| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.03770 | 0.09% |
GBPUSD | 1.24620 | 0.22% |
AUDUSD | 0.62240 | 0.58% |
NZDUSD | 0.56440 | 0.30% |
USDJPY | 154.320 | -0.80% |
USDCHF | 0.90590 | -0.17% |
USDCAD | 1.43440 | -0.22% |
GOLDUD | 2,841.400 | 0.68% |
COFU | 72.76 | -0.27% |
USD/IDR | 16,340 | -0.31% |
Rabu, 05 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak melemah tertekan oleh sentimen dari tindakan balasan China atas pemberlakuan tarif baru AS yang mengarah pada potensi perang dagang baru antara dua raksasa ekonomi dunia itu. Selain itu, rilisnya data ekonomi terbaru China yang lesu, dan laporan stok API juga membuat laju minyak kian terbatasi.
Pemerintah China pada hari Selasa mengumumkan berbagai tindakan yang menargetkan bisnis AS, tepat beberapa menit setelah tarif baru AS sebesar 10% untuk barang-barang China mulai berlaku. Kementerian Perdagangan China mengumumkan tarif 10% untuk impor peralatan pertanian AS dan pengenaan tarif pada produk-produk AS seperti batu bara, minyak, dan beberapa mobil. Selain itu, PVH Corp, perusahaan induk untuk merek-merek termasuk Calvin Klein dan Tommy Hilfiger, dan perusahaan bioteknologi AS Illumina juga ditambahkan dalam daftar "entitas yang tidak dapat diandalkan". Secara bersamaan, Badan Pengawas Pasar China juga mengatakan akan segera memulai penyelidikan terhadap Google karena diduga telah melanggar undang-undang antimonopoli negara China.
Masih dari China, aktivitas jasa di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu dilaporkan tumbuh melambat ke level terendah dalam empat bulan, sementara lapangan kerja turun ke level terlemah sejak April 2024, ungkap survei sektor swasta Caixin yang dirilis pada hari Rabu. Survei tersebut memicu kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi China yang akan turut berdampak pada permintaan minyak.
Turut membebani pergerakan harga, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin mengalami kenaikan masing-masing sebesar 5,03 juta barel dan 1,89 juta barel untuk pekan yang berakhir 31 Januari. Laporan API ini mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.
Sementara itu, jelang pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menandatangani memorandum yang memberlakukan kembali kebijakan keras terhadap Iran yang mencakup upaya untuk menekan ekspor minyaknya hingga nol guna menghentikan Teheran memperoleh senjata nuklir. Mengutip data dari OPEC, produksi minyak Iran selama tahun 2024 mencapai level tertinggi sejak 2018. Tekanan maksimum dari AS tersebut berpotensi membuat pasokan Iran ke pasar global kembali mengetat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:15 | USA - Trade Balance |
| $-96.6B | $-78.2B |
21:45 | USA - S&P Global Composite PMI Final |
| 52.4 | 55.4 |
21:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 52.8 | 56.8 |
22:00 | USA - ISM Services PMI |
| 54.3 | 54.1 |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| 3.2M | 3.463M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -0.9M | 2.957M |