Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Menguat Seiring Redanya Ketegangan Dagang dan Kuatnya Pasar Tenaga Kerja Australia
AUDUSD Menguat Seiring Redanya Ketegangan Dagang dan Kuatnya Pasar Tenaga Kerja Australia
Monday, 19 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1179

0.17%

GBPUSD

1.3276

0.28%

AUDUSD

0.6393

0.36%

NZDUSD

0.5882

0.22%

USDJPY

145.22

-0.29%

USDCHF

0.8369

-0.33%

USDCAD

1.3968

-0.13%

GOLDUD

3216.0

1.05%

USD/IDR

16449

0.12%

Fokus AUDUSD:

  1. Kinerja DXY melemah ke 100.80
  2. Pasar menanti keputusan Reserve Bank of Australia (RBA)  

Senin, 19 Mei 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6393. Pasangan mata uang Aussie menguat setelah sebelumnya melemah selama dua hari berturut-turut. Sentimen risiko global membaik setelah Amerika Serikat dan China mencapai kesepakatan awal untuk memangkas tarif masing-masing selama 90 hari, yang memberi dukungan terhadap mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Australia. Di sisi lain, Dolar AS cenderung tertekan menyusul data ekonomi yang menunjukkan pelemahan inflasi produsen dan ritel, serta ekspektasi pasar bahwa The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga lagi dalam beberapa bulan ke depan. Sentimen risiko juga turut diperkuat oleh optimisme tercapainya kesepakatan nuklir AS-Iran dan prospek hubungan dagang yang lebih stabil antarnegara besar.

Namun, AUD sempat terhambat oleh kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump akan memasukkan beberapa perusahaan semikonduktor besar China ke dalam daftar hitam ekspor AS. Mengingat eratnya hubungan dagang antara Australia dan China, ketegangan tambahan terhadap perusahaan-perusahaan China dapat menekan prospek ekspor Australia dan membebani pergerakan AUD. Meski begitu, laporan ketenagakerjaan Australia yang kuat menjadi penopang utama bagi Aussie. Data terbaru menunjukkan penambahan 89.000 pekerjaan pada bulan April, jauh di atas ekspektasi pasar, serta tingkat pengangguran yang tetap stabil di 4,1%. Selain itu, indeks upah naik 3,4% YoY di kuartal I 2025, mengindikasikan daya beli domestik masih solid.

Ke depan, investor akan mencermati keputusan suku bunga dari Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan pada pekan depan. Meskipun pasar masih memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, ekspektasi pemangkasan lanjutan mulai menurun seiring dengan membaiknya data ketenagakerjaan dan meredanya ketegangan perdagangan global. Secara keseluruhan, AUD menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang komoditas lainnya, terutama di tengah kondisi eksternal yang masih fluktuatif dan kebijakan The Fed yang cenderung dovish. Kombinasi antara perbaikan data domestik, sikap hati-hati RBA, serta pelemahan Dolar AS menjadi landasan penguatan AUDUSD dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6370 dan resistance terdekatnya di zona 0.6430. Support lanjutan di zona 0.6325 dan dilanjutkan ke zona 0.6290. Resistance lanjutan di zona 0.6480 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6915.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1182. Sentimen positif terhadap mata uang Euro didorong oleh pelemahan Dolar AS yang masih tertekan pasca data inflasi dan penjualan ritel AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Katalis lain datang dari meredanya kekhawatiran perang dagang global setelah AS dan China sepakat memangkas tarif secara timbal balik selama 90 hari. Meskipun dampak positif dari kesepakatan tersebut sempat memicu penguatan Dolar AS, euforia pasar mulai mereda karena belum ada pembaruan konkret dari proses negosiasi lanjutan. Di sisi lain, Wall Street terus menunjukkan penguatan menjelang akhir pekan, namun hal ini tidak cukup mendongkrak permintaan terhadap Dolar. Dari sisi data, indeks harga produsen (PPI) AS tercatat tumbuh 2.4% YoY di April, lebih rendah dari perkiraan 2.5%, sementara CPI juga berada di bawah ekspektasi. Penjualan ritel hanya naik 0.1% dan sentimen konsumen Universitas Michigan untuk Mei turun ke 50.8. Data-data ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed berpotensi kembali memangkas suku bunga tahun ini. Di kawasan Euro, data ZEW Jerman menunjukkan perbaikan signifikan dalam ekspektasi ekonomi, meskipun penilaian kondisi saat ini masih negatif. Euro juga mendapat dukungan dari konfirmasi data inflasi Jerman sebesar 2.2% YoY dan revisi PDB kuartal I zona Euro yang turun tipis ke 0.3% QoQ, tetap menunjukkan pertumbuhan meskipun moderat. Outlook terhadap kebijakan ECB cenderung dovish, namun untuk saat ini pelemahan Dolar menjadi faktor dominan yang menopang penguatan EURUSD. Support terdekatnya di zona 1.1151 dan resistance terdekatnya di zona 1.1228.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3276. Kenaikan pasangan mata uang Poundsterling ditopang oleh tekanan terhadap Dolar AS yang melemah setelah Moody’s memangkas peringkat utang AS dari Aaa menjadi Aa1. Pemangkasan ini mencerminkan kekhawatiran atas meningkatnya beban utang dan bunga pinjaman pemerintah AS yang diproyeksikan mencapai 134% dari PDB pada 2035. Di sisi lain, data ekonomi AS yang lemah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini. Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan anjlok ke 50.8 di bulan Mei, terendah sejak pertengahan 2022, menandai penurunan lima bulan berturut-turut dan menunjukkan tekanan psikologis yang mulai memengaruhi prospek belanja rumah tangga. Sementara itu, Pound Sterling mendapat dukungan dari data pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih kuat dari perkiraan. GDP Inggris kuartal I naik 0.7% secara kuartalan, memperkuat posisi BoE untuk mempertahankan kebijakan suku bunga saat ini jika inflasi tetap tinggi. Sentimen global juga cenderung membaik setelah AS dan China menyepakati pemangkasan tarif secara timbal balik, serta meningkatnya kemungkinan tercapainya kesepakatan nuklir AS-Iran. Dengan demikian, pasangan GBPUSD berpotensi mempertahankan tren positifnya dalam jangka pendek, terutama jika data inflasi Inggris pekan ini tetap tinggi dan pasar mengantisipasi keputusan kebijakan BoE selanjutnya. Support terdekatnya di area 1.3240 dan resistance terdekatnya di zona 1.3333.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5880. Dolar Selandia Baru bangkit berkat dukungan data domestik yang solid, seperti indeks PMI manufaktur Business NZ yang naik menjadi 53,9 di April dan ekspektasi inflasi yang meningkat. Survei ekspektasi inflasi dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menunjukkan proyeksi inflasi satu tahun ke depan naik menjadi 2,4%, sedangkan proyeksi dua tahunnya naik ke 2,3%, keduanya lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Meskipun pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps oleh RBNZ bulan ini, kenaikan ekspektasi inflasi bisa membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan selanjutnya. Di sisi lain, Dolar AS masih dibayangi pelemahan setelah rilis data ekonomi yang mengecewakan. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan anjlok ke 50,8 di bulan Mei, jauh di bawah ekspektasi 53,4 dan menjadi level terendah sejak Juli 2022. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini. Meskipun PPI dan retail sales AS sama-sama lemah, lonjakan harga ekspor dan impor menambah ketidakpastian terhadap prospek kebijakan moneter The Fed. Di tengah ketidakpastian arah suku bunga dan perang tarif global, NZDUSD masih berpeluang untuk tetap stabil selama data ekonomi Selandia Baru terus memberikan kejutan positif. Support terdekatnya di area 0.5860 dan resistance terdekatnya di zona 0.5910.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 145.15. Mata uang USDJPY melemah seiring meningkatnya tekanan jual terhadap Dolar AS. Yen Jepang menguat karena ekspektasi pasar yang semakin kuat bahwa Bank of Japan (BoJ) akan kembali menaikkan suku bunga pada 2025. Selain itu, sentimen risk-off meningkat setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit pemerintah AS dari Aaa menjadi Aa1 karena kekhawatiran terhadap peningkatan beban utang negara. Kondisi ini mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti Yen, memperkuat tekanan terhadap USDJPY. Di sisi lain, spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut tetap mendominasi, di tengah meredanya tekanan inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi AS yang melambat dalam beberapa kuartal ke depan. Data sentimen konsumen dari University of Michigan yang anjlok ke 50,8 dan ekspektasi inflasi satu tahun yang melonjak ke 7,3% menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap biaya hidup masih tinggi, namun kepercayaan ekonomi melemah. Ketidakpastian ini menahan penguatan Dolar AS dan semakin membebani USDJPY. Meskipun BoJ menghadapi tekanan dari data PDB Jepang yang lemah, ekspektasi kebijakan moneter yang berlawanan antara BoJ dan Fed tetap menjadi pendorong utama tren pelemahan USDJPY dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 144.65 dan resistance terdekatnya di zona 145.60.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3960.  Tekanan jual terhadap Dolar AS membatasi potensi penguatan pasangan ini, meskipun harga minyak mentah yang biasanya menjadi penopang bagi Dolar Kanada dibuka lebih lemah pada sesi Asia hari Senin. Ekspektasi pasar yang masih tinggi terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve di tengah inflasi yang mereda dan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yang lesu, juga menjadi faktor yang menahan performa Greenback. Selain itu, penurunan peringkat kredit AS oleh Moody’s terus membebani sentimen terhadap USD. Dari sisi Kanada, meskipun data penjualan manufaktur bulan Maret mencatat kontraksi yang lebih kecil dari perkiraan, prospek Dolar Kanada tetap tertahan oleh ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank of Canada pada bulan Juni. Ekspektasi ini muncul pasca laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan, menunjukkan lonjakan tingkat pengangguran menjadi 6,9%. Namun, harapan atas tercapainya kesepakatan dagang baru antara AS dan Kanada, menyusul pertemuan akhir pekan antara Wakil Presiden AS JD Vance dan PM Kanada Mark Carney, berpotensi mendukung CAD dalam waktu dekat. Fokus selanjutnya akan tertuju pada pidato para pejabat The Fed dan dinamika harga minyak, yang diperkirakan memicu peluang trading jangka pendek pada pasangan USDCAD. Support terdekatnya di zona 1.3930 dan resistance terdekatnya di zona 1.4000.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8350. Penurunan kinerja mata uang Swiss melemah karena tekanan terhadap Dolar AS kembali meningkat menyusul data ekonomi yang mengecewakan dan ketidakpastian kebijakan tarif. Indeks Dolar (DXY) bergerak datar di sekitar 100.80, mencerminkan sentimen pasar yang hati-hati setelah indeks sentimen konsumen AS versi University of Michigan untuk Mei turun tajam ke 50.8, level terendah sejak 2022, sementara ekspektasi inflasi melonjak ke 7.3% dalam jangka pendek. Data inflasi produsen (PPI) juga menunjukkan kontraksi, menambah kekhawatiran bahwa daya saing harga bisnis AS mulai terkikis. Di sisi lain, Swiss franc tetap mendapat dukungan dari spekulasi bahwa Swiss National Bank (SNB) bisa kembali memangkas suku bunga untuk meredam penguatan mata uangnya yang sudah menguat lebih dari 12% sejak Februari, terutama jika inflasi terus melemah. Kombinasi dari melemahnya USD dan potensi kebijakan moneter longgar SNB membuat pergerakan USDCHF cenderung terbatas dan sensitif terhadap perkembangan global, terutama terkait tarif dan proyeksi suku bunga The Fed. Support terdekatnya di area 0.8330 dan resistance terdekatnya di zona 0.8385.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:20am

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

5:30am

NZD

BusinessNZ Services Index

48.5

-

49.1

5:45am

NZD

PPI Input q/q

2.9%

0.2%

-0.9%

5:45am

NZD

PPI Output q/q

2.1%

0.1%

-0.1%

6:01am

GBP

Rightmove HPI m/m

0.6%

 

1.4%

8:30am

CNY

New Home Prices m/m

-0.1%

-0.1%

-0.1%

9:00am

CNY

Industrial Production y/y

-

5.7%

7.7%

9:00am

CNY

Retail Sales y/y

-

6.0%

5.9%

9:00am

CNY

Fixed Asset Investment ytd/y

-

4.4%

4.2%

9:00am

CNY

NBS Press Conference

-

-

-

9:00am

CNY

Unemployment Rate

-

5.2%

5.2%

11:30am

JPY

Tertiary Industry Activity m/m

-

-0.2%

0.0%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-10.8%

4:00pm

EUR

Final Core CPI y/y

-

2.7%

2.7%

4:00pm

EUR

Final CPI y/y

-

2.2%

2.2%

Tentative

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

All Day

CAD

Bank Holiday

-

-

-

7:30pm

USD

FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

FOMC Member Jefferson Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

CB Leading Index m/m

-

-0.7%

-0.7%

11:30pm

CHF

SNB Chairman Schlegel Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788