Home
>
News
>
Publication
>
Ekspektasi Dovish BoJ dan Data Lemah Jepang Dorong USDJPY Makin Tinggi
Ekspektasi Dovish BoJ dan Data Lemah Jepang Dorong USDJPY Makin Tinggi
Tuesday, 17 June 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1564

-0.19%

GBPUSD

1.3556

0.17%

AUDUSD

0.6502

0.35%

NZDUSD

0.6044

0.28%

USDJPY

144.57

0.37%

USDCHF

0.8131

0.17%

USDCAD

1.3581

-0.15%

GOLDUD

3388.4

0.44%

USD/IDR

16291

0.00%

Fokus USDJPY:

  1. DXY naik ke zona 98.20
  2. Ekspektasi Bank of Japan (BoJ)

Selasa, 17 Juni 2025 - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 145.00. Pasangan mata uang USDJPY bergerak naik untuk hari ketiga berturut-turut dan menembus level kunci 145.00, seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS dan melemahnya Yen Jepang di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) tidak akan menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini, bahkan kemungkinan menundanya hingga awal 2026, menjadi faktor utama pelemahan JPY. BoJ akan mengumumkan keputusan kebijakannya hari ini, dengan pasar secara luas memperkirakan suku bunga tetap di 0,50%. Namun, perhatian tertuju pada apakah Gubernur Kazuo Ueda akan memberi sinyal kebijakan normalisasi lanjutan, termasuk potensi pengurangan pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB) yang telah dijalankan sejak 2024. Ketidaksepakatan antara Jepang dan Amerika Serikat dalam perundingan tarif di KTT G7 juga menambah tekanan terhadap Yen, setelah Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyatakan belum ada kesepakatan terkait penghapusan bea masuk atas kendaraan dan produk utama Jepang, yang telah ditangguhkan hingga tenggat 9 Juli.

Dari sisi fundamental, data ekonomi Jepang belum menunjukkan sinyal penguatan. Inflasi masih belum stabil di atas target, dan pertumbuhan upah belum merata di seluruh sektor. Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato bahkan memperingatkan bahwa kombinasi harga minyak yang tinggi dan depresiasi Yen dapat menjadi hambatan bagi perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada impor energi. Lembaga riset KOF Swiss juga menurunkan proyeksi pertumbuhan Jepang untuk 2026 menjadi hanya 1,5% akibat ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan dagang AS. Di sisi lain, investor global menantikan hasil pertemuan FOMC selama dua hari yang akan berakhir Rabu malam. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50%, namun fokus pasar tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru (dot plot) dan pernyataan dari Ketua Jerome Powell mengenai waktu potensial dimulainya siklus pemangkasan suku bunga, dengan ekspektasi pasar mengarah pada pemangkasan pertama di bulan September.

Sementara itu, risiko geopolitik tetap menjadi latar belakang penting bagi pasar. Ketegangan antara Israel dan Iran terus membayangi sentimen risiko global setelah Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir dan markas militer Iran, memicu respons berupa peluncuran ratusan rudal balistik oleh Teheran ke arah Tel Aviv dan Haifa. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan melalui media sosial agar warga Iran segera mengungsi dari Teheran, menandakan potensi eskalasi lebih lanjut. Meski permintaan terhadap aset safe haven seperti Yen biasanya meningkat dalam kondisi geopolitik seperti ini, kali ini efeknya justru berlawanan karena investor lebih fokus pada perbedaan kebijakan moneter antara BoJ dan The Fed. Jika BoJ tetap dovish dan The Fed memberikan sinyal pelonggaran terbatas, maka perbedaan suku bunga riil akan tetap mendorong USDJPY lebih tinggi dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di area 144.13 dan resistance terdekatnya di zona 145.08. Support lanjutan di zona 143.80 dan dilanjutkan ke zona 143.40. Resistance lanjutan di zona 145.50 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 145.90.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1564. Mata uang Euro mengalami penguatan meskipun tekanan jual kembali muncul akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, serta ekspektasi pasar terhadap hasil pertemuan FOMC yang dijadwalkan Rabu mendatang. Ketegangan di Timur Tengah mendorong permintaan terhadap aset safe-haven seperti Dolar AS, sementara sinyal pelonggaran ekonomi di AS mulai diperhatikan, menyusul data Empire State Manufacturing Index yang anjlok ke -16.0 di bulan Juni, menandai kontraksi industri manufaktur AS yang semakin dalam. Di sisi Eropa, komentar dari pejabat ECB seperti Luis de Guindos dan Joachim Nagel menegaskan sikap hati-hati bank sentral, meski peluang pemangkasan suku bunga tambahan tetap terbuka. Sementara itu, data upah di zona euro menunjukkan perlambatan, menambah alasan bagi ECB untuk mempertahankan kebijakan saat ini. Namun, data industrial production yang negatif dan belum meredanya ketidakpastian tarif global masih menekan Euro. Pasar kini menanti rilis data inflasi zona euro, data penjualan ritel AS, serta proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed yang bisa menjadi pemicu pergerakan besar berikutnya bagi pasangan EURUSD. Support terdekatnya di zona 1.1510 dan resistance terdekatnya di zona 1.1610.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3556. Mata uang GBPUSD menguat mendekati level tertinggi 40 bulan seiring melemahnya Dolar AS akibat sentimen geopolitik yang memanas. Ketegangan antara Israel dan Iran yang terus berlanjut mendorong investor keluar dari aset safe haven seperti Dolar AS, sehingga memberikan dukungan bagi Sterling. Walaupun aksi saling serang masih terjadi, ekspektasi pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai menjaga minat risiko tetap terjaga. Indeks Dolar AS (DXY) juga tertekan, turun ke kisaran 97.88 di awal pekan. Dari sisi fundamental, pasar kini menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) pada Rabu dan Bank of England (BoE) pada Kamis. Kedua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga saat ini, namun pernyataan lanjutan dari pejabat bank sentral akan menjadi kunci arah kebijakan ke depan. Di Inggris, data inflasi konsumen (CPI) dan penjualan ritel juga akan menjadi sorotan, sementara di AS, fokus tertuju pada penjualan ritel dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell. Perbedaan ekspektasi kebijakan antara kedua bank sentral turut membuka ruang bagi penguatan lanjutan GBPUSD dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 1.3490 dan resistance terdekatnya di zona 1.3584.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6502. Kenaikan kinerja mata uang Aussie terdorong seiring membaiknya sentimen risiko dan pelemahan Dolar AS. Optimisme pasar meningkat setelah laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Iran mulai membuka peluang negosiasi dengan Amerika Serikat, memicu harapan meredanya ketegangan dengan Israel. Beberapa negara seperti Arab Saudi, Tiongkok, dan Rusia juga menawarkan diri sebagai mediator. Meskipun konflik masih berlangsung, kekhawatiran terhadap eskalasi regional yang lebih luas mulai mereda, menopang mata uang berisiko seperti Dolar Australia. Dari sisi fundamental, data ekonomi Tiongkok memberikan sinyal campuran, namun cukup untuk menjaga stabilitas sentimen pasar. Retail Sales Tiongkok tumbuh lebih baik dari perkiraan, mengisyaratkan peningkatan konsumsi, sementara Industrial Production dan Fixed Asset Investment menunjukkan perlambatan. Sebagai mitra dagang utama Australia, kondisi ekonomi Tiongkok sangat berpengaruh terhadap pergerakan AUD. Di sisi lain, pelemahan Dolar AS turut menjadi katalis, terutama setelah data Empire State Manufacturing Index AS anjlok ke -16.0 pada Juni, jauh di bawah ekspektasi -5.5, menggarisbawahi kekhawatiran terhadap kontraksi sektor manufaktur AS. Support terdekatnya di zona 0.6535 dan resistance terdekatnya di zona 0.6480.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6044. Mata uang NZDUSD menguat seiring meningkatnya selera risiko pasar meski ketegangan antara Israel dan Iran masih berlangsung. Meskipun secara teori ketegangan geopolitik mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS, pelaku pasar justru mulai mengurangi posisi defensif setelah tanda-tanda bahwa konflik Timur Tengah tidak akan segera meluas ke wilayah regional. Dolar AS melemah, tercermin dari penurunan Indeks DXY ke sekitar 98.00, sementara Kiwi justru mengungguli mayoritas mata uang utama lainnya. Selain faktor global, penguatan NZD juga didukung oleh data Retail Sales Tiongkok yang lebih kuat dari perkiraan, mengingat China adalah mitra dagang utama Selandia Baru. Dari sisi AS, fokus utama pekan ini tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pada Rabu. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 4.25%-4.50%, namun proyeksi suku bunga (dot plot) dan komentar Ketua Jerome Powell akan menjadi sorotan untuk mengukur potensi penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Sebelumnya, data Retail Sales AS bulan Mei yang dirilis Selasa juga akan menjadi petunjuk penting terkait daya beli konsumen dan arah kebijakan selanjutnya. Support terdekatnya di area 0.5990 dan resistance terdekatnya di zona 0.6060.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3581. Performa mata uang USDCAD melemah tertekan oleh kombinasi ketegangan geopolitik yang berkelanjutan di Timur Tengah dan penguatan harga minyak mentah yang mendukung Dolar Kanada (CAD). Meski Dolar AS sempat menguat karena statusnya sebagai aset safe haven di tengah konflik Israel-Iran, sentimen pasar membaik setelah laporan bahwa Iran meminta negara-negara seperti Arab Saudi untuk menekan AS agar menghentikan serangan Israel, memicu harapan deeskalasi. Di sisi lain, CAD mendapatkan dorongan dari harga minyak WTI yang tetap tinggi di atas $71 per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan, mengingat Kanada adalah eksportir utama minyak ke AS. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data Penjualan Ritel AS hari ini dan keputusan suku bunga The Fed besok, yang bisa memicu pergerakan signifikan pada pasangan USDCAD, terutama jika sinyal pemangkasan suku bunga pada bulan September makin menguat. Support terdekatnya di zona 1.3660 dan resistance terdekatnya di zona 1.3715.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8131. USDCHF menguat tipis ditopang rebound Dolar AS menjelang minggu krusial penuh keputusan bank sentral dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Meski Swiss Franc (CHF) sempat menguat karena permintaan safe haven, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Swiss National Bank (SNB) membebani nilai CHF. Data terbaru menunjukkan inflasi produsen dan impor Swiss turun 0,7% YoY di bulan Mei, memperkuat proyeksi bahwa SNB akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0% pada hari Kamis. Sementara itu, indeks Dolar AS (DXY) bertahan di dekat 98.25 setelah rilis data sentimen konsumen AS yang lebih kuat dari perkiraan. Fokus pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga dari The Fed dan SNB pekan ini, serta perkembangan konflik Israel-Iran yang masih membayangi sentimen risiko global. Support terdekatnya di area 0.8181 dan resistance terdekatnya di zona 0.8238.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:45am

NZD

FPI m/m

0.5%

-

0.8%

Tentative

JPY

BOJ Policy Rate

-

<0.50%

<0.50%

Tentative

JPY

Monetary Policy Statement

-

-

-

Tentative

JPY

BOJ Press Conference

-

-

-

Day 2

All

G7 Meetings

-

-

-

4:00pm

EUR

German ZEW Economic Sentiment

-

34.8

25.2

4:00pm

EUR

ZEW Economic Sentiment

-

23.5

11.6

Tentative

EUR

German Buba Monthly Report

-

-

-

7:30pm

CAD

Foreign Securities Purchases

-

-2.94B

-4.23B

7:30pm

USD

Core Retail Sales m/m

-

0.2%

0.1%

7:30pm

USD

Retail Sales m/m

-

-0.5%

0.1%

7:30pm

USD

Import Prices m/m

-

-0.2%

0.1%

8:15pm

USD

Capacity Utilization Rate

-

77.7%

77.7%

8:15pm

USD

Industrial Production m/m

-

0.0%

0.0%

9:00pm

USD

Business Inventories m/m

-

0.0%

0.1%

9:00pm

USD

NAHB Housing Market Index

-

36

34

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

-1.60%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788