| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1493 | -0.14% |
GBPUSD | 1.3026 | -0.12% |
AUDUSD | 0.6489 | -0.48% |
NZDUSD | 0.5643 | -0.23% |
USDJPY | 153.66 | -0.46% |
USDCHF | 0.8100 | 0.06% |
USDCAD | 1.4102 | 0.12% |
GOLDUD | 3937.93 | -0.22% |
USD/IDR | 16,719 | 0.00% |
Fokus NZDUSD:
Rabu, 05 November 2025 – Kiwi dibuka di 0.5643 dan turun -0.23%. Dolar Selandia Baru melemah terhadap dolar Amerika Serikat setelah data ketenagakerjaan menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang semakin rapuh. Statistik resmi memperlihatkan tingkat pengangguran naik ke 5,3 persen pada kuartal ketiga, menjadi yang tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Pertumbuhan lapangan kerja yang stagnan serta turunnya tingkat partisipasi tenaga kerja menandakan bahwa momentum pemulihan ekonomi Selandia Baru mulai kehilangan daya dorong. Tekanan ini diperparah oleh kebijakan moneter longgar yang dijalankan Bank Sentral Selandia Baru sejak tahun lalu, dengan total pemangkasan suku bunga sebesar tiga ratus basis poin hingga berada di 2,5 persen. Pelaku pasar kini memperkirakan adanya satu kali lagi pemangkasan suku bunga pada pertemuan akhir tahun, menandakan arah kebijakan yang masih cenderung akomodatif di tengah perlambatan ekonomi domestik.
Sikap dovish dari otoritas moneter tersebut memperlemah daya tarik dolar Selandia Baru terhadap mata uang utama lain, khususnya dolar Amerika Serikat yang saat ini didukung oleh pandangan hawkish Federal Reserve. Meski demikian, potensi pelemahan NZD dapat sedikit tertahan oleh perkembangan positif dari hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok. Langkah Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif atas impor terkait fentanyl dari Tiongkok serta menunda sebagian bea timbal balik menjadi sinyal positif bagi perdagangan internasional. Sebagai negara dengan hubungan dagang erat dengan Tiongkok, kebijakan ini berpotensi mendukung stabilitas ekspor Selandia Baru, terutama di sektor pertanian dan komoditas pangan yang menjadi tulang punggung ekonominya.
Namun, secara keseluruhan, arah fundamental jangka pendek masih tidak berpihak pada dolar Selandia Baru. Ketidakpastian global meningkat seiring berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan AS yang telah berlangsung lebih dari enam minggu, menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dunia. Walau kondisi ini berpotensi menekan dolar AS dalam jangka tertentu, investor tetap melihat mata uang tersebut sebagai aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan fiskal di berbagai negara. Dengan kombinasi antara pelemahan ekonomi domestik, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, serta meningkatnya minat pasar terhadap dolar AS, pasangan NZDUSD masih berisiko melanjutkan tren pelemahan dalam waktu dekat.
Harga pada pasangan mata uang NZDUSD melemah. Support terdekat berada di 0.5615, dan resistance di 0.5665. Support lanjutan di zona 0.5580 dan dilanjutkan ke zona 0.5540. Resistance lanjutan di zona 0.5695 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6025.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1493 dan melemah -0.14%. Euro melemah terhadap Dolar AS karena meningkatnya permintaan terhadap Greenback di tengah prospek bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Pasangan EURUSD saat ini berada di sekitar level 1.1480 setelah mencatat penurunan selama lima hari berturut-turut. Penguatan Dolar didorong oleh pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga tambahan belum menjadi keputusan pasti setelah pemotongan 25 basis poin pekan lalu. Hal ini memicu pergeseran ekspektasi pasar yang kini menilai peluang pemangkasan suku bunga Desember lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. Selain itu, keterlambatan publikasi data ekonomi resmi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS membuat pelaku pasar berfokus pada data swasta seperti laporan ADP Employment Change dan ISM Services PMI untuk menilai arah kebijakan selanjutnya. Dari sisi Eropa, pelemahan Euro juga disebabkan oleh minimnya katalis domestik. Bank Sentral Eropa tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya setelah menahan suku bunga pada pertemuan Oktober. Meskipun inflasi telah turun mendekati target 2 persen dan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga sedikit melampaui perkiraan, bank sentral menilai ketidakpastian masih tinggi. Beberapa pejabat ECB menyatakan bahwa keseimbangan risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan kini lebih stabil, namun belum ada sinyal kuat untuk pengetatan tambahan. Kurangnya prospek kenaikan suku bunga di Eropa dan ketahanan fundamental ekonomi AS memperlebar kesenjangan kebijakan moneter, yang pada akhirnya menekan pasangan EURUSD lebih rendah di pasar global. Support terdekat berada di 1.1465, sementara resistance di 1.1515.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3026 dan turun -0.12%. Poundsterling terus tertekan terhadap Dolar AS dengan pasangan GBPUSD turun mendekati level terendah sejak April, mencerminkan kombinasi tekanan fundamental domestik dan penguatan Dolar AS. Ketahanan Greenback didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini, terutama setelah data manufaktur dan ketenagakerjaan AS menunjukkan kekuatan yang relatif stabil. Indeks Dolar AS terus mencatatkan kenaikan untuk hari kelima berturut-turut dan menembus level tertinggi tiga bulan di kisaran 100, seiring dengan meningkatnya pandangan bahwa kebijakan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Situasi penutupan pemerintahan AS memang menjadi faktor risiko, tetapi justru memperkuat permintaan aset aman seperti Dolar. Dari Inggris, sentimen terhadap Pound memburuk menjelang keputusan kebijakan moneter Bank of England. Kanselir Keuangan Rachel Reeves memberi sinyal bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah fiskal ketat guna mengendalikan inflasi dan menurunkan utang publik. Rencana kebijakan tersebut mencakup potensi kenaikan pajak dan reformasi tarif bisnis, yang menciptakan kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ekonomi domestik. Sementara itu, inflasi Inggris masih bertahan di sekitar 3,8 persen, hampir dua kali lipat dari target bank sentral, sehingga ruang pelonggaran kebijakan terbatas. Namun, pasar swap menilai peluang sekitar 30 persen untuk pemangkasan 25 basis poin dalam waktu dekat. Kombinasi prospek fiskal yang ketat dan pandangan moneter yang konservatif membuat Pound sulit menguat terhadap Dolar, mempertahankan tren penurunan berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir. Support terdekat berada di 1.3000, dan resistance di 1.3055.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6489, melemah signifikan -0.48%. Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS, dengan pasangan AUDUSD terus mencatat penurunan hingga mencapai kisaran 0.6470 dalam sesi perdagangan Asia. Tekanan terhadap Aussie meningkat setelah Bank Sentral Australia memutuskan untuk menahan suku bunga di level 3,6 persen, sebagaimana perkiraan pasar. Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa inflasi inti yang masih di atas 3 persen memerlukan kebijakan moneter yang tetap ketat untuk sementara waktu, meskipun tidak memberikan panduan pasti mengenai arah kebijakan selanjutnya. Data inflasi kuartal ketiga yang lebih tinggi dari perkiraan menunjukkan bahwa tekanan harga masih melekat di sektor jasa, sementara ketidakpastian ekonomi global membatasi ruang pelonggaran. Di saat yang sama, Dolar AS memperoleh dukungan dari berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed, dengan probabilitas penurunan suku bunga Desember turun menjadi sekitar 67 persen dari lebih dari 90 persen sebelumnya. Dari sisi eksternal, pelemahan AUD juga dipengaruhi oleh data ekonomi Tiongkok yang menunjukkan aktivitas sektor jasa melambat, dengan indeks PMI turun ke 52,6 pada Oktober. Sebagai negara dengan hubungan dagang yang erat dengan Tiongkok, perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu memberi tekanan langsung terhadap prospek ekspor Australia. Namun, sentimen risiko sedikit terbantu oleh kabar positif mengenai hubungan dagang AS-Tiongkok, termasuk keputusan Washington untuk menurunkan tarif pada sejumlah impor dari Beijing. Meskipun demikian, dominasi Dolar AS di pasar global dan sikap hati-hati RBA membuat AUDUSD masih sulit keluar dari tren pelemahan. Ke depan, data neraca perdagangan Australia dan perkembangan kebijakan moneter AS akan menjadi faktor kunci penentu arah selanjutnya bagi pasangan ini. Support terdekat berada di 0.6460, dan resistance di 0.6515.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 153.66, melemah terhadap Dolar AS sebesar -0.46%. Nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang bergerak melemah karena meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Yen mendapatkan dukungan dari kekhawatiran pasar mengenai potensi intervensi pemerintah Jepang setelah pernyataan Menteri Keuangan yang menegaskan pentingnya stabilitas nilai tukar. Selain itu, komentar Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda yang kembali menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini atau awal tahun depan memperkuat ekspektasi perubahan arah kebijakan moneter yang selama ini ultra-longgar. Sementara itu, kondisi politik domestik Jepang yang kini dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi juga memberi warna baru pada kebijakan ekonomi. Rencana belanja fiskal yang ekspansif di bawah pemerintahan baru dapat memperlambat langkah bank sentral dalam melakukan normalisasi kebijakan, karena kenaikan suku bunga yang terlalu cepat dikhawatirkan dapat menekan pemulihan ekonomi domestik. Dari sisi Amerika Serikat, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve setelah Ketua Jerome Powell menegaskan perlunya mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama untuk memastikan inflasi benar-benar turun ke target dua persen. Probabilitas pemangkasan suku bunga pada Desember kini menurun signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Meskipun penutupan sebagian pemerintahan AS menyebabkan tertundanya sejumlah data resmi, perhatian pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan sektor swasta yang dirilis oleh ADP untuk mengukur kekuatan pasar tenaga kerja. Secara keseluruhan, kombinasi antara meningkatnya aversi risiko global, potensi intervensi Jepang, serta kebijakan moneter AS yang tetap ketat menekan pergerakan USDJPY ke area yang lebih rendah, walaupun ruang penguatan yen masih terbatas karena ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan. Support terdekat berada di 153.30, dan resistance di 153.90.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8100 dan naik tipis 0.06%. Dolar AS memperpanjang penguatannya terhadap franc Swiss, mencatat kenaikan selama lima hari beruntun didukung oleh kombinasi faktor global dan kebijakan moneter domestik masing-masing negara. Greenback mendapat dorongan dari sikap hawkish Federal Reserve setelah pemangkasan suku bunga 25 basis poin pekan lalu dianggap sebagai langkah penyesuaian, bukan sinyal pelonggaran berkelanjutan. Jerome Powell menegaskan bahwa arah kebijakan selanjutnya akan tetap bergantung pada data, terutama karena inflasi masih di atas target dua persen. Ketahanan dolar juga diperkuat oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah pelemahan bursa saham global dan meningkatnya kekhawatiran terhadap valuasi sektor teknologi yang mulai dianggap berisiko tinggi. Sementara itu, franc Swiss kehilangan sebagian daya tariknya setelah data inflasi domestik yang lebih lemah dari perkiraan menimbulkan spekulasi bahwa Swiss National Bank dapat mempertimbangkan langkah kebijakan yang lebih longgar. Beberapa pejabat SNB menyebutkan bahwa tingkat suku bunga saat ini dinilai cukup memadai, namun tetap membuka ruang untuk intervensi nilai tukar jika diperlukan. Ketidakpastian arah kebijakan SNB di tengah tekanan deflasi menjadi faktor tambahan yang menekan franc. Dengan kondisi tersebut, dolar AS memperoleh dukungan ganda dari faktor internal dan eksternal, menjadikan USDCHF tetap berada di jalur penguatan di tengah lemahnya daya tarik franc sebagai aset lindung nilai tradisional. Support terdekat berada di 0.8080, dan resistance di 0.8125.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4102 dan menguat 0.12%. Dolar AS terus menguat terhadap dolar Kanada, mencatatkan kenaikan selama empat hari berturut-turut di tengah meningkatnya permintaan aset aman dan melemahnya harga minyak mentah dunia. Kondisi pasar global yang cenderung risk-off membuat investor kembali menempatkan dana pada dolar AS sebagai aset lindung nilai. Sementara itu, dolar Kanada kehilangan momentum karena harga minyak sebagai komoditas ekspor utama Kanada mengalami tekanan dan bergerak turun mendekati batas psikologis 60 dolar per barel. Ketidakpastian terkait prospek ekonomi global dan kekhawatiran terhadap permintaan energi dunia turut menekan nilai tukar loonie terhadap dolar AS. Selain itu, perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Canada juga menjadi faktor penting dalam pelemahan CAD. Sikap hawkish dari pejabat The Fed yang menegaskan bahwa pelonggaran tambahan tahun ini belum tentu dilakukan membuat pasar menurunkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, ekonomi Kanada masih menghadapi tekanan dari perlambatan sektor perumahan dan konsumsi, sehingga bank sentral cenderung berhati-hati dalam menjaga kebijakan moneternya. Ketergantungan Kanada terhadap ekspor energi menjadikan pergerakan harga minyak sebagai indikator utama nilai tukar CAD. Dengan kondisi minyak yang cenderung melemah dan dolar AS yang mendapat dukungan dari stabilitas imbal hasil obligasi, pasangan USDCAD berpotensi tetap berada di jalur penguatan dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.4075, dan resistance di 1.4125.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
3:00am | NZD | RBNZ Financial Stability Report | - | - | - |
4:03am | CAD | Annual Budget Release | - | - | - |
4:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
4:45am | NZD | Employment Change q/q | 0.0% | 0.1% | -0.2% |
4:45am | NZD | Unemployment Rate | 5.3% | 5.3% | 5.2% |
4:45am | NZD | Labor Cost Index q/q | 0.5% | 0.5% | 0.6% |
6:50am | JPY | Monetary Base y/y | -7.8% | -4.8% | -6.2% |
6:50am | JPY | Monetary Policy Meeting Minutes | - | - | - |
7:00am | NZD | RBNZ Gov Hawkesby Speaks | - | - | - |
7:00am | NZD | ANZ Commodity Prices m/m | -0.3% | - | -1.1% |
8:45am | CNY | RatingDog Services PMI | 4:09 | 52.5 | 52.9 |
10:35am | JPY | 10-y Bond Auction | - | - | 1.64|3.3 |
2:00pm | EUR | German Factory Orders m/m | - | 0.9% | -0.8% |
2:45pm | EUR | French Industrial Production m/m | - | 0.1% | -0.7% |
3:15pm | EUR | Spanish Services PMI | - | 54.8 | 54.3 |
3:45pm | EUR | Italian Services PMI | - | 53 | 52.5 |
3:50pm | EUR | French Final Services PMI | - | 47.1 | 47.1 |
3:55pm | EUR | German Final Services PMI | - | 54.5 | 54.5 |
4:00pm | EUR | Final Services PMI | - | 52.6 | 52.6 |
4:00pm | EUR | Italian Retail Sales m/m | - | 0.2% | -0.1% |
4:30pm | GBP | Final Services PMI | - | 51.1 | 51.1 |
5:00pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
5:00pm | EUR | PPI m/m | - | 0.0% | -0.3% |
8:15pm | USD | ADP Non-Farm Employment Change | - | 32K | -32K |
9:45pm | USD | Final Services PMI | - | 55.2 | 55.2 |
10:00pm | USD | ISM Services PMI | - | 50.7 | 50 |
10:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -2.5M | -6.9M |
11:10pm | GBP | MPC Member Breeden Speaks | - | - | - |
11:30pm | CHF | Gov Board Member Tschudin Speaks | - | - | - |