Home
>
News
>
Publication
>
Dolar AS Mendominasi di Tengah Data Ekonomi yang Kuat dan Ketidakpastian Jepang, Dukung USDJPY
Dolar AS Mendominasi di Tengah Data Ekonomi yang Kuat dan Ketidakpastian Jepang, Dukung USDJPY
Friday, 04 July 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1771

-0.18%

GBPUSD

1.3668

-0.19%

AUDUSD

0.6579

-0.23%

NZDUSD

0.6081

-0.35%

USDJPY

144.56

0.28%

USDCHF

0.7936

0.23%

USDCAD

1.3569

0.13%

GOLDUD

3334.4

-0.62%

USD/IDR

16231

-0.17%

Fokus USDJPY:

  1. DXY menguat ke zona 97.10
  2. Diferensiasi kebijakan The Fed dan BoJ

Jumat, 04 Juli 2025 - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 144.56. Pasangan mata uang USDJPY terus menguat mencerminkan dominasi Dolar AS terhadap Yen Jepang meskipun data domestik Jepang menunjukkan penguatan. Penguatan Yen sempat terjadi di awal sesi Asia setelah data Pengeluaran Rumah Tangga Jepang untuk Mei naik 4,7% secara tahunan, jauh melampaui ekspektasi pasar dan membuka peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut dari Bank of Japan (BoJ). Namun, euforia ini cepat mereda karena sentimen pasar global dan fundamental Dolar AS yang masih kuat pasca rilis laporan ketenagakerjaan AS yang solid. NFP untuk bulan Juni mencatatkan penambahan 147.000 pekerjaan, di atas proyeksi 110.000 dan revisi naik dari bulan sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,1%, memperkuat pandangan bahwa The Fed belum memiliki urgensi untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Dari sisi kebijakan moneter, perbedaan arah antara BoJ dan The Fed kembali menjadi penggerak utama pasangan USDJPY. Meskipun BoJ perlahan bergerak ke arah normalisasi kebijakan, komentar terbaru dari pejabat BoJ seperti Hajime Takata menunjukkan kehati-hatian dan penekanan pada “fase menunggu” untuk menilai dampak tarif AS terhadap perekonomian Jepang. Sebaliknya, The Fed mendapat ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama berkat data tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang masih bertahan. Sementara pasar sempat bereaksi terhadap komentar dovish Powell awal pekan ini, hasil NFP dan klaim pengangguran mingguan yang lebih baik dari perkiraan membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed kembali teredam. Akibatnya, yield obligasi AS naik dan mendukung penguatan Dolar secara luas, termasuk terhadap Yen.

Faktor eksternal juga memainkan peran penting. Ketegangan perdagangan antara AS dan Jepang kembali mencuat setelah Presiden Trump mengancam akan menerapkan tarif tambahan 30–35% terhadap Jepang jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu 9 Juli. Situasi ini berisiko mengganggu ekspor Jepang, sehingga menambah tekanan terhadap Yen. Meskipun data domestik Jepang seperti inflasi, pendapatan rumah tangga, dan pengeluaran menunjukkan tren membaik, potensi ketidakpastian global dan keterbatasan ruang kebijakan BoJ dalam jangka pendek membuat investor kembali ke Dolar AS sebagai aset yang lebih aman dalam konteks saat ini. Dengan kombinasi fundamental AS yang kokoh dan arah kebijakan BoJ yang masih hati-hati, tren penguatan USDJPY berpotensi berlanjut dalam jangka menengah.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY turun. Support terdekatnya di area 144.10 dan resistance terdekatnya di zona 144.90. Support lanjutan di zona 143.80 dan dilanjutkan ke zona 143.20. Resistance lanjutan di zona 145.30 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 145.80 

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1771. Euro melemah terhadap Dolar AS pada Kamis setelah rilis laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juni mencatatkan penambahan 147.000 pekerjaan, melampaui ekspektasi 110.000 dan angka bulan Mei sebesar 144.000. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1%, sementara rata-rata pendapatan per jam tetap stabil. Hasil ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat, mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter dan mendorong penguatan Dolar AS. Dari sisi Eurozone, meskipun HCOB Services PMI menunjukkan perbaikan tipis secara keseluruhan, sektor jasa Jerman masih berada di zona kontraksi di level 49.7. Risalah rapat ECB terbaru juga menunjukkan ketidaksepakatan internal, dengan beberapa pembuat kebijakan memilih untuk mempertahankan suku bunga, menandakan sikap hati-hati ECB di tengah lemahnya pemulihan. Sementara itu, pengesahan RUU anggaran besar AS senilai $3,4 triliun oleh Kongres turut memperkuat sentimen fiskal agresif AS, mendukung yield obligasi dan memberi angin pada penguatan Dolar. Ke depan, pasar akan fokus pada data Factory Orders Jerman dan rilis Producer Price Index (PPI) Uni Eropa untuk melihat arah kebijakan ECB berikutnya. Support terdekatnya di zona 1.1735 dan resistance terdekatnya di zona 1.1795.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3668. Turunnya kinerja mata uang Poundsterling diakibatkan oleh rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang optimis. Penurunan tingkat pengangguran dari 4,2% ke 4,1% memperkuat narasi bahwa The Fed belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Data ini memicu lonjakan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat Dolar AS. Ekspektasi tiga kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini mulai dipertanyakan pasar setelah laporan tenaga kerja yang solid ini. Sementara itu, dari Inggris, ketidakpastian politik terus membebani Pound. PM Keir Starmer menghadapi tekanan dari dalam partainya terkait reformasi kesejahteraan yang gagal dan kemungkinan reshuffle kabinet, termasuk posisi Kanselir Rachel Reeves. Ketegangan fiskal meningkat karena penghapusan rencana penghematan sebesar miliaran pound, dan ketakutan pasar bahwa Reeves bisa digantikan oleh figur yang lebih longgar dalam kebijakan anggaran telah mendorong lonjakan imbal hasil obligasi Inggris. Ketidakpastian ini membuat investor semakin berhati-hati terhadap prospek ekonomi dan kebijakan fiskal Inggris, sehingga memperlemah sentimen terhadap GBP. Support terdekatnya di area 1.3620 dan resistance terdekatnya di zona 1.3695.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6579. Dolar Australia (AUD) terus melemah terhadap Dolar AS (USD) pada Jumat, menyusul rilis data tenaga kerja AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Dari sisi domestik, AUD juga dibebani oleh lemahnya data ekonomi Australia. Neraca perdagangan Australia menyempit tajam menjadi AUD 2,24 miliar, jauh di bawah ekspektasi AUD 5,09 miliar. Ekspor turun 2,7% sementara impor melonjak 3,8%. Retail Sales juga naik hanya 0,2% di bulan Mei, meleset dari ekspektasi 0,4%. Dengan latar belakang ini, pasar kini mengantisipasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Reserve Bank of Australia (RBA) dalam pertemuan kebijakan pekan depan, yang berpotensi menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,60%. Jika dipadukan dengan kekhawatiran global atas defisit fiskal AS dan arah kebijakan Trump, AUDUSD tetap berada dalam tekanan bearish di jangka pendek. Support terdekatnya di zona 0.6530 dan resistance terdekatnya di zona 0.6610.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6081. Pasangan mata uang Kiwi melemah ke kisaran 0.6070 pada sesi Eropa awal Kamis, didorong oleh tekanan dari data ekonomi Tiongkok yang mengecewakan. Indeks PMI Jasa Caixin/S&P Global Tiongkok turun menjadi 50,6 di bulan Juni dari 51,1 di Mei, mencatatkan laju ekspansi paling lambat sejak September 2024 dan berada di bawah ekspektasi pasar 51,0. Pelemahan sektor jasa ini memperkuat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok yang disebabkan oleh tekanan deflasi dan krisis properti yang berkepanjangan. Mengingat Tiongkok adalah mitra dagang utama Selandia Baru, sentimen negatif ini turut membebani Dolar New Zealand (NZD) secara signifikan. Sementara itu, dari sisi Dolar AS (USD), pasar tengah mencermati data ketenagakerjaan AS, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis hari Kamis malam. Meskipun ekspektasi pasar condong pada pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat USD dalam jangka pendek. Pernyataan dovish dari Ketua Fed Jerome Powell yang menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga masih bergantung pada data, memberikan ruang spekulasi. Namun, selama data AS belum secara konsisten mendukung pelonggaran, NZDUSD berpotensi tetap berada dalam tekanan, apalagi jika sentimen terhadap Tiongkok tidak segera membaik. Support terdekatnya di area 0.6040 dan resistance terdekatnya di zona 0.6115.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3569. USDCAD menguat tipis pada Jumat, ditopang oleh solidnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang mencatatkan penambahan lapangan pekerjaan. Namun, penguatan Greenback terbatas akibat kekhawatiran fiskal setelah RUU pemotongan pajak dan belanja Presiden Trump disahkan, yang diperkirakan menambah utang nasional sebesar $3,4 triliun dalam satu dekade ke depan. Sentimen pasar juga dibayangi oleh ekspektasi OPEC+ untuk menaikkan produksi minyak bulan Agustus, yang menekan harga minyak mentah dan membebani Dolar Kanada (CAD) sebagai mata uang berbasis komoditas. Di sisi teknikal, meskipun USDCAD sempat bergerak dalam tren menurun jangka pendek, fundamental AS yang kuat dan sentimen risiko yang lebih stabil memberikan dukungan jangka pendek bagi Dolar AS terhadap Loonie. Support terdekatnya di zona 1.3530 dan resistance terdekatnya di zona 1.3590.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.7936. Mata uang Swiss menguat pada perdagangan Jumat seiring tekanan terhadap Franc Swiss (CHF) setelah data inflasi Swiss menunjukkan kenaikan tahunan hanya 0,1% di bulan Juni, masih jauh dari target inflasi Swiss National Bank (SNB). Meskipun SNB telah memangkas suku bunga ke 0,00% bulan lalu untuk mengatasi risiko deflasi, rilis inflasi terbaru hanya memberikan sedikit harapan atas prospek pertumbuhan. Di sisi lain, Dolar AS (USD) mendapatkan dukungan dari data ekonomi yang solid, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang mencatat penambahan 147.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 110.000, serta penurunan tingkat pengangguran ke 4,1%. Kombinasi dari data tenaga kerja yang kuat, penurunan klaim pengangguran mingguan menjadi 233.000, dan kenaikan ISM Services PMI ke 50,8, memperkuat persepsi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menahan suku bunga dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.7900 dan resistance terdekatnya di zona 0.7960.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30am

JPY

Household Spending y/y

4.7%

1.3%

-0.1%

1:00pm

EUR

German Factory Orders m/m

-

-0.2%

0.6%

1:45pm

EUR

French Industrial Production m/m

-

0.4%

-1.4%

2:00pm

CHF

Unemployment Rate

-

2.9%

2.9%

3:00pm

EUR

Italian Retail Sales m/m

-

0.5%

0.7%

3:30pm

GBP

Construction PMI

-

48.6

47.9

Tentative

GBP

Housing Equity Withdrawal q/q

-

-10.3B

-13.4B

4:00pm

EUR

PPI m/m

-

-0.6%

-2.2%

All Day

USD

Bank Holiday

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788