Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Tertekan di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah dan Penantian Data Ekonomi Penting
AUDUSD Tertekan di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah dan Penantian Data Ekonomi Penting
Tuesday, 02 June 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1630

0.01%

GBPUSD

1.3459

-0.05%

AUDUSD

0.7166

-0.14%

NZDUSD

0.5933

-0.19%

USDJPY

159.66

0.03%

USDCHF

0.7865

0.05%

USDCAD

1.3844

0.02%

GOLDUD

4483.38

-0.23%

USD/IDR

17,879

0.00%

Fokus:

  1. Penantian pasar terhadap rilis data PDB Australia kuartal I yang dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi ekonomi domestik.
  2. Pernyataan pejabat RBA yang menyoroti risiko inflasi yang masih bertahan dan berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter.

AUDUSD

Selasa, 02 Juni 2026 - Pasangan mata uang ini terkoreksi ke sekitar 0,7156 pada perdagangan sesi Asia hari Selasa. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih mencermati dinamika geopolitik global. Selain perkembangan situasi di Timur Tengah, investor juga menunggu sejumlah data ekonomi penting yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang dalam jangka pendek.

Dari Australia, perhatian pasar tertuju pada publikasi data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang akan dirilis pada Rabu. Di saat yang sama, pernyataan anggota Dewan Reserve Bank of Australia (RBA), Ian Harper, turut menjadi perhatian setelah ia menyoroti bahwa risiko inflasi masih belum sepenuhnya mereda. Menurutnya, sejumlah indikator menunjukkan ekspektasi kenaikan harga masih bertahan, sehingga memerlukan pengawasan yang cermat dari otoritas moneter.

Di pasar global, sentimen investor masih dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah. Iran dilaporkan menghentikan pembahasan diplomatik terkait aksi militer Israel di Lebanon, sementara Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan mengenai Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat. Namun, ketidakpastian yang masih tinggi berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai dan mengurangi minat terhadap mata uang yang sensitif terhadap risiko, termasuk dolar Australia.

Sementara itu, ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve juga menjadi faktor penting bagi pergerakan AUDUSD. Kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik mendorong pasar menilai peluang kebijakan moneter AS yang lebih ketat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Perhatian investor kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei yang akan dirilis Jumat, yang diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 85.000 pekerjaan baru dengan tingkat pengangguran tetap berada di level 4,3%. Support AUDUSD berada di area 0,7120, sementara resistance berada di area 0,7180.

EURUSD - Pasangan mata uang EURUSD bergerak menguat secara terbatas ke area 1,1631 pada awal sesi perdagangan Asia hari Selasa. Meski demikian, potensi kenaikan masih cenderung terbatas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Iran menghentikan komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat dan menutup penuh Selat Hormuz. Situasi ini berpotensi mendorong sentimen risk-off di pasar sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Pelaku pasar juga menantikan rilis data awal Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) Zona Euro yang berpotensi menjadi katalis pergerakan euro dalam jangka pendek.

Di sisi lain, euro memperoleh dukungan dari sikap hawkish Bank Sentral Eropa (ECB). Anggota Dewan Eksekutif ECB, Isabel Schnabel, menegaskan bahwa dampak inflasi akibat konflik Iran semakin meluas dan berisiko mendorong ekspektasi inflasi lebih tinggi. Namun, dukungan tersebut masih dibatasi oleh ketidakpastian geopolitik menyusul perbedaan sikap antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait operasi militer di Lebanon. Support EURUSD berada di area 1,1600, sementara resistance berada di area 1,1660.

GBPUSD - Pasangan mata uang GBPUSD menguat ke level 1,3452 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan poundsterling terhadap dolar AS masih ditopang oleh sentimen pasar yang relatif positif, meskipun ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut. Iran dilaporkan menghentikan perundingan terkait perkembangan konflik di Lebanon, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat. Namun, ketidakpastian yang masih tinggi dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Dari sisi fundamental, dolar AS mendapat dukungan setelah data ISM Manufacturing PMI AS naik menjadi 54,0 pada Mei dari 52,7 pada April, melampaui ekspektasi pasar sebesar 53,0. Sementara itu, dari Inggris, Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey menegaskan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga di tengah ketidakpastian global dan pertumbuhan ekonomi Inggris yang masih lemah. Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter BoE masih memberikan dukungan bagi poundsterling. Support GBPUSD berada di area 1,3420, sementara resistance berada di area 1,3480.

NZDUSD - Pasangan mata uang NZDUSD masih berada dalam tekanan dan mencatat pelemahan untuk hari kedua berturut-turut, meskipun penurunannya relatif terbatas. Pada perdagangan sesi Asia, pasangan ini bergerak di sekitar level 0,5922 dan terkoreksi sekitar 0,15% dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan tersebut terutama dipengaruhi oleh penguatan moderat dolar AS yang mendapat dukungan dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Dolar AS memperoleh sentimen positif seiring masih tingginya ketegangan di Timur Tengah. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan terkait Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata, dapat tercapai dalam waktu dekat, Iran justru mengancam menghentikan perundingan menyusul serangan terbaru AS dan operasi militer Israel di Lebanon. Situasi tersebut mempertahankan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS. Selain itu, kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi membuat pasar semakin memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve mempertahankan sikap hawkish, dengan peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun yang masih cukup besar.

Namun, tekanan terhadap dolar Selandia Baru cenderung tertahan oleh pandangan hawkish Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Bank sentral tersebut mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli mendatang dan memproyeksikan tingkat Official Cash Rate (OCR) dapat meningkat lebih lanjut hingga akhir tahun. Prospek kebijakan yang lebih ketat ini berpotensi menjaga daya tarik NZD dan membatasi ruang pelemahan pasangan NZDUSD. Support NZDUSD berada di area 0,5900, sementara resistance 0,5950.

USDJPY - Pasangan mata uang USDJPY bergerak stabil dengan kecenderungan menguat pada perdagangan sesi Asia hari Selasa dan diperdagangkan di sekitar level 159,71. Posisi ini masih berada dekat area tertinggi dalam lebih dari satu bulan yang dicapai pada perdagangan sebelumnya. Penguatan dolar AS terhadap yen didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap mata uang safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat. Meski demikian, laju kenaikan pasangan ini masih tertahan karena pelaku pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan yen yang terlalu dalam.

Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa upaya diplomatik masih berlangsung dan optimistis kesepakatan terkait perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz dapat tercapai dalam waktu dekat. Namun, Iran mengisyaratkan kemungkinan menghentikan proses negosiasi setelah meningkatnya aksi militer di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut menjaga tingginya premi risiko geopolitik, yang cenderung mendukung penguatan dolar AS dan menopang pergerakan USDJPY. Support USDJPY berada di area 159,20, sementara resistance berada di area 160,20.

USDCHF - Pasangan mata uang USD/CHF bergerak menguat ke level 0,7869 seiring menguatnya dolar AS di pasar global. Dukungan terhadap greenback datang dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar mencermati laporan yang menyebutkan Iran menghentikan perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat serta munculnya ancaman terhadap jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman, sehingga menopang penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk franc Swiss.

Selain faktor geopolitik, dolar AS juga mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global dinilai dapat memicu tekanan inflasi, sehingga pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut pada akhir tahun. Meski Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme mengenai peluang tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, ketidakpastian yang masih berlangsung menjaga sentimen positif terhadap dolar AS. Support USDCHF berada di area 0,7840, sementara resistance di area 0,7890.

USDCAD - Pasangan mata uang USDCAD melanjutkan tren penguatannya untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 1,3847 pada sesi Asia hari Selasa. Kenaikan pasangan ini didorong oleh melemahnya dolar Kanada yang masih tertekan oleh penurunan harga minyak mentah. Sebagai mata uang yang memiliki keterkaitan erat dengan komoditas energi, pergerakan CAD cenderung sensitif terhadap perubahan harga minyak, sehingga pelemahan komoditas tersebut turut mengurangi daya tarik dolar Kanada di pasar valuta asing.

Di sisi lain, dolar AS tetap memperoleh dukungan dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Laporan media Iran menyebutkan bahwa Teheran menghentikan perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat dan bersama sekutunya mempertimbangkan langkah untuk mengganggu jalur pelayaran strategis, termasuk Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan berpotensi mendorong tekanan inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Sentimen ini menjadi faktor pendukung bagi dolar AS dan menjaga USDCAD tetap berada di area penguatan. Support USDCAD berada  di area 1,3810, sementara resistance berada di area 1,3870.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50:00 AM

JPY

Monetary Base YoY

-12.20%

-11.50%

-11.30%

7:00:00 AM

AUD

RBA Harper Speech 

 

 

 

12:50:00 PM

US

Fed Kashkari Speech 

 

 

 

1:00:00 PM

CHF

Balance of Trade APR

 

CHF 2.3B

CHF2.7B

3:30:00 PM

GBP

BoE Consumer Credit APR

 

£1.8B

£1.895B

4:00:00 PM

EAU

Inflation Rate YoY Flash MAY

 

3.40%

3%

4:00:00 PM

EAU

Core Inflation Rate YoY Flash MAY

 

2.40%

2.20%

4:00:00 PM

EAU

Inflation Rate MoM Flash MAY

 

0.20%

1%

4:00:00 PM

EAU

CPI Flash MAY

 

103.2

103.04

7:30:00 PM

US

Fed Hammack Speech 

 

 

 

7:55:00 PM

US

Redbook YoY MAY/30

 

 

9%

8:35:00 PM

EAU

ECB Vujčić Speech 

 

 

 

10:00:00 PM

GBP

BoE Greene Speech 

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788