Home
>
News
>
Publication
>
China Pangkas Suku Bunga Pinjaman Picu Minyak Kembali Menguat
China Pangkas Suku Bunga Pinjaman Picu Minyak Kembali Menguat
Tuesday, 20 May 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1217

0.17%

GBPUSD

1.3344

0.11%

AUDUSD

0.6443

0.23%

NZDUSD

0.5918

0.22%

USDJPY

145.51

-0.42%

USDCHF

0.8343

-0.18%

USDCAD

1.3950

-0.11%

GOLDUD

3,228.00

-0.43%

COFU

62.15

0.06%

USD/IDR

16,424

0.16%

Fokus Crude Oil:

  • Bank sentral China memangkas suku bunga acuan pinjaman untuk pertama kalinya sejak Oktober.
  • Goldman Sachs optimis revisi naik permintaan minyak global tahun ini dan tahun depan.

***********************************************************

Selasa, 20 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari keputusan China untuk memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya guna menstimulus pertumbuhan ekonomi yang lesu akibat perang tarif. Selain itu, proyeksi optimis Goldman Sachs juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak. Meski demikian, harapan meredanya konflik di Ukraina dan Gaza, membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Bank sentral China pada hari Selasa mengumumkan suku bunga acuan pinjaman satu tahun (LPR), telah diturunkan sebesar 10 basis poin menjadi 3,0%, sementara LPR lima tahun dikurangi dengan margin yang sama menjadi 3,5%. Pemangkasan tersebut merupakan pertama kalinya sejak Oktober, dan dilakukan tepat setelah lima bank terbesar di China menurunkan suku bunga deposito sebesar 5-25 basis poin (bps) untuk beberapa tenor.

Dukungan lainnya datang dari Goldman Sachs yang dalam Prospek Permintaan Minyak terbarunya memperkirakan terjadi peningkatan permintaan minyak global sebesar 600.000 barel per hari tahun ini dan 400.000 barel per hari pada tahun depan, didukung oleh optimisme potensi resolusi perang dagang dan kesepakatan nuklir AS-Iran. Di sisi harga, bank investasi terkemuka global itu mempertahankan prediksi harga minyak tahun 2025 tidak berubah pada $60 per barel untuk jenis Brent dan $56 per barel untuk jenis WTI.

Sementara itu, pasca pembicaraan via telepon pada hari Senin dengan Presiden Vladimir Putin, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Rusia dan Ukraina akan segera memulai perundingan untuk gencatan senjata. Komentar Trump tersebut menyusul pertemuan langsung antara Rusia dan Ukraina untuk pertama kalinya pada minggu lalu, menunjukkan kemajuan positif yang mengarah pada potensi penghentian perang yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun itu.

Di Timur Tengah, harapan akan meredanya ketegangan geopolitik di Gaza menguat pasca para pemimpin Inggris, Kanada, dan Prancis pada hari Senin mengancam akan memberikan sanksi terhadap Israel jika tidak menghentikan rencana serangan militer baru di Gaza dan mencabut blokade bantuan kemanusiaan. Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh ketiga pemimpin Barat itu, mereka mendukung penuh upaya mediasi yang dilakukan AS, Qatar, dan Mesir untuk segera mencapai gencatan senjata di Gaza, dan mengatakan mereka berkomitmen untuk mengakui negara Palestina sebagai bagian dari solusi untuk konflik kedua negara itu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:00

USA - Fed Barkin Speech

 

 

 

20:00

USA - Fed Bostic Speech

 

 

 

20:30

USA - Fed Collins Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788