Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1511 | 0.03% |
GBPUSD | 1.3429 | 0.01% |
AUDUSD | 0.7002 | 0.11% |
NZDUSD | 0.5866 | -0.02% |
USDJPY | 157.20 | 0.17% |
USDCHF | 0.8103 | -0.06% |
USDCAD | 1.4046 | -0.01% |
GOLDUD | 4052.12 | 0.19% |
USD/IDR | 17,986 | 0.00% |
Fokus:
AUDUSD
Selasa, 4 Agustus 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,7010 pada sesi Asia setelah mengakhiri pelemahan selama dua hari berturut-turut. Penguatan dolar Australia didorong oleh membaiknya kondisi pasar tenaga kerja, tercermin dari ANZ–Indeed Job Ads yang meningkat 2,0% pada Juli secara bulanan. Kenaikan tersebut menjadi pertumbuhan bulanan keempat sepanjang tahun ini dan menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja masih tetap kuat meskipun aktivitas ekonomi mulai melambat.
Selain itu, sentimen positif terhadap dolar Australia juga berasal dari meningkatnya tekanan inflasi. TD-MI Inflation Gauge naik 1,0% pada Juli setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada Juni. Kenaikan ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga masih bertahan, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan tetap berhati-hati dalam menentukan waktu pelonggaran kebijakan moneternya.
Pejabat RBA juga menegaskan bahwa inflasi inti masih berada di atas kisaran target 2–3%, sementara kondisi pasar tenaga kerja dinilai tetap solid. Kombinasi inflasi yang persisten dan pasar tenaga kerja yang tangguh memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral belum memiliki ruang yang cukup untuk segera menurunkan suku bunga, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi dolar Australia.
Di sisi lain, penguatan AUDUSD masih ditopang oleh sentimen domestik Australia yang positif, meskipun penguatan tersebut cenderung terbatas karena dolar AS tetap mendapat dukungan dari data ekonomi AS yang solid dan ketidakpastian geopolitik. Harapan akan dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Optimisme tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesiapan untuk melanjutkan jalur diplomatik guna meredakan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz, meskipun pelaku pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses negosiasi tersebut. Support AUDUSD berada di area 0,6985, sementara resistance di area 0,7045.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak relatif datar di kisaran 1,1514 pada sesi Asia. Pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Di sisi lain, dolar AS masih memperoleh dukungan dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Meskipun Amerika Serikat kembali membuka peluang perundingan dengan Iran, penolakan Iran terhadap sejumlah usulan terkait Selat Hormuz membuat sentimen kehati-hatian di pasar tetap tinggi.
Sementara itu, pelemahan euro masih tertahan oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) berpeluang kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September, didukung inflasi yang masih relatif tinggi di kawasan euro. Namun, dengan minimnya katalis baru dari Eropa dan pelaku pasar yang lebih fokus menunggu data ekonomi AS, pergerakan EURUSD diperkirakan masih akan cenderung terbatas dalam jangka pendek. Support EURUSD berada di area 1,1485, sementara resistance di area 1,1545.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak relatif datar di kisaran 1,3431 pada sesi Asia. Pergerakan yang terbatas terjadi di tengah menguatnya dolar AS setelah PMI Manufaktur ISM Amerika Serikat naik menjadi 55,6 pada Juli, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Di sisi lain, ketidakpastian mengenai perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih menjaga minat investor terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sementara pelaku pasar juga menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) pada akhir pekan sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve.
Sementara itu, poundsterling masih bergerak terbatas setelah Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga di 3,75%. Meskipun terdapat tiga anggota komite yang mendukung kenaikan suku bunga, pernyataan Gubernur Andrew Bailey yang menegaskan proses disinflasi masih berlangsung membuat ekspektasi pengetatan kebijakan menjadi lebih moderat. Kombinasi faktor tersebut diperkirakan akan membuat GBPUSD tetap bergerak dalam kisaran terbatas hingga muncul katalis baru dari data ekonomi maupun perkembangan geopolitik. Support GBPUSD berada di area 1,3400, sementara resistance di area 1,3465.
NZDUSD - asangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,5865 pada sesi Asia. Pergerakan kiwi masih berada di bawah tekanan setelah data PMI Manufaktur ISM Amerika Serikat naik menjadi 55,6 pada Juli, melampaui ekspektasi pasar. Penguatan data tersebut meningkatkan optimisme terhadap perekonomian AS dan memberikan dukungan bagi dolar AS. Di sisi lain, ketidakpastian terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran juga mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga membatasi penguatan NZD.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan Selandia Baru yang dijadwalkan pada Rabu. Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk menilai kondisi ekonomi domestik sekaligus memengaruhi ekspektasi arah kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Meskipun pasar masih memperkirakan RBNZ berpotensi melanjutkan pengetatan kebijakan moneter, kehati-hatian investor menjelang rilis data membuat pergerakan NZDUSD diperkirakan tetap terbatas dalam jangka pendek. Support NZDUSD berada di area 0,5840, sementara resistance di area 0,5895.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 157,47 pada sesi Asia. Kenaikan ini terjadi setelah yen terkoreksi dari penguatan tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyusul intervensi bersama pemerintah Jepang dan Amerika Serikat di pasar valuta asing. Meskipun yen sedikit melemah, pelaku pasar masih berhati-hati untuk kembali mengambil posisi jual karena otoritas Jepang telah menegaskan kesiapannya melakukan intervensi lanjutan apabila volatilitas nilai tukar kembali meningkat.
Di sisi lain, dolar AS mendapat dukungan setelah pulih dari pelemahan sebelumnya, meskipun pasar masih menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada akhir pekan. Laporan ketenagakerjaan tersebut diperkirakan menjadi faktor utama dalam membentuk ekspektasi arah kebijakan Federal Reserve, yang masih diperkirakan berpeluang menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Kombinasi prospek kebijakan The Fed dan kewaspadaan terhadap langkah otoritas Jepang diperkirakan akan menjaga volatilitas USDJPY dalam jangka pendek. Support USDJPY berada di area 156,80, sementara resistance di area 158,20.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,8098 pada sesi Asia. Pergerakan pasangan mata uang ini cenderung terbatas karena pelaku pasar memilih menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada akhir pekan, yang diperkirakan menjadi acuan utama dalam menilai prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) masih bertahan di sekitar level psikologis 100, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data ekonomi penting tersebut.
Sementara itu, pelemahan USDCHF diperkirakan tidak berlangsung signifikan karena dolar AS masih memperoleh dukungan dari data PMI Manufaktur ISM yang lebih kuat dari perkiraan serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Iran yang membantah adanya perundingan dengan Amerika Serikat kembali meningkatkan kehati-hatian pasar, sementara kenaikan harga minyak mempertahankan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat lebih lama. Kombinasi faktor tersebut diperkirakan akan menjaga pergerakan USDCHF tetap dalam kisaran terbatas menjelang rilis data ketenagakerjaan AS. Support USDCHF berada di area 0,8075, sementara resistance di area 0,8125.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,4044 pada perdagangan hari ini. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar Kanada setelah harga minyak dunia kembali naik akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Ketidakjelasan perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta masih berlanjutnya gangguan di jalur pelayaran Timur Tengah, menjaga harga minyak tetap tinggi dan memberikan dukungan bagi dolar Kanada sebagai mata uang yang erat kaitannya dengan komoditas energi.
Di sisi lain, penurunan USDCAD masih cenderung terbatas karena dolar AS tetap memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven. Pernyataan Iran yang membantah adanya perundingan langsung dengan Amerika Serikat serta munculnya laporan mengenai meningkatnya risiko keamanan di kawasan kembali mendorong kehati-hatian investor. Selain itu, kenaikan harga minyak juga berpotensi mempertahankan tekanan inflasi sehingga pasar masih membuka peluang Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama, yang dapat menopang pergerakan dolar AS dalam jangka pendek. Support USDCAD berada di area 1,4015, sementara resistance di area 1,4075.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:00am | USD | Loan Officer Survey |
|
|
|
6:50am | JPY | Monetary Base y/y | -13.80% | -13.00% | -13.70% |
8:30am | AUD | ANZ Job Advertisements m/m | 0.80% |
| -0.10% |
8:30am | AUD | Household Spending m/m | 0.008 | 0.20% | 0.012 |
10:35am | JPY | 10-y Bond Auction |
|
| 2.73|3.1 |
7:30pm | CAD | Trade Balance |
| 3.0B | 4.2B |
7:30pm | USD | Trade Balance |
| -73.0B | -77.6B |
8:30pm | CAD | Manufacturing PMI |
| 52.2 | 53 |
9:00pm | USD | JOLTS Job Openings |
| 7.44M | 7.59M |