Home
>
News
>
Publication
>
Aussie Menguat Imbas Data CPI Australia Panas, RBA Diperkirakan Tunda Pemangkasan Suku Bunga
Aussie Menguat Imbas Data CPI Australia Panas, RBA Diperkirakan Tunda Pemangkasan Suku Bunga
Wednesday, 29 October 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1650

0.09%

GBPUSD

1.3269

-0.10%

AUDUSD

0.6583

0.36%

NZDUSD

0.5775

0.24%

USDJPY

152.09

-0.37%

USDCHF

0.7928

-0.04%

USDCAD

1.3945

-0.09%

GOLDUD

3955.94

-0.96%

USD/IDR

16617

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. Inflasi Australia Naik Tajam
  2. kspektasi RBA Berubah

Rabu, 29 Oktober 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6583 dan naik 0.36%. Harga pasangan mata uang AUDUSD menguat signifikan setelah data inflasi Australia pada kuartal ketiga menunjukkan kenaikan tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Data dari Biro Statistik Australia melaporkan indeks harga konsumen (CPI) naik 1,3% secara kuartalan, melampaui ekspektasi 1,1%, sementara inflasi tahunan meningkat menjadi 3,2% dari 2,1% sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan biaya listrik dan tarif pemerintah daerah, disertai peningkatan biaya jasa dan akomodasi. Hasil ini menegaskan bahwa tekanan harga di sektor domestik masih tinggi, sehingga memudarkan harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Reserve Bank of Australia (RBA).

Pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan RBA bulan depan hanya sekitar 8%, turun tajam dari 40% sebelum rilis data. Gubernur RBA Michele Bullock sebelumnya menegaskan bahwa kenaikan inflasi inti di atas 0,9% sudah menjadi “deviasi material” dari proyeksi bank sentral, menandakan kebijakan moneter masih akan dipertahankan ketat lebih lama. Penguatan inflasi juga menutupi kekhawatiran pasar tenaga kerja yang sempat melemah, karena RBA lebih fokus pada stabilitas harga jangka menengah. Imbal hasil obligasi pemerintah Australia pun naik, mencerminkan ekspektasi bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan tertunda hingga pertengahan 2026.

Dari sisi global, dolar Australia turut didukung oleh pelemahan dolar AS menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), di mana pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin. Selain itu, optimisme terhadap potensi kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China juga mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk mata uang komoditas seperti AUD. Dengan kombinasi tekanan inflasi domestik yang masih tinggi dan ekspektasi kebijakan longgar dari The Fed, AUDUSD berpeluang mempertahankan tren penguatan dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekat di 0.6550, resistance di 0.6600. Support lanjutan di zona 0.6510 dan dilanjutkan ke zona 0.6485. Resistance lanjutan di zona 0.6625 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6660.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1650 dan menguat 0.09%. Euro mencatat penguatan moderat terhadap dolar AS pada Selasa, didukung oleh pelemahan Greenback setelah data Consumer Confidence Amerika Serikat menunjukkan penurunan untuk bulan kedua berturut-turut. Data dari Conference Board mengindikasikan bahwa optimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi menurun, sementara ekspektasi inflasi naik menjadi 5,9%, mencerminkan tekanan harga yang masih terasa akibat kebijakan tarif impor. Di tengah penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS, pasar memperkirakan The Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang. Namun, karena langkah tersebut sudah terdiskon penuh di pasar, perhatian investor kini beralih ke nada kebijakan dan proyeksi ekonomi dari Ketua The Fed, Jerome Powell. Jika pernyataannya bernuansa dovish, euro berpeluang mempertahankan momentumnya di kisaran atas 1.16-an. Dari kawasan Eropa, ekspektasi inflasi hasil survei ECB menunjukkan penurunan tipis menjadi 2,7% untuk jangka satu tahun, sementara ekspektasi tiga tahun tetap stabil di 2,5%. Hal ini memperkuat pandangan bahwa inflasi kawasan Euro mulai terkendali, sehingga European Central Bank diperkirakan akan menahan suku bunga di 2% pada pengumuman Kamis nanti. Meski demikian, ketidakstabilan politik di Prancis terkait perdebatan anggaran dan potensi kenaikan pajak bagi kelompok berpendapatan tinggi masih menjadi risiko bagi euro. Secara keseluruhan, EURUSD tetap berpotensi naik terbatas, dengan dukungan utama berasal dari pelemahan dolar akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS serta meningkatnya sentimen risiko global seiring perkembangan positif negosiasi dagang AS–Tiongkok. Support terdekat berada di 1.1620, sementara resistance di 1.1675.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3269, melemah 0.10%. Poundsterling sempat melemah terhadap dolar AS setelah peringatan dari Office for Budget Responsibility (OBR) mengenai potensi pelemahan produktivitas Inggris yang dapat menimbulkan defisit fiskal hingga £20 miliar. Kekhawatiran ini menambah tekanan terhadap posisi fiskal pemerintah jelang penyampaian Autumn Budget pada akhir November. Namun, pelemahan dolar akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed membantu menahan penurunan tajam pada GBPUSD. Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 basis poin akan terjadi minggu ini, sehingga melemahkan prospek imbal hasil dolar. Di sisi lain, data ekonomi Inggris menunjukkan perbaikan, dengan penjualan ritel dan indeks PMI yang lebih kuat dari perkiraan, memberi sinyal bahwa aktivitas ekonomi domestik masih bertahan. Hal ini memperkuat pandangan bahwa Bank of England kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 6 November mendatang. Dengan fundamental yang relatif berimbang, GBPUSD berpotensi bergerak dalam kisaran konsolidatif menjelang keputusan The Fed, dengan peluang rebound lebih lanjut jika sentimen risiko global terus membaik dan pasar menilai bahwa sikap The Fed lebih dovish dari ekspektasi. Support berada di 1.3240, resistance di 1.3300.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5775, menguat 0.24%. Dolar Selandia Baru melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS dan sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan, didorong oleh meredanya tensi perdagangan AS–Tiongkok dan meningkatnya sentimen risiko global. Kesepakatan awal antara kedua negara untuk menyusun kerangka perdagangan baru memberi sinyal positif bagi prospek ekspor negara-negara komoditas, termasuk Selandia Baru. Selain itu, ekspektasi kuat bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu mendatang turut menekan dolar AS, membuat NZDUSD bergerak stabil di zona 0.5780. Meski demikian, prospek jangka menengah untuk Kiwi masih dibatasi oleh sikap dovish Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang menegaskan kesiapan untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut demi menjaga inflasi tetap pada kisaran target 2%. Faktor ini bisa membatasi potensi kenaikan NZDUSD apabila tekanan inflasi domestik tetap lemah. Namun, selama The Fed menempuh pelonggaran moneter lebih agresif dibanding RBNZ dan risiko geopolitik global berkurang, arah jangka pendek NZDUSD cenderung tetap positif. Dengan kata lain, momentum penguatan Kiwi saat ini lebih dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS ketimbang faktor fundamental domestik. Support terdekat di 0.5750, resistance di 0.5795.

USDJPY – Yen dibuka di 152.09, menguat terhadap Dolar AS sebesar -0.37%. Pasangan USDJPY mengalami tekanan dan bergerak turun ke sekitar 152.15, mencerminkan penguatan Yen Jepang (JPY) terhadap Dolar AS (USD) di tengah meningkatnya optimisme atas hubungan ekonomi antara Tokyo dan Washington. Sentimen positif ini muncul setelah Jepang mengumumkan rencana investasi senilai USD 550 miliar di Amerika Serikat, terutama di sektor energi, infrastruktur, dan otomotif, disertai dengan penandatanganan kesepakatan pasokan mineral langka yang memperkuat kerja sama strategis kedua negara. Faktor geopolitik ini turut meningkatkan minat terhadap Yen sebagai aset safe haven, sementara komentar dari Menteri Ekonomi Jepang, Minoru Kiuchi, yang menegaskan pentingnya stabilitas nilai tukar menambah keyakinan bahwa otoritas Jepang akan tetap waspada terhadap volatilitas berlebihan. Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar kini menantikan keputusan Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di 0,50%, namun dengan kemungkinan memberikan sinyal awal menuju normalisasi kebijakan. Sebaliknya, Dolar AS berada di bawah tekanan karena ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober, serta meningkatnya risiko politik di Washington akibat penutupan sebagian pemerintahan AS dan ketegangan antara Presiden Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell. Kombinasi faktor domestik Jepang yang stabil dan ekspektasi dovish The Fed berpotensi menjaga momentum penguatan JPY terhadap USD dalam jangka pendek, meskipun volatilitas bisa meningkat menjelang konferensi pers Jerome Powell dan rapat kebijakan BoJ. Support di 151.80, resistance di 152.60.

USDCHF – Dolar AS terhadap Franc Swiss dibuka di 0.7928, turun tipis -0.04%. USDCHF juga melemah ke sekitar 0.7930, memperpanjang tren penurunan empat hari berturut-turut di tengah menguatnya Franc Swiss (CHF). Dukungan terhadap CHF muncul setelah risalah rapat Swiss National Bank (SNB) menunjukkan bahwa risiko deflasi telah mereda dan kecil kemungkinan bank sentral akan kembali ke kebijakan suku bunga negatif. Pandangan tersebut mengindikasikan arah kebijakan yang lebih hawkish dibandingkan periode sebelumnya, di saat The Fed justru menghadapi tekanan untuk menurunkan suku bunga guna menopang perlambatan ekonomi. Perbedaan arah kebijakan ini memperlemah daya tarik Dolar AS, terlebih dengan meningkatnya keyakinan pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga ke kisaran 3.75%-4.00%. Meski begitu, pelemahan USDCHF diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu tajam, mengingat sentimen risiko global menunjukkan perbaikan setelah adanya kabar kemajuan dalam negosiasi dagang antara AS dan China. Potensi tercapainya kesepakatan tarif pada pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping pekan ini dapat meredakan permintaan terhadap aset safe haven, sehingga membatasi apresiasi CHF. Namun, secara keseluruhan, arah kebijakan moneter yang lebih ketat dari SNB dibanding The Fed tetap menjadi faktor utama yang menopang kekuatan Franc dalam jangka menengah, sementara dolar AS berisiko tetap tertekan hingga muncul sinyal lebih pasti dari The Fed mengenai prospek kebijakan pada akhir tahun. Support di 0.7900, resistance di 0.7950.

USDCAD – Pasangan ini dibuka di 1.3945, melemah -0.09%. USDCAD melanjutkan tren pelemahannya hingga ke kisaran 1.3940, seiring dengan melemahnya Dolar AS (USD) dan penguatan moderat Dolar Kanada (CAD). Pelemahan USD didorong oleh turunnya indeks kepercayaan konsumen AS dari 95.6 menjadi 94.6, menandakan tekanan terhadap daya beli rumah tangga dan meningkatnya risiko perlambatan ekonomi. Laporan tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat FOMC mendatang. Sementara itu, prospek pertumbuhan ekonomi Kanada masih menghadapi tantangan, dengan kontraksi PDB sebesar 1.6% pada kuartal II 2025 dan tingkat pengangguran di level 7.1%, namun inflasi yang tetap terjaga di 2.4% memberi ruang bagi Bank of Canada (BoC) untuk menyeimbangkan kebijakan moneternya. Pasar kini fokus pada pengumuman suku bunga dari BoC dan The Fed yang dijadwalkan berdekatan. BoC diperkirakan menurunkan suku bunga ke 2.25%, namun pernyataan pasca-keputusan akan menjadi faktor kunci arah CAD selanjutnya. Meskipun harga minyak komoditas ekspor utama Kanada turun ke sekitar USD 61 per barel, CAD masih mampu mempertahankan kekuatannya karena pelaku pasar memperkirakan siklus pelonggaran BoC akan segera berakhir. Di sisi lain, tekanan terhadap Dolar AS kian besar karena ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan di Desember dan ketidakpastian politik di Washington. Dengan demikian, pasangan USDCAD berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas selama sentimen dovish terhadap The Fed tetap dominan dan data ekonomi Kanada tidak menunjukkan pelemahan lebih dalam. Support di 1.3920, resistance di 1.3970.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

7:30am

AUD

CPI q/q

1.3%

1.1%

0.7%

7:30am

AUD

CPI y/y

3.5%

3.1%

3.0%

7:30am

AUD

Trimmed Mean CPI q/q

1.0%

0.8%

0.6%

11:05am

NZD

RBNZ Gov Hawkesby Speaks

-

-

-

12:00pm

JPY

Consumer Confidence

-

35.5

35.3

3:00pm

EUR

Spanish Flash GDP q/q

-

0.6%

0.8%

4:00pm

CHF

UBS Economic Expectations

-

-

-46.4

4:30pm

GBP

M4 Money Supply m/m

-

0.1%

0.4%

4:30pm

GBP

Mortgage Approvals

-

64K

65K

4:30pm

GBP

Net Lending to Individuals m/m

-

5.6B

6.0B

Tentative

EUR

German 10-y Bond Auction

-

-

2.72|1.2

8:45pm

CAD

BOC Monetary Policy Report

-

-

-

8:45pm

CAD

BOC Rate Statement

-

-

-

8:45pm

CAD

Overnight Rate

-

2.3%

2.5%

9:00pm

USD

Pending Home Sales m/m

-

1.6%

4.0%

9:30pm

CAD

BOC Press Conference

-

 

 

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-0.9M

-1.0M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788