| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09050 | 0.72% |
GBPUSD | 1.29310 | 0.15% |
AUDUSD | 0.62830 | 0.25% |
NZDUSD | 0.57040 | 0.21% |
USDJPY | 147.640 | 0.35% |
USDCHF | 0.88350 | -0.34% |
USDCAD | 1.44380 | -0.12% |
GOLDUD | 2,910.900 | 0.30% |
COFU | 66.02 | 1.14% |
USD/IDR | 16,322 | 0.76% |
Rabu, 12 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen pasca rilisnya proyeksi positif terbaru EIA, dan ancaman Houthi yang memicu kekhawatiran akan keamanan di jalur pelayaran utama kembali meningkat.
Pasokan minyak pada paruh pertama tahun 2025 diperkirakan masih akan mengetat, dan mendorong harga minyak mentah Brent naik menjadi $75 per barel, dari perkiraan sebelumnya di $70 per barel, ungkap EIA dalam Prospek Energi Jangka Pendek terbarunya yang dirilis pada hari Selasa. Meski demikian, EIA mengatakan bahwa pasokan akan kembali meningkat pada akhir tahun nanti, didukung oleh OPEC+ yang menghentikan pemangkasan produksi dan negara-negara non-OPEC yang memompa lebih banyak. Situasi itu berpotensi menekan harga kembali turun, dengan proyeksi harga rata-rata Brent mencapai $68 per barel pada tahun 2026, tambah EIA.
Dukungan lainnya datang dari Houthi Yaman yang mengancam akan kembali melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel yang akan melewati jalur Laut Merah dan Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden, hingga blokade bantuan ke Gaza dibuka kembali oleh Israel, ungkap pernyataan resmi yang dirilis kelompok itu pada hari Selasa. Ancaman Houthi tersebut kembali memicu kekhawatiran akan keamanan di jalur pelayaran utama dunia itu, sekaligus mengakhiri periode tenang setelah tercapainya kesepakatan damai Gaza pada bulan Januari.
Sementara itu, grup industri API melaporkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 4,25 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 7 Maret. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.
Turut membebani harga, harapan akan segera tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Ukraina kian menguat. AS pada hari Selasa menyetujui untuk melanjutkan bantuan militer ke Ukraina setelah Kyiv mengatakan akan menerima usulan AS untuk melakukan gencatan senjata 30 hari dengan Rusia, kata kedua negara dalam pernyataan bersama. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menegaskan bahwa gencatan senjata akan berlaku segera setelah Rusia menyetujuinya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Inflation Rate YoY |
| 2.9% | 3% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| 2.1M | 3.614M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -2.5M | -1.433M |