Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Menguat Didukung Kuatnya Data Ketenagakerjaan Australia
AUDUSD Menguat Didukung Kuatnya Data Ketenagakerjaan Australia
Thursday, 23 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1410

0.08%

GBPUSD

1.3378

0.05%

AUDUSD

0.6995

0.33%

NZDUSD

0.5815

0.09%

USDJPY

163.13

-0.04%

USDCHF

0.8144

-0.07%

USDCAD

1.4086

-0.09%

GOLDUD

4119.63

0.13%

USD/IDR

17,905

0.00%

Fokus:

  1. Data ketenagakerjaan Australia yang kuat menopang penguatan AUD.
  2. Ketegangan Timur Tengah berpotensi membatasi kenaikan AUDUSD.


AUDUSD
Kamis, 23 Juli 2026
- Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0,7018 pada perdagangan sesi Asia hari Kamis. Penguatan dolar Australia didorong oleh rilis data ketenagakerjaan yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja tetap solid. Tingkat pengangguran Australia pada Juni bertahan di 4,4%, sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak berubah dari bulan sebelumnya.

Selain itu, jumlah tenaga kerja bertambah sebanyak 76,3 ribu pada Juni, jauh melampaui kenaikan 44 ribu pada Mei serta lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar yang hanya sebesar 15 ribu. Data tersebut mencerminkan ketahanan pasar tenaga kerja Australia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan memberikan sentimen positif terhadap mata uang Australia.

Kinerja pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan juga memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang relatif ketat. Kondisi ini meningkatkan daya tarik dolar Australia karena pelaku pasar menilai ruang untuk pelonggaran kebijakan suku bunga menjadi lebih terbatas dalam waktu dekat.

Meski demikian, potensi penguatan AUDUSD masih dibayangi oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ancaman eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Apabila ketegangan geopolitik terus meningkat, penguatan Greenback diperkirakan dapat membatasi kenaikan AUDUSD dalam jangka pendek. Support AUDUSD berada di area 0,6975, sementara resistance di area 0,7050.

EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,1419 pada perdagangan sesi Asia hari Kamis, melanjutkan kenaikan selama dua hari berturut-turut. Penguatan euro didukung oleh optimisme pasar menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB). Pelaku pasar secara luas memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga fasilitas deposito di 2,25%, sehingga perhatian utama tertuju pada konferensi pers Presiden ECB, Christine Lagarde, untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Di sisi lain, Dolar AS berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi, di tengah sinyal perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Meskipun Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, ketidakpastian mengenai prospek kebijakan moneter masih membebani pergerakan Greenback. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven diperkirakan dapat membatasi ruang penguatan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1,1385, sementara resistance di area 1,1455.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,3385 pada perdagangan pagi hari Kamis. Meski inflasi Inggris melambat, pelemahan Dolar AS masih memberikan dukungan terhadap penguatan pound, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan turun menjadi 2,6% pada Juni dari 2,8% pada Mei, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2,7%. Sementara itu, inflasi inti (Core CPI) tetap berada di 2,6%, sedikit di atas perkiraan pasar sebesar 2,5%. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Penjualan Ritel Inggris sebagai petunjuk tambahan mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan moneter.

Di sisi lain, potensi penguatan pound masih dibayangi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga berpotensi menekan pergerakan GBPUSD. Selain itu, pasar memperkirakan Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada 3,75% dalam pertemuan mendatang sembari mengevaluasi dampak konflik terhadap perekonomian. Apabila ketegangan geopolitik terus meningkat, penguatan Dolar AS diperkirakan dapat membatasi kenaikan GBPUSD dalam jangka pendek. Support GBPUSD berada di area 1,3330, sementara resistance di area 1,3435.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,5820 pada pagi hari didukung oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan kembali menaikkan suku bunga setelah inflasi kuartal II tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Prospek kebijakan moneter yang lebih ketat meningkatkan daya tarik dolar Selandia Baru di tengah optimisme pasar terhadap imbal hasil aset berdenominasi NZD.

Meski demikian, ruang penguatan NZDUSD diperkirakan masih terbatas akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, Selandia Baru yang bergantung pada impor minyak juga menghadapi risiko kenaikan biaya energi yang dapat membebani prospek pertumbuhan ekonomi. Support NZDUSD berada di area 0,5785, sementara resistance di area 0,5855.

USDJPY - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 163,07 pada perdagangan hari Kamis setelah Yen Jepang memperoleh dukungan dari pernyataan Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama. Ia menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah tegas di pasar valuta asing apabila diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar, meskipun tidak memberikan komentar mengenai level kurs tertentu. Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan intervensi pemerintah apabila pelemahan yen berlanjut.

Meski demikian, potensi pelemahan USDJPY masih diperkirakan terbatas. Pasar tetap mencermati prospek kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung ketat, sehingga masih menopang kekuatan Dolar AS. Ke depan, pergerakan USDJPY akan dipengaruhi oleh perkembangan ekspektasi suku bunga Federal Reserve, sikap otoritas Jepang terhadap nilai tukar yen, serta dinamika sentimen global yang memengaruhi permintaan terhadap aset safe haven. Support USDJPY berada di area 162,60, sementara resistance di area 163,60.

USDCHF - Pasangan mata uang ini melemah ke area 0,8138 pada perdagangan pagi hari Kamis. Pelemahan ini dipengaruhi oleh menguatnya Swiss Franc yang kembali diminati sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Di sisi lain, Dolar AS mengalami tekanan akibat aksi ambil untung setelah menguat dalam beberapa sesi sebelumnya, sehingga memberikan ruang bagi penguatan franc Swiss.

Meski demikian, potensi pelemahan USDCHF diperkirakan masih terbatas. Kenaikan harga minyak dunia terus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang tetap tinggi diperkirakan akan terus menopang permintaan terhadap Dolar AS, sehingga membatasi tekanan lanjutan pada pasangan USDCHF. Support USDCHF berada di area 0,8115, sementara resistance di area 0,8165.

USDCAD - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 1,4073 pada perdagangan sesi Asia hari Kamis. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar Kanada yang mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan minyak global, sehingga mendorong harga minyak ke level tertinggi sejak 11 Juni. Sebagai mata uang yang berkorelasi dengan komoditas, dolar Kanada memperoleh sentimen positif dari kenaikan harga minyak tersebut, sementara pelemahan Dolar AS turut menekan pergerakan USDCAD.

Meski demikian, ruang pelemahan USDCAD diperkirakan masih terbatas. Kenaikan harga minyak juga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi di Amerika Serikat sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Selain itu, kebijakan tarif sebesar 50% yang diumumkan Presiden Donald Trump terhadap barang asal Kanada berpotensi membatasi penguatan dolar Kanada, meskipun Bank of Canada diperkirakan mempertahankan suku bunganya hingga sisa tahun 2026, sementara kebijakan tarif sebesar 50% yang diumumkan Presiden Donald Trump terhadap barang asal Kanada berpotensi membatasi penguatan dolar Kanada. Pelaku pasar kini menantikan data Penjualan Ritel Kanada dan klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat sebagai petunjuk arah pergerakan selanjutnya. Support USDCAD berada di area 1,4030, sementara resistance di area 1,4115.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

8:30:00 AM

AU

Employment Change JUN

76.3K

15.6K

43.9K 

8:30:00 AM

AU

Unemployment Rate JUN

4.4%

4.40%

4.40%

7:15:00 PM

EA

ECB Interest Rate Decision

 

2.40%

2.40%

7:15:00 PM

EA

Marginal Lending Rate

 

2.65%

2.65%

7:30:00 PM

CA

Retail Sales Ex Autos MoM MAY

 

1.10%

0.10%

7:30:00 PM

CA

Retail Sales MoM Final MAY

 

1.00%

0.50%

7:30:00 PM

CA

Retail Sales MoM Prel JUN

 

0.40%

 

7:30:00 PM

CA

Retail Sales YoY MAY

 

3.5%

3.7%

7:30:00 PM

US

Initial Jobless Claims JUL/18

 

210.0K

208K

7:30:00 PM

US

Continuing Jobless Claims JUL/11

 

1809.0K

1805K

7:45:00 PM

EA

ECB Press Conference

 

 

 

9:00:00 PM

EA

Consumer Confidence Flash JUL

 

-17.6

-17.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788