IDR | 17,757 | -0.41% |
Fokus Utama:
Senin, 31 Agustus 2026 - Harga emas dibuka melemah ke level US$4.456 per troy ons, tertekan perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pandangan yang lebih hawkish di Jackson Hole. Pasar kini meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada September, sementara penguatan imbal hasil Treasury kembali meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan yield.
Setelah pidato Warsh, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat ke sekitar 57%, sehingga menjadi salah satu katalis utama yang menekan emas. Selanjutnya, perhatian pasar akan beralih ke serangkaian data ketenagakerjaan AS, terutama ADP, JOLTS, dan Nonfarm Payrolls (NFP). Konsensus saat ini memperkirakan penambahan sekitar 50 ribu pekerjaan pada Agustus dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Data yang lebih kuat dari ekspektasi berpotensi memperkuat peluang kenaikan suku bunga dan menekan emas.
Di tengah tekanan moneter, eskalasi kembali konflik AS-Iran turut meningkatkan harga minyak dan risiko inflasi. Harga Brent naik, sementara kenaikan yield dan harga energi membuat prospek emas menjadi lebih kompleks karena tekanan inflasi dapat sekaligus mendorong The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.391 hingga $4.325, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.576 hingga $4.695. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.140, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.880.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
| USD |
|
|
|
|