Home
>
News
>
Publication
>
Data Makro AS Yang Beragam, Dukung Kenaikan AUDUSD
Data Makro AS Yang Beragam, Dukung Kenaikan AUDUSD
Thursday, 06 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0394

0.07%

GBPUSD

1.2497

0.10%

AUDUSD

0.6279

0.14%

NZDUSD

0.5678

0.23%

USDJPY

152.58

-0.44%

USDCHF

0.9016

-0.10%

USDCAD

1.4327

-0.15%

GOLDUD

2863.8

0.25%

USD/IDR

16279

0.15%

Fokus AUDUSD:

  1. DXY bergerak melemah ke zona 107.68
  2. Data ISM Services PMI turun

Kamis, 06 Februari 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6284. Performa mata uang Australia Dollar mengalami penguatan setelah data ekonomi AS yang bervariasi menekan Dolar AS. USD mengalami tekanan setelah data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks PMI Jasa AS dari ISM turun menjadi 52.8 di Januari, lebih rendah dari perkiraan 54.3, memperburuk sentimen terhadap Greenback. Meskipun surplus perdagangan Australia turun ke 5,085M di Desember, lebih rendah dari perkiraan 7,000M, Aussie tetap mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga lebih lama karena indikator ekonomi AS yang masih campuran. Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) bulan depan membatasi penguatan AUD lebih lanjut.

Di tengah ketegangan perdagangan AS-China yang meningkat, China memberlakukan tarif tambahan sebesar 15% untuk batu bara dan gas alam cair (LNG) dari AS serta tarif 10% pada minyak mentah, peralatan pertanian, dan beberapa jenis kendaraan. Langkah ini merupakan balasan terhadap tarif baru 10% yang diterapkan oleh AS. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan terhadap AUD karena ketergantungan Australia terhadap perdagangan dengan China. Namun, rencana Presiden AS Donald Trump untuk berbicara dengan China dalam waktu dekat menimbulkan harapan bagi pasar bahwa ketegangan ini dapat mereda.

Investor kini fokus pada data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat ini, yang akan menjadi petunjuk penting bagi kebijakan moneter Fed. Data ketenagakerjaan ADP menunjukkan peningkatan 183K di Januari, lebih baik dari perkiraan 150K, mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih kuat. Jika data NFP juga menunjukkan angka yang solid, maka ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed bisa semakin tertunda, yang dapat membatasi reli AUDUSD lebih lanjut.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD meningkat. Support terdekatnya di zona 0.6233 dan resistance terdekatnya di zona 0.6304. Support lanjutan di zona 0.6189 dan dilanjutkan ke zona 0.6148. Resistance lanjutan di zona 0.6357 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6398. 

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0399. Mata uang Euro terus menunjukkan penguatan ditengah penurunan mata uang USD. Dolar AS mencoba pulih setelah laporan ADP Employment Change Januari menunjukkan peningkatan tenaga kerja sebesar 183K, melampaui ekspektasi 150K. Data ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga dalam kisaran 4.25%-4.50% lebih lama, sejalan dengan pernyataan Ketua Fed Jerome Powell bahwa kebijakan moneter baru akan berubah jika terdapat penurunan inflasi yang nyata atau pelemahan dalam pasar tenaga kerja. Fokus investor kini tertuju pada data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat ini, yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi pasar tenaga kerja AS. Di sisi lain, Euro masih bergerak terbatas di tengah ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan melanjutkan kebijakan pemangkasan suku bunga, setelah sebelumnya memangkas suku bunga deposito sebesar 25 bps menjadi 2.75%. Meskipun ECB optimis inflasi akan kembali ke target 2% tahun ini, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap prospek ekonomi zona euro. Selain itu, ancaman tarif dagang dari Presiden AS Donald Trump terhadap Uni Eropa menambah ketidakpastian bagi Euro. Sementara itu, data penjualan ritel pan-Eropa yang akan dirilis Kamis diperkirakan meningkat 1.9% YoY, namun mengalami kontraksi bulanan sebesar -0.1%. Support terdekatnya di zona 1.0343 dan resistance terdekatnya di zona 1.0469.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2490.  Kenaikan kinerja mata uang Inggris di tengah pelemahan Dolar AS secara luas, didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap perang dagang di awal pekan. Para pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pada hari Kamis, dengan ekspektasi pemangkasan sebesar 25 basis poin menjadi 4.50%. Data ekonomi Inggris menunjukkan perlambatan, dengan S&P Global Services PMI turun dari 51.1 ke 50.8, mencerminkan kondisi ekonomi yang memburuk. Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS tetap kuat, dengan ADP Employment Change Januari naik 183K, melampaui ekspektasi 150K. Namun, aktivitas bisnis AS menunjukkan pelemahan, dengan S&P Global Services PMI turun dari 56.8 ke 52.9. Investor kini mengalihkan fokus ke rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada hari Jumat, yang diperkirakan turun menjadi 170K dari 256K bulan sebelumnya. Kekuatan pasar tenaga kerja AS dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve dan pergerakan Dolar AS ke depan. Support terdekatnya di area 1.2415 dan resistance terdekatnya di zona 1.2550.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5677. Naiknya kinerja mata uang Kiwi didorong oleh melemahnya Dolar AS setelah data ekonomi yang kurang memuaskan. Indeks PMI Jasa AS dari ISM turun ke 52.8 pada Januari, lebih rendah dari ekspektasi 54.3, yang menekan Greenback dan memberi dorongan bagi Kiwi. Di sisi lain, data ketenagakerjaan Selandia Baru yang lemah meningkatkan ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin ke 3.75% pada pertemuan Februari. Tingkat pengangguran Selandia Baru naik ke 5.1% di kuartal keempat, level tertinggi dalam empat tahun terakhir, yang semakin memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut dalam 12 bulan ke depan. Namun, meskipun prospek pemangkasan suku bunga dapat menekan Kiwi, pelemahan Dolar AS yang berkelanjutan memberikan dukungan bagi NZDUSD untuk tetap menguat dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.5649 dan resistance terdekatnya di zona 0.5698.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 151.80. Pasangan USDJPY terus mengalami tekanan turun ke level terendah sejak 12 Desember. Yen Jepang (JPY) menguat seiring meningkatnya spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan terus menaikkan suku bunga setelah data upah Jepang menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Sebaliknya, Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun, mempersempit perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang. Selain itu, Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, menyatakan bahwa inflasi masih meningkat, meskipun Jepang belum sepenuhnya keluar dari deflasi. Sementara itu, anggota dewan BoJ, Tamura Naoki, menyarankan agar bank sentral menaikkan suku bunga hingga 1% pada paruh kedua tahun fiskal 2025. Support terdekatnya di area 151.54 dan resistance terdekatnya di zona 153.02

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4336. Dolar Kanada (CAD) menguat setelah Kanada mencatat surplus perdagangan pertama dalam sepuluh bulan terakhir, didorong oleh peningkatan ekspor yang melebihi impor. Selain itu, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda pengenaan tarif 25% terhadap Kanada selama 30 hari memberikan sentimen positif bagi Loonie. Dengan meredanya kekhawatiran tarif, CAD mampu mempertahankan stabilitasnya, meskipun para pelaku pasar tetap mengawasi perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi perdagangan AS-Kanada. Di sisi lain, Dolar AS mengalami tekanan setelah data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks PMI Jasa AS dari ISM turun menjadi 52.8 di Januari, lebih rendah dari perkiraan 54.3, memperburuk sentimen terhadap Greenback. Sementara itu, data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada hari Jumat menjadi fokus utama pasar, dengan kemungkinan bahwa hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat memberikan dorongan bagi USD terhadap CAD dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 1.4246 dan resistance terdekatnya di zona 1.4419.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.9023. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh Dolar AS yang melemah akibat koreksi teknikal dan penundaan tarif 25% pada impor Kanada dan Meksiko oleh Presiden AS Donald Trump. Selain itu, ketegangan perdagangan AS-China juga mendorong permintaan untuk Franc Swiss (CHF) sebagai aset safe-haven. Di sisi lain, PMI SVME Swiss sedikit naik menjadi 47.5 di Januari, namun masih di bawah ekspektasi 49.0. Investor kini menantikan data Tingkat Pengangguran Swiss yang akan dirilis Kamis ini untuk wawasan lebih lanjut tentang kondisi pasar tenaga kerja. Support terdekatnya di area 0.8995 dan resistance terdekatnya di zona 0.9050.

DATA EKONOMI HARIAN

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0394

0.07%

GBPUSD

1.2497

0.10%

AUDUSD

0.6279

0.14%

NZDUSD

0.5678

0.23%

USDJPY

152.58

-0.44%

USDCHF

0.9016

-0.10%

USDCAD

1.4327

-0.15%

GOLDUD

2863.8

0.25%

USD/IDR

16279

0.15%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788