| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1642 | 0.13% |
GBPUSD | 1.3433 | 0.13% |
AUDUSD | 0.6521 | 0.03% |
NZDUSD | 0.5946 | 0.13% |
USDJPY | 147.54 | -0.01% |
USDCHF | 0.8075 | -0.07% |
USDCAD | 1.3746 | -0.01% |
GOLDUD | 3399.8 | -0.95% |
USD/IDR | 16294 | 0.00% |
Fokus AUDUSD:
Senin, 11 Agustus 2025 - Dolar Australia dibuka di 0.6521, menguat tipis sebesar 0.03%. AUDUSD terus menunjukkan penguatan pada akhir pekan, didorong oleh melemahnya Dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada September. Data pasar tenaga kerja AS yang melunak dan tanda-tanda perlambatan ekonomi menekan Indeks Dolar AS (DXY) ke area terendah dua pekan di sekitar 98.00. Dari domestik, fokus pasar tertuju pada keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan minggu depan. Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan 25 basis poin menjadi 3,60%, didukung oleh inflasi inti yang turun ke 2,7% dan tingkat pengangguran yang naik ke 4,3% pada Juni. Prospek pelonggaran lebih lanjut hingga akhir tahun juga menguat, dengan sebagian ekonom memproyeksikan suku bunga bisa turun ke 3,10% pada awal 2026.
Faktor eksternal turut mempengaruhi sentimen, terutama perkembangan negosiasi dagang AS-China. Data surplus perdagangan China yang lebih tinggi dari perkiraan serta ekspor yang tumbuh 8% di Juli mengindikasikan ketahanan ekonomi Negeri Tirai Bambu terhadap tekanan tarif AS, yang secara tidak langsung memberi dukungan pada Aussie sebagai mata uang proksi pertumbuhan Asia. Sementara itu, Australia tetap bebas dari kenaikan tarif terbaru AS, menjaga stabilitas arus perdagangan bilateral. Namun, RBA tetap mewaspadai risiko global, termasuk potensi ketegangan perdagangan yang dapat memicu inflasi impor dan mengganggu arus komoditas, mengingat perekonomian Australia yang sangat bergantung pada ekspor.
Ke depan, pergerakan AUDUSD akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan global. Dari sisi Australia, rilis data ketenagakerjaan dan Indeks Harga Upah kuartal II akan memberi petunjuk arah kebijakan RBA. Dari sisi AS, data inflasi (CPI & PPI), penjualan ritel, dan indeks sentimen konsumen Michigan akan membentuk ekspektasi pasar terkait langkah The Fed pada September. Selain itu, perkembangan negosiasi perpanjangan gencatan tarif AS-China yang berakhir 12 Agustus juga berpotensi menciptakan volatilitas signifikan pada pasangan mata uang ini, dengan potensi penguatan AUD/USD lebih lanjut jika sentimen risiko global tetap positif.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekat berada di 0.6490, dan resistance berada di 0.6550. Support lanjutan di zona 0.6450 dan dilanjutkan ke zona 0.6410. Resistance lanjutan di zona 0.6590 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6620.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1642 dan mencatatkan kenaikan sebesar 0.13%. Mata uang Euro mendapatkan dorongan dari ekspektasi bahwa ECB akan menahan diri untuk melanjutkan siklus pelonggaran pada pertemuan September. Sentimen positif juga terangkat oleh harapan bahwa konflik Ukraina-Rusia dapat segera berakhir, setelah muncul kabar rencana pertemuan Trump–Putin. Di sisi lain, melemahnya data ekonomi AS mendorong probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, dengan pasar memperkirakan peluang 89% pemangkasan pada September dan peluang tambahan pemangkasan 58 bps sebelum akhir tahun. Komentar Gubernur Fed Michelle Bowman, yang menilai pelemahan pasar tenaga kerja lebih mendesak daripada risiko inflasi, turut menambah keyakinan pasar terhadap sikap dovish Fed. Namun, momentum bullish Euro tetap dibayangi oleh faktor politik dan kebijakan perdagangan AS yang berpotensi menekan sentimen global. Tarif balasan baru AS antara 10%-41% yang berlaku pekan lalu meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi dan memperlemah Dolar AS, sehingga mendukung penguatan Euro. Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada rilis CPI AS, GDP awal Inggris, dan PPI AS pekan ini. Support terdekat berada di 1.1640, sementara resistance terdekat berada di 1.1705.
GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3433 dan menguat 0.13% ke kisaran 1.3450. GBPUSD bergerak mempertahankan sebagian besar penguatan minggu lalu setelah BoE memangkas suku bunga 25 bps menjadi 4% melalui voting tipis 5-4, yang mengindikasikan resistensi internal terhadap pelonggaran lebih lanjut. Minimnya ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan BoE berikutnya di September (87% peluang tetap di 4%) menjadi penopang Poundsterling. Di sisi lain, pelemahan Dolar AS akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed dua kali lagi tahun ini menjaga bias bullish GBPUSD. Sentimen ini semakin diperkuat oleh pernyataan Gubernur Fed Bowman yang mengantisipasi tiga kali pemangkasan suku bunga pada 2025. Meski demikian, pasar masih berhati-hati menghadapi data penting pekan ini, termasuk Retail Sales, data tenaga kerja, dan GDP Q2 Inggris. Dari AS, CPI, PPI, Retail Sales, dan indeks sentimen konsumen Michigan akan menjadi katalis pergerakan selanjutnya. Support terdekat berada di 1.3400, dan resistance terdekat berada di 1.3480.
NZDUSD - Kinerja mata uang Kiwi dibuka di 0.5946 dan menguat 0.13%. NZDUSD sempat melanjutkan reli tiga hari ke level 0.5960 didukung data surplus perdagangan Tiongkok yang positif dan ekspektasi inflasi RBNZ yang relatif stabil. Namun, potensi penguatan terbatas karena risiko tarif baru AS terhadap ekspor Selandia Baru sebesar 15% yang berlaku sejak Kamis lalu, berpotensi menekan prospek ekspor negara tersebut. Meski begitu, sentimen risiko global yang membaik serta ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed hingga dua kali tahun ini (93% peluang pemotongan 25 bps September) tetap menjadi faktor pendukung Kiwi. Pada awal pekan, NZDUSD melemah ke sekitar 0.5950 seiring kekhawatiran deflasi Tiongkok kembali mencuat, dengan CPI stagnan dan PPI kontraksi selama 34 bulan berturut-turut. Perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS-Tiongkok menjelang tenggat perpanjangan gencatan tarif, di mana kesepakatan baru dapat mengurangi tekanan pada NZD. Support terdekat berada di 0.5930, dan resistance berada di 0.6000.
USDJPY - Yen Jepang dibuka di 147.54, melemah tipis sebesar -0.01%. Pasangan USDJPY melemah setelah sempat menguat di awal sesi menyusul kabar bahwa Gubernur Fed Christopher Waller muncul sebagai kandidat kuat pengganti Jerome Powell. Meskipun Waller dikenal dovish, reputasinya dalam mempertahankan kredibilitas bank sentral memberi sentimen positif sementara pada dolar AS. Namun, pasar mulai kembali fokus pada ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di bulan September, yang menekan imbal hasil obligasi AS dan membatasi potensi penguatan USD. Data klaim pengangguran AS yang naik ke 226 ribu, melebihi ekspektasi 221 ribu, memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja mulai melunak, mendukung prospek pelonggaran kebijakan moneter. Dari sisi Jepang, ringkasan opini BoJ terbaru memicu spekulasi kenaikan suku bunga pada kuartal IV, dengan beberapa anggota dewan menilai target inflasi 2% telah berkelanjutan selama lebih dari tiga tahun. Namun, ada pula pandangan bahwa perlu waktu 2-3 bulan untuk menilai dampak tarif AS terhadap ekonomi Jepang. Data PPI dan PDB Jepang yang akan dirilis minggu ini menjadi penentu sentimen berikutnya. Jika data kuat, spekulasi kenaikan suku bunga BoJ dapat menguat, mendorong apresiasi yen lebih lanjut. Secara teknikal, pelemahan USDJPY dapat membawa harga menguji EMA 50-harian, dan jika tembus, level kunci 145 berpotensi menjadi target berikutnya. Support terdekat ada di 146.40, dan resistance di 147.30.
USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.8075 dan melemah -0.07%. USDCHF tertekan akibat kombinasi sentimen risk-on global dan dampak negatif tarif AS terhadap ekspor emas Swiss. Tarif baru sebesar 39% untuk batangan emas 1 kg dan 100 ons memicu kekhawatiran serius industri emas Swiss, yang selama ini menjadi salah satu pusat pemurnian terbesar dunia dengan ekspor tahunan ke AS senilai lebih dari $61,5 miliar. Meskipun Swiss telah melakukan pembicaraan diplomatik di Washington, belum ada kesepakatan untuk menghapus atau menurunkan tarif tersebut. Situasi ini menciptakan ketidakpastian tambahan bagi prospek ekonomi Swiss yang sangat bergantung pada ekspor. Di sisi lain, USD juga tidak mampu memanfaatkan sepenuhnya pelemahan CHF karena ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Fed pada September mencapai 93%, naik signifikan dari 48% sepekan sebelumnya. Data inflasi Swiss yang hanya 0,2% di bulan Juli memberi ruang bagi Swiss National Bank (SNB) untuk mempertahankan atau bahkan memangkas suku bunga lebih dalam. Secara teknikal, USD/CHF saat ini bergerak di kisaran sempit 0.8040–0.8120. Jika tekanan jual pada USD berlanjut, pasangan ini dapat menguji kembali area support 0.8040, sedangkan rebound ke atas 0.8120 baru mungkin terjadi jika sentimen dolar membaik pasca data ekonomi AS minggu depan seperti CPI, PPI, dan Retail Sales. Support terdekat berada di 0.8025, dan resistance berada di 0.8085.
USDCAD - Dolar Kanada dibuka di 1.3746, terkoreksi -0.01%. USDCAD juga mengalami pelemahan setelah pasar mencerna data ketenagakerjaan Kanada yang jauh di bawah perkiraan, yaitu -40,8 ribu dibandingkan ekspektasi +13,5 ribu. Penurunan terutama terjadi pada pekerjaan penuh waktu (-51 ribu), sedangkan pekerjaan paruh waktu naik tipis. Tingkat pengangguran tetap di 6,9%, sesuai ekspektasi, namun tren lemahnya penciptaan lapangan kerja memberikan gambaran rapuhnya pasar tenaga kerja Kanada. Walaupun data ini cenderung negatif untuk CAD, apresiasi mata uang tersebut dalam beberapa hari terakhir lebih dipicu oleh pelemahan USD yang disebabkan meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga Fed pada September. Fokus pasar kini tertuju pada kebijakan Bank of Canada (BoC), meskipun volatilitas data ketenagakerjaan Kanada membuat proyeksi jangka pendek menjadi lebih sulit. Apabila data ekonomi Kanada berikutnya tetap lemah, tekanan terhadap CAD dapat meningkat, dan USDCAD berpotensi rebound dari kisaran support saat ini. Namun, bila sentimen pasar global tetap risk-on dan dolar AS terus tertekan oleh ekspektasi dovish Fed. Support terdekat berada di 1.3700, dan resistance di 1.3765.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | JPY | Bank Holiday | - | - | - |
Tentative | CNY | New Loans | - | 305B | 2240B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.3% | 8.3% |
4:00pm | EUR | Italian Trade Balance | - | 7.12B | 6.16B |
Tentative | USD | Cleveland Fed Inflation Expectations | - | - | 3.9% |