Home
>
News
>
Publication
>
Dollar Kiwi Kembali Melemah Jelang Survei Inflasi RBNZ dan Data Manufaktur
Dollar Kiwi Kembali Melemah Jelang Survei Inflasi RBNZ dan Data Manufaktur
Friday, 16 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1184

0.19%

GBPUSD

1.3305

0.08%

AUDUSD

0.6404

0.08%

NZDUSD

0.5873

-0.15%

USDJPY

145.64

-0.36%

USDCHF

0.8349

-0.24%

USDCAD

1.3956

-0.05%

GOLDUD

3252.3

-0.32%

USD/IDR

16569

-0.36%

Fokus NZDUSD:

Kehati-hatian kebijakan The Fed

Menanti data domestik Selandia Baru

Jumat, 16 Mei 2025 - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5880. Penurunan pada kinerja mata uang Kiwi terjadi seiring sentimen pasar yang hati-hati dan perbedaan arah kebijakan antara bank sentral AS dan Selandia Baru. Meskipun data inflasi dan penjualan ritel AS lebih lemah dari ekspektasi, komentar Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan pendekatan hati-hati dalam penyesuaian kebijakan, yang menjaga kekuatan Dolar AS. Di sisi lain, Dolar Selandia Baru kesulitan menguat meski pemerintah mengumumkan dana investasi sosial sebesar NZ$190 juta, karena pelaku pasar tetap fokus pada prospek suku bunga dan data ekonomi yang akan datang.

Dalam konferensi ekonomi pada Kamis malam, Powell menyatakan bahwa kerangka kebijakan moneter perlu disesuaikan untuk menghadapi guncangan pasokan yang semakin sering. Meski inflasi produsen AS hanya naik 2,4% YoY dan penjualan ritel naik tipis 0,1%, pasar menanggapi pernyataan Powell sebagai sinyal bahwa pemangkasan suku bunga akan dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru. Hal ini membatasi pelemahan Dolar AS dan membuat NZDUSD bergerak lebih rendah. Sebaliknya, pengumuman fiskal dari Menteri Keuangan Nicola Willis yang menyoroti program intervensi sosial jangka panjang tidak cukup kuat untuk memicu reli NZD di tengah ketidakpastian global dan prospek ekonomi domestik yang rapuh.

Fokus pasar kini tertuju pada rilis indeks manufaktur BusinessNZ dan survei ekspektasi inflasi RBNZ yang akan dirilis Jumat. Jika PMI menunjukkan pelemahan aktivitas dan ekspektasi inflasi tetap rendah, hal ini akan memperkuat spekulasi bahwa Reserve Bank of New Zealand dapat kembali memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Namun, jika ekspektasi inflasi naik ke atas 2,4%, hal ini dapat menahan langkah pelonggaran lebih lanjut dan mendukung nilai NZD. Dengan tekanan dari luar negeri dan kebijakan domestik yang masih wait-and-see, pasangan NZDUSD cenderung tetap dalam tekanan untuk jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD naik. Support terdekatnya di area 0.5845 dan resistance terdekatnya di zona 0.5925. Support lanjutan di zona 0.5800 dan dilanjutkan ke zona 0.5750. Resistance lanjutan di zona 0.5980 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6020.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1203. Pasangan mata uang Euro mencatatkan penguatan didukung oleh pelemahan Dolar AS pasca rilis data inflasi produsen (PPI) dan penjualan ritel AS yang cenderung melunak. PPI utama bulan April tercatat naik 2,4% YoY, lebih rendah dari ekspektasi 2,5% dan angka bulan Maret 2,7%, sementara PPI inti naik 3,1% sesuai perkiraan, namun turun dari revisi sebelumnya di 4%. Sementara itu, data penjualan ritel naik tipis 0,1% MoM, mengungguli ekspektasi stagnan. Pelemahan ini menambah tekanan terhadap Greenback, mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed, meskipun bank sentral tetap berhati-hati terkait ekspektasi inflasi konsumen yang masih tinggi. Dari sisi Euro, meskipun ECB masih membuka peluang penurunan suku bunga lanjutan di musim panas, mata uang bersama tetap menguat. Pidato dari Gubernur Bank Prancis, François Villeroy de Galhau, menyatakan bahwa inflasi kemungkinan tidak akan terpicu oleh kebijakan proteksionis AS, memberikan ruang bagi ECB untuk bertindak lebih longgar. Di sisi lain, data GDP kawasan Euro kuartal pertama direvisi lebih rendah menjadi 0,3% QoQ dari 0,4%, namun data ketenagakerjaan naik 0,3% QoQ, memberikan sentimen positif terhadap prospek pemulihan. Di tengah ekspektasi pasar atas negosiasi dagang antara Uni Eropa dan AS, serta de-eskalasi konflik dagang AS-Tiongkok, EURUSD berpotensi mempertahankan bias positif dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 1.1160 dan resistance terdekatnya di zona 1.1245.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3310. Turunnya kinerja mata uang Poundsterling didukung oleh rilis data ekonomi Inggris menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan. Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris untuk kuartal I 2025 naik 0,7% secara kuartalan, jauh di atas perkiraan 0,6% dan melampaui pertumbuhan 0,1% di kuartal sebelumnya. Data ini memperkuat posisi Pound di tengah ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih lama, meskipun pasar masih memperkirakan pelonggaran kebijakan di paruh kedua tahun ini karena tekanan pajak ketenagakerjaan yang tinggi dan tanda-tanda melambatnya pasar tenaga kerja. Dari sisi Amerika Serikat, data inflasi produsen (PPI) untuk April menunjukkan pelemahan, dengan PPI utama turun 0,5% MoM, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 0,2%. PPI inti juga turun 0,4% MoM. Sementara itu, penjualan ritel naik tipis 0,1%, sedikit lebih baik dari ekspektasi stagnan, namun tetap mengindikasikan pelemahan konsumsi. Data ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga pada bulan September, meskipun peluangnya turun menjadi 74% dari sebelumnya. Dengan USD berada di bawah tekanan dan PDB Inggris yang solid, GBPUSD berpotensi mempertahankan tren penguatan dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 1.3243 dan resistance terdekatnya di zona 1.3360.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6416. Kinerja mata uang AUDUSD menguat seiring sentimen risiko global membaik dan Dolar AS (USD) melemah pasca rilis data inflasi produsen AS (PPI) dan penjualan ritel yang mengecewakan. Aussie mendapat dukungan tambahan dari laporan tenaga kerja Australia yang jauh lebih kuat dari perkiraan, di mana ekonomi menambahkan 89.000 pekerjaan pada April, jauh melampaui estimasi 20.000. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%, mencerminkan ketatnya pasar tenaga kerja yang memberi ruang bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk menahan diri dari pelonggaran agresif dalam waktu dekat. Meski begitu, penguatan AUD masih dibatasi oleh potensi risiko dari ketegangan baru antara AS dan Tiongkok, menyusul kabar bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan untuk memasukkan perusahaan semikonduktor Tiongkok ke dalam daftar hitam ekspor. Hubungan dagang Australia–Tiongkok yang erat membuat AUD rentan terhadap gangguan eksternal semacam ini. Sementara itu, penurunan inflasi di AS memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Dengan latar belakang ini, AUDUSD berpotensi bertahan di atas level 0.6400 dalam jangka pendek, meskipun arah selanjutnya sangat bergantung pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dan perkembangan kebijakan dagang AS. Support terdekatnya di zona 0.6387 dan resistance terdekatnya di zona 0.6483.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 145.30. Turunnya kinerja pasangan mata uang Yen yang didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan (BoJ). Meskipun data PDB Jepang untuk kuartal pertama 2025 menunjukkan kontraksi 0,2% lebih buruk dari perkiraan, pelaku pasar tetap optimistis terhadap prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dari BoJ. Pernyataan hawkish dari Wakil Gubernur BoJ Shinichi Uchida dan pembukaan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut jika risiko eksternal mereda memperkuat sentimen terhadap JPY. Di sisi lain, Dolar AS (USD) masih tertekan oleh pelemahan data inflasi dan penjualan ritel AS, yang memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun ini. Selain itu, kemajuan negosiasi dagang antara Jepang dan AS dengan rencana kunjungan negosiator utama Jepang ke Washington pekan depan ikut menopang Yen lebih lanjut di tengah kontrasnya arah kebijakan antara BoJ dan The Fed. Support terdekatnya di area 144.50 dan resistance terdekatnya di zona 145.09.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3946. Penurunan kinerja mata uang Loonie terjadi seiring tekanan terhadap Dolar AS (USD) yang meningkat setelah data ekonomi AS memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Data Producer Price Index (PPI) AS menunjukkan perlambatan inflasi, dengan angka utama naik hanya 2,4% secara tahunan di April lebih rendah dari ekspektasi 2,5% dan turun dari 2,7% pada Maret sementara core PPI juga melambat menjadi 3,1%. Penurunan bulanan PPI dan core PPI masing-masing sebesar 0,5% dan 0,4% semakin mendorong pasar menilai The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya. Meski demikian, potensi penurunan harga minyak mentah menahan pelemahan Dolar Kanada (CAD), mengingat Kanada adalah eksportir minyak utama ke AS dan harga minyak sangat berpengaruh terhadap nilai CAD. Tekanan terhadap CAD juga datang dari kekhawatiran bahwa Bank of Canada (BoC) mungkin akan melanjutkan pelonggaran kebijakan setelah sempat menahan diri pada pertemuan sebelumnya. Support terdekatnya di zona 1.3932 dan resistance terdekatnya di zona 1.4000.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8336. USDCHF melemah dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi AS yang cenderung dovish dan solidnya kinerja ekonomi Swiss. Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk April hanya naik 2,4% (YoY), di bawah ekspektasi 2,5% dan menurun dari 2,7% pada Maret, sementara secara bulanan PPI justru turun 0,5%. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini, yang menekan Dolar AS secara luas. Di sisi lain, perekonomian Swiss tumbuh 0,7% pada kuartal pertama 2025 tertinggi sejak awal 2023 didukung sektor jasa dan manufaktur. Namun, tekanan inflasi tetap rendah dengan harga produsen dan impor turun 0,5% secara tahunan, menandakan tren deflasi yang berlanjut. Performa ekonomi yang stabil dan status safe haven Franc mendukung penguatan CHF, apalagi negosiasi perdagangan dengan AS juga menunjukkan kemajuan, di mana Menteri Keuangan Karin Keller-Sutter berharap Swiss akan segera menyusul Inggris dalam meraih kesepakatan bilateral. Support terdekatnya di area 0.8306 dan resistance terdekatnya di zona 0.8415.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:05am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

5:30am

NZD

BusinessNZ Manufacturing Index

53.9

-

53.2

6:50am

JPY

Prelim GDP Price Index y/y

3.3%

3.2%

2.9%

6:50am

JPY

Prelim GDP q/q

-0.2%

-0.1%

0.7%

10:00am

NZD

Inflation Expectations q/q

-

-

2.1%

11:30am

JPY

Revised Industrial Production m/m

-

-1.1%

-1.1%

4:00pm

EUR

Italian Trade Balance

-

5.15B

4.47B

4:00pm

EUR

Trade Balance

-

17.5B

21.0B

Tentative

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

6:00pm

CHF

SNB Chairman Schlegel Speaks

-

-

-

7:30pm

CAD

Foreign Securities Purchases

-

5.20B

-6.46B

7:30pm

USD

Building Permits

-

1.45M

1.48M

7:30pm

USD

Housing Starts

-

1.36M

1.32M

7:30pm

USD

Import Prices m/m

-

-0.4%

-0.1%

Tentative

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

Prelim UoM Consumer Sentiment

-

53.1

52.2

9:00pm

USD

Prelim UoM Inflation Expectations

 

-

6.5%

10:00pm

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788