Home
>
News
>
Publication
>
Bank of Japan Semakin Hawkish, USDJPY Tertekan Melemah
Bank of Japan Semakin Hawkish, USDJPY Tertekan Melemah
Friday, 21 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0484

0.20%

GBPUSD

1.2653

0.16%

AUDUSD

0.6389

0.30%

NZDUSD

0.5755

0.35%

USDJPY

149.62

-0.23%

USDCHF

0.8978

-0.10%

USDCAD

1.4168

-0.02%

GOLDUD

2939.4

0.36%

USD/IDR

16324

0.25%

Fokus USDJPY:

  1. DXY melemah ke zona 106.40
  2. Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ

Jumat, 21 Februari 2025 – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 150.14. Turunnya kinerja mata uang ini berimbas dari Dolar AS (USD) mengalami tekanan setelah prospek ekonomi AS menjadi lebih suram akibat lemahnya data konsumen dan meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump. Pernyataan dari beberapa pejabat Federal Reserve (Fed), seperti Adriana Kugler dan Raphael Bostic, mengindikasikan bahwa meskipun inflasi tetap tinggi, ada ruang bagi pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, sikap hati-hati The Fed terhadap pemangkasan suku bunga membuat pasar masih ragu terhadap prospek kebijakan moneter AS. Dengan rilis data PMI AS dan Sentimen Konsumen Michigan yang akan datang, investor akan mencermati apakah kondisi ekonomi AS masih cukup kuat untuk mempertahankan USD, atau justru membuka peluang pelemahan lebih lanjut terhadap Yen.

Disisi Yen Jepang (JPY), yang mendapatkan momentum penguatan seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan kembali menaikkan suku bunga. Inflasi inti Jepang untuk Januari naik menjadi 3,2% dari sebelumnya 3,0%, sementara inflasi utama mencapai 4,0% YoY, level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Data ini memperkuat spekulasi bahwa BoJ akan mengambil langkah lebih agresif dalam memperketat kebijakan moneter, terutama dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10-tahun yang tetap mendekati level tertinggi sejak 2009. Selain itu, komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang menyoroti pentingnya suku bunga jangka panjang dalam mendukung stabilitas ekonomi semakin memperkuat persepsi pasar bahwa bank sentral akan segera mengakhiri kebijakan moneter ultra-longgar.

Selain faktor inflasi, meningkatnya tekanan dari pemerintah Jepang untuk menjaga stabilitas pasar keuangan juga berperan dalam penguatan Yen. Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, mengingatkan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi akan meningkatkan biaya utang pemerintah, yang dapat menghambat kondisi fiskal negara. Di sisi lain, aktivitas manufaktur Jepang menunjukkan sedikit perbaikan dengan PMI naik menjadi 48,9 dari sebelumnya 48,7, sementara sektor jasa tetap kuat di 53,1. Kombinasi dari kondisi ekonomi yang membaik dan kebijakan moneter yang lebih hawkish membuat Yen tetap diminati oleh investor, terutama sebagai aset safe-haven di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY melemah. Support terdekatnya di area 149.17 dan resistance terdekatnya di zona 151.42. Support lanjutan di zona 148.70 dan dilanjutkan ke zona 148.20. Resistance lanjutan di zona 151.70 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 152.20.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0496. Penguatan mata uang ini didukung oleh pelemahan Dolar AS yang terus berlanjut meskipun agenda tarif Presiden AS Donald Trump masih menjadi perhatian pasar. Data klaim pengangguran awal AS yang lebih tinggi dari perkiraan, yaitu 219K dibandingkan ekspektasi 215K, semakin menekan Greenback. Di sisi lain, meskipun terdapat kekhawatiran terkait potensi perang dagang AS-Uni Eropa, data ekonomi zona euro memberikan sedikit optimisme. Fokus investor kini tertuju pada rilis data PMI manufaktur dan jasa Jerman serta kawasan euro yang diperkirakan menunjukkan perbaikan moderat. Jika hasilnya lebih baik dari perkiraan, ini dapat semakin memperkuat Euro terhadap Dolar AS. Namun, dengan adanya spekulasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh European Central Bank (ECB) hingga pertengahan 2025, pergerakan EURUSD tetap dibayangi oleh ketidakpastian dalam jangka panjang. Support terdekatnya di zona 1.0454 dan resistance terdekatnya di zona 1.0521.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2666. Kenaikan pasangan mata uang ini didukung oleh pelemahan Dolar AS akibat data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dan ketidakpastian arah kebijakan Federal Reserve (Fed). Klaim pengangguran awal AS naik menjadi 219.000, lebih tinggi dari ekspektasi 215.000, yang meningkatkan kekhawatiran tentang ketahanan pasar tenaga kerja AS. Selain itu, pernyataan Gubernur Fed Adriana Kugler yang menyoroti inflasi AS masih dalam perjalanan menuju target 2% menambah ketidakpastian terkait waktu pemangkasan suku bunga. Optimisme pasar terhadap kemungkinan kesepakatan perdagangan baru antara AS dan China, seperti yang dikemukakan oleh Presiden Donald Trump, juga memberikan sentimen positif bagi Pound Sterling (GBP), karena meredakan kekhawatiran terkait eskalasi perang dagang. Di sisi lain, meskipun GBPUSD menunjukkan tren positif, investor tetap mencermati kondisi ekonomi Inggris. Data inflasi Inggris yang lebih tinggi dari perkiraan sempat memberikan dorongan bagi Sterling, namun peringatan dari Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris masih lemah dapat membatasi kenaikan lebih lanjut. Support terdekatnya di area 1.2601 dan resistance terdekatnya di zona 1.2724.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6403. Pasangan mata uang AUDUSD mengalami kenaikan signifikan setelah data pasar tenaga kerja Australia yang lebih baik dari perkiraan untuk Januari. Ekonomi Australia menambah 44.000 pekerjaan, jauh melampaui ekspektasi 20.000, meskipun lebih rendah dibandingkan angka revisi 60.000 pada Desember. Tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,1% sesuai proyeksi. Data ini memperkuat spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan tetap berhati-hati dalam pelonggaran kebijakan moneter. Sementara itu, pelemahan Dolar AS juga turut mendukung penguatan Aussie, terutama setelah klaim pengangguran AS lebih tinggi dari perkiraan dan pernyataan Federal Reserve yang masih belum memberikan kepastian mengenai pemangkasan suku bunga. Selain itu, perbedaan imbal hasil obligasi yang menyempit dan meningkatnya sentimen terhadap pasar saham China turut mendorong reli AUDUSD. Imbal hasil obligasi Australia 10 tahun telah melampaui obligasi AS untuk pertama kalinya di tahun 2025, didorong oleh komentar hawkish dari RBA serta pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang kemungkinan kesepakatan dagang dengan China Support terdekatnya di zona 0.6370 dan resistance terdekatnya di zona 0.6428.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5766. Kenaikan kinerja mata uang ini didorong oleh pelemahan Dolar AS akibat data klaim pengangguran AS yang lebih tinggi dari perkiraan serta meningkatnya sentimen risiko di pasar. Investor semakin yakin bahwa siklus pelonggaran kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan segera berakhir setelah bank sentral memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 3,75% dalam pertemuan terbaru. Meskipun Gubernur RBNZ Adrian Orr mengisyaratkan pemangkasan lebih lanjut, ekspektasi pasar kini melihat potensi stabilisasi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, memberikan dukungan bagi Dolar Kiwi. Namun, ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump, termasuk pada kayu dan produk hutan, masih menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan lebih lanjut bagi NZDUSD dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.5732 dan resistance terdekatnya di zona 0.5797.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4173. Turunnya kinerja mata uang ini akibat pelemahan Dolar AS yang tertekan oleh data klaim pengangguran yang lebih tinggi dari perkiraan, yaitu 219K dibandingkan ekspektasi 215K, yang memicu kekhawatiran tentang ketahanan pasar tenaga kerja AS. Meskipun risalah pertemuan FOMC menunjukkan sikap hawkish terkait inflasi yang masih tinggi akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump pada sektor otomotif, semikonduktor, dan farmasi, Greenback tetap melemah karena pasar khawatir kebijakan ini dapat memperburuk prospek ekonomi global. Di sisi lain, investor menantikan data Penjualan Ritel Kanada yang diperkirakan tumbuh 1,6% pada Desember setelah stagnasi di bulan sebelumnya. Jika data ini menunjukkan peningkatan konsumsi domestik yang lebih kuat dari perkiraan, Dolar Kanada (CAD) berpotensi menguat lebih lanjut, menekan USDCAD ke level lebih rendah. Namun, jika hasilnya mengecewakan, pasangan ini bisa mengalami rebound dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Support terdekatnya di zona 1.4118 dan resistance terdekatnya di zona 1.4231.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8985. Penurunan kinerja mata uang ini terjadi setelah gagal mempertahankan reli tiga hari berturut-turut, tertekan oleh meningkatnya permintaan terhadap Swiss Franc (CHF) sebagai aset safe-haven di tengah kekhawatiran perang dagang global. Pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang rencana penerapan tarif baru bulan depan memicu sentimen risk-off di pasar, yang tercermin dari pelemahan pasar ekuitas dan penurunan imbal hasil obligasi AS. Meskipun risalah FOMC terbaru mengindikasikan sikap hawkish terkait kebijakan moneter, tekanan jual terhadap Dolar AS (USD) tetap dominan, membatasi potensi penguatan USDCHF. Support terdekatnya di area 0.8960 dan resistance terdekatnya di zona 0.9015.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

Crude Oil Inventories

4.6M

3.2M

4.1M

12:05am

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

2:30am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

4:45am

NZD

Trade Balance

-486M

225M

94M

5:00am

AUD

Flash Manufacturing PMI

50.6

-

50.2

5:00am

AUD

Flash Services PMI

51.4

-

51.2

5:00am

USD

FOMC Member Kugler Speaks

-

-

-

5:30am

AUD

RBA Gov Bullock Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

National Core CPI y/y

3.2%

3.1%

3.0%

7:01am

GBP

GfK Consumer Confidence

-20

-22

-22

7:20am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

7:30am

JPY

Flash Manufacturing PMI

48.9

49.0

48.7

2:00pm

GBP

Retail Sales m/m

-

0.4%

-0.3%

2:00pm

GBP

Public Sector Net Borrowing

-

-20.1B

17.8B

3:15pm

EUR

French Flash Manufacturing PMI

-

45.3

45

3:15pm

EUR

French Flash Services PMI

-

48.8

48.2

3:30pm

EUR

German Flash Manufacturing PMI

-

45.4

45

3:30pm

EUR

German Flash Services PMI

-

52.4

52.5

4:00pm

EUR

Flash Manufacturing PMI

-

46.9

46.6

4:00pm

EUR

Flash Services PMI

-

51.5

51.3

4:30pm

GBP

Flash Manufacturing PMI

-

48.5

48.3

4:30pm

GBP

Flash Services PMI

-

50.8

50.8

Tentative

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

8:30pm

CAD

Core Retail Sales m/m

-

1.7%

-0.7%

8:30pm

CAD

Retail Sales m/m

-

1.5%

0.0%

9:45pm

USD

Flash Manufacturing PMI

-

51.3

51.2

9:45pm

USD

Flash Services PMI

-

53

52.9

10:00pm

USD

Existing Home Sales

-

4.13M

4.24M

10:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

-

67.8

67.8

10:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

-

-

4.3%

11:30pm

USD

FOMC Member Jefferson Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788