Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Terbebani Sentimen Global, Fokus Pasar Beralih ke The Fed dan Rilis Data Ketenagakerjaan Australia
AUDUSD Terbebani Sentimen Global, Fokus Pasar Beralih ke The Fed dan Rilis Data Ketenagakerjaan Australia
Wednesday, 18 June 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1501

-0.23%

GBPUSD

1.3439

-0.19%

AUDUSD

0.6493

-0.39%

NZDUSD

0.6029

-0.36%

USDJPY

145.14

0.20%

USDCHF

0.8141

0.38%

USDCAD

1.3661

0.21%

GOLDUD

3396.0

-0.60%

USD/IDR

16276

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. Sentimen geopolitik tekan pasar global
  2. Data ketenagakerjaan Australia menjadi fokus pasar

Rabu, 18 Juni 2026 - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6493. Pasangan AUDUSD tertekan kembali di bawah level 0.6493 setelah sempat mengalami pemulihan tipis dari penurunan lebih dari 0,5% di sesi sebelumnya. Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah, di mana Israel dan Iran terus saling melancarkan serangan, membebani sentimen risiko pasar dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS. Meski dilaporkan bahwa Iran telah meminta negara-negara seperti Oman, Qatar, dan Arab Saudi untuk mendesak Presiden AS Donald Trump mengupayakan gencatan senjata, pernyataan Trump yang menyerukan “penyerahan tanpa syarat” dari Iran memperparah kekhawatiran bahwa konflik dapat meningkat dan menyeret AS secara langsung.

Di sisi makroekonomi, data penjualan ritel AS bulan Mei turun tajam sebesar 0,9% secara bulanan kontraksi terbesar dalam empat bulan namun kelompok kontrol penjualan ritel justru naik 0,4%, mencerminkan ketahanan konsumsi inti. Meskipun data ini menambah spekulasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed mulai September, permintaan terhadap Dolar tetap tinggi karena kekhawatiran geopolitik. Pasar kini menanti keputusan kebijakan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Rabu malam, di mana suku bunga diperkirakan tetap bertahan, tetapi proyeksi ekonomi dan komentar Ketua Jerome Powell akan menjadi kunci arah Dolar ke depan.

Sementara itu, dari Australia, perhatian tertuju pada rilis data ketenagakerjaan yang akan dirilis Kamis, yang diperkirakan akan memberi petunjuk arah kebijakan moneter RBA berikutnya. Spekulasi bahwa RBA mungkin mempertimbangkan pelonggaran tambahan telah menekan AUD dalam beberapa pekan terakhir, terutama jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Selain itu, rencana pemerintah Australia untuk memperkuat transparansi kebijakan moneter termasuk kemungkinan pengungkapan hasil voting Dewan RBA mencerminkan upaya meredam ketidakpastian kebijakan domestik. Namun untuk saat ini, AUDUSD tetap rentan terhadap dinamika risiko global dan prospek suku bunga global.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD turun. Support terdekatnya di zona 0.6470 dan resistance terdekatnya di zona 0.6520. Support lanjutan di zona 0.6450 dan dilanjutkan ke zona 0.6410. Resistance lanjutan di zona 0.6560 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6610.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1501. Pasangan mata uang EURUSD melemah setelah gagal mempertahankan level psikologis 1.1600 pada sesi sebelumnya. Meskipun data Penjualan Ritel AS untuk Mei menunjukkan penurunan tajam sebesar 0,9% secara bulanan terburuk dalam empat bulan terakhir Indeks Dolar AS (DXY) justru menguat tipis ke atas 98.00 karena meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Iran. Investor menilai bahwa walaupun data ekonomi AS campuran, ketidakpastian geopolitik mendorong arus modal ke Dolar AS. Sementara itu, sentimen positif dari zona euro seperti data Survei ZEW Jerman dan kawasan Euro yang melampaui ekspektasi gagal mengangkat nilai tukar Euro di tengah tekanan eksternal. Di sisi lain, perhatian pasar tertuju pada keputusan kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan pada hari Rabu, termasuk proyeksi suku bunga dan pernyataan Ketua Jerome Powell. Dari kawasan Eropa, para pelaku pasar akan memantau data inflasi HICP dan komentar lanjutan dari pejabat ECB seperti Knot, Nagel, dan Villeroy. Meskipun komentar pejabat ECB mengindikasikan pendekatan wait-and-see, kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah bisa menjadi faktor yang mengubah arah kebijakan ke depan. Dengan latar belakang ketegangan geopolitik yang belum mereda dan outlook kebijakan moneter global yang penuh ketidakpastian, pasangan EURUSD berisiko tetap dalam tekanan dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 1.1450 dan resistance terdekatnya di zona 1.1550.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3439. Pasangan GBPUSD tertekan di bawah level psikologis untuk pertama kalinya dalam sepekan, anjlok lebih dari 0,39% di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen pasar memburuk setelah laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan opsi untuk bergabung dalam aksi militer Israel terhadap Iran. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyarankan warga Teheran untuk segera meninggalkan kota tersebut turut memicu permintaan terhadap aset safe haven, termasuk Dolar AS yang tercermin dari penguatan Indeks Dolar (DXY) ke level 98.43, naik 0,31% secara harian. Di sisi makroekonomi, data Amerika Serikat menunjukkan pelemahan pada sektor konsumsi dan industri. Penjualan Ritel AS turun 0,9% MoM di bulan Mei, lebih buruk dari ekspektasi -0,7%, terutama akibat penurunan penjualan kendaraan bermotor. Produksi Industri juga melorot -0,2% MoM, menandai kontraksi kedua dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, dari Inggris belum ada rilis data signifikan, namun investor menanti keputusan suku bunga dari Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (Fed) minggu ini. Meskipun kedua bank sentral diperkirakan menahan suku bunga, perbedaan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish dari BoE memberi keuntungan relatif bagi Dolar AS dan menjadi tekanan tambahan bagi GBPUSD. Support terdekatnya di area 1.3390 dan resistance terdekatnya di zona 1.3470.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.6029. Turunnya kinerja mata uang Kiwi akibat kehilangan momentumnya di tengah meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan "penyerahan tanpa syarat" dari Iran dan memicu kekhawatiran bahwa AS dapat turut serta dalam konflik bersenjata di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang terus meningkat ini membuat investor lebih memilih aset aman, yang secara alami mengangkat indeks Dolar AS kembali ke atas level 98,35 meskipun data ekonomi AS seperti Retail Sales dan Industrial Production menunjukkan pelemahan yang nyata. Dari sisi domestik, Dolar Selandia Baru sempat menguat didukung oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan menahan suku bunga di level 3,25% pada pertemuan Juli mendatang, setelah inflasi menunjukkan tanda-tanda menguat. Meski begitu, dukungan terhadap NZD tetap terbatas, mengingat pasar global masih dalam mode wait-and-see menjelang keputusan suku bunga The Fed pada Rabu malam. Meskipun The Fed diperkirakan tidak mengubah kebijakan suku bunganya kali ini, proyeksi dot plot dan komentar dari Ketua Jerome Powell akan menjadi penentu arah pergerakan Dolar AS ke depan, termasuk dampaknya terhadap pasangan NZDUSD. Support terdekatnya di area 0.5990 dan resistance terdekatnya di zona 0.6050.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen naik ke zona 145.14. Naiknya kinerja mata uang USDJPY memperpanjang tren penguatan selama empat hari berturut-turut. Yen Jepang (JPY) mengalami tekanan setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 0,5% dan menyampaikan pandangan berhati-hati terhadap pengetatan kebijakan selanjutnya. BoJ juga mengumumkan akan memperlambat laju pengurangan pembelian obligasi mulai April 2026 sebagai bagian dari normalisasi kebijakan moneter yang bertahap. Sikap dovish ini mendorong pelaku pasar untuk memundurkan ekspektasi kenaikan suku bunga selanjutnya hingga kuartal I 2026, sehingga mengurangi daya tarik Yen sebagai aset investasi. Dari sisi ekonomi, pesimisme meningkat setelah data pesanan mesin inti Jepang (Machinery Orders) untuk April anjlok 9,1%, pembalikan tajam dari kenaikan 13% pada Maret dan menjadi penurunan terburuk sejak April 2020. Survei Reuters Tankan juga menunjukkan melemahnya sentimen pelaku usaha manufaktur Jepang di bulan Juni. Sementara itu, Dolar AS tetap stabil didukung aliran safe haven akibat ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel serta kekhawatiran akan keterlibatan militer Amerika Serikat. Walaupun data ekonomi AS seperti penjualan ritel dan produksi industri menunjukkan perlambatan, pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga dari The Fed pada Rabu malam. Fokus akan tertuju pada proyeksi ekonomi (dot plot) dan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell untuk mendapatkan sinyal arah kebijakan moneter selanjutnya, yang akan menjadi katalis penting bagi pergerakan USDJPY dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 149.80 dan resistance terdekatnya di zona 145.40.

USDCAD - Mata uang Loonie naik ke zona 1.3661. Pasangan USDCAD menguat didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS (USD) seiring eskalasi ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran yang memicu arus safe-haven. Meski data ekonomi AS seperti penjualan ritel untuk Mei turun 0,9% dan meleset dari ekspektasi, ketegangan di Timur Tengah termasuk rencana AS untuk memperluas peran dalam konflik dan pernyataan Presiden Trump soal perlunya menghentikan jalur nuklir Iran telah mendorong kekhawatiran pasar terhadap dampak global, sehingga meningkatkan daya tarik Greenback. Sementara itu, harga minyak mentah yang terus naik turut menahan pelemahan Dolar Kanada (CAD), mengingat posisi Kanada sebagai eksportir utama minyak ke AS. Namun, kekuatan USD saat ini masih lebih dominan, terutama menjelang keputusan kebijakan suku bunga The Fed yang akan diumumkan Rabu malam waktu AS. Support terdekatnya di zona 1.3610 dan resistance terdekatnya di zona 1.3710.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8141. Penguatan mata uang Swiss ditopang oleh ekspektasi pasar terhadap potensi pelonggaran kebijakan Federal Reserve (Fed) yang akan diumumkan Rabu malam, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih mendukung permintaan aset safe haven seperti Swiss Franc (CHF). Konflik Israel-Iran memasuki hari kelima, dengan Presiden AS Donald Trump menyerukan evakuasi Teheran dan mengisyaratkan bahwa tekanan terhadap Iran akan berlanjut. Di sisi lain, data inflasi Swiss terbaru menunjukkan tekanan deflasi yang berkelanjutan, dengan indeks harga produsen dan impor turun 0,5% di Mei, memperkuat ekspektasi bahwa Swiss National Bank (SNB) akan tetap berhati-hati terhadap pengetatan lebih lanjut. Meski CHF sempat mendapat dukungan dari ketegangan global, kekuatan Dolar AS berpotensi kembali mendominasi jika ketegangan mereda atau jika Fed mengisyaratkan sikap netral-dovish tanpa komitmen penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.8100 dan resistance terdekatnya di zona 0.8170.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

CAD

BOC Summary of Deliberations

-

-

-

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

4:00am

NZD

Westpac Consumer Sentiment

91.2

-

89.2

5:45am

NZD

Current Account

-2.32B

-2.19B

-6.80B

6:50am

JPY

Core Machinery Orders m/m

-9.1%

-9.3%

13.0%

6:50am

JPY

Trade Balance

-0.31T

-0.37T

-0.35T

7:30am

AUD

MI Leading Index m/m

-0.1%

-

0.0%

1:00pm

GBP

CPI y/y

-

3.3%

3.5%

1:00pm

GBP

Core CPI y/y

-

3.5%

3.8%

1:00pm

GBP

RPI y/y

-

4.2%

4.5%

18th-20th

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-10.9%

3:00pm

EUR

Current Account

-

40.4B

50.9B

3:30pm

GBP

HPI y/y

-

5.6%

6.4%

4:00pm

EUR

Final Core CPI y/y

-

2.3%

2.3%

4:00pm

EUR

Final CPI y/y

-

1.9%

1.9%

Tentative

EUR

German 30-y Bond Auction

-

-

3.12|2.3

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

246K

248K

7:30pm

USD

Building Permits

-

1.42M

1.41M

7:30pm

USD

Housing Starts

-

1.35M

1.36M

9:30pm

AUD

CB Leading Index m/m

-

 

-0.4%

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-2.3M

-3.6M

10:15pm

CAD

BOC Gov Macklem Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

Natural Gas Storage

-

96B

109B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788