| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0875 | 0.13% |
GBPUSD | 1.2911 | 0.26% |
AUDUSD | 0.6319 | 0.28% |
NZDUSD | 0.5740 | 0.38% |
USDJPY | 148.75 | -0.20% |
USDCHF | 0.8841 | -0.05% |
USDCAD | 1.4382 | -0.18% |
GOLDUD | 2988.2 | 0.20% |
USD/IDR | 16387 | -0.26% |
Fokus NZDUSD:
Senin, 17 Maret 2025 – Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5740. Kenaikan ini didorong oleh rilis data ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan serta sentimen pasar yang membaik. Penjualan Ritel Tiongkok untuk periode Januari-Februari tumbuh sebesar 4,0% YoY, meningkat dari 3,7% di bulan Desember, sementara Produksi Industri naik 5,9% YoY, melampaui ekspektasi 5,3%, meskipun masih sedikit lebih rendah dari angka sebelumnya sebesar 6,2%. Sebagai mitra dagang utama Selandia Baru, pemulihan ekonomi Tiongkok cenderung memberikan dorongan positif bagi Dolar Selandia Baru (NZD).
Selain itu, pemerintah Tiongkok mengumumkan langkah-langkah stimulus baru untuk mendorong konsumsi domestik, termasuk peningkatan pendapatan, stabilisasi pasar saham dan properti, serta kebijakan yang mendukung belanja rumah tangga. Sentimen positif dari kebijakan ini semakin memperkuat posisi NZD sebagai mata uang berbasis risiko yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok.
Di sisi lain, data domestik Selandia Baru menunjukkan pelemahan dalam sektor jasa, dengan Indeks Kinerja Layanan Bisnis (PSI) turun ke 49,1 di bulan Februari dari 50,4 di bulan sebelumnya, menandakan kontraksi aktivitas layanan. Namun, dampak negatif dari data ini tertutupi oleh pelemahan Dolar AS (USD), yang masih berada di bawah tekanan setelah rilis Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan (UoM) yang turun ke level 57,9 atau menjadi yang terendah sejak November 2022 dari 64,7 sebelumnya, meleset dari estimasi 63,1.
Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati rilis data Penjualan Ritel AS untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Jika data ekonomi AS kembali mengecewakan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dapat meningkat, yang berpotensi memberikan ruang penguatan lebih lanjut bagi NZD/USD.
Harga pada pasangan mata uang NZDUSD naik. Support terdekatnya di area 0.5745 dan resistance terdekatnya di zona 0.5768. Support lanjutan di zona 0.5731 dan dilanjutkan ke zona 0.5708. Resistance lanjutan di zona 0.5777 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5800.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0875. Kenaikan ini didukung perbaikan sentimen risiko serta perkembangan positif di Eropa terkait kebijakan fiskal Jerman. Faktor geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter turut membentuk dinamika pergerakan pasangan ini dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berpotensi menggelar pembicaraan gencatan senjata minggu ini. Utusan Trump, Steve Witkoff, menyebutkan bahwa Putin telah menunjukkan kesediaan untuk menerima filosofi perdamaian yang diajukan Trump. Selain itu, proposal gencatan senjata selama 30 hari yang diajukan oleh AS dan Ukraina kepada Rusia mendapat respons positif dari Putin. Harapan akan meredanya ketegangan geopolitik meningkatkan risk appetite investor, yang pada gilirannya melemahkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan memberikan dukungan bagi euro. Di sisi fundamental, euro menguat setelah Jerman mencapai kesepakatan terkait reformasi utang dan peningkatan belanja negara. Friedrich Merz, yang akan menjadi kanselir berikutnya, berhasil mengamankan dukungan dari Partai Hijau dan Partai Sosial Demokrat, menjelang pemungutan suara penting di parlemen pada hari Selasa. Jika proposal ini mendapatkan mayoritas dua pertiga suara, maka peningkatan belanja negara dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi zona euro, sekaligus menopang pergerakan EUR/USD dalam jangka menengah. Sementara itu, Wakil Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Luis de Guindos menyoroti kebijakan pemerintahan AS saat ini menciptakan volatilitas yang lebih besar dibandingkan krisis COVID-19, terutama karena kurangnya pendekatan multilateral dalam menangani isu global. Support terdekatnya di zona 1.0872 dan resistance terdekatnya di zona 1.0892.
GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2911. Dolar AS tetap berada di dekat level terendah multi-bulan di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan tarif perdagangan Presiden Donald Trump serta potensi langkah balasan dari mitra dagang utama dapat berdampak negatif pada perekonomian AS. Selain itu, data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan serta tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga beberapa kali tahun ini. Spekulasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed semakin diperkuat oleh Indeks Sentimen Konsumen turun ke level terendah dalam hampir 2,5 tahun pada Maret. Hal ini memberikan tekanan lebih lanjut pada dolar AS dan membuka peluang penguatan lebih lanjut bagi GBP/USD. Di sisi lain, meskipun Pound Inggris menghadapi tekanan setelah rilis data domestik dimana ekonomi Inggris secara tak terduga menyusut sebesar 0,1% pada Januari. Namun, GBP tetap bertahan di level yang lebih tinggi. Hal ini sebagian besar didorong oleh ekspektasi bahwa BoE akan lebih lambat dalam memangkas suku bunga dibandingkan bank sentral utama lainnya, termasuk The Fed. Investor tampaknya masih meyakini bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Inggris melemah, BoE tidak akan terburu-buru untuk melakukan pelonggaran kebijakan, terutama mengingat inflasi Inggris yang masih relatif tinggi dibandingkan dengan AS. Sikap yang lebih hawkish ini memberikan dukungan bagi GBP dan menunjukkan bahwa jalur pergerakan GBP/USD dalam jangka pendek masih cenderung bullish. Perhatian pasar akan tertuju pada rilis angka Penjualan Ritel bulanan AS serta hasil pertemuan kebijakan moneter FOMC selama dua hari yang akan diumumkan pada hari Rabu, diikuti oleh keputusan suku bunga Bank of England pada hari Kamis. Support terdekatnya di zona 1.0872 dan resistance terdekatnya di zona 1.0892.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6319. Penguatan mata uang ini didorong oleh melemahnya Dolar AS serta ekspektasi positif terhadap rencana stimulus ekonomi Tiongkok. Pemerintah Tiongkok baru-baru ini mengumumkan kebijakan khusus untuk mendorong konsumsi domestik dan meningkatkan pendapatan sebagai upaya menopang pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah ini mencakup stabilisasi pasar saham dan properti, insentif peningkatan angka kelahiran, serta kebijakan untuk memperkuat pasar tenaga kerja melalui peningkatan upah minimum dan penegakan sistem cuti tahunan berbayar. Jika berhasil meningkatkan permintaan domestik, ini dapat berdampak positif pada ekspor komoditas Australia dan mendukung penguatan AUD lebih lanjut. Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi Tiongkok hari ini, termasuk Penjualan Ritel dan Produksi Industri. Di sisi lain, Dolar AS masih berada dalam tekanan setelah data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Universitas Michigan (UoM) melaporkan bahwa Indeks Sentimen Konsumen untuk bulan Maret turun ke 57,9, level terendah sejak November 2022, dari 64,7 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Ekspektasi Inflasi Konsumen lima tahun dari UoM naik menjadi 3,9% dari 3,5% di bulan Februari, yang mencerminkan ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Trump. Dengan kombinasi sentimen konsumen yang melemah dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, pasar semakin yakin bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan dua harinya pekan ini. Support terdekatnya di zona 0.6315 dan resistance terdekatnya di zona 0.6335.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 147.26. Pergerakan Yen Jepang (JPY) yang masih fluktuatif dari kombinasi optimisme dari stimulus ekonomi Tiongkok dan ekspektasi kebijakan moneter di Jepang serta Amerika Serikat. Dari sisi Tiongkok, langkah-langkah stimulus terbaru yang diumumkan oleh Dewan Negara selama akhir pekan memperkuat sentimen risiko di pasar Asia. Rencana aksi khusus untuk mendorong konsumsi domestik serta kebijakan pelonggaran pinjaman perumahan di Shenzhen meningkatkan optimisme investor, yang berkontribusi pada pelemahan Yen sebagai aset safe haven. Dengan meningkatnya kepercayaan pasar, permintaan terhadap JPY cenderung melemah, memberikan tekanan terhadap mata uang ini dalam jangka pendek. Dari Jepang, hasil negosiasi upah tahunan yang berakhir Jumat lalu menunjukkan kenaikan upah rata-rata di atas 5% untuk tahun kedua berturut-turut. Ini menandakan potensi peningkatan daya beli masyarakat serta tekanan inflasi yang lebih tinggi, yang dapat memperkuat spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan terus menaikkan suku bunga. Di sisi lain, dari Amerika Serikat, spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga semakin menguat setelah data Indeks Sentimen Konsumen AS anjlok ke level terendah dalam hampir 2,5 tahun pada Maret. Ditambah dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak tarif perdagangan Presiden Donald Trump terhadap pertumbuhan ekonomi, pasar kini semakin yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga beberapa kali tahun ini. Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada laporan Penjualan Ritel AS yang akan dirilis dalam waktu dekat. Selain itu, keputusan kebijakan moneter BoJ pada hari Rabu dan hasil pertemuan dua hari FOMC juga akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan USD/JPY dalam beberapa sesi ke depan. Support terdekatnya di area 148.49 dan resistance terdekatnya di zona 148.93.
USDCHF – Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8841. Penurunan ini seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven seperti Franc Swiss (CHF) di tengah ketidakpastian global. Perang dagang yang terus berlanjut serta meningkatnya ketegangan geopolitik memperkuat daya tarik CHF, membatasi potensi penguatan Dolar AS (USD) terhadap mata uang Swiss. Dolar AS tertekan setelah rilis data inflasi AS yang menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Februari tetap tinggi, namun sedikit meleset dari ekspektasi pasar. Inflasi inti (Core CPI), yang tidak memasukkan harga energi dan pangan, naik 3,8% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 3,9%. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih lama sebelum akhirnya melakukan pemangkasan, tetapi pasar tetap skeptis terhadap prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi lain, kebijakan perdagangan Trump yang agresif, termasuk ancaman pemberlakuan tarif tambahan terhadap Eropa dan Tiongkok, meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS. Jika perang dagang berkepanjangan, dampaknya dapat berkontribusi pada pelemahan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi, yang semakin mendorong investor beralih ke aset aman seperti CHF. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memperkuat permintaan terhadap Franc Swiss, menekan pasangan USD/CHF lebih rendah. Support terdekatnya di zona 0.8836 dan resistance terdekatnya di zona 0.8851.
USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4382. Sebagai mata uang yang berhubungan erat dengan komoditas, terutama minyak mentah, Loonie mendapat dukungan dari lonjakan harga minyak yang mencapai level tertinggi dalam dua minggu. Penguatan harga minyak ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya di Laut Merah, setelah AS menegaskan komitmennya untuk melanjutkan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman hingga mereka menghentikan serangan terhadap kapal-kapal pengiriman. Peningkatan risiko geopolitik ini mendorong harga minyak lebih tinggi, yang pada gilirannya memperkuat dolar Kanada (CAD) dan membebani USD/CAD. Sementara itu, dolar AS tetap berada dalam tekanan bearish dengan Indeks Dolar AS (DXY) terpuruk di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran bahwa kebijakan tarif AS serta langkah balasan dari negara-negara mitra dagang dapat memperlambat ekonomi AS semakin membebani Greenback. Selain itu, inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan serta tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja AS semakin meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga beberapa kali tahun ini. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke rilis data ekonomi AS, termasuk laporan Penjualan Ritel bulanan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan dalam pertemuan FOMC dua hari mendatang. Support terdekatnya di zona 1.4359 dan resistance terdekatnya di zona 1.4385.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:30am | NZD | BusinessNZ Services Index | 49.1 | - | 50.4 |
7:01am | GBP | Rightmove HPI m/m | 0.011 | - | 0.005 |
8:30am | CNY | New Home Prices m/m | -0.1% | - | -0.1% |
9:00am | CNY | Industrial Production y/y | 5.9% | 5.3% | 6.2% |
9:00am | CNY | Retail Sales y/y | 4% | 4% | 4% |
9:00am | CNY | Fixed Asset Investment ytd/y | 0.041 | 3.20% | 3.20% |
9:00am | CNY | NBS Press Conference | - | - | - |
9:00am | CNY | Unemployment Rate | 0.054 | 5.1% | 5.1% |
6:00pm | EUR | German Buba Monthly Report | - | - | - |
7:15pm | CAD | Housing Starts | - | 246K | 240K |
7:30pm | CAD | Foreign Securities Purchases | - | 17.44B | 14.37B |
7:30pm | USD | Core Retail Sales m/m | - | 0.3% | -0.4% |
7:30pm | USD | Retail Sales m/m | - | 0.6% | -0.9% |
7:30pm | USD | Empire State Manufacturing Index | - | -1.9 | 5.7 |
9:00pm | USD | Business Inventories m/m | - | 0.003 | -0.002 |
9:00pm | USD | NAHB Housing Market Index | - | 4200.0% | 4200.0% |