| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0399 | -0.18% |
GBPUSD | 1.2600 | -0.14% |
AUDUSD | 0.6235 | -0.37% |
NZDUSD | 0.5633 | -0.53% |
USDJPY | 149.77 | 0.25% |
USDCHF | 0.8995 | 0.06% |
USDCAD | 1.4440 | 0.09% |
GOLDUD | 2876.5 | -0.21% |
USD/IDR | 16426 | 0.84% |
Fokus Emas:
Jumat, 28 Februari 2025 – Harga emas bergerak turun ke level $2.876 per troy ons pada perdagangan pagi ini, berpotensi mengakhiri tren kenaikan delapan minggunya. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Sementara itu, pasar mengalihkan perhatian ke rilis data inflasi utama AS, yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Indeks dolar menguat 0,7%, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor global. Sentimen risk-off yang lebih luas juga dipicu oleh kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, yang pada hari Kamis mengonfirmasi bahwa tarif impor sebesar 25% untuk barang-barang asal Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada 4 Maret, bersamaan dengan tambahan tarif 10% untuk produk impor dari Tiongkok. Ketegangan perdagangan yang meningkat ini dapat memperkuat ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya berpotensi mendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Di sisi kebijakan moneter, investor menantikan rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed. Data PCE AS untuk Januari 2025 diperkirakan meningkat menjadi 0,3% MoM dari 0,2% MoM pada bulan sebelumnya. Dengan pertumbuhan PDB AS pada kuartal keempat tercatat sebesar 2,3% dan deflator PCE inti diperkirakan berada di 2,7%, pasar semakin yakin bahwa The Fed tidak memiliki urgensi untuk segera memangkas suku bunga. Pernyataan terbaru dari Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker, yang menyatakan dukungan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25% - 4,50% semakin memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter ketat akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Secara teknikal, harga emas saat ini menguji area support di kisaran $2.868 hingga $2.861. Jika tekanan jual berlanjut, support selanjutnya berada di $2.846. Sementara itu, resistance terdekat berada di $2.883 hingga $2.891, dengan resistance lebih lanjut di $2.906 apabila terjadi rebound teknikal.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:15am | USD | FOMC Member Hammack Speaks | - | - | - |
3:15am | USD | FOMC Member Harker Speaks | - | - | - |
3:30am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
8:30pm | USD | Core PCE Price Index m/m | - | 0.30% | 0.20% |
8:30pm | USD | Goods Trade Balance | - | -116.9B | -122.0B |
8:30pm | USD | Personal Income m/m | - | 0.40% | 0.40% |
8:30pm | USD | Personal Spending m/m | - | 0.20% | 0.70% |
8:30pm | USD | Prelim Wholesale Inventories m/m | - | 0.10% | -0.50% |
9:45pm | USD | Chicago PMI | - | 40.5 | 39.5 |