Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Menguat Tipis, Inflasi Australia Dorong Ekspektasi Pengetatan
AUDUSD Menguat Tipis, Inflasi Australia Dorong Ekspektasi Pengetatan
Thursday, 30 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1678

-0.03%

GBPUSD

1.3477

0.02%

AUDUSD

0.7113

0.10%

NZDUSD

0.5825

0.07%

USDJPY

160.41

-0.07%

USDCHF

0.7913

-0.05%

USDCAD

1.3689

-0.09%

GOLDUD

4540.13

0.86%

USD/IDR

17,261

0.54%

Fokus:

  1. Inflasi Australia – Kenaikan ke 4,6% memperkuat ekspektasi pengetatan oleh Reserve Bank of Australia dan menopang AUD.
  2. Faktor global – Kebijakan Federal Reserve dan data PMI China menjadi penentu arah lanjutan AUDUSD.


AUDUSD

kamis, 30 April 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,7120 pada sesi Asia Kamis, didorong oleh rilis data inflasi Australia yang lebih tinggi. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap tekanan harga yang masih cukup kuat, sehingga memberikan dukungan bagi dolar Australia meskipun pergerakannya tetap terbatas.

Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Australia meningkat menjadi 4,6% pada Maret, lebih tinggi dari periode sebelumnya meskipun sedikit di bawah ekspektasi pasar. Angka ini masih berada di atas target Reserve Bank of Australia, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral berpotensi melanjutkan pengetatan kebijakan. Selain itu, inflasi bulanan yang kembali naik juga mempertegas tekanan harga domestik.

Dari sisi eksternal, perhatian pasar juga tertuju pada rilis data PMI China yang dapat memberikan arah tambahan bagi AUD, mengingat hubungan erat ekonomi Australia dengan China. Di sisi lain, keputusan Federal Reserve yang menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% menunjukkan sikap wait and see, meskipun tekanan inflasi global akibat kenaikan harga energi masih menjadi perhatian utama.

Ke depan, arah AUDUSD akan dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi global dan kebijakan moneter. Selama inflasi Australia tetap tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga bertahan, AUD berpeluang mendapat dukungan. Namun, ketidakpastian global dan arah kebijakan The Fed tetap menjadi faktor pembatas pergerakan pasangan ini. Support berada di area 0.7090, sementara resistance di area 0.7150.

EURUSD - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 1,1674 pada sesi Eropa Kamis, seiring penguatan dolar AS setelah keputusan Federal Reserve yang kembali mempertahankan suku bunga di level 3,50%–3,75%. Keputusan ini diwarnai perbedaan pandangan di internal, tercermin dari adanya empat anggota yang tidak sependapat, sehingga memberikan sinyal bahwa arah kebijakan ke depan masih penuh ketidakpastian. Sikap The Fed yang tetap waspada terhadap inflasi turut menopang dolar AS dan menekan euro.

Fokus pasar kini beralih ke keputusan European Central Bank yang diperkirakan juga akan menahan suku bunga dalam waktu dekat. Meski demikian, meningkatnya tekanan inflasi akibat volatilitas harga energi mendorong ekspektasi bahwa ECB berpotensi menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Kombinasi kebijakan kedua bank sentral ini membuat pergerakan EURUSD cenderung terbatas dengan bias melemah dalam jangka pendek. Support berada di area 1.1650, sementara resistance di area 1.1710.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini sempat mencoba bertahan di area 1,3480 pada awal sesi, namun pergerakan ini masih dalam tren bearish. Tekanan ini dipicu oleh kombinasi faktor, mulai dari meningkatnya sentimen safe haven terhadap dolar AS setelah pernyataan Presiden AS yang mendorong lonjakan harga minyak, hingga keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Meskipun keputusan tersebut sudah diantisipasi pasar, perbedaan suara yang cukup besar di internal serta nada pernyataan Jerome Powell yang cenderung hawkish turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat dolar.

Memasuki sesi berikutnya, pasar dihadapkan pada serangkaian data dan keputusan penting yang berpotensi meningkatkan volatilitas, termasuk keputusan suku bunga Bank of England serta rilis data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi AS. Kombinasi rilis dari dua bank sentral utama ini berpotensi memicu pergerakan tajam dua arah pada GBPUSD dalam waktu singkat. Dengan latar belakang tersebut, pergerakan pasangan ini cenderung tetap fluktuatif dengan bias melemah dalam jangka pendek. Support berada di area 1.3450, sementara resistance berada di area 1.3520. 

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,5829 pada sesi Asia Kamis setelah sebelumnya mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut. Penguatan ini didukung oleh respons pasar terhadap rilis data domestik terbaru Selandia Baru, meskipun pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang publikasi data PMI China yang berpotensi memengaruhi sentimen, mengingat eratnya hubungan perdagangan antara kedua negara.

Dari sisi domestik, indikator kepercayaan bisnis menunjukkan pelemahan, namun ekspektasi inflasi justru meningkat, mencerminkan tekanan harga yang masih bertahan. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand akan tetap berhati-hati dengan kecenderungan mempertimbangkan pengetatan kebijakan guna mengarahkan inflasi kembali ke target. Pasar bahkan mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, seiring proyeksi inflasi yang berpotensi meningkat akibat tingginya harga energi.

Sementara itu, dari sisi global, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%, dengan tetap menyoroti tekanan inflasi yang masih tinggi. Sikap ini menjaga dolar AS tetap relatif kuat dan berpotensi membatasi ruang penguatan NZD/USD. Ke depan, arah pergerakan pasangan ini akan dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter kedua negara serta perkembangan data ekonomi global. Support berada di area 0.5800, sementara resistance di area 0.5860.

USDJPY - pasangan mata uang ini mengalami tekanan dan melemah ke kisaran 160,29 pada hari Kamis, seiring penguatan yen Jepang yang dipicu kekhawatiran intervensi dari otoritas setempat. Pelaku pasar juga menunggu rilis data penting dari Amerika Serikat, termasuk indeks harga PDB kuartal pertama dan inflasi PCE Maret, yang berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan pasar.

Dari sisi Jepang, Bank of Japan mempertahankan suku bunga di level 0,75% sesuai ekspektasi. Meskipun Gubernur Kazuo Ueda membuka peluang kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, respons pasar terhadap yen relatif terbatas. Namun, meningkatnya kewaspadaan pemerintah Jepang terhadap pelemahan yen, termasuk potensi intervensi, menjadi faktor yang menahan tekanan lebih lanjut pada mata uang tersebut.

Sementara itu, dari sisi AS, Federal Reserve kembali menahan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% dan menyoroti bahwa inflasi masih tinggi, terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga energi global. Sikap ini menjaga dolar AS tetap kuat, meskipun ketidakpastian arah kebijakan ke depan masih membayangi. Kombinasi faktor tersebut membuat pergerakan USD/JPY cenderung terbatas dalam jangka pendek. Support berada di area 159.80, sementara resistance berada di area 160.80.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,7909 dan masih berada dalam tren bullish, didukung oleh penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 98,95 setelah sikap Federal Reserve yang cenderung hawkish dengan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Keputusan ini diwarnai perbedaan pandangan yang cukup tajam di internal, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap ketat lebih lama.

Pernyataan Jerome Powell yang menyoroti meningkatnya ekspektasi inflasi dalam jangka pendek turut menopang dolar AS, dengan pasar mulai menaikkan proyeksi peluang kenaikan suku bunga ke depan. Fokus selanjutnya tertuju pada rilis data penting AS seperti PDB kuartal pertama dan inflasi PCE, yang berpotensi menjadi katalis lanjutan. Jika data dirilis lebih kuat dari perkiraan, maka penguatan USD/CHF berpeluang berlanjut, meskipun tetap diwarnai volatilitas. Support berada di area 0.7870, sementara resistance di area 0.7950.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah tipis ke kisaran 1,3680 pada sesi Asia Kamis setelah sebelumnya cenderung stagnan. Tekanan terhadap pasangan ini muncul seiring pelemahan dolar AS, namun penurunan masih terbatas karena dolar Kanada menghadapi hambatan dari penurunan harga minyak. Mengingat Kanada merupakan eksportir utama minyak ke Amerika Serikat, pelemahan harga komoditas ini dapat membatasi penguatan CAD.

Harga minyak mentah WTI terkoreksi setelah tiga hari kenaikan, meskipun masih berpotensi kembali menguat di tengah ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan global. Di sisi lain, Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% dengan nada kebijakan yang cenderung hawkish, sehingga berpotensi kembali menopang dolar AS. Kombinasi faktor tersebut membuat pergerakan USD/CAD cenderung terbatas dengan kecenderungan sideways dalam jangka pendek. Support berada di area 1.3650, sementara resistance di area 1.3720.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

Federal Funds Rate

3.75%

3.75%

3.75%

1:00am

USD

FOMC Statement

 

 

 

1:30am

USD

FOMC Press Conference

 

 

 

3:00pm

EUR

German Prelim GDP q/q

 

0.1%

0.3%

4:00pm

EUR

Core CPI Flash Estimate y/y

 

0.022

2%

4:00pm

EUR

CPI Flash Estimate y/y

 

3.00%

2.60%

6:00pm

GBP

BOE Monetary Policy Report

 

 

 

6:30pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

 

 

 

7:15pm

EUR

Main Refinancing Rate

 

2.15%

2.15%

7:15pm

EUR

Monetary Policy Statement

 

 

 

7:30pm

CAD

GDP m/m

 

0.20%

0.10%

7:30pm

USD

Advance GDP q/q

 

2.20%

0.50%

7:30pm

USD

Core PCE Price Index m/m

 

0.30%

0.40%

7:30pm

USD

Employment Cost Index q/q

 

0.80%

0.70%

7:30pm

USD

Advance GDP Price Index q/q

 

3.80%

3.70%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

 

213K

214K

7:45pm

EUR

ECB Press Conference

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788