| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1458 | 0.23% |
GBPUSD | 1.3184 | 0.22% |
AUDUSD | 0.6849 | 0.26% |
NZDUSD | 0.5720 | 0.16% |
USDJPY | 159.72 | 0.04% |
USDCHF | 0.7986 | -0.05% |
USDCAD | 1.3923 | -0.03% |
GOLDUD | 4517.71 | 1.37% |
USD/IDR | 16,952 | 0.00% |
Fokus:
AUDUSD
Selasa, 31 Maret 2026 - Pasangan mata uang ini menghentikan tren pelemahan selama lima hari berturut-turut dan bergerak menguat di kisaran 0,6867 pada sesi Asia hari Selasa. Penguatan ini didorong oleh apresiasi dolar Australia setelah rilis notulen rapat bulan Maret dari Reserve Bank of Australia (RBA). Sentimen positif tersebut memberikan dorongan awal bagi pasangan mata uang ini setelah sebelumnya berada dalam tekanan.
Dalam notulen tersebut, para anggota dewan RBA sepakat bahwa pengetatan kebijakan moneter tambahan kemungkinan masih diperlukan, meskipun terdapat perbedaan pandangan terkait waktu pelaksanaannya. Selain itu, harga minyak yang mendekati USD100 per barel dinilai berpotensi mendorong inflasi kuartal kedua hingga sekitar 5%. Mayoritas anggota juga mengkhawatirkan risiko ekspektasi inflasi yang bisa menjadi tidak terkendali jika tidak segera direspons dengan kebijakan yang tepat.
Dari sisi data domestik, kredit sektor swasta Australia mencatat kenaikan sebesar 0,6% secara bulanan pada Februari, sedikit membaik dari kenaikan 0,5% pada bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Secara tahunan, pertumbuhan kredit juga meningkat tipis menjadi 7,8% dari 7,7%, menunjukkan adanya stabilitas dalam aktivitas pembiayaan di sektor swasta.
Di sisi lain, penguatan AUDUSD juga didukung oleh pelemahan dolar AS setelah mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut. Namun, potensi penguatan dolar AS masih terbuka seiring meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan di Timur Tengah, yang juga menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang AS tetap terjaga dengan baik, serta menegaskan bahwa kebijakan The Fed saat ini memberikan ruang untuk mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik Iran. Momentum bullish mulai terlihat setelah rebound, dengan support terdekat di 0.6830 dan resistance di 0.6900.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat setelah mengalami penurunan selama lima hari berturut-turut, dengan diperdagangkan di kisaran 1,1484 pada hari Selasa. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Penjualan Ritel dan tingkat pengangguran Jerman untuk Februari, serta data awal inflasi kawasan Euro melalui HICP bulan Maret sebagai katalis berikutnya. Gubernur Bank Prancis, François Villeroy de Galhau, menyatakan bahwa otoritas moneter siap bertindak jika tekanan inflasi yang dipicu oleh harga energi meluas, meskipun lonjakan awal harga akibat konflik Iran dinilai sulit untuk dicegah oleh European Central Bank.
Penguatan EURUSD juga didorong oleh pelemahan dolar AS setelah reli selama lima hari, meskipun potensi rebound masih terbuka seiring meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan di Timur Tengah. Donald Trump dilaporkan terbuka untuk mengakhiri konflik Iran tanpa membuka kembali Selat Hormuz, meski pengerahan pasukan AS yang berlanjut mencerminkan ketidakpastian terhadap pasokan energi global. Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjaga, sementara Presiden The Fed New York, John Williams, menyebut kebijakan moneter saat ini cukup fleksibel menghadapi ketidakpastian, meski kondisi pasar tenaga kerja masih menunjukkan sinyal yang beragam. Momentum penguatan mulai terbentuk dalam rentang terbatas, dengan support terdekat di 1.1450 dan resistance di 1.1500.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini mencoba bangkit dari area 1,3213, yang merupakan level terendah dalam lebih dari empat bulan pada sesi Asia hari Selasa, sekaligus menghentikan tren pelemahan selama lima hari. Harga sempat kembali naik di atas level 1,3200 dalam waktu singkat, meskipun ruang penguatan masih terbatas akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sentimen geopolitik tetap menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan pasangan ini.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa telah terjadi kemajuan signifikan dalam pembicaraan untuk mengakhiri operasi militer AS di Iran, serta membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan pemerintahan Iran yang dinilai lebih rasional. Namun demikian, ia juga memperingatkan bahwa AS siap melancarkan serangan besar terhadap infrastruktur energi Iran jika kesepakatan tidak segera tercapai dan jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali untuk jalur perdagangan. Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap enggan untuk bernegosiasi, yang memperburuk prospek deeskalasi dan menjaga harga energi tetap tinggi, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish dari Federal Reserve. Kondisi ini mendorong dolar AS menguat ke level tertinggi tahun berjalan dan menekan potensi kenaikan GBPUSD.
Sementara itu, perekonomian Inggris dinilai rentan terhadap lonjakan harga energi akibat konflik tersebut. Sikap hawkish dari Bank of England terkait kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat juga menambah tekanan terhadap prospek ekonomi. Hal ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi bullish pada pound sterling. Oleh karena itu, konfirmasi penguatan lebih lanjut masih diperlukan sebelum memastikan adanya pembalikan tren, dengan perhatian pasar tertuju pada rilis data PDB Inggris serta indikator ekonomi AS seperti JOLTS Job Openings dan Consumer Confidence, di tengah fokus utama yang tetap pada perkembangan geopolitik. Momentum pemulihan masih terbatas di tengah tekanan eksternal, dengan support terdekat di 1.3180 dan resistance di 1.3250.
NZDUSD - Pada perdagangan pagi hari ini, pasangan NZDUSD tercatat bergerak menguat di level 0.5729 seiring munculnya tekanan terhadap dolar AS dan adanya dorongan sentimen positif terhadap dolar Selandia Baru. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya minat beli pelaku pasar terhadap NZD, yang mendorong pasangan naik dari level sebelumnya.
Meski demikian, pergerakan ini masih berpotensi terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati perkembangan global, khususnya dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter, yang dapat kembali mempengaruhi kekuatan dolar AS dan menentukan arah lanjutan NZDUSD. Momentum penguatan cenderung moderat, dengan support terdekat di 0.5700 dan resistance di 0.5750.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di level 159.79 pada hari Selasa. Kenaikan ini terjadi setelah rilis data inflasi konsumen Tokyo yang lebih lemah, meskipun pergerakan masih tertahan di bawah level psikologis 160,00. Data resmi menunjukkan bahwa inflasi utama (CPI) Tokyo melambat menjadi 1,4% pada Maret dari 1,5% di bulan sebelumnya, menjadi level terendah sejak Maret 2022. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan harga pangan segar naik 1,7% (dari 1,8%), dan inflasi inti yang juga mengecualikan energi tercatat sebesar 2,3%, turun dari 2,5% sebelumnya.
Data ini meredam ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat oleh Bank of Japan di tengah kekhawatiran ekonomi akibat konflik Iran, sehingga menekan yen Jepang. Di sisi lain, penguatan dolar AS turut menopang kenaikan USDJPY, seiring pasar yang semakin yakin bahwa Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga lagi dan justru berpotensi menaikkan suku bunga hingga akhir tahun karena tekanan inflasi akibat perang. Namun demikian, pernyataan Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional, Atsushi Mimura, yang menegaskan kesiapan intervensi jika terjadi pergerakan spekulatif, serta sikap Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang memantau ketat pergerakan valas, membatasi pelemahan yen lebih lanjut dan menahan kenaikan USDJPY. Momentum bullish masih bertahan mendekati level psikologis, dengan support terdekat di 159.00 dan resistance di 160.00.
USDCHF - Pada perdagangan pagi ini, pasangan USDCHF mengalami pelemahan dan bergerak di level 0.7982 setelah penguatan sebelumnya, yang mengindikasikan adanya aksi ambil untung oleh pelaku pasar di dekat level resistance. Sebelumnya, pasangan ini melanjutkan reli selama lima hari berturut-turut pada hari Senin dengan kenaikan sekitar 0,14%, didorong oleh dominasi pembeli yang membawa harga mendekati level 0,8000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Januari. Secara teknikal, prospek pergerakan terlihat semakin positif setelah berhasil menembus rata-rata pergerakan 200 hari di 0,7945, yang membuka peluang pengujian level psikologis 0,8000; jika level ini ditembus secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju garis tren resistance di area 0,8040–0,8055 yang berasal dari puncak Agustus 2025, bahkan berlanjut ke kisaran 0,8124 sebagai level tertinggi 5 November. Momentum masih cenderung positif meskipun tertahan, dengan support terdekat di 0.7950 dan resistance di 0.8000.
USDCAD - Pada perdagangan hari Selasa, pasangan mata uang ini tercatat bergerak melemah di level 1.3919 setelah sebelumnya mengalami penguatan, meskipun sebelumnya sempat diperdagangkan di kisaran 1,3910 pada hari Senin dengan kenaikan sekitar 0,12% dan memperpanjang tren naik menjadi enam hari berturut-turut, didorong oleh penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven meningkat seiring ketidakpastian konflik antara AS dan Iran, terutama setelah Donald Trump menyatakan kemungkinan pengambilalihan aset minyak Iran, termasuk Pulau Kharg, meskipun ia juga mengindikasikan adanya kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung dengan Teheran. Ketegangan kawasan semakin meningkat setelah serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap Israel, yang memicu kekhawatiran gangguan jalur pelayaran utama seperti Laut Merah serta infrastruktur energi Arab Saudi, sehingga meningkatkan risiko terhadap pasokan energi global. Di sisi lain, dolar Kanada tetap tertekan akibat harga minyak yang relatif stabil, dengan WTI berada di sekitar USD98,80 per barel, sehingga membatasi dukungan terhadap CAD sebagai mata uang berbasis komoditas. Analis HSBC memperkirakan penguatan CAD berpotensi terbatas ke depan karena dinamika kebijakan moneter menjadi faktor utama, dengan ekspektasi bahwa Bank of Canada akan mempertahankan suku bunga hingga 2026–2027, meskipun risiko kenaikan tetap terbuka jika inflasi meningkat akibat gangguan energi. Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell serta rilis data ekonomi AS seperti Nonfarm Payrolls dan PMI ISM yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan moneter dan pergerakan dolar AS. Momentum penguatan mulai terbatas setelah koreksi, dengan support terdekat di 1.3880 dan resistance di 1.3950.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:00am | USD | FOMC Member Williams Speaks |
| ||
6:30am | JPY | Tokyo Core CPI y/y | 1.70% | 1.80% | 1.80% |
1:00pm | GBP | Final GDP q/q |
| 0.10% | 0.10% |
1:45pm | EUR | French Prelim CPI m/m |
| 0.90% | 0.60% |
2:55pm | EUR | German Unemployment Change |
| 2K | 1K |
4:00pm | EUR | Core CPI Flash Estimate y/y |
| 2.40% | 2.40% |
7:30pm | CAD | GDP m/m |
| 0.00% | 0.20% |
9:00pm | USD | JOLTS Job Openings |
| 6.89M | 6.95M |
9:00pm | USD | CB Consumer Confidence |
| 87.8 | 91.2 |
11:00pm | USD | FOMC Member Goolsbee Speaks |