Home
>
News
>
Publication
>
Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Global, Tekan Kinerja GBPUSD
Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Global, Tekan Kinerja GBPUSD
Thursday, 08 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1316

-0.15%

GBPUSD

1.3311

-0.17%

AUDUSD

0.6454

-0.50%

NZDUSD

0.5955

-0.29%

USDJPY

143.81

0.10%

USDCHF

0.8222

0.24%

USDCAD

1.3837

0.01%

GOLDUD

3372.8

0.94%

USD/IDR

16528

0.01%

Fokus GBPUSD:

DXY menguat ke zona 99.90

Jelang pertemuan BoE

Kamis, 08 Mei 2025
– Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3330. Penurunan pada kinerja mata uang Poundstering di akibatkan oleh penguatan yang terjadi pada kinerja mata uang USD. Dolar AS yang menguat mencerminkan pergeseran sentimen investor terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan meningkatnya permintaan atas aset safe haven. Meskipun sejumlah data ekonomi utama AS, seperti PCE dan PMI, menunjukkan perlambatan dalam pertumbuhan inflasi dan aktivitas sektor jasa, Federal Reserve belum memberikan sinyal kuat untuk segera memangkas suku bunga. Ketua The Fed Jerome Powell dalam pernyataannya baru-baru ini menekankan bahwa kebijakan suku bunga tinggi akan dipertahankan sampai terdapat bukti meyakinkan bahwa inflasi benar-benar menuju target 2%. Sikap ini mencerminkan kehati-hatian bank sentral di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang terus berkembang serta wacana pengenaan tarif tambahan oleh mantan Presiden Donald Trump terhadap barang-barang impor dari China menambah dorongan terhadap dolar AS. Pasar menilai bahwa jika kebijakan proteksionis kembali diperkuat, ketidakpastian dagang global akan meningkat dan memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Kombinasi antara ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama dan meningkatnya permintaan terhadap aset aman menyebabkan indeks dolar (DXY) bergerak naik ke area 106, mencerminkan penguatan luas terhadap mata uang utama lainnya.

Sementara itu, pound sterling mengalami tekanan menjelang pertemuan kebijakan Bank of England (BoE) yang dijadwalkan pada 8 Mei mendatang. Pasar secara luas memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin sebagai respons terhadap lemahnya data ekonomi domestik. Inflasi Inggris memang telah melandai, tetapi perlambatan aktivitas di sektor jasa dan manufaktur, ditambah dengan ketidakpastian pasca-Brexit, membuat ruang pelonggaran moneter semakin terbuka. Imbal hasil obligasi Inggris tenor pendek menurun, mengindikasikan ekspektasi pasar terhadap kebijakan yang lebih longgar ke depan. Meski demikian, pasar masih menunggu konfirmasi dari forward guidance yang akan disampaikan oleh Gubernur BoE Andrew Bailey, apakah pemangkasan ini bersifat satu kali atau bagian dari siklus pelonggaran yang lebih panjang.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3258 dan resistance terdekatnya di zona 1.3370. Support lanjutan di zona 1.3200 dan dilanjutkan ke zona 1.3165. Resistance lanjutan di zona 1.3410 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3460.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1325. Pasangan EURUSD mengalami penguatan meski sempat mencoba menguat setelah konfirmasi Friedrich Merz sebagai Kanselir Jerman. Kabar tersebut sempat meredakan kekhawatiran politik di Jerman dan meningkatkan harapan akan peningkatan belanja pertahanan. Namun, penguatan Euro terbatas karena prospek kebijakan moneter longgar dari ECB yang diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan Juni. Di sisi fundamental, data penjualan ritel zona euro bulan Maret menunjukkan kontraksi 0,1% secara bulanan, lebih lemah dari ekspektasi dan mendukung narasi perlambatan konsumsi domestik di kawasan tersebut. Sementara itu, Dolar AS tetap stabil setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga di 4,5%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Namun, komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan sikap "wait and see", mengingat ketidakpastian akibat kebijakan tarif Presiden Trump yang berpotensi mengganggu target inflasi dan ketenagakerjaan. Walau pasar sempat mengantisipasi pemangkasan suku bunga pada Juli, peluang penahanan suku bunga justru meningkat, menambah tekanan pada EURUSD. Ketidakpastian ini, ditambah perbedaan kebijakan moneter AS dan Eropa, mendorong kecenderungan pelemahan lebih lanjut pada Euro terhadap Dolar AS. Support terdekatnya di zona 1.1274 dan resistance terdekatnya di zona 1.1385.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6457. Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) setelah gagal mempertahankan level tertinggi lima bulan terakhir. Sentimen pasar memburuk pasca keputusan Federal Reserve (Fed) untuk mempertahankan suku bunga di 4,5%, disertai pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menekankan pendekatan “wait-and-see” dan menggarisbawahi risiko dari kebijakan tarif AS. Pernyataan Powell memperkuat ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga belum akan dilakukan dalam waktu dekat, memicu penguatan USD dan menekan AUDUSD lebih rendah. Faktor eksternal seperti negosiasi dagang AS-Tiongkok dan stimulus ekonomi dari Beijing turut membentuk arah AUD. Meski pasar menanti hasil pertemuan pejabat tinggi AS-Tiongkok di Jenewa, ketidakpastian hasil pembicaraan membuat investor cenderung menghindari risiko. Di sisi lain, langkah Bank Sentral Tiongkok menurunkan suku bunga dan RRR memberikan sedikit dukungan terhadap AUD melalui prospek peningkatan permintaan komoditas Australia. Namun, tekanan terhadap AUDUSD tetap dominan karena dominasi USD yang menguat serta ekspektasi bahwa RBA mungkin akan menurunkan suku bunga bulan ini menyusul sinyal pelemahan aktivitas manufaktur domestik. Support terdekatnya di zona 0.6400 dan resistance terdekatnya di zona 0.6495.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5938. Pasangan NZDUSD melemah setelah sempat menyentuh tertinggi enam bulan di tengah tekanan dari sikap hati-hati Federal Reserve (Fed) dan data ketenagakerjaan Selandia Baru yang mengecewakan. Meskipun Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%–4,50% sesuai ekspektasi pasar, pernyataan kebijakan menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi dan pengangguran yang meningkat, serta menegaskan pendekatan berbasis data. Sikap ini mendukung penguatan Dolar AS dan menekan mata uang berisiko seperti Dolar Selandia Baru (NZD). Indeks Dolar AS tetap stabil di sekitar 99,50, mencerminkan ketidakpastian pasar menjelang komentar lanjutan dari Ketua Fed Jerome Powell. Dari sisi domestik, laporan tenaga kerja Selandia Baru untuk kuartal pertama menunjukkan perubahan pekerjaan hanya naik 0,1%, sementara tingkat pengangguran tetap di 5,1%, meskipun lebih baik dari perkiraan 5,3%. Namun, pertumbuhan indeks biaya tenaga kerja melambat di bawah ekspektasi, meningkatkan spekulasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada pertemuan 28 Mei mendatang. Selain itu, ketidakpastian hasil pertemuan dagang AS-Tiongkok yang akan digelar pekan ini di Swiss turut membebani sentimen NZD, karena Selandia Baru sangat bergantung pada mitra dagang utamanya seperti Tiongkok. Support terdekatnya di area 0.5900 dan resistance terdekatnya di zona 0.5990.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 143.80. Pasangan USDJPY menguat mengakhiri tren penurunan tiga hari seiring menurunnya permintaan terhadap Yen Jepang (JPY) sebagai aset safe haven. Optimisme pasar terhadap pembicaraan dagang AS-Tiongkok yang digelar di Swiss memicu pelepasan posisi long Yen, karena investor melihat peluang de-eskalasi ketegangan dagang meskipun belum ada prospek kesepakatan konkret. Selain itu, notulen pertemuan Bank of Japan (BoJ) terbaru menunjukkan sikap waspada dalam menaikkan suku bunga, dengan anggota dewan mempertimbangkan risiko eksternal yang berasal dari kebijakan perdagangan AS serta potensi perlambatan global. Sementara itu, Dolar AS tetap stabil menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang diperkirakan akan tetap ditahan di kisaran 4,25%–4,50% untuk pertemuan ketiga berturut-turut. Data ketenagakerjaan AS yang kuat, dengan tambahan 177.000 pekerjaan pada April, gagal sepenuhnya menepis ekspektasi pelonggaran kebijakan dalam beberapa bulan mendatang. Namun, panduan kebijakan dari Ketua Fed Jerome Powell tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar. Nada hati-hati dari beberapa pejabat Fed terkait kemungkinan perlambatan ekonomi belum cukup untuk menekan Dolar, sehingga menjaga momentum penguatan USD terhadap JPY. Support terdekatnya di area 143.30 dan resistance terdekatnya di zona 144.50.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.3835. Kinerja pasangan mata uang Dollar Kanada menguat mencerminkan penguatan Dolar AS (USD) di tengah sikap hati-hati investor menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed). Meskipun pasar secara luas memperkirakan suku bunga akan dipertahankan di kisaran 4,25%-4,50% untuk pertemuan ketiga berturut-turut, fokus utama tetap tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di tengah ketidakpastian ekonomi yang meningkat akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Kekhawatiran akan inflasi konsumen yang berpotensi meningkat akibat rencana pelaku usaha AS meneruskan beban tarif ke konsumen ikut menopang kekuatan USD. Dari sisi Kanada, Dolar Kanada (CAD) menghadapi tekanan seiring memburuknya data domestik, termasuk penurunan tajam Ivey PMI bulan April menjadi 48,0 jauh di bawah ekspektasi 51,2 yang menandakan pelemahan sentimen bisnis. Ketegangan politik pun turut memperburuk prospek CAD, menyusul pernyataan Presiden Trump yang menyebut Kanada hanya sebagai “klien terbesar”, memperkeruh hubungan bilateral meski Perdana Menteri Kanada Mark Carney mencoba meredakan situasi lewat pernyataan bahwa pembicaraan dagang masih akan berlanjut. Sementara itu, pelaku pasar menantikan data ketenagakerjaan Kanada yang dijadwalkan rilis Jumat ini, yang akan menjadi katalis penting bagi arah pergerakan CAD selanjutnya. Support terdekatnya di zona 1.3795 dan resistance terdekatnya di zona 1.3870.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8220. Performa mata uang Swiss berhasil menghentikan tren penurunan tiga harinya dan menguat ke sekitar 0.8250 pada sesi Eropa hari Rabu, didukung oleh penguatan Dolar AS menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50% untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, dengan fokus utama pada pernyataan Jerome Powell di tengah tekanan politik domestik dan ketidakpastian kebijakan tarif yang meningkat. Sementara itu, pertemuan tingkat tinggi antara pejabat AS dan Tiongkok akhir pekan ini di Jenewa menjadi perhatian pasar, meski belum diharapkan menghasilkan kesepakatan besar. Di sisi lain, Franc Swiss masih menarik aliran safe haven namun berpotensi tertekan ke depan, menyusul ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh SNB pada bulan Juni dan turunnya cadangan devisa negara tersebut ke level terendah sejak Agustus 2024. Support terdekatnya di area 0.8190 dan resistance terdekatnya di zona 0.8270.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:30am

USD

FOMC Press Conference

-

-

-

2:00am

USD

Consumer Credit m/m

10.2B

9.8B

-0.6B

6:01am

GBP

RICS House Price Balance

-3%

-4%

2%

6:50am

JPY

Monetary Policy Meeting Minutes

-

-

-

10:35am

JPY

10-y Bond Auction

-

-

1.41|3.1

1:00pm

EUR

German Industrial Production m/m

-

0.9%

-1.3%

1:00pm

EUR

German Trade Balance

-

19.0B

17.7B

1:00pm

GBP

Halifax HPI m/m

-

0.20%

-0.50%

All Day

EUR

French Bank Holiday

-

-

-

6:02pm

GBP

BOE Monetary Policy Report

-

-

-

6:02pm

GBP

Monetary Policy Summary

-

-

-

6:02pm

GBP

MPC Official Bank Rate Votes

-

0-9-0

0-1-8

6:02pm

GBP

Official Bank Rate

-

4.25%

4.50%

Tentative

GBP

BOE Inflation Letter

-

-

-

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

231K

241K

7:30pm

USD

Prelim Nonfarm Productivity q/q

-

-0.40%

1.50%

7:30pm

USD

Prelim Unit Labor Costs q/q

-

5.30%

2.20%

9:00pm

CAD

BOC Financial System Review

-

-

-

9:00pm

USD

Final Wholesale Inventories m/m

-

0.50%

0.50%

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

103B

107B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788