| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1519 | -0.23% |
GBPUSD | 1.3139 | -0.16% |
AUDUSD | 0.6540 | -0.17% |
NZDUSD | 0.5706 | -0.37% |
USDJPY | 154.16 | 0.21% |
USDCHF | 0.8069 | 0.36% |
USDCAD | 1.4055 | 0.11% |
COFU | 61.03 | -0.30% |
GOLDUD | 4005.11 | -0.66% |
USD/IDR | 16659 | 0.00% |
Fokus AUDUSD:
Selasa, 04 November 2025 – Nilai tukar AUDUSD melemah setelah Reserve Bank of Australia (RBA) resmi mempertahankan suku bunga acuan di level 3,6% pada pertemuan bulan November 2025, sejalan dengan ekspektasi pasar. Dalam pernyataan kebijakan moneter, RBA menegaskan bahwa inflasi diperkirakan tetap berada di atas kisaran target 2%–3% hingga pertengahan 2026, menandakan ruang pelonggaran kebijakan semakin terbatas. Inflasi inti (trimmed mean) kini diperkirakan mencapai 3,2% pada akhir tahun, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya di 2,6%, sementara inflasi utama dapat mencapai puncak 3,7% pada pertengahan 2026 sebelum menurun secara bertahap hingga 2,6% pada akhir 2027. Proyeksi tersebut memperkuat pandangan bahwa siklus pemangkasan suku bunga mungkin telah berakhir, dengan bank sentral menilai posisi kebijakan moneter saat ini sudah mendekati tingkat netral.
Dari sisi domestik, RBA menyoroti perekonomian Australia yang masih menunjukkan ketahanan, didukung oleh aktivitas sektor perumahan dan konsumsi rumah tangga yang solid. Data izin bangunan yang melonjak 12% secara bulanan mencerminkan peningkatan permintaan konstruksi, sementara pertumbuhan belanja rumah tangga diproyeksikan mencapai 2,1% tahun depan. Namun, indikator pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran, di mana iklan lowongan kerja ANZ turun selama empat bulan berturut-turut, meskipun tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di sekitar 4,4% dalam dua tahun ke depan. Kombinasi antara inflasi yang tinggi dan pasar tenaga kerja yang belum sepenuhnya longgar menegaskan bahwa RBA akan berhati-hati dalam mempertahankan suku bunga lebih lama sebelum mempertimbangkan pelonggaran lanjutan.
Secara global, tekanan terhadap dolar Australia diperparah oleh penguatan dolar AS yang terus berlanjut setelah keputusan The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin namun memberi sinyal jeda pada pemangkasan selanjutnya. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga tambahan pada Desember “belum menjadi kepastian,” sehingga probabilitas pemangkasan turun ke 68% dari 90% pada pekan sebelumnya. Di tengah ketidakpastian politik akibat potensi penutupan pemerintahan AS serta meningkatnya tensi perdagangan AS–China, investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS. Divergensi arah kebijakan moneter antara The Fed yang masih lebih hawkish dan RBA yang berhati-hati menahan suku bunga menjadi faktor fundamental utama yang menekan dolar Australia terhadap dolar AS pada awal pekan ini.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD melemah. Support terdekat berada di 0.6520, dan resistance di 0.6575. Support lanjutan di zona 0.6480 dan dilanjutkan ke zona 0.6440. Resistance lanjutan di zona 0.6610 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6650.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1538 dan melemah -0.15%. Euro masih tertekan terhadap dolar AS setelah data manufaktur zona euro hanya menunjukkan stabilisasi tanpa tanda pemulihan yang berarti. PMI manufaktur yang berada di ambang batas pertumbuhan menegaskan bahwa aktivitas industri di kawasan ini masih lemah, terutama di Jerman dan Prancis yang menjadi motor ekonomi Eropa. Sentimen pelaku pasar terhadap euro tetap rapuh karena kebijakan fiskal di beberapa negara anggota belum mampu mendorong permintaan domestik, sementara inflasi inti yang bertahan di atas target menghambat ruang pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Sentral Eropa. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ekonomi kawasan hanya akan tumbuh secara stagnan hingga awal tahun depan. Di sisi lain, dolar AS tetap mendapatkan dukungan kuat dari pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan belum ada urgensi untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pandangan tersebut memperkuat persepsi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap ketat lebih lama, terutama karena data inflasi dan tenaga kerja yang masih menunjukkan ketahanan. Investor menilai fundamental ekonomi AS lebih solid dibandingkan Eropa, sehingga arus modal global cenderung mengalir ke aset berdenominasi dolar. Perbedaan arah kebijakan moneter antara The Fed dan ECB ini memperlebar kesenjangan imbal hasil dan menjaga tekanan terhadap euro dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.1510, sementara resistance di 1.1565.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3141 dan turun -0.14%. Poundsterling bergerak terbatas menjelang keputusan kebijakan moneter Bank of England di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga mungkin akan dipangkas dalam beberapa bulan mendatang. Perlambatan inflasi dan sinyal pelemahan sektor tenaga kerja menimbulkan pandangan bahwa tekanan harga telah mulai mereda, namun masih berada di atas target bank sentral. Sejumlah analis memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga untuk sementara waktu, tetapi tekanan politik dan perlambatan ekonomi domestik dapat memaksa bank untuk bersikap lebih akomodatif. Ketidakpastian arah kebijakan ini menciptakan volatilitas di pasar dan membatasi potensi penguatan pound dalam waktu dekat. Dari sisi eksternal, kekuatan dolar AS tetap menjadi faktor utama yang menahan kenaikan poundsterling. Investor global masih menilai bahwa prospek ekonomi AS lebih tangguh dibanding Inggris yang sedang menghadapi stagnasi pertumbuhan dan beban fiskal tinggi. Ketergantungan Inggris terhadap impor energi serta pelemahan ekspor pasca-Brexit juga memperburuk defisit transaksi berjalan. Dengan latar belakang tersebut, poundsterling sulit memperoleh dorongan positif kecuali terjadi perubahan signifikan pada arah kebijakan BoE atau perbaikan nyata dalam indikator ekonomi domestik. Untuk saat ini, kombinasi ketidakpastian moneter dan daya tarik dolar yang kuat masih menjadi hambatan utama bagi mata uang Inggris. Support terdekat berada di 1.3110, dan resistance di 1.3165.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5724 dan turun -0.19%. Dolar Selandia Baru kembali melemah seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China yang merupakan mitra dagang utama negara tersebut. Data PMI manufaktur China yang turun di bawah ekspektasi menunjukkan pelemahan permintaan global, terutama pada sektor ekspor dan bahan baku. Kondisi ini menekan prospek pendapatan ekspor Selandia Baru, khususnya dari sektor susu dan komoditas pertanian. Sentimen pasar terhadap kiwi turut melemah karena investor menilai bahwa ruang bagi bank sentral Selandia Baru untuk mempertahankan suku bunga tinggi semakin sempit di tengah risiko perlambatan ekonomi domestik. Sementara itu, dolar AS mendapatkan dorongan tambahan dari sikap hati-hati The Fed yang menegaskan bahwa langkah pelonggaran berikutnya belum tentu terjadi dalam waktu dekat. Pasar merespons dengan menurunkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember, sehingga memperkuat daya tarik imbal hasil aset dolar. Kondisi likuiditas global yang ketat dan ketidakpastian terkait kebuntuan politik di AS belum cukup untuk melemahkan permintaan terhadap greenback. Dalam situasi seperti ini, kiwi tetap berada di bawah tekanan karena investor lebih memilih aset yang menawarkan stabilitas dan imbal hasil lebih tinggi, menjadikan prospek jangka pendek NZDUSD masih lemah secara fundamental. Support terdekat berada di 0.5700, dan resistance di 0.5750.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 153.94, menguat 0.20%. Dolar AS menguat terhadap Yen Jepang didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga acuannya pada Desember mendatang. Setelah pemangkasan sebesar 25 basis poin pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa langkah tersebut mungkin menjadi yang terakhir tahun ini sambil menekankan risiko pemangkasan lebih lanjut tanpa bukti yang kuat atas ketahanan ekonomi. Sikap hawkish ini menahan pelemahan dolar meskipun terjadi ketidakpastian akibat penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama enam minggu. Investor kini menilai peluang pemangkasan Desember turun menjadi sekitar 70 persen dari sebelumnya mendekati 94 persen, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap arah kebijakan moneter berikutnya. Dari sisi Jepang, pelemahan Yen diperburuk oleh keraguan pasar terhadap waktu pelaksanaan kenaikan suku bunga Bank of Japan. Meskipun Gubernur Kazuo Ueda menyebutkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember, pelaku pasar menilai langkah bank sentral masih sangat hati-hati. Kondisi ini membuat perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang tetap lebar, memberikan dorongan lanjutan bagi penguatan dolar. Selain itu, kebijakan fiskal ekspansif dari pemerintahan baru di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi menambah tekanan terhadap Yen karena ekspektasi bahwa stimulus akan menunda normalisasi kebijakan moneter. Support terdekat berada di 153.60, dan resistance di 154.20.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8040 dan naik 0.15%. Dolar AS terus mencatat penguatan terhadap Franc Swiss setelah data inflasi Swiss menunjukkan tekanan deflasi yang lebih dalam pada Oktober. Indeks harga konsumen turun 0,3 persen secara bulanan, lebih dalam dari perkiraan pasar yang memprediksi penurunan 0,1 persen. Secara tahunan, inflasi hanya meningkat 0,1 persen, jauh di bawah target Bank Nasional Swiss. Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa SNB mungkin akan mempertimbangkan kembali kebijakan suku bunga negatif jika momentum ekonomi terus melemah. Sementara itu, perbedaan arah kebijakan antara SNB dan The Fed menjadi faktor utama yang menopang penguatan dolar terhadap Franc. Di sisi AS, meskipun aktivitas manufaktur masih menunjukkan kontraksi, tekanan inflasi tetap ada sebagaimana tercermin dari kenaikan indeks harga yang dibayar dalam survei ISM. Hal ini memperkuat argumen bahwa The Fed belum memiliki cukup alasan untuk melanjutkan penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Sebaliknya, pasar menilai adanya peluang bahwa kebijakan moneter AS akan tetap lebih ketat dibandingkan negara lain di Eropa, termasuk Swiss. Dengan inflasi yang rendah dan potensi pelonggaran tambahan dari SNB, perbedaan kebijakan ini menjaga daya tarik dolar dan mendorong pasangan USDCHF bertahan di dekat level tertingginya dalam beberapa minggu terakhir. Support terdekat berada di 0.8020, dan resistance di 0.8065.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3991, menguat 0.23%. Dolar AS juga menguat terhadap Dolar Kanada setelah Bank of Canada memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin yang sejalan dengan langkah The Fed. Meskipun kedua bank sentral sama-sama melakukan pelonggaran, prospek ekonomi Kanada yang lebih lemah dan ketergantungan tinggi pada harga minyak mentah membatasi potensi penguatan Dolar Kanada. Aktivitas manufaktur Kanada menunjukkan pelemahan berlanjut dengan indeks PMI tetap di bawah ambang batas ekspansi, sementara prospek bisnis tertekan oleh dampak tarif perdagangan global. Gubernur BoC Tiff Macklem menegaskan perlunya dukungan stimulus karena pasar tenaga kerja masih menunjukkan kelonggaran, mencerminkan risiko perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Harga minyak mentah yang relatif rendah juga menambah tekanan pada Dolar Kanada mengingat besarnya kontribusi ekspor energi terhadap perekonomian negara tersebut. Meskipun harga West Texas Intermediate bertahan di sekitar 61 dolar per barel, kenaikan ini belum cukup untuk menahan pelemahan CAD. Sementara itu, prospek suku bunga AS yang lebih tinggi akibat pandangan hati-hati The Fed membuat investor lebih memilih aset berbasis dolar. Faktor-faktor ini memperkuat posisi USD di atas CAD, menjaga pasangan USDCAD di kisaran tinggi dan berpotensi melanjutkan penguatan jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3960, dan resistance di 1.4015
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | USD | FOMC Member Daly Speaks | - | - | - |
1:30am | CAD | BOC Gov Macklem Speaks | - | - | - |
2:00am | USD | FOMC Member Cook Speaks | - | - | - |
2:00am | USD | Loan Officer Survey | - | - | - |
7:30am | JPY | Final Manufacturing PMI | 48.2 | 48.3 | 48.3 |
10:30am | AUD | Cash Rate | - | 3.6% | 3.6% |
10:30am | AUD | RBA Monetary Policy Statement | - | - | - |
10:30am | AUD | RBA Rate Statement | - | - | - |
11:30am | AUD | RBA Press Conference | - | - | - |
2:40pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
2:45pm | EUR | French Gov Budget Balance | - | - | -157.5B |
3:00pm | EUR | Spanish Unemployment Change | - | 5.2K | -4.8K |
5:00pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
6:35pm | USD | FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |
8:00pm | GBP | MPC Member Breeden Speaks | - | - | - |
Tentative | USD | RCM/TIPP Economic Optimism | - | 48.1 | 48.3 |
Tentative | NZD | GDT Price Index | - | - | -1.40% |