Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Menguat Didukung Momentum Ekonomi Australia yang Semakin Stabil
AUDUSD Menguat Didukung Momentum Ekonomi Australia yang Semakin Stabil
Friday, 21 November 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1538

-0.15%

GBPUSD

1.3063

0.18%

AUDUSD

0.6437

0.31%

NZDUSD

0.5577

0.36%

USDJPY

157.19

0.22%

USDCHF

0.8045

0.20%

USDCAD

1.4083

0.11%

GOLDUD

4088.72

-0.69%

USD/IDR

16,737

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. Penguatan AUD didukung oleh ekspansi PMI Australia dan ketahanan ekonomi domestik
  2. Ekspektasi kebijakan RBA yang lebih hawkish dibandingkan negara lain menopang AUD

Jumat, 21 November 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6437 dan menguat 0.31%. AUD/USD memperoleh dorongan penguatan setelah data awal PMI Australia menunjukkan ekspansi yang lebih solid di seluruh sektor utama. Manufacturing PMI naik di atas level 50 menjadi 51.6, menandakan kembalinya momentum produksi, sementara Services PMI dan Composite PMI melanjutkan tren ekspansi yang stabil. Data ini memperkuat pandangan bahwa aktivitas ekonomi Australia masih resilien meskipun tekanan inflasi tetap tinggi. Komentar dari RBA, khususnya pernyataan Assistant Governor Sarah Hunter yang menegaskan bahwa pertumbuhan di atas tren dapat memicu tekanan inflasi baru, semakin menggarisbawahi sikap hati-hati bank sentral. RBA mengindikasikan bahwa mereka tidak akan menanggapi data tunggal secara reaktif, melainkan menilai konsistensi tren ekonomi. Dengan pertumbuhan upah yang stabil, pasar tenaga kerja yang tetap ketat, serta inflasi yang sulit turun, AUD mendapatkan dukungan fundamental karena pasar mulai meyakini bahwa RBA kemungkinan mempertahankan suku bunga lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Dukungan tambahan bagi AUD datang dari ekspektasi kebijakan moneter Australia yang kini cenderung lebih hawkish dibandingkan beberapa rekan globalnya. Risalah rapat RBA bulan November menunjukkan kecenderungan bank untuk mempertahankan suku bunga di tingkat yang restriktif selama data ekonomi terus menunjukkan kekuatan. Peluang pemangkasan suku bunga pada tahun depan juga kian menurun, terlihat dari ASX 30-Day Interbank Cash Rate Futures yang menunjukkan probabilitas sangat rendah untuk pemangkasan di akhir 2025. Stabilitas pertumbuhan upah pada 3.4 persen secara tahunan serta kondisi tenaga kerja yang masih ketat membuat pasar menilai bahwa sikap ketat RBA masih diperlukan untuk menurunkan inflasi secara berkelanjutan. Karena itu, AUD memperoleh pijakan fundamental yang lebih kuat dibandingkan beberapa pekan sebelumnya ketika pasar masih mempertimbangkan risiko pelonggaran moneter lebih awal.

Meski demikian, penguatan AUD berlangsung di tengah kondisi dolar AS yang relatif stabil setelah rilis data tenaga kerja AS yang beragam. Nonfarm Payrolls naik ke 119 ribu, jauh di atas ekspektasi, namun revisi negatif pada data sebelumnya, kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4.4 persen, serta melambatnya pertumbuhan upah membuat prospek kebijakan The Fed menjadi tidak sepenuhnya hawkish. FOMC Minutes mengindikasikan perpecahan pandangan internal terkait waktu yang tepat untuk kembali memangkas suku bunga. Probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember turun menjadi sekitar tiga puluh persen dari hampir lima puluh persen sebelumnya. Kondisi ini menciptakan ruang bagi AUD untuk menguat karena sentimen pasar mulai sedikit mengurangi ekspektasi penguatan dolar lebih lanjut. Selain itu, kebijakan stabil dari PBoC yang mempertahankan Loan Prime Rates juga membawa dampak positif bagi AUD mengingat tingginya hubungan perdagangan Australia dengan China. Kombinasi dari data domestik yang kuat, sikap kebijakan RBA yang cenderung hawkish, dan dolar AS yang kehilangan sebagian momentumnya menjadikan AUD/USD bergerak dengan bias bullish dalam jangka pendek.

Secara teknikal kinerja mata uang AUD/USD menguat. Support terdekat berada di 0.6410, sementara resistance terdekat berada di 0.6465. Support selanjutnya berada pada level 0.6380 dan dilanjutkan ke level 0.6340. Sedangkan resistance lanjutan di area 0.6495 hingga 0.6520.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1538 dan melemah -0.15%. EUR/USD kembali melemah setelah memasuki hari kelima penurunan beruntun, bergerak di sekitar area 1.1510 hingga 1.1540 akibat kuatnya respons pasar terhadap risalah FOMC yang bernada hawkish serta ekspektasi bahwa The Fed semakin enggan menurunkan suku bunga pada Desember. Data tenaga kerja AS yang dirilis terlambat menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid, terutama dengan lonjakan Nonfarm Payrolls menjadi 119 ribu, kenaikan tingkat partisipasi, serta penguatan data klaim pengangguran. Kombinasi penguatan dolar dan ketidakpastian terhadap arah kebijakan suku bunga membuat euro kembali berada pada tekanan struktural. Kondisi di zona euro pun tidak memberikan dukungan, terutama setelah data produksi konstruksi kembali menunjukkan kontraksi dan kepercayaan konsumen masih berada di wilayah negatif. Sentimen pasar untuk euro semakin terbebani oleh pernyataan para pejabat The Fed yang kembali menegaskan bahwa penurunan suku bunga terlalu dini bisa memicu risiko finansial dan memperpanjang inflasi. Meskipun angka pengangguran AS naik tipis dan pertumbuhan upah melambat, pasar menilai data tersebut masih tidak cukup untuk mendorong The Fed lebih dovish. Sebaliknya, pasar menurunkan probabilitas pemangkasan suku bunga Desember menuju kisaran tiga puluh hingga empat puluh persen, jauh di bawah level bulan lalu. Sementara itu, data konsumen dan produsen di Jerman serta zona euro menunjukkan tren yang tidak konsisten sehingga membatasi kemampuan euro untuk melakukan rebound. Dengan latar fundamental tersebut, EUR/USD diperkirakan tetap dalam bias bearish selama sentimen dolar AS didukung oleh data tenaga kerja dan komunikasi hawkish dari pejabat The Fed. Support terdekat berada di 1.1510, sementara resistance berada di 1.1565.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3063, menguat 0.18%. GBP/USD bergerak menguat setelah empat hari berturut-turut berada dalam tekanan, dengan pasar melakukan pembelian kembali setelah rilis data tenaga kerja AS yang solid justru meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Desember. Meskipun data NFP sangat kuat, naik menjadi 119 ribu, kenaikan tingkat pengangguran serta perlambatan pertumbuhan upah memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi AS mulai mereda. Hal ini membuat pound sterling mendapatkan ruang untuk rebound, apalagi dolar mulai kehilangan sebagian momentum penguatan setelah data tenaga kerja lengkap dirilis. Namun secara domestik, Inggris tetap dibayangi outlook dovish karena inflasi utama dan inti terus melambat, permintaan melemah, dan risiko fiskal meningkat menjelang penyampaian Autumn Budget oleh Kanselir Rachel Reeves. Sentimen bullish terhadap GBP/USD juga dipengaruhi oleh persepsi bahwa pemangkasan suku bunga oleh The Fed berpotensi terjadi sebelum Bank of England, sehingga memberi sedikit ruang bagi pound untuk bergerak menguat dalam jangka pendek. Meski demikian, tekanan jangka menengah masih ada karena data Inggris menunjukkan pelemahan konsumsi, kenaikan pengangguran hingga lima persen, serta proyeksi bahwa BoE sangat mungkin menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember. Ekspektasi pasar terhadap Retail Sales, PMI Inggris, dan kebijakan fiskal turut menentukan arah GBP/USD menuju akhir pekan. Dengan kondisi dolar yang mulai melemah dan rebound sterling yang cukup terukur, pasangan ini berpotensi memperpanjang penguatan korektifnya selama data Inggris tidak mengecewakan secara signifikan. Support terdekat berada di 1.3035, dan resistance berada di 1.3095.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5577 dan naik 0.36%. NZD/USD menunjukkan penguatan pada sesi Jumat meskipun ruang kenaikannya terbatas oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand pada rapat minggu depan. Pasar hampir sepenuhnya memperhitungkan pemotongan suku bunga sebesar dua puluh lima basis poin menjadi dua koma dua lima persen setelah kejutan pemotongan lima puluh basis poin bulan lalu. Data ekonomi Selandia Baru yang terus melemah, kepercayaan bisnis yang menurun, serta prospek permintaan domestik yang suram menjadi alasan utama mengapa bank sentral perlu mempertahankan kebijakan longgar. Di sisi lain, dolar AS sempat mendapatkan dukungan dari laporan NFP yang kuat tetapi kehilangan sedikit momentumnya ketika pasar menilai bahwa pertumbuhan upah melemah dan tingkat pengangguran naik tipis. Penguatan NZD/USD didorong oleh kombinasi sentimen pasar yang lebih berisiko dan persepsi bahwa data AS, meskipun kuat, belum cukup untuk menahan potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Namun demikian, sikap dovish RBNZ yang hampir pasti membuat penguatan kiwi cenderung bersifat terbatas dan rentan koreksi. Pasar masih menunggu rilis data perdagangan Selandia Baru serta PMI dan data sentimen konsumen AS yang dapat menambah volatilitas dalam waktu dekat. Selama ekspektasi pemangkasan agresif oleh RBNZ tetap bertahan, NZD/USD kemungkinan sulit keluar dari tekanan struktural meski saat ini sedang menikmati kenaikan teknikal yang didorong oleh melemahnya dolar AS dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.5550, dan resistance berada di 0.5605.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 157.19, menguat terhadap dolar AS sebesar 0.22%. USD/JPY kembali menguat dan bergerak stabil pada area 157-an setelah Yen Jepang menerima tekanan yang semakin besar dari kombinasi ketidakpastian fiskal, spekulasi intervensi yang tidak konsisten, serta ekspektasi bahwa Bank of Japan masih akan menunda kenaikan suku bunga. Meski komentar Menteri Keuangan Satsuki Katayama yang menegaskan perlunya “tindakan yang sesuai terhadap volatilitas berlebih” sempat memberi dukungan jangka pendek bagi Yen, pasar menilai bahwa peringatan verbal saja tidak cukup kuat untuk membalik tren pelemahan. Data CPI Jepang yang tetap tinggi pada 3.0% serta core CPI yang mencapai 3.1% memang menjaga peluang kenaikan suku bunga, namun pemerintah justru mendorong stimulus tambahan hingga ¥25 triliun yang memperkuat kekhawatiran terhadap posisi fiskal jangka panjang. Kondisi ini membuat pasar melihat BoJ berpotensi kembali menunda normalisasi kebijakan, sehingga memperluas diferensial suku bunga terhadap dolar AS dan terus mendorong penguatan USD/JPY. Di sisi lain, dolar AS tetap berada di posisi dominan setelah rilis Nonfarm Payrolls yang meningkat menjadi 119 ribu dan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pelemahan ekonomi AS meski tingkat pengangguran naik dan pertumbuhan upah melambat. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember pun turun signifikan, dengan probabilitas hanya sekitar tiga puluh persen, sehingga mempertahankan imbal hasil Treasury pada level tinggi dan memperkuat daya tarik dolar AS. Risalah FOMC yang bernada hawkish semakin menguatkan pandangan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru melakukan pelonggaran. Kombinasi kurangnya langkah konkret dari Jepang, stimulus fiskal yang membebani JGB, serta sikap The Fed yang kurang dovish menjadi alasan utama mengapa USD/JPY saat ini tetap berada dalam tren penguatan yang solid dan sulit berbalik tanpa katalis negatif yang signifikan untuk dolar AS. Support terdekat berada di 156.85, dan resistance berada di 157.55.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8045 dan menguat 0.20%. USD/CHF semakin menguat dan bergerak menuju area tertinggi dua minggu di sekitar 0.8070 setelah dolar AS mendapatkan dukungan luas dari penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan membaiknya persepsi risiko terhadap aset dolar. Kontraksi GDP Swiss pada kuartal ketiga kembali menekan CHF sebagai mata uang safe haven, terutama karena investor menilai prospek pertumbuhan Swiss mulai kehilangan momentum sementara inflasi tetap rendah. Kondisi ini membuat Swiss National Bank memiliki ruang terbatas untuk mengambil keputusan hawkish dan cenderung mempertahankan suku bunga di level saat ini pada pertemuan Desember. Sementara itu, penundaan laporan ketenagakerjaan AS untuk Oktober membuat data September menjadi lebih relevan dan menjadikan pasar semakin berhati-hati, sehingga mendukung kenaikan dolar terhadap mata uang defensif seperti CHF. Momentum bullish USD/CHF juga didukung oleh FOMC Minutes yang menunjukkan kekhawatiran mengenai perlambatan proses disinflasi sehingga mendorong pasar untuk menurunkan probabilitas pemotongan suku bunga Desember menjadi sekitar tiga puluh persen. Meski data perdagangan Swiss untuk Oktober menunjukkan peningkatan ekspor dan impor, dampaknya terhadap CHF tetap minimal karena arus modal global lebih banyak bergerak ke arah aset dolar. Pasar kini menantikan komentar dari Ketua SNB Martin Schlegel yang dapat memberi petunjuk mengenai kebijakan moneter berikutnya, namun selama fundamental AS tetap lebih kuat dan ketidakpastian global mendukung permintaan dolar AS, USD/CHF berpotensi mempertahankan tren penguatannya dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.8020, dan resistance berada di 0.8065.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4083, naik 0.11%. USD/CAD terus bergerak menguat dan bertahan di dekat 1.4060–1.4080 setelah dolar AS mendapatkan dorongan kuat dari ekspektasi pasar bahwa The Fed kemungkinan tidak akan memangkas suku bunga pada Desember. Data NFP yang jauh lebih kuat dari perkiraan serta revisi negatif pada data sebelumnya menciptakan gambaran pasar tenaga kerja yang masih resilien, sehingga mengurangi urgensi pelonggaran kebijakan moneter. Investor kini memandang bahwa keterbatasan data akibat penundaan laporan Oktober dan November membuat The Fed semakin berhati-hati, terutama setelah FOMC Minutes menunjukkan kekhawatiran bahwa pemotongan suku bunga terlalu cepat dapat memperpanjang inflasi. Kondisi ini membuat USD tetap menjadi mata uang paling kuat di antara major currencies dan menjaga momentum penguatan pair USD/CAD. Dari sisi Kanada, data IPPI dan RMPI yang naik memang mencerminkan biaya produksi yang meningkat, namun tidak cukup memberi tekanan inflasi yang dapat mengubah sikap Bank of Canada, terutama karena ekonomi Kanada masih berada dalam fase pertumbuhan yang lemah dan konsumsi domestik belum pulih signifikan. Di sisi lain, harga minyak yang turun akibat laporan proposal AS terkait konflik Ukraina menambah tekanan bagi CAD sebagai mata uang komoditas. Dengan perbedaan fundamental yang semakin lebar antara AS dan Kanada serta sentimen risk-off global yang cenderung mendukung dolar AS, USD/CAD diperkirakan tetap berada pada jalur penguatan selama pasar menunggu data tenaga kerja AS berikutnya dan arah kebijakan The Fed yang lebih jelas. Support terdekat berada di 1.4055, dan resistance berada di 1.4105.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:40am

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

1:30am

GBP

MPC Member Dhingra Speaks

-

-

-

4:00am

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

4:45am

NZD

Trade Balance

-1542M

-955M

-1384M

5:00am

AUD

Flash Manufacturing PMI

51.6

-

49.7

5:00am

AUD

Flash Services PMI

52.7

-

52.5

6:15am

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

National Core CPI y/y

3.00%

3.00%

2.90%

6:45am

USD

FOMC Member Paulson Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

Trade Balance

0.00T

-0.13T

-0.30T

7:01am

GBP

GfK Consumer Confidence

-19

-18

-17

7:30am

JPY

Flash Manufacturing PMI

48.8

48.8

48.2

9:00am

NZD

Credit Card Spending y/y

-

-

0.20%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-10.40%

2:00pm

GBP

Retail Sales m/m

-

-0.1%

0.5%

2:00pm

GBP

Public Sector Net Borrowing

-

15.2B

20.2B

3:15pm

EUR

French Flash Manufacturing PMI

-

49

48.8

3:15pm

EUR

French Flash Services PMI

-

48.4

48

3:30pm

EUR

German Flash Manufacturing PMI

-

49.8

49.6

3:30pm

EUR

German Flash Services PMI

-

54

54.6

3:30pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

4:00pm

EUR

Flash Manufacturing PMI

-

50.1

50

4:00pm

EUR

Flash Services PMI

-

52.8

53

4:30pm

GBP

Flash Manufacturing PMI

-

49.3

49.7

4:30pm

GBP

Flash Services PMI

-

51.9

52.3

7:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

7:40pm

CHF

SNB Chairman Schlegel Speaks

-

-

-

8:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

FOMC Member Collins Speaks

-

-

-

8:30pm

CAD

Core Retail Sales m/m

-

-0.5%

0.7%

8:30pm

CAD

Retail Sales m/m

-

-0.7%

1.0%

8:30pm

CAD

NHPI m/m

-

0.0%

-0.2%

8:30pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

FOMC Member Jefferson Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

9:45pm

USD

Flash Manufacturing PMI

-

52

52.5

9:45pm

USD

Flash Services PMI

-

54.6

54.8

10:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

-

50.6

50.3

10:00pm

USD

Final Wholesale Inventories m/m

-

-

-

10:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

-

4.7%

4.7%

Tentative

USD

CB Leading Index m/m

-

-

-

10:40pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788