| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1513 | 0.10% |
GBPUSD | 1.3361 | 0.17% |
AUDUSD | 0.6401 | 0.37% |
NZDUSD | 0.5999 | 0.05% |
USDJPY | 140.85 | -0.14% |
USDCHF | 0.8088 | -0.20% |
USDCAD | 1.3838 | -0.08% |
GOLDUD | 3427.9 | 0.80% |
USD/IDR | 16849 | -0.27% |
Fokus USDJPY:
Selasa, 22 April 2025 – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 140.50. Kinerja Pasangan USDJPY melemah tajam dan saat ini bergerak mendekati level 140.50, menyentuh titik terendah sejak September 2024. Tekanan terhadap Dolar AS (USD) makin kuat setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, bahkan mengancam untuk memecatnya jika suku bunga tidak segera diturunkan. Ketidakpastian atas independensi bank sentral AS membuat investor kehilangan kepercayaan pada Greenback. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) terjun ke kisaran 98.00, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Dalam situasi ini, permintaan terhadap Yen Jepang (JPY) meningkat sebagai aset safe haven.
Di sisi lain, Jepang tetap waspada terhadap hubungan dagangnya dengan AS. Meski tidak ada rencana untuk membatalkan kesepakatan perdagangan 2019, pemerintah Jepang menyatakan keprihatinannya terhadap inkonsistensi antara perjanjian tersebut dan tarif otomotif baru dari Trump. Menteri Ekonomi Ryosei Akazawa mengungkapkan bahwa perundingan dagang dengan AS masih membutuhkan waktu, terutama karena Jepang menolak untuk mengorbankan sektor pertanian demi melindungi industri otomotif. Selain itu, Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato dijadwalkan bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pekan ini untuk membahas isu nilai tukar, yang juga berpotensi memengaruhi arah USDJPY.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank of Japan (BoJ) diperkirakan tetap berada dalam jalur pengetatan suku bunga, berbeda arah dengan ekspektasi pasar terhadap The Fed yang kemungkinan akan memangkas suku bunga hingga 100 basis poin sebelum akhir tahun. Hal ini memperlebar divergensi kebijakan antara kedua bank sentral dan semakin menekan USDJPY. Meski pasar ekuitas Asia menunjukkan sedikit stabilisasi, ketidakjelasan arah kebijakan dagang AS dan risiko resesi global tetap mendorong permintaan terhadap Yen. Jika tekanan terhadap USD terus berlanjut dan BoJ memberikan sinyal hawkish dalam pertemuan berikutnya.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY turun. Support terdekatnya di area 139.94 dan resistance terdekatnya di zona 141.85. Support lanjutan di zona 139.40 dan dilanjutkan ke zona 139.00. Resistance lanjutan di zona 142.30 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 142.75.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1508. Penguatan pasangan mata uang ini dipicu oleh melemahnya Dolar AS (USD), yang kini kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke kisaran 98.00, level terendah sejak Maret 2022, akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi AS dan potensi intervensi politik terhadap kebijakan moneter. Kritik tajam Presiden AS Donald Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell yang ia sebut "pecundang besar" menambah tekanan, dengan ancaman pemecatan yang mengganggu kredibilitas independensi The Fed. Di sisi lain, sentimen positif terhadap Euro mendapat dukungan dari perkembangan negosiasi dagang antara Uni Eropa dan AS. Uni Eropa dikabarkan sedang mempertimbangkan perubahan aturan metana untuk gas AS demi memuluskan pembicaraan dagang, termasuk kemungkinan kesepakatan energi. Hal ini memberi angin segar bagi Euro, seiring tekanan terhadap USD yang makin berat karena ketidakpastian kebijakan dan ancaman resesi ekonomi AS. Support terdekatnya di zona 1.1190 dan resistance terdekatnya di zona 1.1411.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3386. Pasangan mata uang Poundsterling menguat tajam dan mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Penguatan Pound didorong oleh jatuhnya Dolar AS (USD), yang tertekan akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (The Fed) setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik keras Gubernur The Fed, Jerome Powell. Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan pemecatan Powell karena menolak segera menurunkan suku bunga. Ketidakpastian kebijakan moneter dan meningkatnya tensi dagang antara AS dan China turut melemahkan Dolar AS, mendorong penguatan mata uang Cable. Di sisi Inggris, meskipun data inflasi (CPI) Maret yang lebih lemah memperbesar peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE) pada pertemuan Mei mendatang, sentimen terhadap Pound tetap positif karena pelemahan tajam Dolar AS. Saat ini pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga BoE sebesar 86%. Namun, para pelaku pasar tetap akan mencermati data PMI awal dan penjualan ritel minggu ini untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut arah kebijakan BoE ke depan. Support terdekatnya di area 1.3312 dan resistance terdekatnya di zona 1.3443.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6422. Pasangan mata uang Aussie menguat menembus level tertinggi empat bulan di atas 0.6400, seiring tekanan terhadap Dolar AS (USD) yang terus berlanjut. Melemahnya Greenback dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar atas independensi The Fed, setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyerang Ketua The Fed Jerome Powell secara terbuka dan mengancam akan memecatnya jika suku bunga tidak segera diturunkan. Ketidakpastian ini membuat investor menghindari USD, memberi ruang bagi Dolar Australia (AUD) untuk menguat meski di tengah performa ekonomi domestik yang masih campuran. Di sisi fundamental, AUD masih dibayangi oleh ketidakpastian hubungan dagang AS–China, mengingat China adalah mitra dagang utama Australia. Namun, nada optimis dari Washington soal potensi kesepakatan dagang memberikan dukungan tambahan bagi sentimen terhadap AUD. Dari Australia sendiri, data ketenagakerjaan Maret menunjukkan angka pengangguran naik ke 4.1% dan pertumbuhan lapangan kerja di bawah ekspektasi. Meski demikian, prospek pertumbuhan ekonomi China yang lebih kuat dari perkiraan turut menopang Aussie di tengah spekulasi kebijakan moneter global yang semakin longgar. Resistance selanjutnya ada di sekitar 0.6450, dengan support di kisaran 0.6340.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6004. Kenaikan pasangan mata uang Kiwi didorong oleh pelemahan Dolar AS (USD) akibat kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (The Fed). Kritik terbuka Presiden AS Donald Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, termasuk ancaman pemecatan dan desakan pemangkasan suku bunga segera, melemahkan kepercayaan investor terhadap Greenback. Situasi ini menjadi katalis positif bagi Dolar Selandia Baru (NZD), meskipun tensi dagang antara AS dan China masih membayangi sentimen pasar global. Dari dalam negeri, ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tetap tinggi, setelah pemangkasan suku bunga bulan lalu ke level 3.5%. Namun, data inflasi yang tinggi dan proyeksi pertumbuhan China yang positif sebagai mitra dagang utama Selandia Baru mendukung penguatan Kiwi. Support terdekatnya di area 0.5969 dan resistance terdekatnya di zona 0.6041.
USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3826. Turunnya kinerja mata uang Loonie mencerminkan tekanan yang terus berlanjut terhadap Dolar AS (USD). Situasi ini memperburuk sentimen terhadap USD, yang sebelumnya juga tertekan oleh ketidakpastian arah kebijakan dagang AS, termasuk ketegangan dengan China dan risiko resesi global yang lebih luas. Sementara itu, dari sisi Kanada, pergerakan harga minyak mentah komoditas ekspor utama negara tersebut berperan penting dalam menopang nilai Dolar Kanada (CAD). Meskipun harga minyak sempat terkoreksi akibat kabar kemajuan dalam negosiasi nuklir antara AS dan Iran, optimisme jangka pendek tetap bertahan. Pemerintah Kanada juga menegaskan komitmennya terhadap kebijakan fiskal pro-pertumbuhan di tengah tekanan eksternal dari kebijakan proteksionis AS. Dengan latar belakang ini, CAD mendapat dukungan tambahan, sementara USDCAD masih rentan turun lebih dalam apabila ketidakpastian politik dan ekonomi di AS terus berlanjut. Support terdekatnya di zona 1.3778 dan resistance terdekatnya di zona 1.3880.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8101. Kinerja mata uang Swiss mencapai level terendah sejak Januari 2015. Penurunan ini diperkuat oleh meningkatnya permintaan terhadap Swiss Franc (CHF) sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global. Selain faktor internal AS, kebijakan perdagangan Trump yang tidak konsisten dan terus berubah turut memperburuk sentimen pasar. Kekhawatiran terhadap potensi resesi di AS mendorong investor untuk menghindari risiko dan beralih ke aset defensif seperti Franc Swiss. Meskipun Ketua The Fed sempat memberikan sinyal hawkish, pasar tampaknya tetap fokus pada ketidakpastian politik dan risiko makroekonomi. Tanpa data ekonomi utama dari AS dalam waktu dekat, sentimen negatif terhadap USD kemungkinan akan terus menekan pasangan USDCHF dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.8040 dan resistance terdekatnya di zona 0.8160.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:45am | NZD | Trade Balance | 970M | 80M | 392M |
12:00pm | JPY | BOJ Core CPI y/y | - | 2.4% | 2.2% |
7:30pm | CAD | IPPI m/m | - | 0.3% | 0.4% |
7:30pm | CAD | RMPI m/m | - | 0.0% | 0.3% |
8:00pm | USD | FOMC Member Jefferson Speaks | - | - | - |
8:30pm | USD | FOMC Member Harker Speaks | - | - | - |
9:00pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
9:00pm | EUR | Consumer Confidence | - | -15 | -15 |
9:00pm | USD | Richmond Manufacturing Index | - | -6 | -4 |
Day 2 | All | IMF Meetings | - | - | - |