| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1763 | 0.12% |
GBPUSD | 1.3544 | 0.20% |
AUDUSD | 0.6591 | 0.18% |
NZDUSD | 0.5938 | 0.19% |
USDJPY | 147.46 | -0.21% |
USDCHF | 0.7931 | -0.14% |
USDCAD | 1.3802 | -0.06% |
GOLDUD | 3636.15 | 0.48% |
USD/IDR | 16435 | 0.00% |
Fokus AUDUSD:
09 September 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6591 dan menguat 0.18%. AUDUSD kembali melanjutkan tren penguatan pada awal pekan ini, seiring dengan melemahnya Dolar AS pasca rilis data ketenagakerjaan yang mengecewakan. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya 22 ribu, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan 75 ribu, serta menjadi angka terendah sejak Januari 2021. Tingkat pengangguran pun naik menjadi 4,3%, menandakan adanya pelemahan nyata di pasar tenaga kerja AS. Kondisi ini menekan Indeks Dolar (DXY) ke kisaran 97,40–97,60, mendekati level terendah dua bulan. Pasar obligasi AS juga merespons dengan turunnya imbal hasil Treasury, memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan melakukan pelonggaran moneter lebih cepat dan lebih agresif dari perkiraan sebelumnya. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bungaQ 25 bps pada pertemuan 17 September mendekati 90%, namun peluang pemangkasan lebih dalam sebesar 50 bps naik drastis menjadi sekitar 10% dari sebelumnya hampir nol. Ekspektasi ini melemahkan daya tarik Dolar AS, sekaligus meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko termasuk mata uang komoditas seperti Aussie.
Selain faktor eksternal, kinerja ekonomi domestik Australia memberikan fondasi tambahan bagi penguatan AUD. Data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II menunjukkan pertumbuhan 0,6% q/q atau 1,8% y/y, lebih tinggi dari ekspektasi 0,5% q/q dan 1,6% y/y. Pendorong utama pertumbuhan berasal dari belanja rumah tangga yang solid, meskipun investasi publik sempat mengalami kontraksi. Surplus neraca perdagangan juga meluas menjadi AUD 7,31 miliar pada Juli, mengalahkan estimasi penurunan ke AUD 4,92 miliar, berkat ekspor komoditas utama yang masih tangguh. Inflasi bulanan Juli mencatat kenaikan 2,8% y/y, lebih tinggi dari 2,3% perkiraan dan 1,9% bulan sebelumnya, menunjukkan tekanan harga masih bertahan. Kombinasi indikator tersebut membuat pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada pertemuan September, dengan probabilitas cut hanya sekitar 20%. Sebaliknya, peluang pemangkasan di bulan November kini diperkirakan sekitar 80%, lebih rendah dibanding kepastian 100% sebelumnya. Perbedaan arah kebijakan moneter ini di mana RBA relatif lebih hati-hati sementara Fed semakin condong dovish menciptakan diferensial suku bunga yang mendukung penguatan AUDUSD dalam jangka pendek hingga menengah.
Ke depan, perhatian pelaku pasar akan terfokus pada rilis data domestik Australia, seperti indeks keyakinan konsumen Westpac September dan survei NAB Business Confidence Agustus, yang akan memberi gambaran lebih jelas mengenai prospek permintaan domestik. Jika hasil survei menunjukkan perbaikan, maka AUD bisa mendapat tambahan dukungan dari sisi sentimen domestik. Sementara itu, dari Amerika Serikat, pasar menantikan rilis inflasi Produsen (PPI) pada Rabu dan Consumer Price Index (CPI) pada Kamis. Data inflasi ini akan menjadi kunci dalam menentukan seberapa agresif langkah The Fed ke depan. Apabila CPI melandai, spekulasi pemangkasan suku bunga 50 bps bisa semakin menguat, menekan Dolar AS lebih jauh. Sebaliknya, jika inflasi menunjukkan ketahanan, peluang pemangkasan jumbo bisa menurun, meski pasar tetap yakin pemangkasan 25 bps akan terjadi. Dengan kombinasi fundamental global dan domestik tersebut, AUDUSD berpotensi mempertahankan momentum bullish di atas area support teknikal 0.6560, dengan target psikologis berikut di 0.6600 dan selanjutnya 0.6620. Selama tren pelemahan Dolar AS berlanjut dan RBA menahan diri dari pemangkasan suku bunga dalam jangka pendek, prospek jangka menengah bagi AUDUSD tetap positif.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekat berada di 0.6560, sedangkan resistance berada di 0.6615. Support lanjutan di zona 0.6525 dan dilanjutkan ke zona 0.6500. Resistance lanjutan di zona 0.6630 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6655.
EURUSD – Pasangan Euro dibuka di 1.1763 dan menguat 0.12%. Pasangan EURUSD terus melanjutkan penguatan setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan pelemahan signifikan di pasar tenaga kerja, dengan hanya 22 ribu pekerjaan baru pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi 75 ribu. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%, level tertinggi sejak 2021, sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 16-17 September. Dolar AS tertekan hampir 0,80% dalam beberapa sesi terakhir karena investor sudah hampir sepenuhnya memproyeksikan pemangkasan 25 basis poin, meski peluang pemangkasan 50 bps tetap terbuka tipis. Kondisi ini menjadi katalis utama bagi Euro untuk mendaki ke area 1.1750, mendekati level tertinggi sejak Juli. Namun, fundamental dari sisi Eropa belum sepenuhnya mendukung penguatan Euro. Ketidakpastian politik di Prancis, dengan tergulingnya Perdana Menteri François Bayrou setelah kalah dalam voting kepercayaan, menambah risiko terhadap prospek kawasan Euro. Investor juga menunggu hasil rapat ECB minggu ini, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap. Dengan data inflasi AS (PPI dan CPI) akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, arah EURUSD sangat ditentukan oleh seberapa jauh data inflasi memperkuat atau melemahkan keyakinan pasar terhadap siklus pemangkasan suku bunga Fed. Support terdekat berada di 1.1740, sementara resistance berada di 1.1790.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3544 dengan kenaikan 0.20%. Pound Sterling ikut melanjutkan penguatan, dengan GBPUSD menembus kembali area 1.3550 setelah didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed segera memangkas suku bunga. Data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan memberikan tekanan besar pada Dolar AS, sehingga membuka ruang bagi Sterling untuk bergerak naik. Di sisi lain, Bank of England (BoE) kemungkinan besar akan menahan suku bunga tetap tinggi mengingat adanya kenaikan inflasi di Inggris dan data ritel yang masih solid. Divergensi kebijakan moneter ini memperkuat posisi Pound terhadap Dolar. Meski demikian, kenaikan GBPUSD masih menghadapi tantangan dari sisi teknikal, terutama resistensi kuat di level 1.3600. Jika inflasi AS yang akan dirilis minggu ini lebih tinggi dari ekspektasi, hal tersebut dapat mengurangi peluang pemangkasan agresif oleh Fed dan menahan laju penguatan Sterling. Namun secara fundamental, kombinasi pelemahan pasar tenaga kerja AS dengan kebijakan BoE yang cenderung hawkish masih memberikan dukungan untuk bias bullish bagi GBPUSD dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3510, dan resistance berada di 1.3575.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5938 dengan penguatan 0.19%. Dolar Selandia Baru (NZD) memperpanjang reli hingga mendekati level tertinggi dalam tiga minggu terakhir, didorong oleh melemahnya Dolar AS dan data perdagangan China yang lebih baik dari perkiraan. Sebagai mitra dagang utama, surplus perdagangan China yang meningkat ke USD 102,33 miliar memberi dorongan positif bagi Kiwi. Sementara itu, laporan NFP AS yang buruk membuat pasar semakin yakin bahwa Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps, dengan peluang kecil pemangkasan lebih dalam. Hal ini menekan Dolar AS dan memperkuat sentimen risk-on terhadap NZD. Meski Kiwi mendapat dukungan dari faktor eksternal, risiko tetap ada dari kebijakan domestik. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) sebelumnya telah menurunkan OCR ke 3,0% dan menyatakan kemungkinan untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut jika inflasi tetap terkendali. Dengan rilis data inflasi AS yang akan datang, terutama PPI dan CPI, volatilitas NZDUSD berpotensi meningkat. Jika data inflasi AS lebih panas dari ekspektasi, Dolar AS bisa rebound sementara, tetapi tren jangka menengah masih condong ke arah penguatan NZD karena perbedaan kebijakan moneter global. Support terdekat berada di 0.5910, dan resistance berada di 0.5965.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.46 dan melemah -0.21%. Yen mendapatkan momentum positif terhadap Dolar AS setelah data GDP Jepang kuartal II direvisi naik menjadi 2,2% tahunan, melampaui estimasi awal 1,0%. Pertumbuhan ini didorong konsumsi rumah tangga, dukungan subsidi pemerintah, dan ekspor sebelum tarif baru AS diberlakukan. Meski ketidakpastian politik muncul setelah PM Shigeru Ishiba mengundurkan diri, ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ tetap menopang Yen. Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang melemah dan peluang besar pemangkasan suku bunga The Fed menekan USD, sehingga arah jangka pendek USDJPY cenderung ke bawah. Secara fundamental, perbedaan arah kebijakan moneter menjadi kunci. BoJ berpotensi menuju normalisasi bertahap didukung inflasi dan konsumsi yang stabil, sementara The Fed menghadapi tekanan resesi tenaga kerja dengan pasar memproyeksikan peluang 90% pemangkasan 25 bps bulan ini, bahkan 10% untuk pemangkasan 50 bps. Faktor ini menegaskan divergensi kebijakan yang memperlebar peluang penguatan JPY. Namun, pasar tetap menunggu rilis data inflasi AS (PPI dan CPI) untuk menentukan sentimen lebih lanjut. Support terdekat berada di 147.20, sementara resistance berada di 147.80.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7931 dan turun -0.14%. Dolar AS melemah terhadap Franc Swiss setelah data NFP menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja hanya 22 ribu, jauh di bawah ekspektasi. Hal ini meningkatkan spekulasi pemangkasan suku bunga Fed lebih agresif, bahkan peluang cut 50 bps mulai dipertimbangkan. Sementara itu, komentar Presiden SNB, Martin Schlegel, yang menegaskan sikap hati-hati terhadap pemangkasan lebih lanjut, memberi dukungan tambahan bagi CHF sebagai aset safe haven. Secara fundamental, USDCHF masih cenderung bearish. Faktor utama adalah ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed versus sikap hati-hati SNB, yang menjaga daya tarik Franc. Meski sentimen risiko global sempat mengurangi permintaan safe haven, pelemahan USD yang luas tetap menjadi pendorong utama. Dengan posisi USDCHF sudah berada di bawah level psikologis 0.8000, prospek jangka pendek mengindikasikan tren turun berlanjut, kecuali inflasi AS pekan ini memberi kejutan yang mampu menahan laju pelemahan Greenback. Support terdekat berada di 0.7900, dan resistance berada di 0.7960.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3802 dengan pelemahan -0.06%. Loonie menguat seiring USD melemah akibat NFP yang lemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. USDCAD sempat mendekati 1.3800, namun prospek CAD ditopang oleh kenaikan harga minyak, di mana Kanada sebagai eksportir utama minyak ke AS berpotensi mendapat keuntungan dari tren ini. Minimnya data domestik Kanada membuat pergerakan CAD lebih dipengaruhi oleh dinamika eksternal, khususnya kebijakan Fed dan harga energi global. Secara fundamental, arah USDCAD masih terikat pada outlook inflasi AS. Data CPI dan PPI pekan ini menjadi katalis penting yang dapat menggoyahkan ekspektasi pemangkasan agresif Fed. Jika inflasi AS tetap tinggi, CAD bisa tertekan kembali karena USD mendapat dorongan teknis. Namun, jika inflasi menurun, ekspektasi pemangkasan suku bunga akan menguat dan memperlebar ruang penguatan CAD. Dengan dukungan harga minyak, USDCAD memiliki potensi melanjutkan tren pelemahan USD dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3770, dan resistance berada di 1.3830.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
2:00am | USD | Consumer Credit m/m | 16.0B | 10.4B | 9.6B |
5:45am | NZD | Manufacturing Sales q/q | -3.0% | - | 4.8% |
6:01am | GBP | BRC Retail Sales Monitor y/y | 2.9% | 2.0% | 1.8% |
6:50am | JPY | M2 Money Stock y/y | 1.3% | 1.1% | 1.0% |
7:18am | AUD | Westpac Consumer Sentiment | -3.1% | - | 5.7% |
8:30am | AUD | NAB Business Confidence | 4 | - | 8 |
1:00pm | JPY | Prelim Machine Tool Orders y/y | - | - | 3.6% |
1:45pm | EUR | French Industrial Production m/m | - | -1.4% | 3.8% |
Tentative | CNY | New Loans | - | 700B | -50B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.7% | 8.8% |
Tentative | EUR | German 10-y Bond Auction | - | - | - |
5:00pm | USD | NFIB Small Business Index | - | 100.5 | 100.3 |
6:30pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
6:50pm | CHF | SNB Chairman Schlegel Speaks | - | - | - |