Home
>
News
>
Publication
>
Dolar AS Melemah, USD/CAD Bergerak Turun di Bawah Tekanan Makro Global
Dolar AS Melemah, USD/CAD Bergerak Turun di Bawah Tekanan Makro Global
Tuesday, 27 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1871

0.09%

GBPUSD

1.3666

0.11%

AUDUSD

0.6916

-0.13%

NZDUSD

0.5972

-0.22%

USDJPY

154.13

-0.03%

USDCHF

0.7761

0.18%

USDCAD

1.3707

0.09%

GOLDUD

5035.79

0.80%

USD/IDR

16,774

0.00%

Fokus USD/CAD:

  1. DXY melemah ke level 97.00
  2. Kenaikan harga minyak dukung CAD

Selasa, 27 Januari 2026 - USDCAD dibuka di 1.3707 dan naik 0.09%. Mata uang ini berada di bawah tekanan berkelanjutan seiring melemahnya dolar AS secara luas dan meningkatnya dukungan fundamental terhadap dolar Kanada. Greenback tercatat turun untuk hari keenam berturut-turut, mendekati level terendah enam bulan, di tengah kombinasi sentimen negatif mulai dari spekulasi intervensi valas AS–Jepang, kekhawatiran independensi Federal Reserve, hingga risiko penutupan sebagian pemerintahan AS. Pasar semakin menerapkan “governance discount” terhadap dolar, di mana tekanan politik terhadap The Fed dan spekulasi mengenai pengganti Jerome Powell memicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dan terpolitisasi ke depan. Kondisi ini membuat investor cenderung menghindari posisi long USD, termasuk terhadap mata uang komoditas seperti CAD.

Di sisi Kanada, dolar Kanada (Loonie) mendapatkan dukungan tambahan dari kenaikan harga minyak dan ketahanan fundamental domestik, meskipun ketidakpastian perdagangan masih membayangi. Lonjakan harga minyak lebih dari 3% akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memperkuat CAD, mengingat minyak mentah merupakan komoditas ekspor utama Kanada. Ancaman tarif AS hingga 100% terkait isu hubungan dagang Kanada–China memang menciptakan headline risk, namun pernyataan tegas pemerintah Kanada bahwa tidak ada rencana perjanjian dagang bebas dengan Beijing berhasil meredam kekhawatiran pasar dalam jangka pendek. Alhasil, sentimen negatif dari retorika tarif belum cukup kuat untuk mengimbangi dorongan positif dari faktor energi dan pelemahan dolar AS.

Fokus pasar kini beralih ke pertemuan kebijakan Bank of Canada (BoC) dan Federal Reserve, yang berpotensi menjadi penentu arah USD/CAD dalam jangka dekat. BoC diperkirakan menahan suku bunga dengan inflasi yang masih berada dalam kisaran target, sementara investor mencermati bagaimana bank sentral menilai risiko eksternal terhadap prospek pertumbuhan domestik. Di AS, meskipun The Fed juga diperkirakan menahan suku bunga, perhatian utama tertuju pada nada pernyataan dan dinamika politik di balik kebijakan moneter, termasuk risiko shutdown pemerintah dan tekanan Gedung Putih terhadap bank sentral. Selama narasi pelemahan struktural dolar AS tetap dominan dan harga minyak bertahan tinggi, USD/CAD cenderung menghadapi tekanan turun dengan ruang penguatan yang relatif terbatas.

Bias pergerakan masih positif terbatas, dengan support terdekat di 1.3675 dan resistance di 1.3755.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1871 dan menguat 0.09%. EUR/USD mencatat penguatan signifikan seiring melemahnya dolar AS akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan politik domestik Amerika Serikat. Pasar merespons negatif eskalasi isu perdagangan global yang dipicu oleh retorika tarif Presiden Donald Trump, termasuk ancaman terhadap Kanada dan kekhawatiran lanjutan terkait hubungan AS–Eropa pasca isu Greenland. Selain itu, spekulasi adanya koordinasi intervensi valuta asing antara otoritas AS dan Jepang untuk menopang yen turut mendorong aksi jual dolar secara luas, sehingga mengalihkan arus modal ke mata uang utama lain seperti euro. Dari sisi fundamental kawasan euro, dukungan terhadap penguatan euro relatif terbatas karena data ekonomi inti masih menunjukkan momentum yang lemah, khususnya di Jerman. Namun, lemahnya dolar AS menjadi faktor dominan yang menutupi sentimen negatif tersebut. Fokus pasar kini tertuju pada pernyataan pejabat ECB serta perkembangan kebijakan The Fed, di mana kekhawatiran atas independensi bank sentral AS dan potensi pelonggaran kebijakan moneter ke depan membuat euro tetap atraktif sebagai alternatif dolar dalam jangka pendek. Penguatan masih terbatas, dengan support terdekat di 1.1835 dan resistance di 1.1915.

GBPUSD Poundsterling dibuka di 1.3666 dan naik 0.11%. Pound sterling menguat terhadap dolar AS seiring pergeseran sentimen global yang menjauhi aset berdenominasi dolar. Pelemahan dolar dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik, spekulasi intervensi FX, serta meningkatnya keraguan pasar terhadap stabilitas kebijakan ekonomi AS. Dalam kondisi ini, sterling mendapatkan keuntungan dari rotasi portofolio investor yang mencari mata uang dengan risiko politik relatif lebih rendah dibandingkan dolar. Dari sisi domestik, data ekonomi Inggris yang relatif solid—terutama dari sektor aktivitas bisnis dan penjualan ritel memberikan fondasi tambahan bagi penguatan pound. Meskipun Bank of England masih berada pada jalur pelonggaran kebijakan secara bertahap, kehati-hatian bank sentral terkait tekanan upah dan inflasi menjaga sterling tetap kompetitif. Dengan minimnya rilis data utama Inggris dalam waktu dekat, pergerakan GBP/USD tetap sangat sensitif terhadap dinamika dolar AS dan arah kebijakan The Fed. Pergerakan cenderung stabil, dengan support di 1.3625 dan resistance terdekat di 1.3715.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6916 dan melemah -0.13%. AUD/USD justru menunjukkan pelemahan meskipun dolar AS berada dalam tren melemah secara global. Tekanan pada dolar Australia muncul akibat meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap mata uang berisiko di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan global. Ketegangan hubungan AS dengan mitra dagang utama serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada mata uang berbasis komoditas, termasuk dolar Australia. Selain itu, meskipun data domestik Australia menunjukkan ketahanan ekonomi dan tekanan inflasi yang masih relatif tinggi, pasar mulai bersikap lebih selektif. Ekspektasi kebijakan moneter RBA yang cenderung stabil dan ketergantungan Australia terhadap permintaan eksternal khususnya dari China membuat AUD lebih rentan terhadap perubahan sentimen global. Dalam konteks ini, AUD/USD tertinggal dibandingkan mata uang utama lainnya meskipun dolar AS secara umum melemah. Tekanan jual mulai terlihat, dengan support terdekat di 0.6880 dan resistance di 0.6955.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5972 dan turun -0.22%. NZD/USD mengalami tekanan setelah reli sebelumnya, mencerminkan aksi ambil untung dan perubahan sikap risiko pasar. Meskipun dolar AS masih berada dalam posisi defensif, dolar Selandia Baru kehilangan momentum karena investor mulai mengurangi eksposur pada mata uang berimbal hasil tinggi menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed. Ketidakpastian global mendorong pasar untuk lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Dari sisi domestik, inflasi Selandia Baru yang kembali meningkat memang memberikan dukungan fundamental terhadap NZD. Namun, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal yang berasal dari volatilitas global dan dinamika “Sell America trade” yang tidak sepenuhnya menguntungkan mata uang berisiko. Akibatnya, NZD/USD cenderung melemah secara moderat meskipun prospek kebijakan domestik relatif stabil. Pelemahan masih berlanjut, dengan support di 0.5940 dan resistance terdekat di 0.6010.

USDJPY – Yen Jepang menguat tipis terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 154.13 dan turun -0.03%. USD/JPY melemah tajam seiring penguatan yen Jepang yang didorong oleh meningkatnya spekulasi intervensi otoritas Jepang dan AS. Laporan bahwa Federal Reserve Bank of New York melakukan komunikasi dengan institusi keuangan terkait nilai tukar yen dipersepsikan pasar sebagai sinyal kesiapan intervensi terkoordinasi. Pernyataan tegas pejabat Jepang mengenai langkah terhadap pergerakan mata uang yang spekulatif semakin memperkuat permintaan yen sebagai mata uang safe haven. Di sisi lain, pelemahan dolar AS akibat isu politik domestik, kekhawatiran independensi The Fed, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter turut menekan USD/JPY. Meski terdapat risiko bahwa ketidakpastian fiskal Jepang dapat membatasi penguatan yen dalam jangka panjang, untuk saat ini kombinasi faktor safe haven dan tekanan struktural pada dolar membuat USD/JPY tetap berada dalam bias melemah. Pergerakan cenderung datar, dengan support terdekat di 153.70 dan resistance di 154.80.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7761 dan menguat 0.18%. USD/CHF justru menunjukkan penguatan relatif karena franc Swiss kembali diminati sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Meskipun dolar AS secara umum berada di bawah tekanan, permintaan terhadap franc Swiss meningkat lebih kuat, terutama setelah meningkatnya kekhawatiran terkait perang dagang, stabilitas fiskal AS, dan arah kebijakan bank sentral global. Swiss franc juga mendapatkan dukungan dari persepsi fundamental yang solid, termasuk posisi fiskal yang kuat dan kredibilitas kebijakan moneter Swiss. Dalam konteks ini, USD/CHF bergerak menguat secara selektif karena arus modal global lebih memprioritaskan keamanan dibandingkan imbal hasil. Dinamika ini mencerminkan bahwa di tengah pelemahan dolar, tidak semua pasangan bergerak seragam, dan CHF tetap menjadi salah satu tujuan utama dalam fase risk-off. Penguatan masih terjaga, dengan support di 0.7725 dan resistance terdekat di 0.7805.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

SPPI y/y

2.6%

2.7%

2.7%

7:01am

GBP

BRC Shop Price Index y/y

1.5%

0.7%

0.7%

7:30am

AUD

NAB Business Confidence

3

-

2

9:00am

NZD

Credit Card Spending y/y

-

-

4.7%

12:00pm

JPY

BOJ Core CPI y/y

-

2.0%

2.2%

3:00pm

EUR

Spanish Unemployment Rate

-

10.2%

10.5%

Tentative

USD

ADP Weekly Employment Change

-

-

8.0K

9:00pm

USD

HPI m/m

-

0.3%

0.4%

9:00pm

USD

S&P/CS Composite-20 HPI y/y

-

1.2%

1.3%

10:00pm

USD

CB Consumer Confidence

-

90.6

89.1

10:00pm

USD

Richmond Manufacturing Index

-

-5

-7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788