| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1513 | 0.10% |
GBPUSD | 1.3361 | 0.17% |
AUDUSD | 0.6401 | 0.37% |
NZDUSD | 0.5999 | 0.05% |
USDJPY | 140.8500 | -0.14% |
USDCHF | 0.8088 | -0.20% |
USDCAD | 1.3838 | -0.08% |
GOLDUD | 3,427.90 | 0.80% |
COFU | 62.73 | 0.65% |
USD/IDR | 16,849 | -0.27% |
Selasa, 22 April 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh sentimen dari rilisnya data positif ekonomi terbaru China, dan eskalasi konflik di Eropa timur. Meski demikian, ancaman perang dagang serta potensi peningkatan output dari AS membatasi tren bullish minyak lebih lanjut.
Ekspor mobil China pada kuartal pertama tahun ini mencapai 1,54 juta unit, atau naik sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kata seorang pejabat industri. Dilihat secara bulanan, China mengekspor 570.000 unit pada bulan Maret, yang juga naik sebesar 16% dibanding tahun lalu, ungkap data resmi yang dirilis oleh Asosiasi Mobil Penumpang China.
Sentimen positif lainnya datang dari sinyal eskalasi konflik di Eropa timur pasca pasukan militer Rusia melancarkan serangan drone secara massal pada malam hari yang menargetkan Odesa, daerah pemukiman di pelabuhan Laut Hitam Ukraina, kata pejabat setempat pada Selasa pagi.
Sementara itu, dalam perang tarif terbarunya, Kementerian Perdagangan AS pada hari Senin mengumumkan tarif yang tinggi untuk impor solar dari Asia Tenggara, dengan alasan bahwa produsen China - yang berlokasi di Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam - telah menjual solarnya dengan harga di bawah biaya produksi dan menerima subsidi tidak adil yang membuat produk AS menjadi tidak kompetitif. Besaran tarif bervariasi tergantung pada perusahaan dan negara, mulai dari yang terendah yaitu produk Jinko Solar dari Malaysia yang dikenakan 41,56% hingga yang tertinggi untuk produk dari Kamboja, yang dikenakan lebih dari 3.500%.
Turut membebani harga, Chevron pada hari Senin mengumumkan telah memulai produksi minyak dan gas dari proyek Ballymore di Teluk Meksiko yang diharapkan akan memproduksi hingga 75.000 barel minyak per hari. Pernyataan tersebut semakin meningkatkan harapan akan tercapainya target dari produsen minyak terbesar kedua di AS itu untuk meningkatkan produksi minyak dan gas dari Teluk hingga 300.000 barel setara minyak per hari pada tahun 2026.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Richmond Fed Manufacturing Index |
| -6 | -4 |