| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1660 | -0.19% |
GBPUSD | 1.3514 | -0.21% |
AUDUSD | 0.6490 | -0.09% |
NZDUSD | 0.5921 | -0.08% |
USDJPY | 147.86 | 0.17% |
USDCHF | 0.8072 | 0.16% |
USDCAD | 1.3802 | 0.12% |
GOLDUD | 3333.7 | -0.22% |
USD/IDR | 16157 | 0.00% |
Fokus AUDUSD:
Selasa, 19 Agustus 2025 - Dolar Australia dibuka di 0.6490, terkoreksi sebesar -0.09%. Nilai tukar Australian Dollar (AUD) kembali berada di bawah tekanan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan, meskipun data domestik menunjukkan perkembangan positif. Indeks Keyakinan Konsumen Westpac untuk bulan Agustus tercatat naik signifikan sebesar 5,7% ke level 98,5, menyentuh posisi tertinggi sejak Februari 2022. Lonjakan ini memberikan sinyal bahwa periode panjang pesimisme konsumen Australia mulai mereda setelah serangkaian pelonggaran moneter yang dilakukan oleh Bank Sentral Australia (RBA). Sejak Januari, RBA telah memangkas suku bunga acuan total sebesar 75 basis poin, termasuk penurunan 25 bps terbaru ke level 3,60% pada pertemuan Agustus. Namun, meskipun ada perbaikan di sektor konsumsi, RBA masih berhati-hati. Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa setiap langkah kebijakan akan ditentukan dari pertemuan ke pertemuan, tanpa memberikan komitmen eksplisit terhadap pemangkasan tambahan. Hal ini mencerminkan sikap waspada bank sentral di tengah tantangan berupa perlambatan produktivitas dan prospek konsumsi rumah tangga yang masih lemah.
Dari sisi eksternal, pelemahan AUD lebih banyak disebabkan oleh faktor global, khususnya penguatan Dolar AS. Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kinerja USD terhadap enam mata uang utama, naik kembali ke kisaran 98,20, melanjutkan penguatan untuk sesi kedua berturut-turut. Sentimen pasar global didorong oleh kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter AS. Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan trilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang memberi sinyal kemungkinan terbentuknya kerangka keamanan baru di Eropa Timur. Investor menilai perkembangan diplomasi ini berpotensi menurunkan eskalasi geopolitik, sehingga meningkatkan daya tarik USD sebagai safe haven. Selain itu, menjelang Simposium Jackson Hole akhir pekan ini, pasar semakin waspada terhadap potensi pergeseran kebijakan The Fed. Pidato Ketua Fed Jerome Powell menjadi fokus utama karena akan memberikan petunjuk apakah pemangkasan suku bunga pada September hanya sebatas 25 bps atau bisa mencapai 50 bps.
Fundamental ekonomi AS sendiri menunjukkan kondisi campuran. Data penjualan ritel untuk bulan Juli tumbuh 0,5% secara bulanan, sejalan dengan ekspektasi pasar, meskipun pertumbuhan melambat dibandingkan 0,9% di bulan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Sentimen Konsumen Michigan turun tajam ke 58,6 dari 61,7, lebih rendah dari perkiraan 62,0, yang menandakan bahwa rumah tangga masih berhati-hati terhadap prospek ekonomi. Di sisi kebijakan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai bahwa tingkat suku bunga jangka pendek sebaiknya 1,5–1,75% lebih rendah dari posisi saat ini di 4,33%, bahkan menambahkan peluang besar bahwa The Fed bisa memangkas suku bunga sebesar 50 bps bulan depan. Jika benar terealisasi, langkah ini dapat menekan USD, namun untuk sementara ekspektasi pasar terhadap pemangkasan tersebut justru menimbulkan volatilitas. Dengan kombinasi faktor domestik yang relatif netral dan dominasi faktor eksternal yang mendukung USD, outlook AUDUSD masih condong melemah, kecuali bila data tambahan dari Australia mampu memicu perubahan sentimen secara signifikan.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekat berada di 0.6470, dan resistance berada di 0.6515. Support lanjutan di zona 0.6440 dan dilanjutkan ke zona 0.6410. Resistance lanjutan di zona 0.6545 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6595.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1660 dan melemah sebesar -0.19%. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan Dolar AS yang ditopang oleh data fundamental AS seperti Retail Sales dan PPI yang lebih kuat dari perkiraan, meskipun data sentimen konsumen Michigan justru melemah. Dari sisi kebijakan moneter, pasar kini menurunkan ekspektasi pemangkasan agresif dari The Fed pada September, dengan peluang penurunan suku bunga 25 bps tetap dominan, sementara probabilitas pemangkasan 50 bps menurun. Hal ini membuat Dolar AS kembali solid, walau di sisi lain, pasar juga menunggu kepastian dari pertemuan Trump dengan Ukraina serta perkembangan geopolitik dengan Rusia yang berpotensi memengaruhi sentimen Euro. Secara teknikal, EURUSD menghadapi ketidakpastian yang cukup besar, di mana divergensi kebijakan moneter antara ECB dan Fed menjadi faktor kunci. ECB kemungkinan besar masih mempertahankan suku bunga tetap, sementara The Fed condong pada penurunan terbatas. Jika tensi geopolitik Ukraina mereda dan energi Eropa stabil, hal ini akan memberi sentimen positif pada Euro. Namun, pelemahan data ekspor Eropa serta dampak tarif dagang dari AS masih membayangi outlook. Support terdekat berada di 1.1635, sementara resistance terdekat berada di 1.1690.
GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3514 dan turun -0.21%. Poundsterling kehilangan sebagian momentum penguatan meskipun pasar tetap menaruh harapan pada data fundamental Inggris yang akan dirilis pekan ini, khususnya CPI Juli, PMI, serta Retail Sales. Dari sisi geopolitik, prospek pertemuan dan kemungkinan gencatan senjata Rusia–Ukraina juga menjadi katalis tambahan, karena pasar cenderung merespons positif terhadap meredanya ketegangan global. Namun, volatilitas diprediksi meningkat menjelang simposium Jackson Hole, di mana pidato Ketua Fed Jerome Powell berpotensi memberikan arahan baru terkait arah suku bunga AS. Dari sisi domestik, Inggris masih menghadapi dilema inflasi yang tinggi dan pasar tenaga kerja yang lemah. CPI diperkirakan tetap di 3.7% YoY, sehingga tekanan tetap ada bagi Bank of England (BoE). Meski BoE baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 bps, keputusan tersebut dianggap hawkish karena terdapat voting ketat dalam rapat sebelumnya. Pasar kini memperkirakan pemangkasan lanjutan baru akan terjadi paling cepat awal 2026, sehingga Pound cenderung mendapat dukungan jangka menengah. Dengan kombinasi sentimen global dan kebijakan moneter domestik, GBPUSD memiliki potensi untuk kembali naik jika data inflasi mendukung. Support terdekat berada di 1.3480, dan resistance terdekat berada di 1.3545.
NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5921 dan melemah -0.08%. Pelemahan Kiwi ini terjadi seiring rebound Dolar AS yang kembali mendapatkan dukungan dari data ekonomi yang solid, khususnya Retail Sales dan PPI yang lebih tinggi dari perkiraan. Sementara itu, ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga hanya sebesar 25 bps di bulan September membuat dolar tetap atraktif sebagai aset safe haven, sehingga menekan mata uang berisiko seperti NZD. Selain itu, pelemahan harga komoditas global juga memberi beban tambahan, mengingat perekonomian Selandia Baru sangat bergantung pada ekspor produk pertanian dan susu. Dari sisi domestik, tekanan terhadap Kiwi juga datang dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang diperkirakan akan memangkas suku bunga dari 3.25% menjadi 3.0%. Antisipasi terhadap pelonggaran kebijakan ini membuat investor enggan menambah posisi pada NZD, apalagi di tengah melemahnya permintaan global. Meskipun data Business NZ PSI menunjukkan sedikit perbaikan di sektor jasa, hal itu belum cukup menahan arus keluar modal dari Selandia Baru. Support terdekat berada di 0.5900, dan resistance berada di 0.5945.
USDJPY - Yen Jepang dibuka di 147.86, menguat 0.17%. Mata uang Yen didorong oleh kombinasi melemahnya permintaan safe-haven yen serta dukungan dari dolar AS yang tetap solid. Meskipun Bank of Japan (BoJ) masih membuka ruang normalisasi kebijakan lewat ekspektasi kenaikan suku bunga di akhir tahun, ketidakpastian mengenai waktu pelaksanaannya membuat investor memilih menahan posisi beli yen. Di sisi lain, kondisi risk-on global semakin menekan JPY setelah adanya sinyal diplomasi antara AS, Rusia, dan Ukraina yang sedikit meredakan kekhawatiran geopolitik. Faktor ini menambah tekanan jual pada yen, sementara USD tetap diuntungkan oleh ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terlalu agresif memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, rilis data AS yang beragam masih cukup mendukung daya tarik USD. Retail Sales tumbuh sesuai ekspektasi dan inflasi produsen (PPI) yang lebih tinggi menunjukkan tekanan harga masih ada, membuat pasar mengurangi taruhan terhadap pemangkasan suku bunga jumbo di September. Yield obligasi AS yang stabil di level tinggi semakin memperlebar selisih dengan obligasi Jepang, menambah alasan untuk tetap menjaga posisi bullish USDJPY. Dengan kondisi ini, USDJPY berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance 148,50–148,80, meskipun investor akan tetap menunggu petunjuk lebih jelas dari risalah FOMC dan pidato Powell di Jackson Hole akhir pekan ini. Support terdekat ada di 147.55, dan resistance di 148.15.
USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.8072 dan menguat 0.16%. Mata uang ini menguat setelah berhasil pulih dari tekanan sebelumnya, seiring dengan menguatnya dolar AS di tengah kombinasi faktor geopolitik dan fundamental. Kekhawatiran pasar bahwa pertemuan Trump–Zelenskyy tidak akan menghasilkan kesepakatan konkret justru memicu sentimen risk aversion ringan, yang membuat pelaku pasar kembali mencari pegangan pada USD. Selain itu, data Retail Sales dan PPI AS yang cukup solid memperkecil kemungkinan pemangkasan suku bunga besar di September, sehingga posisi USD relatif lebih kokoh. Investor pun menunggu sinyal lanjutan dari Powell di Jackson Hole yang berpotensi memberi arah jelas terkait kebijakan moneter. Sementara itu, dari sisi Swiss, data produksi industri kuartal II yang kontraksi 0,1% setelah sebelumnya tumbuh 8,9% memperlihatkan pelemahan momentum ekonomi. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa Swiss National Bank (SNB) bisa melonggarkan kebijakan lebih lanjut, bahkan tidak menutup kemungkinan kembali ke level suku bunga negatif untuk menjaga daya saing ekspor yang tertekan tarif AS. Divergensi sikap kebijakan ini memperbesar daya tarik USD dibandingkan CHF. Support terdekat berada di 0.8050, dan resistance berada di 0.8095.
USDCAD - Dolar Kanada dibuka di 1.3802, naik tipis sebesar 0.12%. Mata uang ini menguat setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya, ditopang rebound dolar AS serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Kanada. Indeks DXY pulih ke dekat 98,00 seiring berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif The Fed, dengan peluang rate cut September turun tipis ke sekitar 83–84%. Hal ini membuat USD tetap mendapatkan arus beli meski pasar global masih mencermati perkembangan geopolitik. Selain itu, prospek negosiasi damai Ukraina yang masih alot memicu sedikit sentimen risk-off, yang biasanya cenderung mendukung USD dibandingkan mata uang komoditas seperti CAD. Dari sisi domestik Kanada, inflasi Juli diperkirakan naik 0,4% MoM, tetapi laju tahunan berpotensi turun ke 1,7% dari 1,9%. Sementara itu, core CPI yang lebih lekat masih diproyeksikan stabil di 2,7% YoY, menandakan tekanan harga belum sepenuhnya hilang. Data ini berpotensi memberi sinyal campuran bagi Bank of Canada, sehingga bank sentral kemungkinan tetap berhati-hati dan data-dependent. Tekanan tambahan datang dari harga minyak yang masih rapuh, meskipun sempat rebound, karena CAD sangat sensitif terhadap pergerakan energi. Dengan USD yang solid dan CAD masih menghadapi faktor domestik yang penuh ketidakpastian. Support terdekat berada di 1.3775, dan resistance di 1.3825.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:45am | NZD | PPI Input q/q | 0.6% | 1.4% | 2.9% |
5:45am | NZD | PPI Output q/q | 0.6% | 1.0% | 2.1% |
6:48am | AUD | Westpac Consumer Sentiment | 5.7% | - | 0.6% |
3:00pm | EUR | Current Account | - | 33.4B | 32.3B |
7:30pm | CAD | CPI m/m | - | 0.3% | 0.1% |
7:30pm | CAD | Median CPI y/y | - | 3.1% | 3.1% |
7:30pm | CAD | Trimmed CPI y/y | - | 3.0% | 3.0% |
7:30pm | CAD | Common CPI y/y | - | 2.7% | 2.6% |
7:30pm | CAD | Core CPI m/m | - | - | 0.1% |
7:30pm | USD | Building Permits | - | 1.39M | 1.40M |
7:30pm | USD | Housing Starts | - | 1.29M | 1.32M |
9:00pm | USD | FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |
Tentative | NZD | GDT Price Index | - | - | 0.70% |