Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Menguat Setelah Pemangkasan Suku Bunga RBA dan Pelemahan Dolar AS
AUDUSD Menguat Setelah Pemangkasan Suku Bunga RBA dan Pelemahan Dolar AS
Wednesday, 21 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1281

0.20%

GBPUSD

1.3392

0.14%

AUDUSD

0.6423

0.28%

NZDUSD

0.5924

0.25%

USDJPY

144.49

-0.28%

USDCHF

0.8281

-0.42%

USDCAD

1.3914

-0.11%

GOLDUD

3292.7

0.55%

USD/IDR

16409

-0.06%

Fokus AUDUSD:

  1. RBA memangkas suku bunganya sebesar 50 bps
  2. DXY melemah ke area 99.70

Rabu, 21 Mei 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6435. Pasangan mata uang Aussie menguat setelah sempat mengalami koreksi pada hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi usai Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 3,85%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Pernyataan Gubernur Michele Bullock menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati, di mana ia menyebut bahwa dewan sempat mempertimbangkan pemangkasan hingga 50 basis poin, namun akhirnya memilih langkah moderat untuk mengantisipasi pelemahan pertumbuhan global. RBA juga merevisi proyeksi inflasi yang diperkirakan mencapai 2,6% pada Juni 2025 dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Australia hanya sebesar 1,8%.

Sentimen positif terhadap AUD juga didorong oleh ekspektasi pelonggaran lebih lanjut dari The Fed di tengah tekanan makroekonomi di AS. Data ekonomi terbaru menunjukkan sinyal perlambatan, termasuk turunnya PMI sektor jasa AS serta pelemahan kepercayaan bisnis. Beberapa pejabat The Fed seperti Bostic dan Hammack menyuarakan kekhawatiran terhadap ketidakpastian global dan inflasi yang belum sepenuhnya stabil. Penurunan peringkat utang AS oleh Moody’s dari Aaa ke Aa1 memperparah tekanan terhadap Dolar AS, karena pasar semakin mencermati prospek fiskal AS yang kian rapuh akibat defisit anggaran dan kebijakan pajak Presiden Trump.

Faktor eksternal lainnya yang turut memperkuat AUD adalah membaiknya hubungan dagang AS-China setelah diumumkannya pertemuan tingkat tinggi di Jenewa pada akhir pekan. Selain itu, China sebagai mitra dagang utama Australia juga melaporkan pertumbuhan produksi industri yang lebih baik dari perkiraan. Dukungan ini menambah daya tarik terhadap mata uang berisiko seperti AUD, terlebih di tengah kondisi Dolar AS yang melemah secara luas. Pasar kini menantikan rilis data ekonomi Australia lanjutan dan pernyataan lanjutan dari The Fed untuk menentukan arah pergerakan AUDUSD selanjutnya.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6405 dan resistance terdekatnya di zona 0.6465. Support lanjutan di zona 0.6370 dan dilanjutkan ke zona 0.6490. Resistance lanjutan di zona 0.6490 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6520.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1315. Kenaikan pada kinerja mata uang Euro ditopang oleh tekanan yang dihadapi oleh Dolar AS pasca penurunan peringkat utang oleh Moody’s. Selain itu, meningkatnya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok, khususnya terkait larangan penggunaan chip AI buatan Huawei, turut mendorong pelemahan Greenback. Di sisi Eropa, Euro tetap tangguh meskipun muncul sinyal bahwa inflasi kemungkinan akan berada di bawah target 2% Bank Sentral Eropa (ECB). Laporan proyeksi musim semi dari Komisi Eropa menunjukkan inflasi akan kembali ke target pada pertengahan tahun ini, namun rata-rata hanya akan mencapai 1,7% pada 2026. Beberapa pejabat ECB, termasuk Isabel Schnabel, mengisyaratkan bahwa tren disinflasi sudah berada di jalur yang tepat dan mendukung prospek pemangkasan suku bunga lanjutan. Meski demikian, Schnabel tetap mewaspadai risiko kenaikan inflasi akibat kebijakan tarif AS. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data PMI awal zona euro dan AS untuk bulan Mei pada Kamis mendatang, yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan aktivitas bisnis yang stabil. Support terdekatnya di zona 1.1264 dan resistance terdekatnya di zona 1.1350

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3416. Pasangan mata uang Poundsterling mengalami penguatan ditopang oleh kabar positif mengenai hubungan dagang antara Inggris dan Uni Eropa yang sepakat untuk “mereset” hubungan pasca-Brexit. Selain itu, komentar hawkish dari Kepala Ekonom Bank of England (BoE), Huw Pill, yang menilai penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin per kuartal sejak musim panas lalu berlangsung terlalu cepat, turut menopang Pound. Pelaku pasar saat ini memperkirakan BoE akan menahan suku bunga di 4.25% pada pertemuan bulan Juni, meski ekspektasi pemangkasan suku bunga menjelang akhir tahun tetap ada. Fokus pasar berikutnya adalah data inflasi Inggris bulan April yang akan dirilis Rabu, dengan perkiraan kenaikan inflasi tahunan ke 3.3% dari sebelumnya 2.6%. Sementara itu, ketidakpastian fiskal semakin meningkat seiring pembahasan RUU pajak baru Presiden Trump yang diperkirakan akan menambah utang negara sebesar USD 3–5 triliun dalam dekade mendatang. Para pelaku pasar kini menanti pidato dari pejabat Fed, termasuk Alberto Musalem dan Adriana Kugler, untuk mencari sinyal lebih lanjut terkait arah kebijakan suku bunga AS di tengah memburuknya prospek ekonomi. Support terdekatnya di area 1.3370 dan resistance terdekatnya di zona 1.3443.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5935. Penguatan pada pasangan mata uang Kiwi terjadi setelah sebelumnya sempat terkoreksi akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok. Sentimen terhadap Dolar Selandia Baru membaik setelah rilis data surplus perdagangan Selandia Baru untuk April yang melonjak menjadi NZ$1,426 juta, jauh di atas ekspektasi NZ$500 juta, didorong oleh lonjakan ekspor produk susu dan buah. Meski demikian, defisit perdagangan tahunan masih membayangi di angka NZ$4.81 miliar. Peningkatan tajam dalam harga produsen kuartal pertama (input naik 2.9% dan output 2.1%) juga mendukung ekspektasi bahwa jalur pelonggaran kebijakan oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) bisa berjalan lebih hati-hati dari perkiraan sebelumnya. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada anggaran tahunan pemerintah NZ dan laporan penjualan ritel kuartal pertama yang akan dirilis akhir pekan ini. Support terdekatnya di area 0.5900 dan resistance terdekatnya di zona 0.5960.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 143.95. Turunnya kinerja mata uang Yen masih tertekan oleh lemahnya pergerakan mata yang USD yang akibatkan oleh Moody’s menurunkan peringkat kredit AS. okus pasar kini tertuju pada perkembangan negosiasi perdagangan antara Jepang dan Amerika Serikat yang akan dilanjutkan pekan ini di Washington. Menteri Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa menegaskan kembali sikap keras Tokyo terhadap tarif AS, menyebut kebijakan tarif terhadap mobil, baja, dan aluminium sebagai tindakan yang “disesalkan” dan menuntut penghapusan total. Sementara itu, tekanan politik dari AS untuk segera mencapai kesepakatan menjadi sorotan, dengan AS menyarankan bahwa penyelesaian cepat akan menguntungkan Jepang dibandingkan mitra dagang lain yang masih dalam tahap negosiasi. Dari sisi data ekonomi, para pelaku pasar akan mencermati rilis neraca perdagangan Jepang untuk April yang akan diumumkan Rabu ini, guna mengukur dampak ketegangan perdagangan global terhadap ekspor-impor Jepang, khususnya dengan mitra utama seperti China dan AS. Selain itu, data inflasi Konsumen (CPI) bulan April yang dijadwalkan rilis Kamis malam akan menjadi kunci ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank of Japan. Jika inflasi tetap lemah sementara ketidakpastian global meningkat, hal ini dapat memperkuat permintaan terhadap Yen sebagai aset safe haven dan mendorong penurunan lebih lanjut pada pasangan USDJPY. Support terdekatnya di area 143.45 dan resistance terdekatnya di zona 145.15.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3890. Penurunan kinerja pasangan mata uang USDCAD diakibatkan oleh penurunan kinerja Dolar AS yang berlanjut usai penurunan peringkat utang AS oleh Moody’s pekan lalu. Penurunan rating tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap defisit fiskal dan kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang dinilai berisiko mengganggu stabilitas ekonomi AS. Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed masih tertahan, meski beberapa pejabat seperti Raphael Bostic mulai memberi sinyal adanya kemungkinan satu kali pemangkasan di 2025. Fokus pasar kini tertuju pada pidato Thomas Barkin dan sejumlah pejabat FOMC lainnya yang dijadwalkan hari ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga selanjutnya. Dari sisi Kanada, laporan inflasi menunjukkan data yang campuran CPI utama turun tajam ke 1,7% y/y, sementara inflasi inti justru naik ke 3,15%, memicu kebingungan pasar terkait arah kebijakan Bank of Canada (BoC). Reaksi pasar menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga BoC pada pertemuan Juni turun dari 65% menjadi 48%. Di tengah ketidakpastian ini, harga minyak mentah jenis WTI melonjak ke atas $62 setelah laporan CNN mengabarkan bahwa Israel tengah mempersiapkan kemungkinan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Kenaikan harga minyak memberi dukungan terhadap Loonie, mengingat Kanada adalah pengekspor minyak terbesar ke AS. Kombinasi faktor ini mendorong penguatan CAD dan menekan USDCAD ke level terendah dalam beberapa minggu terkahir. Support terdekatnya di zona 1.3870 dan resistance terdekatnya di zona 1.3930.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8230. Penurunan pada kinerja mata uang Swiss ditekan oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini. Di sisi lain, para pejabat Fed tetap berhati-hati dan menahan diri dari memberikan sinyal jelas soal arah kebijakan suku bunga, menunggu kejelasan lebih lanjut terkait inflasi dan prospek pertumbuhan. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas 91,6% bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level 4,25%-4,50% di pertemuan Juni, dan 65,1% kemungkinan tidak ada perubahan pada Juli. Sementara itu, Ketua Bank Sentral Swiss (SNB), Martin Schlegel, menyatakan bahwa ketidakpastian pasar keuangan saat ini sangat tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan terhadap Franc Swiss sebagai aset safe haven. Kombinasi faktor-faktor ini memperkuat posisi CHF terhadap USD dan menahan potensi rebound pasangan USDCHF dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.8200 dan resistance terdekatnya di zona 0.8300.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

2:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

4:00am

USD

FOMC Member Kugler Speaks

-

-

-

5:45am

NZD

Trade Balance

1426M

670M

794M

6:00am

USD

FOMC Member Daly Speaks

-

-

-

6:00am

USD

FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

Trade Balance

-0.41T

-0.24T

-0.29T

7:30am

AUD

MI Leading Index m/m

-0.01%

-

-0.15%

10:00am

NZD

Credit Card Spending y/y

-

-

0.80%

1:00pm

GBP

CPI y/y

-

3.30%

2.60%

1:00pm

GBP

Core CPI y/y

-

3.60%

3.40%

1:00pm

GBP

RPI y/y

-

4.20%

3.20%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-10.80%

3:00pm

EUR

ECB Financial Stability Review

-

-

-

3:30pm

GBP

HPI y/y

-

5.20%

5.40%

Day 2

All

G7 Meetings

-

-

-

Tentative

EUR

German 10-y Bond Auction

-

-

2.47|1.4

7:30pm

CAD

NHPI m/m

-

0.10%

0.00%

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-0.9M

3.5M

11:15pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

11:15pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788