| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1758 | 0.14% |
GBPUSD | 1.3458 | 0.19% |
AUDUSD | 0.6655 | 0.17% |
NZDUSD | 0.5793 | 0.28% |
USDJPY | 157.02 | -0.38% |
USDCHF | 0.7914 | -0.14% |
USDCAD | 1.3743 | -0.03% |
GOLDUD | 4449.18 | 0.93% |
USD/IDR | 16,768 | 0.00% |
Fokus AUD/USD:
Selasa, 23 Desember 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6655 dan menguat 0.17%. AUD/USD melanjutkan penguatan seiring perubahan persepsi pasar terhadap arah kebijakan moneter Australia yang kini dinilai akan bertahan ketat lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya. Tekanan inflasi domestik yang masih tinggi, terutama pada sektor jasa dan perumahan, membuat Reserve Bank of Australia (RBA) semakin berhati-hati untuk beralih ke sikap dovish. Pernyataan pejabat RBA belakangan ini mengindikasikan bahwa risiko inflasi yang bertahan lama dinilai lebih besar dibandingkan risiko perlambatan ekonomi, sehingga pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sikap ini memberikan fondasi fundamental yang kuat bagi dolar Australia, terutama ketika bank sentral lain mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan.
Di sisi eksternal, penguatan AUD juga diperkuat oleh pelemahan dolar AS yang bersumber dari meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve telah mencapai puncak siklus suku bunganya. Data inflasi dan pasar tenaga kerja AS yang melunak secara bertahap memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter AS akan bergerak lebih akomodatif pada 2026. Ketidakpastian seputar arah kebijakan The Fed, ditambah wacana pergantian kepemimpinan yang berpotensi lebih dovish, mengurangi daya tarik dolar AS sebagai mata uang berimbal hasil tinggi. Kondisi ini mendorong arus modal keluar dari aset dolar dan menguntungkan mata uang alternatif seperti dolar Australia.
Faktor global turut memperkuat narasi bullish AUD/USD, khususnya stabilnya prospek ekonomi China dan membaiknya sentimen risiko global. Sebagai mitra dagang utama Australia, setiap indikasi stabilisasi pertumbuhan China langsung berdampak positif terhadap prospek ekspor Australia dan permintaan komoditas. Harga bahan baku utama seperti bijih besi dan logam industri yang bertahan tinggi memberikan dukungan tambahan bagi neraca perdagangan Australia. Dengan kombinasi kebijakan RBA yang relatif lebih ketat, pelemahan struktural dolar AS, serta lingkungan global yang semakin kondusif bagi mata uang berbasis komoditas, AUD/USD memiliki dasar fundamental yang kuat untuk mempertahankan tren penguatan dalam jangka menengah.
Sentimen cenderung stabil, dengan support di 0.6630 dan resistance di 0.6685.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1758 dan menguat 0.14%. Pasangan EUR/USD menunjukkan penguatan yang cukup solid seiring melemahnya Dolar AS secara luas. Tekanan terhadap USD terutama datang dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memasuki fase pelonggaran kebijakan yang lebih agresif pada 2026, menyusul kombinasi data inflasi AS yang lebih lunak dan tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja. Pasar mulai menilai bahwa puncak suku bunga AS telah terlewati, sehingga daya tarik Dolar sebagai aset berimbal hasil tinggi mulai berkurang. Dalam kondisi ini, Euro mendapatkan dukungan relatif meskipun tidak ditopang oleh data ekonomi Eropa yang luar biasa kuat. Dari sisi Eropa, stabilitas kebijakan European Central Bank (ECB) justru menjadi nilai tambah. ECB masih mempertahankan pendekatan yang sangat hati-hati dan belum memberikan sinyal kuat untuk pelonggaran agresif dalam waktu dekat. Perbedaan sikap kebijakan ini menciptakan persepsi bahwa spread suku bunga ke depan bisa bergerak lebih seimbang, sehingga mendorong arus dana keluar dari USD menuju Euro. Selain itu, membaiknya sentimen risiko global juga mengurangi permintaan safe haven terhadap Dolar, memperkuat tren kenaikan EUR/USD. Penguatan ini menunjukkan minat beli yang masih terjaga, dengan support terdekat di 1.1730 dan resistance di 1.1790.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3458 dan naik 0.19%. GBP/USD turut bergerak menguat, didukung oleh kombinasi pelemahan USD dan persepsi bahwa ekonomi Inggris masih cukup tangguh untuk menghindari pelonggaran kebijakan yang terlalu cepat. Meskipun pertumbuhan ekonomi Inggris belum sepenuhnya solid, pasar menilai tekanan inflasi domestik yang masih persisten membuat Bank of England (BoE) harus lebih berhati-hati dibanding The Fed dalam memangkas suku bunga. Hal ini memberikan dukungan fundamental bagi Pound Sterling. Selain itu, sentimen terhadap aset Inggris juga membaik seiring berkurangnya ketidakpastian kebijakan fiskal dan stabilnya pasar obligasi Inggris. Investor global mulai kembali melirik Pound sebagai alternatif mata uang utama di tengah melemahnya Dolar AS. Selama ekspektasi pelonggaran kebijakan BoE tetap lebih lambat dibandingkan The Fed, GBP/USD berpotensi mempertahankan bias penguatan dalam jangka pendek hingga menengah. Bias pergerakan masih positif, dengan support di 1.3425 dan resistance terdekat di 1.3495.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5793 dan naik 0.28%. Penguatan NZD/USD mencerminkan perubahan sentimen global yang mulai lebih ramah terhadap aset berisiko, seiring melemahnya Dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa tahun ke depan. Data inflasi AS yang melunak serta indikasi perlambatan pasar tenaga kerja mendorong pasar menilai bahwa kebijakan suku bunga ketat The Fed sudah mendekati akhir siklusnya. Kondisi ini mengurangi daya tarik USD dan membuka ruang bagi mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti Dolar Selandia Baru untuk menguat, meskipun kondisi domestik Selandia Baru belum sepenuhnya solid. Dari sisi domestik, Reserve Bank of New Zealand tetap dipersepsikan sebagai salah satu bank sentral yang paling berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan, mengingat tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda dan kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi. Sikap ini menciptakan persepsi bahwa perbedaan kebijakan antara RBNZ dan The Fed dapat semakin menyempit, memberikan dukungan struktural bagi NZD. Selain itu, stabilnya permintaan global dan membaiknya selera risiko investor mendorong arus modal kembali ke mata uang komoditas, membuat NZD/USD berpotensi mempertahankan bias penguatan selama tidak terjadi guncangan besar pada sentimen global. Penguatan masih terjaga, dengan support terdekat di 0.5765 dan resistance di 0.5825.
USDJPY – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 157.02 dan turun -0.38%. USD/JPY mengalami tekanan dan cenderung melemah seiring meredanya kekuatan Dolar AS setelah pasar semakin yakin bahwa The Fed akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga pada periode mendatang. Penurunan ekspektasi imbal hasil AS mengurangi daya tarik USD terhadap Yen, terutama ketika investor mulai menyeimbangkan ulang portofolio mereka menjelang akhir tahun. Kondisi pasar yang lebih sepi dan minim katalis besar juga memperbesar sensitivitas USD/JPY terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS. Namun, pelemahan USD/JPY tetap berlangsung secara terbatas karena Yen sendiri masih menghadapi tantangan domestik. Bank of Japan memang telah memulai normalisasi kebijakan dengan menaikkan suku bunga, tetapi bank sentral tersebut tetap sangat berhati-hati dan tidak memberikan panduan jelas mengenai kecepatan pengetatan lanjutan. Ketidakpastian ini membuat investor ragu untuk mendorong penguatan Yen secara agresif. Akibatnya, pergerakan USD/JPY lebih mencerminkan koreksi Dolar AS ketimbang munculnya kekuatan fundamental Yen yang berkelanjutan. Tekanan turun masih terlihat, dengan support di 156.50 dan resistance di 157.60.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7914 dan melemah -0.14%. USD/CHF berada dalam fase pelemahan yang lebih dalam dibandingkan beberapa pasangan lainnya, mencerminkan kombinasi pelemahan Dolar AS dan meningkatnya permintaan terhadap Franc Swiss sebagai aset lindung nilai. Di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global dan transisi kebijakan The Fed, investor kembali mengalokasikan dana ke mata uang yang dianggap stabil dan defensif. Franc Swiss diuntungkan oleh reputasinya sebagai safe haven, meskipun Swiss National Bank sendiri tidak menunjukkan sikap kebijakan yang agresif. Selain faktor safe haven, stabilitas ekonomi Swiss dan rendahnya volatilitas domestik turut memperkuat posisi Franc terhadap USD. Ketika pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan kekuatan ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga ke depan, USD menjadi lebih rentan terhadap tekanan. Dalam kondisi seperti ini, USD/CHF cenderung bergerak melemah selama ketidakpastian global bertahan dan Dolar AS belum menemukan kembali katalis fundamental yang kuat untuk bangkit. Pergerakan menunjukkan tekanan jual terbatas, dengan support di 0.7895 dan resistance di 0.7945.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3743 dan turun -0.03%. USD/CAD melanjutkan tren pelemahan seiring kombinasi tekanan pada Dolar AS dan membaiknya prospek Dolar Kanada. Stabilnya harga minyak global memberikan dukungan signifikan bagi CAD, mengingat peran penting sektor energi dalam perekonomian Kanada. Selain itu, pasar menilai bahwa Bank of Canada tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter, sehingga CAD relatif lebih stabil dibandingkan USD yang kini dibayangi prospek penurunan suku bunga lebih lanjut. Dari sisi eksternal, membaiknya sentimen risiko global turut mendorong aliran modal ke mata uang berbasis komoditas, termasuk CAD. Ketika kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global mereda, tekanan terhadap mata uang Kanada juga berkurang. Selama harga energi bertahan dan perbedaan kebijakan antara BoC dan The Fed tidak melebar signifikan, USD/CAD berpotensi tetap berada dalam tekanan dengan kecenderungan bergerak melemah secara bertahap. Pergerakan relatif terbatas, dengan support di 1.3720 dan resistance di 1.3780.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
7:30am | AUD | Monetary Policy Meeting Minutes | - | - | - |
12:00pm | JPY | BOJ Core CPI y/y | - | 2.2% | 2.2% |
2:00pm | EUR | German Import Prices m/m | - | 0.2% | 0.2% |
4:00pm | CHF | UBS Economic Expectations | - | - | 12.2 |
Tentative | USD | ADP Weekly Employment Change | - |
| 16.3K |
8:30pm | CAD | GDP m/m | - | -0.3% | 0.2% |
8:30pm | USD | Prelim GDP q/q | - | 3.3% | 3.8% |
8:30pm | USD | Core Durable Goods Orders m/m | - | 0.3% | 0.6% |
8:30pm | USD | Durable Goods Orders m/m | - | -1.5% | 0.5% |
8:30pm | USD | Prelim GDP Price Index q/q | - | 2.7% | 2.1% |
Oct Data | USD | Capacity Utilization Rate | - | 75.9% | 75.9% |
Oct Data | USD | Industrial Production m/m | - | - | 0.1% |
9:15pm | USD | Capacity Utilization Rate | - | 75.9% | - |
9:15pm | USD | Industrial Production m/m | - | 0.1% | - |
10:00pm | USD | CB Consumer Confidence | - | 91.7 | 88.7 |
10:00pm | USD | Richmond Manufacturing Index | - | -8 | -15 |