Home
>
News
>
Publication
>
Divergensi Kebijakan Fed dan ECB Dorong Euro Apresiasi terhadap Dolar AS
Divergensi Kebijakan Fed dan ECB Dorong Euro Apresiasi terhadap Dolar AS
Tuesday, 23 September 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1791

0.25%

GBPUSD

1.3500

0.20%

AUDUSD

0.6589

0.18%

NZDUSD

0.5855

0.24%

USDJPY

147.71

-0.07%

USDCHF

0.7923

-0.18%

USDCAD

1.3817

-0.06%

GOLDUD

3747.12

0.33%

USD/IDR

16603

0.00%

Fokus EURUSD:

  1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
  2. Fundamental Zona Euro

Selasa, 23 September 2025 – Euro dibuka di 1.1791 dengan penguatan 0.25%. EURUSD berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada awal pekan ini setelah tiga hari berturut-turut bergerak melemah. Katalis utama datang dari pelemahan Dolar AS yang tertekan oleh ekspektasi pasar atas arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah pejabat Fed memberikan pernyataan yang beragam, namun mayoritas cenderung membuka peluang untuk pelonggaran tambahan. Raphael Bostic dan Beth Hammack masih menekankan adanya risiko inflasi yang belum benar-benar terkendali, sehingga mereka berhati-hati dalam mendukung pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, Alberto Musalem melihat pemangkasan terakhir sebesar 25 basis poin sebagai langkah preventif untuk menjaga pasar tenaga kerja, dan ia menyatakan siap mendukung pemotongan tambahan jika kondisi ketenagakerjaan semakin melemah. Lebih dovish lagi, Gubernur Fed Stephen Miran menegaskan bahwa tingkat netral Fed Fund Rate berada di sekitar 2%, yang berarti kebijakan saat ini tergolong sangat restriktif sehingga ada ruang untuk pelonggaran lebih lanjut. Perbedaan pandangan ini memicu ketidakpastian arah kebijakan, tetapi pasar justru lebih merespons sisi dovish, terlihat dari penurunan indeks DXY hingga ke kisaran 97,3, mendorong apresiasi Euro secara teknikal maupun fundamental.

Selain faktor dari Amerika Serikat, dinamika di kawasan Eropa juga turut memperkuat posisi Euro. Data kepercayaan konsumen Zona Euro untuk bulan September naik tipis ke -14,9 dari sebelumnya -15,5, melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan angka -15,3. Walaupun kenaikan tersebut tergolong terbatas, hasil ini tetap menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap rumah tangga dan konsumsi domestik mulai mereda, memberikan pijakan tambahan bagi mata uang tunggal. Komentar dari Presiden Bundesbank sekaligus anggota Dewan Gubernur ECB, Joachim Nagel, menegaskan bahwa otoritas moneter tidak merasa khawatir dengan valuasi Euro saat ini. Hal ini menandakan bahwa ECB cenderung lebih tenang dan tidak memiliki urgensi untuk melanjutkan siklus pelonggaran agresif, berbeda dengan The Fed yang menghadapi tekanan politik dan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan melalui pemangkasan suku bunga. Fokus pasar kini tertuju pada rilis Flash PMI kawasan Eropa dan AS yang akan memberikan gambaran lebih detail mengenai arah aktivitas manufaktur dan jasa. Apabila data Eropa relatif stabil sementara data AS melemah, perbedaan arah fundamental ini dapat memperlebar momentum penguatan EURUSD dalam jangka pendek.

Prospek jangka menengah pasangan EURUSD masih dipengaruhi oleh perbedaan sikap kebijakan moneter antara The Fed dan ECB. Dari pihak Fed, pidato Jerome Powell pekan ini akan menjadi perhatian penting, karena investor mencari konfirmasi apakah bank sentral benar-benar siap melakukan pemangkasan lanjutan atau hanya mengambil langkah sementara berbasis “risk management”. Futures market saat ini sudah mematok peluang 90% untuk pemangkasan 25 bps bulan ini dan hampir 80% peluang tambahan pemangkasan pada Desember, sehingga ruang bagi USD untuk menguat kembali tampak terbatas kecuali Powell memberi sinyal hawkish yang lebih tegas terkait inflasi. Dari sisi ECB, pandangan beberapa pejabat menunjukkan bahwa siklus pelonggaran kemungkinan sudah mendekati akhir, apalagi inflasi di Eropa berada lebih dekat dengan target 2%. Kombinasi faktor ini memberikan bias bullish bagi Euro, dengan potensi EURUSD untuk menembus level psikologis 1,1800 bahkan menguji area 1,1850 jika rilis data PMI dan pidato Powell cenderung mendukung pelemahan Greenback. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas tinggi, terutama jika komentar pejabat Fed berikutnya memberikan sinyal kontras yang dapat mengganggu arah tren sementara.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD menguat. Support terdekat berada di 1.1760, sementara resistance di 1.1820. Support lanjutan di zona 1.1715 dan dilanjutkan ke zona 1.1680. Resistance lanjutan di zona 1.1850 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1890.


GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3500 dan naik 0.20%. Pound Sterling melanjutkan pemulihan terhadap Dolar AS setelah sempat tertekan akibat kombinasi penurunan suku bunga The Fed dan melemahnya prospek ekonomi domestik Inggris. Pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebesar 25 basis poin pekan lalu menambah ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS dapat melanjutkan siklus pelonggaran hingga akhir tahun, dengan kemungkinan total 75 bps pemangkasan. Efek langsungnya adalah pelemahan Greenback yang tercermin pada indeks DXY yang turun di bawah 97, sehingga memberi ruang bagi GBPUSD untuk kembali bergerak di atas level psikologis 1,35. Dari sisi data makro Inggris, PMI manufaktur diproyeksikan tetap berada di area kontraksi 47,0, sedangkan PMI jasa sedikit melemah ke 53,5, namun masih berada di atas ambang ekspansi. Kombinasi pelemahan USD dan ketahanan sektor jasa Inggris memberi alasan bagi investor untuk masuk kembali ke pasar Pound. Meski begitu, ruang penguatan GBPUSD berpotensi tidak berkelanjutan karena faktor fundamental domestik Inggris masih menekan sentimen. Pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan pelemahan dengan tingkat partisipasi yang stagnan, sementara inflasi tetap tinggi sehingga memberi beban tambahan bagi rumah tangga. Selain itu, risiko konsolidasi fiskal dalam anggaran musim gugur mendatang dikhawatirkan menahan pertumbuhan ekonomi Inggris. Dari sisi moneter, Bank of England masih berpotensi menahan sikap hati-hati karena adanya risiko resesi teknis jika kebijakan terlalu ketat. Pernyataan Gubernur Andrew Bailey dan Chief Economist Huw Pill akan menjadi perhatian, terutama jika mereka menegaskan risiko pelemahan pertumbuhan, yang dapat membatasi optimisme terhadap Pound. Oleh karena itu, meski saat ini GBPUSD berhasil pulih, prospeknya masih rapuh jika fundamental domestik tidak menunjukkan perbaikan nyata. Support terdekat berada di 1.3470, sedangkan resistance di 1.3530.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6589, menguat 0.18%. Dolar Australia mendapatkan dorongan penguatan seiring melemahnya Dolar AS, meski data PMI terbaru menunjukkan penurunan baik di sektor manufaktur maupun jasa. Rilis PMI manufaktur Australia turun ke 51,6 dari 53,0, sementara PMI jasa merosot ke 52,0 dari 55,8. Walau ada perlambatan, angka ini masih berada di area ekspansi yang menandakan aktivitas ekonomi Australia relatif stabil. Investor juga merespons positif testimoni Gubernur RBA Bullock yang menyatakan inflasi domestik kini berada di posisi yang “cukup baik” setelah periode kenaikan suku bunga, meskipun risiko inflasi tetap ada dari sisi eksternal. Sentimen dovish dari The Fed yang menambah proyeksi pemangkasan suku bunga lebih lanjut memberikan ruang bagi AUDUSD untuk menguat, karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di pasar lain. Namun, prospek AUD tetap rentan terhadap perkembangan global, khususnya kondisi ekonomi China sebagai mitra dagang utama Australia. Keputusan PBoC untuk menahan Loan Prime Rate di level rendah 3,0% untuk tenor satu tahun dan 3,5% untuk tenor lima tahun menunjukkan fokus Beijing pada stabilisasi ekonomi, meski data pertumbuhan industri dan konsumsi tetap melemah. Hal ini memicu kekhawatiran pasar bahwa permintaan ekspor Australia dapat tertekan jika perlambatan di China berlanjut. Dari sisi kebijakan, RBA diperkirakan menahan suku bunga di 3,6% pada pertemuan mendatang setelah pemangkasan terakhir di Agustus, dengan kemungkinan penurunan lanjutan baru muncul pada November. Situasi ini membuat AUDUSD tetap bergantung pada kombinasi faktor global seperti arah kebijakan The Fed dan outlook China, sehingga meskipun momentum penguatan saat ini kuat, kestabilannya masih belum terjamin. Support terdekat berada di 0.6560, sementara resistance di 0.6620.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5855 dengan kenaikan 0.24%. Kiwi Dollar juga menunjukkan pemulihan terhadap Dolar AS setelah tekanan tajam pekan sebelumnya, ditopang oleh ekspektasi pasar bahwa The Fed akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun. Pemotongan suku bunga AS sebesar 25 basis poin disertai proyeksi tambahan dua kali penurunan lagi, membuat USD melemah terhadap sebagian besar mata uang mayor. Faktor lain yang mendukung NZD adalah kabar mengenai kemungkinan penunjukan gubernur baru RBNZ, yang disebut-sebut bisa menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Selandia Baru. Pasar menilai pergantian ini berpotensi membawa arah kebijakan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap pelemahan ekonomi domestik. Hal ini mendukung persepsi bahwa RBNZ siap bertindak lebih proaktif menghadapi tekanan dari defisit perdagangan dan pertumbuhan PDB yang lemah. Meski ada dukungan eksternal dari pelemahan USD, outlook fundamental Selandia Baru tetap menantang. Data terakhir menunjukkan ekonomi kontraksi lebih dalam dari perkiraan, sementara defisit perdagangan membesar yang menandakan lemahnya kinerja ekspor. Hubungan dagang dengan China juga menambah risiko, karena perlambatan konsumsi dan industri di Negeri Tirai Bambu bisa langsung berdampak pada kinerja ekspor Kiwi. PBoC memang mempertahankan suku bunga acuan rendah untuk mendukung pertumbuhan, tetapi lemahnya data retail sales dan industrial production di China justru memperburuk kekhawatiran pasar. Dengan kondisi ini, meskipun NZDUSD mampu rebound di atas 0,5860 berkat pelemahan USD, ruang kenaikan tetap terbatas tanpa adanya perbaikan nyata dari sisi fundamental domestik maupun eksternal. Support terdekat berada di 0.5820, sedangkan resistance di 0.5890.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.71 dengan pelemahan dolar -0.07%. Pasangan USDJPY bergerak melemah ke kisaran 147,70 seiring pasar mencerna sinyal terbaru dari Federal Reserve (Fed) terkait arah kebijakan moneter. Pemangkasan suku bunga 25 bps minggu lalu memang direspon sebagai langkah “risk management cut” untuk mengantisipasi pelemahan pasar tenaga kerja, namun pernyataan Jerome Powell yang menekankan pendekatan hati-hati membuat ekspektasi pelonggaran agresif memudar. Komentar pejabat Fed lainnya, seperti Alberto Musalem dan Stephen Miran, justru menunjukkan perbedaan pandangan terkait ruang pemangkasan lebih lanjut. Kondisi ini menahan momentum penguatan dolar dan memberi ruang bagi yen untuk bertahan. Di sisi lain, ketidakpastian politik di Jepang menjelang pemilihan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal pada awal Oktober menjadi faktor penahan bagi Bank of Japan (BoJ) untuk lebih agresif dalam normalisasi kebijakan. BoJ masih menekankan perlunya pertumbuhan upah berkelanjutan sebelum menambah kenaikan suku bunga. Dengan DXY juga kehilangan tenaga setelah reli singkat pasca-Fed, tekanan jual pada USDJPY meningkat. Fokus pasar kini bergeser pada rilis PMI AS serta pernyataan lanjutan dari Powell yang berpotensi memperkuat atau memperlemah tren korektif pasangan ini. Support terdekat berada di 147.40, sementara resistance di 148.00.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7923, terkoreksi -0.18%. USDCHF mengalami pelemahan setelah reli singkat yang sempat membawa pasangan ini ke 0,7970, dengan pasar mulai meragukan kelanjutan penguatan dolar pasca-Fed. Meskipun Fed memangkas suku bunga 25 bps pekan lalu, proyeksi “dot plot” yang menunjukkan kemungkinan pemangkasan bertahap membuat investor menahan diri. Di sisi lain, komentar pejabat Fed seperti Mary Daly yang menekankan pelemahan pasar tenaga kerja sebagai alasan pelonggaran menambah persepsi bahwa Fed akan bertindak lebih data dependent. Hal ini membuat momentum bullish USD mulai kehilangan tenaga dan membuka jalan bagi franc Swiss untuk menguat. Faktor domestik dari Swiss kini juga menjadi sorotan, khususnya menjelang keputusan suku bunga Swiss National Bank (SNB). Ekspektasi pasar luas bahwa SNB akan mempertahankan suku bunga acuan di 0%, namun ketidakpastian mengenai kemungkinan kembali ke kebijakan negatif jika data inflasi terus lemah membuat CHF tetap menarik sebagai aset lindung nilai. Kombinasi dari kehati-hatian Fed dan potensi kebijakan stabil SNB mendorong USD/CHF terkoreksi dari level puncaknya, dengan arah jangka pendek bergantung pada pernyataan Powell dan keputusan SNB pekan ini.Support terdekat berada di 0.7890, sedangkan resistance di 0.7950.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3817 dengan pelemahan tipis -0.06%. USDCAD juga menunjukkan pelemahan tipis setelah sempat menguat ke atas 1,3800, dengan sentimen pasar berbalik mengikuti kombinasi arah kebijakan bank sentral dan harga minyak global. Dolar Kanada tertekan oleh lemahnya harga minyak mentah WTI yang kembali turun ke area USD 61 per barel, menandakan rapuhnya dukungan bagi mata uang komoditas ini. Di sisi fundamental domestik, data Raw Material Price Index (RMPI) yang turun 0,6% MoM semakin menegaskan pelemahan harga energi sebagai faktor beban CAD. Walau demikian, ekspektasi inflasi inti yang masih stabil memberi alasan bagi Bank of Canada (BoC) untuk menjaga nada dovish pasca pemangkasan suku bunga ke 2,50% pekan lalu. Sementara itu, perbedaan nada kebijakan antara BoC dan Fed menjadi salah satu katalis utama pergerakan pasangan ini. Fed lebih berhati-hati dalam mengisyaratkan langkah lanjutan, sedangkan BoC secara terbuka menegaskan kesiapan untuk menambah stimulus jika risiko ekonomi meningkat. Ketidakpastian arah harga minyak membuat CAD sulit menguat berkelanjutan, tetapi koreksi pada dolar AS pasca keputusan Fed memberi peluang USD/CAD untuk melemah. Investor kini menanti data PCE inflasi AS dan proyeksi pertumbuhan Kanada untuk memperjelas arah jangka menengah. Support terdekat berada di 1.3780, sementara resistance di 1.3840.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:15am

CAD

Gov Council Member Rogers Speaks

-

-

-

1:00am

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

6:00am

AUD

Flash Manufacturing PMI

51.6

-

53

6:00am

AUD

Flash Services PMI

52

-

55.8

All Day

JPY

Bank Holiday

-

-

-

2:15pm

EUR

French Flash Manufacturing PMI

-

50.2

50.4

2:15pm

EUR

French Flash Services PMI

-

49.7

49.8

2:30pm

EUR

German Flash Manufacturing PMI

-

50

48.8

2:30pm

EUR

German Flash Services PMI

-

49.5

49.3

3:00pm

EUR

Flash Manufacturing PMI

-

50.7

50.7

3:00pm

EUR

Flash Services PMI

-

50.6

50.5

3:30pm

GBP

Flash Manufacturing PMI

-

47.1

47

3:30pm

GBP

Flash Services PMI

-

53.4

54.2

4:00pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

5:00pm

GBP

CBI Industrial Order Expectations

-

-30

-33

Tentative

GBP

30-y Bond Auction

-

-

5.17|3.2

7:30pm

CAD

NHPI m/m

-

-0.1%

-0.1%

7:30pm

USD

Current Account

-

-259B

-450B

8:00pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

Flash Manufacturing PMI

-

52.2

53

8:45pm

USD

Flash Services PMI

-

54

54.5

9:00pm

USD

Richmond Manufacturing Index

-

-5

-7

9:00pm

USD

FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

11:35pm

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788