| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1395 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3414 | -0.15% |
AUDUSD | 0.6391 | -0.20% |
NZDUSD | 0.5938 | -0.24% |
USDJPY | 142.14 | 0.25% |
USDCHF | 0.8227 | 0.18% |
USDCAD | 1.3823 | 0.12% |
GOLDUD | 3317.8 | -0.28% |
USD/IDR | 16754 | 0.17% |
Fokus AUDUSD:
Rabu, 30 April 2025 - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6386. Dolar Australia (AUD) tertekan terhadap Dolar AS (USD), setelah sempat mencatat penguatan pada sesi sebelumnya. Data inflasi kuartal pertama dari Australia memberikan sedikit dukungan, dengan CPI naik 0,9% kuartalan dan 2,4% tahunan, melampaui ekspektasi pasar. Namun, data tersebut tidak cukup kuat untuk menghapus ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Mei, mengingat tekanan eksternal dari ketegangan dagang global dan perlambatan ekonomi China. Inflasi inti yang stabil di 2,9% juga memberi ruang bagi RBA untuk bersikap lebih longgar. Di saat yang sama, AUD tetap sensitif terhadap ketidakpastian arah kebijakan dagang AS, yang masih berubah-ubah di bawah pemerintahan Trump.
Di China, aktivitas manufaktur kembali melemah pada April dengan PMI resmi turun ke 49, mengindikasikan kontraksi, sementara sektor non-manufaktur juga melambat ke 50,4. Penurunan kinerja ekonomi mitra dagang utama Australia ini menambah tekanan terhadap Aussie, mengingat ketergantungan tinggi Australia pada ekspor ke China. Meskipun indeks Caixin versi swasta sedikit lebih baik dari perkiraan, investor tetap mencermati dampaknya terhadap permintaan komoditas dan barang ekspor Australia. Ketidakpastian seputar negosiasi dagang AS-China juga menahan minat risiko pasar terhadap AUD, meskipun Presiden Trump mengklaim adanya komunikasi dengan Presiden Xi Jinping, pernyataan ini dibantah langsung oleh perwakilan pemerintah China.
Sementara itu, USD menguat secara moderat di tengah pelemahan data ekonomi AS, termasuk turunnya lowongan kerja JOLTS ke 7,19 juta dan penurunan tajam dalam indeks kepercayaan konsumen ke 86,0 level terendah sejak 2020. Meskipun data ini memperbesar kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, harapan terhadap pelonggaran tarif otomotif serta ekspektasi perbaikan hubungan dagang AS-China membantu menopang sentimen terhadap Dolar. Namun, perbedaan kebijakan antara Fed yang cenderung dovish dan RBA yang menghadapi tekanan pelonggaran lebih cepat menjadikan AUDUSD berada dalam posisi rentan. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi AS (PCE) dan Nonfarm Payrolls akhir pekan ini, yang berpotensi menjadi penentu arah jangka pendek pasangan mata uang tersebut.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD menguat. Support terdekatnya di zona 0.6362 dan resistance terdekatnya di zona 0.6407. Support lanjutan di zona 0.6336 dan dilanjutkan ke zona 0.6301. Resistance lanjutan di zona 0.6440 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6730.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1383. Performa pasangan mata uang EURUSD mengalami pelemahan, meski sebelumnya sempat menguat. Kinerja Euro tertekan oleh ekspektasi pasar terhadap perlambatan ekonomi kawasan, ditambah komentar dovish dari sejumlah pejabat ECB yang mengisyaratkan potensi pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS yang lemah, seperti penurunan lowongan kerja JOLTS ke level terendah sejak September 2024 dan merosotnya indeks keyakinan konsumen, memicu kenaikan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertengahan tahun. Hal ini sempat melemahkan Dolar AS, namun tekanan terhadap Euro lebih dominan seiring investor menanti data inflasi dan PDB dari kawasan Euro. Fokus kini tertuju pada rilis data CPI Jerman dan estimasi awal PDB kuartal I untuk zona Euro yang dijadwalkan hari ini. Data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan ECB ke depan, terutama jika inflasi kembali melambat ke target 2% atau bahkan lebih rendah. Sementara itu, nada hawkish dari Federal Reserve masih tertahan karena bank sentral AS tengah memasuki masa blackout menjelang pertemuan FOMC 7 Mei. Di tengah ketidakpastian global dan minimnya arah pasti dari perundingan dagang AS dan China, pasar cenderung melakukan reposisi, yang berdampak pada fluktuasi EURUSD dalam kisaran terbatas namun cenderung menurun. Support terdekatnya di zona 1.1361 dan resistance terdekatnya di zona 1.1405.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3403. Pasangan mata uang Poundsterling bergerak turun, meskipun sempat mencatat kenaikan ringan ke area 1.3405. Dolar AS tergelincir akibat rilis data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, termasuk penurunan lowongan pekerjaan JOLTS ke level terendah sejak September 2024 serta turunnya indeks keyakinan konsumen AS ke 86.0, level terendah sejak April 2020. Data ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan segera memangkas suku bunga, sehingga membebani kinerja Greenback. Namun demikian, pelemahan Dolar ini tidak cukup kuat untuk mendorong Sterling naik secara signifikan, karena pasar juga mengantisipasi potensi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE). Pound Sterling tetap berada di bawah tekanan karena pasar menilai probabilitas pemangkasan suku bunga BoE pada pertemuan 8 Mei mendatang mencapai 96%, dengan ekspektasi penurunan sebesar 25 basis poin ke 4.25%. Pernyataan dari pejabat BoE, Megan Greene, yang menyebut bahwa tarif Presiden Trump justru bisa menurunkan inflasi di Inggris, semakin menguatkan ekspektasi pelonggaran moneter. Di sisi lain, data penjualan ritel Inggris yang positif belum cukup menopang GBP karena kekhawatiran terhadap dampak tarif dan ketidakpastian kebijakan fiskal masih membayangi prospek ekonomi domestik. Kombinasi dari tekanan eksternal dan ekspektasi pelonggaran suku bunga membuat GBPUSD rentan terhadap pelemahan lanjutan dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 1.3374 dan resistance terdekatnya di zona 1.3432.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5930. Pelemahan yang terjadi pada kinerja mata uang Kiwi terjadi pasca rilis data ekonomi Tiongkok yang mengecewakan. Indeks PMI manufaktur resmi China turun ke 49 pada April, mengindikasikan kontraksi, sementara sektor non-manufaktur juga melambat ke 50.4. Meskipun PMI Caixin mencatat angka yang sedikit lebih baik dari perkiraan, sinyal campuran dari perekonomian China dan ketidakpastian arah pembicaraan dagang dengan AS gagal memberi dukungan bagi Dolar New Zealand, yang sangat bergantung pada hubungan perdagangan dengan China. Tekanan tambahan datang dari penguatan moderat Dolar AS, yang membuat investor enggan mengambil posisi beli agresif pada NZDUSD menjelang rilis data ekonomi utama AS dalam beberapa hari ke depan. Dari sisi domestik, Dolar New Zealand juga dibebani oleh memburuknya prospek ekonomi lokal. Data pasar tenaga kerja yang lemah memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan bulan Mei, dengan probabilitas pasar mencapai 90%. Selain itu, Menteri Keuangan Nicola Willis mengumumkan pemangkasan belanja dasar dalam anggaran 2025 akibat kondisi ekonomi yang terus melemah. Dengan latar belakang ini, prospek jangka pendek NZD/USD tetap rentan, terutama jika data ekonomi AS seperti laporan ketenagakerjaan dan inflasi PCE pekan ini memperkuat posisi Dolar AS. Support terdekatnya di area 0.5903 dan resistance terdekatnya di zona 0.5977.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 142.33. Kenaikan pada kinerja mata uang ini di dukung oleh Dolar AS yang mulai pulih dari tekanan pasca data ekonomi AS yang lemah. Kenaikan ini didorong oleh sentimen risiko global yang membaik setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah untuk mengurangi dampak tarif baru pada industri otomotif, serta sinyal dari Gedung Putih mengenai kemajuan dalam kesepakatan perdagangan dengan mitra-mitra utama. Di sisi lain, Yen Jepang tertahan oleh data domestik yang mengecewakan; produksi industri Jepang turun 1,1% pada Maret, sementara penjualan ritel juga melambat ke 3,1% YoY. Ini memperlemah daya tarik aset safe haven seperti Yen menjelang pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) yang dimulai hari ini. Meskipun BoJ diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga dalam keputusan besok, investor tetap fokus pada proyeksi ekonomi dan panduan kebijakan ke depan, terutama di tengah tekanan inflasi yang terus meluas dan kenaikan upah dari sektor swasta Jepang. Perbedaan ekspektasi kebijakan antara BoJ dan Federal Reserve yang kini berpeluang memangkas suku bunga hingga 100 bps pada akhir tahun mendorong permintaan terhadap USD. Namun demikian, sejumlah rilis data penting dari AS pekan ini, termasuk PDB Q1, indeks harga PCE, dan Nonfarm Payrolls, akan sangat menentukan arah USDJPY ke depan dan dapat menjadi katalis utama bagi volatilitas jangka pendek. Support terdekatnya di area 141.57 dan resistance terdekatnya di zona 143.08
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.3825. Pasangan USDCAD menguat tipis ditopang oleh penguatan Dolar AS seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan dagang antara AS dan China setelah Beijing membebaskan tarif 125% atas impor etana dari AS. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif menuju normalisasi hubungan dagang, meskipun pernyataan Menkeu AS Scott Bessent bahwa inisiatif pembicaraan harus datang dari China tetap menyisakan ketidakpastian. Sementara itu, Dolar Kanada sempat mendapatkan dukungan dari kabar bahwa AS berencana meringankan tarif untuk beberapa komponen otomotif, yang menguntungkan ekspor Kanada. Namun, sentimen terhadap CAD dibatasi oleh ekspektasi stagnasi pada data PDB Kanada bulan Februari yang akan dirilis Rabu ini, serta ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS yang masih membayangi pasar. Support terdekatnya di zona 1.3792 dan resistance terdekatnya di zona 1.3872.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8230. Penguatan pada kinerja mata uang Swiss sejalan dengan penguatan yang terjadi pada Dolar AS pasca Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick mengungkapkan rencana Gedung Putih untuk meringankan tarif bagi produsen mobil AS, yang turut mendorong perbaikan moderat pada sentimen risiko global. Meskipun data tenaga kerja dan kepercayaan konsumen AS menunjukkan pelemahan dengan lowongan kerja (JOLTS) merosot ke 7,192 juta dan Indeks Keyakinan Konsumen anjlok ke 86,0 pasar tetap mempertahankan permintaan terhadap USD, mengantisipasi arah kebijakan The Fed yang lebih hati-hati serta potensi pelonggaran tarif. Sementara itu, ketidakpastian seputar negosiasi dagang AS-China dan pesan yang saling bertentangan dari kedua pihak tetap membatasi laju penguatan Dolar, menjadikan Swiss Franc sebagai alternatif defensif yang masih diminati di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang. Support terdekatnya di area 0.8185 dan resistance terdekatnya di zona 0.8278.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
5:00am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
6:50am | JPY | Prelim Industrial Production m/m | -1.1% | -0.5% | 2.3% |
6:50am | JPY | Retail Sales y/y | 3.1% | 3.6% | 1.3% |
8:00am | NZD | ANZ Business Confidence | 49.3 | - | 57.5 |
8:30am | AUD | CPI q/q | - | 0.8% | 0.2% |
8:30am | AUD | CPI y/y | - | 2.3% | 2.4% |
8:30am | AUD | Trimmed Mean CPI q/q | - | 0.6% | 0.5% |
8:30am | AUD | Private Sector Credit m/m | - | 0.5% | 0.5% |
8:30am | CNY | Manufacturing PMI | - | 49.7 | 50.5 |
8:30am | CNY | Non-Manufacturing PMI | - | 50.6 | 50.8 |
8:45am | CNY | Caixin Manufacturing PMI | - | 49.7 | 51.2 |
12:00pm | JPY | Housing Starts y/y | - | 0.9% | 2.4% |
12:30pm | EUR | French Consumer Spending m/m | - | 0.0% | -0.1% |
12:30pm | EUR | French Flash GDP q/q | - | 0.1% | -0.1% |
1:00pm | EUR | German Import Prices m/m | - | -0.7% | 0.3% |
1:00pm | EUR | German Retail Sales m/m | - | -0.4% | 0.8% |
1:00pm | GBP | Nationwide HPI m/m | - | -0.1% | 0.0% |
All Day | EUR | German Prelim CPI m/m | - | 0.3% | 0.3% |
1:45pm | EUR | French Prelim CPI m/m | - | 0.4% | 0.2% |
2:00pm | CHF | KOF Economic Barometer | - | 101.80 | 103.90 |
2:55pm | EUR | German Unemployment Change | - | 16K | 26K |
3:00pm | CHF | UBS Economic Expectations | - | - | -10.7 |
3:00pm | EUR | Italian Prelim GDP q/q | - | 0.2% | 0.1% |
3:00pm | EUR | German Prelim GDP q/q | - | 0.2% | -0.2% |
4:00pm | EUR | Italian Prelim CPI m/m | - | 0.2% | 0.3% |
4:00pm | EUR | Prelim Flash GDP q/q | - | 0.2% | 0.2% |
Tentative | GBP | MPC Member Lombardelli Speaks | - | - |
|
7:15pm | USD | ADP Non-Farm Employment Change | - | 114K | 155K |
7:30pm | CAD | GDP m/m | - | 0.0% | 0.4% |
7:30pm | USD | Advance GDP q/q | - | 0.2% | 2.4% |
7:30pm | USD | Employment Cost Index q/q | - | 0.9% | 0.9% |
7:30pm | USD | Advance GDP Price Index q/q | - | 3.1% | 2.3% |
8:45pm | USD | Chicago PMI | - | 45.9 | 47.6 |
9:00pm | USD | Core PCE Price Index m/m | - | 0.1% | 0.4% |
9:00pm | USD | Pending Home Sales m/m | - | 0.9% | 2.0% |
9:00pm | USD | Personal Income m/m | - | 0.4% | 0.8% |
9:00pm | USD | Personal Spending m/m | - | 0.6% | 0.4% |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -0.6M | 0.2M |