| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1707 | -0.15% |
GBPUSD | 1.3526 | -0.12% |
AUDUSD | 0.6583 | -0.05% |
NZDUSD | 0.5925 | -0.07% |
USDJPY | 147.40 | 0.24% |
USDCHF | 0.7966 | 0.23% |
USDCAD | 1.3841 | 0.16% |
GOLDUD | 3627.45 | -0.20% |
USD/IDR | 16435 | -0.01% |
Fokus AUDUSD:
Rabu, 10 September 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6583, turun tipis -0.05%. AUD/USD melemah untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Rabu, mencerminkan dominasi Dolar AS yang kembali mendapatkan momentum di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Meskipun data revisi ketenagakerjaan AS melalui Nonfarm Payrolls Benchmark Revision menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan, hal ini tidak langsung menekan USD. Sebaliknya, pelaku pasar masih menaruh perhatian besar pada inflasi AS, khususnya data PPI dan CPI yang akan dirilis pekan ini, karena inflasi dianggap sebagai variabel penentu utama arah kebijakan Fed. Saat ini, berdasarkan CME FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan September mencapai lebih dari 93%, bahkan sebagian pelaku pasar mulai memperhitungkan peluang pemangkasan 50 basis poin. Namun, sejumlah pejabat Fed, termasuk Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, tetap menegaskan bahwa risiko inflasi yang tinggi belum dapat diabaikan, sehingga pasar memilih berhati-hati. Hal inilah yang membuat Dolar AS masih cukup solid, sekaligus membebani pergerakan AUD/USD.
Dari sisi Australia, tekanan terhadap AUD juga diperkuat oleh perkembangan eksternal, khususnya dari Tiongkok yang merupakan mitra dagang terbesar Australia. Data CPI Tiongkok untuk Agustus mencatat penurunan 0,4% YoY, lebih dalam dari ekspektasi -0,2%, setelah sebelumnya stagnan di 0% pada Juli. Angka ini menegaskan lemahnya permintaan domestik Tiongkok dan memperbesar kekhawatiran terhadap prospek ekspor Australia, terutama di sektor komoditas. Sentimen tersebut membatasi potensi penguatan AUD meskipun Australia baru saja merilis serangkaian data ekonomi domestik yang relatif positif. Surplus perdagangan Juli melebar signifikan ke level AUD 7,31 miliar, melampaui ekspektasi, sementara GDP kuartal II tumbuh 0,6% QoQ, lebih tinggi dari 0,3% pada kuartal sebelumnya. Inflasi bulanan Juli juga meningkat menjadi 2,8% YoY, lebih tinggi dari perkiraan 2,3%. Data-data ini memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) kemungkinan akan menahan suku bunga pada pertemuan September, dengan peluang 84% menurut swap market, meskipun peluang pemangkasan 25 bps pada November masih terjaga sekitar 80%.
Kendati demikian, prospek jangka menengah AUD/USD tetap terlihat rapuh. Kepercayaan konsumen Australia kembali menurun, tercermin dari survei Westpac yang turun ke 95,4 pada September dari 98,5 pada Agustus, menunjukkan pemulihan konsumsi rumah tangga masih lemah. Matthew Hassan, Kepala Makroekonomi Westpac, menilai kondisi ini menandakan perlunya stimulus tambahan, bahkan memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps oleh RBA pada November, diikuti dengan dua kali pemangkasan lanjutan pada 2026. Situasi ini menimbulkan dilema bagi RBA: di satu sisi, data ekonomi terkini cukup kuat untuk menahan suku bunga, namun di sisi lain lemahnya konsumsi dan risiko eksternal dari Tiongkok menekan prospek jangka panjang. Dengan kondisi demikian, AUD/USD kemungkinan akan tetap tertekan dalam jangka pendek, terutama bila inflasi AS kembali lebih tinggi dari ekspektasi. Pasar akan menjadikan data CPI AS pekan ini sebagai penentu arah selanjutnya, dan jika hasilnya menegaskan inflasi yang masih sulit terkendali, AUD/USD berisiko turun lebih dalam meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed tetap tinggi.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekat berada di 0.6560, sedangkan resistance berada di 0.6600. Support lanjutan di zona 0.6535 dan dilanjutkan ke zona 0.6505. Resistance lanjutan di zona 0.6625 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6675.
EURUSD – Pasangan Euro dibuka di 1.1707 dan melemah -0.15%. Pasangan EUR/USD mengalami pelemahan setelah rilis revisi data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja jauh lebih lemah dari perkiraan sebelumnya. Data tersebut sebetulnya memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 16-17 September mendatang. Namun, alih-alih memperlemah Dolar, revisi tersebut justru memicu aksi short covering, yang membuat USD kembali menguat dan menekan Euro. Saat ini, EUR/USD berada di kisaran 1.1700–1.1730, turun dari level tertinggi dalam enam minggu. Tekanan tambahan bagi Euro juga datang dari ketidakstabilan politik di Prancis setelah Perdana Menteri François Bayrou gagal dalam voting parlemen dan mengundurkan diri, sehingga sentimen terhadap kawasan Euro semakin rapuh. Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi AS, yaitu PPI dan CPI yang akan dirilis pertengahan minggu ini. Data tersebut akan sangat menentukan langkah The Fed dalam rapat mendatang, di mana probabilitas pemangkasan 25 bps sudah hampir pasti, dengan sebagian kecil pasar masih membuka peluang pemangkasan hingga 50 bps. Dari sisi Eropa, ECB diperkirakan tetap menahan suku bunga, sehingga perbedaan arah kebijakan moneter dengan AS semakin menekan Euro. Dengan kombinasi ketidakpastian politik di zona Euro dan pemulihan Dolar yang didukung data AS, prospek jangka pendek EUR/USD masih cenderung defensif. Support terdekat berada di 1.1680, sementara resistance berada di 1.1740.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3526 dengan koreksi -0.12%. Sterling sempat menguat ke level tertinggi empat minggu, tetapi kemudian terkoreksi di bawah 1.3550 akibat penguatan kembali Dolar AS pasca revisi NFP. Data ketenagakerjaan yang jauh lebih lemah memang mempertegas kebutuhan The Fed untuk memangkas suku bunga, tetapi justru mengangkat USD melalui penyesuaian posisi pasar. Sementara itu, dari sisi domestik, Inggris tidak memiliki data ekonomi penting pekan ini, sehingga arah GBP/USD lebih banyak dikendalikan oleh perkembangan fundamental AS. Walau data Retail Sales Inggris sempat tumbuh 3,1% YoY, sentimen ini tertutupi oleh kekhawatiran pasar mengenai kondisi fiskal menjelang musim belanja akhir tahun. Ekspektasi pasar kini sepenuhnya menaruh harga pada pemangkasan 25 bps oleh The Fed, bahkan sebagian kecil pelaku pasar mengantisipasi pemangkasan 50 bps. Namun, inflasi AS yang diperkirakan tetap tinggi menjadi penghalang bagi Fed untuk bertindak terlalu agresif. Di sisi lain, Bank of England (BoE) diperkirakan menahan suku bunga lebih lama, sehingga membatasi potensi penguatan Sterling. Dengan latar belakang ini, meski GBP/USD masih bertahan di area atas, prospek penguatan lebih lanjut cukup terbatas karena dominasi USD sebagai safe haven tetap kuat. Support terdekat berada di 1.3500, dan resistance berada di 1.3560.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5925 dan melemah -0.07%. Pasangan NZD/USD sempat menikmati tren penguatan dalam beberapa sesi terakhir, namun kini mulai menghadapi tekanan seiring menguatnya USD menjelang data inflasi AS. Kiwi terdorong naik sebelumnya karena ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga, bahkan dengan peluang kecil untuk langkah agresif 50 bps. Akan tetapi, dengan adanya revisi negatif data tenaga kerja, pasar kini lebih berhati-hati, sehingga minat beli terhadap USD kembali menguat. Hal ini membuat NZD/USD terkoreksi dari area 0.5950 meskipun tren jangka pendek masih didukung faktor eksternal. Dari sisi domestik, dolar Selandia Baru menghadapi risiko tambahan karena meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) bisa kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan Oktober mendatang, setelah pemangkasan 25 bps bulan lalu. Tekanan inflasi yang rendah serta lemahnya konsumsi domestik menambah keyakinan pasar bahwa kebijakan moneter di Selandia Baru akan tetap longgar. Dengan kombinasi arah dovish dari RBNZ dan potensi pemulihan Dolar AS, outlook NZD/USD jangka pendek terlihat rapuh, dan pasangan ini berpotensi kembali tertekan apabila data inflasi AS keluar lebih tinggi dari perkiraan. Support terdekat berada di 0.5900, dan resistance berada di 0.5955.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.40 dengan penguatan 0.24%. Pasangan USD/JPY menunjukkan pemulihan menuju level psikologis 147, meski sebelumnya sempat tertekan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin besar menyusul revisi negatif data ketenagakerjaan AS. Namun, ketidakpastian politik di Jepang setelah pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba menambah tekanan bagi Yen, karena kondisi ini dapat menghambat Bank of Japan (BoJ) dalam melanjutkan langkah normalisasi kebijakan moneternya. Dengan kombinasi tersebut, pergerakan USD/JPY cenderung ditopang oleh rebound Dolar AS meski sentimen dovish masih membatasi penguatan lebih lanjut. Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis inflasi Produsen (PPI) dan Konsumen (CPI) AS yang akan menentukan arah kebijakan Fed. Jika data inflasi kembali lebih lemah dari ekspektasi, peluang pemangkasan suku bunga agresif akan meningkat sehingga menekan Dolar. Namun, apabila data cukup kuat, USD/JPY berpotensi mempertahankan momentum penguatannya. Secara fundamental, kombinasi sentimen dovish Fed yang berimbang dengan ketidakstabilan politik Jepang masih memberi ruang bagi Dolar untuk menjaga pijakan di atas 147. Support terdekat berada di 147.10, sementara resistance berada di 147.80.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7966 dan naik 0.23%. USD/CHF berhasil bangkit dari tekanan setelah sempat menyentuh level terendah tujuh minggu di area 0.7920. Rebound ini terjadi seiring Greenback yang perlahan memulihkan diri dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, meski pasar masih menilai kemungkinan besar penurunan 25 bps pada pertemuan 16–17 September. Ekspektasi revisi tajam data Nonfarm Payrolls (NFP) menegaskan pelemahan pasar tenaga kerja, namun investor mulai melakukan positioning jelang rilis data inflasi AS. Dari sisi Swiss, pernyataan terbaru Ketua SNB, Martin Schlegel, yang menegaskan hambatan besar untuk kembali menerapkan suku bunga negatif, menjaga daya tarik Franc tetap terbatas. Fokus pasar kini tertuju pada data PPI dan CPI AS yang akan menentukan arah selanjutnya. Jika inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, USD/CHF berpotensi memperluas pemulihannya; namun bila data lunak, ekspektasi easing agresif Fed akan kembali menekan Greenback. Untuk saat ini, tren fundamental mendukung konsolidasi USD/CHF dengan bias menguat selama sentimen dovish SNB bertahan. Support terdekat berada di 0.7935, dan resistance berada di 0.7995.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3841 dengan kenaikan 0.16%. USD/CAD terus menguat ke area 1.3850 didorong melemahnya Dolar Kanada akibat meningkatnya kekhawatiran atas prospek ekonomi domestik. Data ketenagakerjaan Kanada menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 7,1%, lebih tinggi dari perkiraan, sementara tekanan tarif perdagangan dari AS juga menahan pemulihan sektor riil. Sentimen bearish ini diperkuat oleh ketidakpastian mengenai kesepakatan dagang baru dengan AS, yang menambah beban terhadap outlook jangka menengah Loonie. Meski ekspektasi pemangkasan suku bunga jumbo oleh Fed berpotensi menekan Greenback, data ekonomi Kanada yang lebih rapuh membuat USD tetap dominan. Faktor harga minyak yang stagnan juga tidak banyak memberi dukungan bagi CAD, mengingat energi menjadi komoditas ekspor utama Kanada. Dalam jangka pendek, pasar akan tetap fokus pada data inflasi AS (PPI dan CPI), yang bila kuat, bisa menjaga USD/CAD berada di kisaran tinggi. Namun bila data inflasi mengecewakan, pelemahan Dolar AS bisa memberi ruang koreksi terbatas bagi CAD. Support terdekat berada di 1.3810, dan resistance di 1.3870.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
5:45am | NZD | Visitor Arrivals m/m | 2.6% | - | -2.2% |
8:30am | CNY | CPI y/y | -0.4% | -0.2% | 0.0% |
8:30am | CNY | PPI y/y | -2.9% | -2.9% | -3.6% |
3:00pm | EUR | Italian Industrial Production m/m | - | 0.1% | 0.2% |
Tentative | CNY | New Loans | - | 700B | -50B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.7% | 8.8% |
6:45pm | CHF | SNB Chairman Schlegel Speaks | - | - | - |
7:30pm | USD | Core PPI m/m | - | 0.3% | 0.9% |
7:30pm | USD | PPI m/m | - | 0.3% | 0.9% |
9:00pm | USD | Final Wholesale Inventories m/m | - | 0.2% | 0.2% |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -1.9M | 2.4M |