| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1321 | 0.58% |
GBPUSD | 1.3085 | 0.32% |
AUDUSD | 0.6302 | 0.17% |
NZDUSD | 0.5844 | 0.26% |
USDJPY | 143.88 | -0.88% |
USDCHF | 0.8192 | -0.72% |
USDCAD | 1.3885 | -0.24% |
GOLDUD | 3221.8 | 0.34% |
USD/IDR | 16789 | 0.07% |
Fokus GBPUSD:
Senin, 14 April 2025 – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3111. Kenaikan pada kinerja mata uang Poundsterling diakibatkan oleh tertekannya kinerja mata uang US Dollar. Sentimen negatif terhadap Greenback semakin dalam setelah inflasi AS di bulan Maret melambat menjadi 2.4% secara tahunan, di bawah ekspektasi. Penurunan ini, ditambah dengan anjloknya indeks sentimen konsumen AS ke 50.8 terendah sejak pandemi menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve hingga 90 basis poin di tahun ini. Sementara itu, kekhawatiran akan eskalasi perang dagang antara AS dan China, termasuk tarif balasan China sebesar 125%, semakin memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi AS, menekan Dolar ke level terendah sejak April 2022. Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, investor mulai meninggalkan Greenback dan beralih ke aset safe haven, seperti Yen Jepang dan Franc Swiss. Penurunan DXY ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi AS sedang terkikis secara signifikan.
Dari sisi Pound Sterling, penguatan didukung oleh rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris yang menunjukkan pertumbuhan 0.5% di bulan Februari, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 0.1%. Sektor jasa, manufaktur, dan konstruksi mencatatkan ekspansi, memberi sinyal bahwa ekonomi Inggris tetap tangguh meskipun dibayangi ketidakpastian global. Hasil ini mendorong pasar untuk menilai ulang kecepatan pelonggaran kebijakan oleh Bank of England (BoE). Meskipun pelaku pasar masih mengantisipasi pemangkasan suku bunga pada bulan Mei, data pertumbuhan ini membuat prospek pemangkasan lebih lanjut menjadi lebih hati-hati.
Selain itu, ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter BoE yang lebih moderat dibandingkan dengan Fed menjadi pendorong tambahan bagi GBP. Dengan investor kini melihat kemungkinan penurunan suku bunga BoE yang lebih sedikit, dan ekonomi Inggris menunjukkan ketahanan relatif, Sterling mendapat daya tarik sebagai alternatif Greenback. Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada data ketenagakerjaan Inggris dan inflasi, serta data penjualan ritel AS dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell, yang diperkirakan akan memberi dampak signifikan terhadap dinamika pergerakan GBPUSD.
Harga pada pasangan mata uang USDCAD turun. Support terdekatnya di zona 1.3019 dan resistance terdekatnya di zona 1.3203. Support lanjutan di zona 1.2982 dan dilanjutkan ke zona 1.2923. Resistance lanjutan di zona 1.3067 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3105.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1395. Pasangan mata uang Euro terus menguat dan kini mencapai level tertinggi sejak Februari 2022. Penguatan Euro didorong oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang dipicu oleh ketegangan dagang antara AS dan China. Kenaikan tarif balasan dari China menjadi 125% terhadap produk AS memicu kekhawatiran akan resesi dan memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve. Di sisi lain, Uni Eropa memilih untuk menangguhkan tarif balasan selama 90 hari sebagai bentuk dorongan untuk negosiasi, menambah sentimen positif terhadap Euro. Pasar saat ini mengantisipasi data inflasi AS dan komentar dari pejabat The Fed untuk arah pergerakan selanjutnya. Sementara itu, Kanselir Jerman terpilih Friedrich Merz menyuarakan kekhawatiran terhadap kebijakan Presiden Trump yang dinilai bisa mempercepat krisis keuangan berikutnya. Merz juga menyatakan dukungannya terhadap perjanjian dagang transatlantik baru dengan tarif nol persen. Komentar tersebut muncul di tengah tekanan terhadap USD yang telah melemah selama tiga sesi berturut-turut, memperkuat momentum penguatan EURUSD. Dengan sentimen risiko yang masih tinggi dan kekhawatiran terhadap stagflasi di AS, Euro berpotensi melanjutkan tren naik dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 1.1210 dan resistance terdekatnya di zona 1.1435.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6299. Dolar Australia (AUD) kembali menguat terhadap Dolar AS (USD) imbas tumbangnya kinerja DXY. Sentimen pasar membaik setelah berita bahwa Presiden Trump mengecualikan produk-produk semikonduktor dari tarif 145%, meskipun tetap memberlakukan tarif 20% untuk fentanyl. Kelemahan USD makin dalam akibat kekhawatiran terhadap inflasi, melambatnya pertumbuhan ekonomi AS, serta tensi perdagangan dengan China yang belum mereda. Dolar AS tergelincir ke level terendah tiga tahun, sementara AUD mendapat dukungan dari prospek membaiknya hubungan dagang China dengan Uni Eropa, serta langkah Australia untuk melanjutkan negosiasi dagang dengan blok tersebut. Namun, arah pergerakan AUDUSD selanjutnya sangat bergantung pada data ekspor China bulan Maret yang akan dirilis dalam waktu dekat. Perkiraan menunjukkan peningkatan ekspor tahunan sebesar 4.4%, naik dari 2.3% di bulan Februari. Jika data sesuai ekspektasi atau lebih tinggi, AUD bisa terdorong lebih lanjut karena mencerminkan membaiknya permintaan global. Sebaliknya, jika data lemah, pasar bisa mengartikan bahwa tarif tinggi AS telah mulai memukul permintaan, yang bisa mengurangi minat risiko dan menekan AUD kembali. Support terdekatnya di zona 0.6246 dan resistance terdekatnya di zona 0.6357.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5839. Mata uang NZDUSD menguat pada sesi hari ini seiring dengan tekanan berkelanjutan terhadap Dolar AS. Pelemahan Greenback didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap resesi global akibat perang dagang yang kembali memanas, menyusul keputusan Presiden Trump untuk tetap memberlakukan tarif 145% terhadap China. Sementara itu, dari sisi fundamental domestik, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan April, sebagai respons terhadap inflasi yang terus melandai dan melemahnya kondisi ekonomi dalam negeri. Meski pelonggaran moneter ini berpotensi membatasi ruang penguatan NZD, sentimen negatif terhadap USD saat ini menjadi faktor dominan yang mendukung penguatan pasangan NZDUSD. Support terdekatnya di area 0.5794 dan resistance terdekatnya di zona 0.5870.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 142.67. Penurunan kinerja mata uang USDJPY imbas Yen Jepang (JPY) menguat mendekati level tertingginya sejak September 2024. Penguatan Yen didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menyusul eskalasi perang dagang antara AS dan China. Kebijakan tarif terbaru China menaikkan tarif menjadi 125% dan AS menetapkan tarif 145% memicu kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global. Di saat yang sama, sentimen pasar juga ditopang oleh harapan tercapainya kesepakatan dagang antara Jepang dan AS, serta pernyataan pejabat Jepang yang menegaskan pentingnya stabilitas nilai tukar. Dari sisi fundamental, tekanan inflasi domestik di Jepang yang terus meningkat dengan inflasi grosir mencapai 4.2% YoY di bulan Maret membuka ruang bagi Bank of Japan (BoJ) untuk melanjutkan kenaikan suku bunga. Sebaliknya, pelemahan data inflasi dan pertumbuhan di AS membuat pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga hingga 90 basis poin tahun ini. Support terdekatnya di area 141.82 dan resistance terdekatnya di zona 144.12
USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3852. Melemahnya Dolar AS disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi dan tekanan inflasi yang terus berlanjut, memicu aksi keluar dari aset AS. Ketegangan dagang antara AS dan China juga memperburuk sentimen, terutama setelah China menaikkan tarif impor barang AS menjadi 125% sebagai respons terhadap tarif 145% dari Presiden Trump. Data ekonomi AS terbaru turut memperkuat nada pesimistis, di mana indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turun tajam dan ekspektasi inflasi melonjak, sementara data tenaga kerja memberikan sinyal campuran. Hal ini memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve, yang menambah tekanan bagi USD. Di sisi lain, Dolar Kanada (CAD) mendapat dukungan dari arus modal yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian global. Meski harga minyak mentah sebagai komoditas utama ekspor Kanada masih lemah di sekitar $60.70 per barel karena kekhawatiran atas permintaan global, CAD tetap menunjukkan ketahanan karena prospek ekonomi AS yang goyah. Sinyal positif dari pernyataan Presiden Trump terkait jeda 90 hari dalam kebijakan tarif memang memberi sedikit harapan untuk negosiasi dagang, namun pasar masih lebih fokus pada dampak jangka pendek terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, yang menguntungkan CAD dibandingkan USD dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 1.3811 dan resistance terdekatnya di zona 1.3957.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8147. Performa pasangan mata uang USDCHF melemah signifikan dengan mencapai level terendah sejak September 2011. Melemahnya Dolar AS terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dagang global, setelah China menaikkan tarif impor dari AS menjadi 125% sebagai respons atas kebijakan tarif 145% dari Presiden Trump. Situasi ini memicu aliran modal ke aset safe haven seperti Swiss Franc (CHF). Tekanan terhadap Greenback juga semakin besar akibat meningkatnya kekhawatiran akan stagflasi di AS dan ekspektasi pasar terhadap lebih banyak pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve setelah rilis data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Dalam kondisi ini, CHF mendapat dukungan kuat dari sentimen risiko global, sementara USD terus tertekan oleh prospek ekonomi domestik yang melemah. Support terdekatnya di area 0.8080 dan resistance terdekatnya di zona 0.8237.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:30am | NZD | BusinessNZ Services Index | 49.1 | - | 49 |
5:45am | NZD | Visitor Arrivals m/m | -3.7% | - | 1.5% |
6:01am | GBP | Rightmove HPI m/m | 1.4% | - | 1.1% |
Tentative | CNY | Trade Balance | - | 537B | 1220B |
Tentative | CNY | USD-Denominated Trade Balance | - | 74.3B | 170.5B |
11:30am | JPY | Revised Industrial Production m/m | - | 2.5% | 2.5% |
1:30pm | CHF | PPI m/m | - | 0.2% | 0.3% |
All Day | EUR | ECOFIN Meetings | - | - | - |
7:30pm | CAD | Wholesale Sales m/m | - | 0.4% | 1.2% |
11:00pm | USD | FOMC Member Barkin Speaks | - | - | - |