Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Melemah, Pasar Cerna Data Australia dan Tiongkok
AUDUSD Melemah, Pasar Cerna Data Australia dan Tiongkok
Thursday, 03 September 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1587

0.02%

GBPUSD

1.3486

0.01%

AUDUSD

0.7166

-0.01%

NZDUSD

0.5841

0.31%

USDJPY

158.69

-0.19%

USDCHF

0.8127

-0.02%

USDCAD

1.3839

-0.03%

GOLDUD

4391.29

0.26%

USD/IDR

17,765

0.00%

Fokus:

  1. Surplus perdagangan Australia menyempit, membatasi penguatan AUD.
  2. PMI jasa Tiongkok membaik, tetapi perhatian pasar tetap tertuju pada kebijakan The Fed.


AUDUSD
Kamis, 03 September 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,7165 setelah penguatan pada sesi sebelumnya tertahan di sekitar 0,7170. Pergerakan pasangan ini masih berada dalam rentang perdagangan dua pekan terakhir, sehingga momentum kenaikan dolar Australia belum cukup kuat untuk membawa harga menembus area tersebut.

Dari Australia, sentimen terhadap AUD datang dari penyempitan surplus perdagangan Juli. Surplus turun menjadi sekitar A$1,923 miliar setelah ekspor mengalami penurunan 3,3%. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan AUD, meskipun aktivitas ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang utama menunjukkan perbaikan.

Data PMI jasa Tiongkok naik menjadi 51,4 pada Agustus dari 50,4 pada Juli, menandakan aktivitas sektor jasa yang lebih ekspansif. Namun, perbaikan tersebut belum mampu memberikan dorongan berarti bagi AUD yang kerap dipandang sebagai proksi perekonomian Tiongkok. Pasar juga masih berhati-hati terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap arah kebijakan Federal Reserve.

Dari AS, data ADP yang dirilis Rabu menunjukkan penambahan tenaga kerja swasta hanya 38 ribu pada Agustus, terendah dalam tujuh bulan terakhir. Meski demikian, komentar pejabat The Fed yang cenderung berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga membuat dolar AS masih mendapat dukungan. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data tenaga kerja AS untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Support AUDUSD berada di area 0,7120, sementara resistance berada di area 0,7170.

EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke area 1,1590, meskipun pergerakannya masih dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi di Eropa dan AS. Yield obligasi Jerman 10 tahun telah meningkat sekitar 50 basis poin sejak awal Juli, sementara yield Treasury AS tenor yang sama naik hampir 40 basis poin. Kondisi tersebut membuat pergerakan pasangan mata uang ini tetap terbatas karena kenaikan yield terjadi di kedua kawasan.

Dari sisi data ekonomi, perhatian pasar tertuju pada rilis final PMI jasa dan gabungan zona euro untuk Agustus yang diperkirakan tetap menunjukkan aktivitas yang ekspansif. Di AS, data ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja swasta sebesar 38 ribu pada Agustus, di bawah ekspektasi 48 ribu, mengindikasikan momentum perekrutan yang lebih lemah menjelang laporan ketenagakerjaan resmi. Kondisi ini dapat membatasi penguatan dolar AS, sementara pasar masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Support EURUSD berada di area 1,1550, sementara resistance di area 1,1620.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 1,3487 pada awal perdagangan Eropa, didukung oleh pelemahan dolar AS. Pergerakan pound masih cenderung terbatas karena pasar menunggu pidato Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Inggris. Pernyataan pejabat BoE sebelumnya yang melihat adanya penguatan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan turut menjadi perhatian pasar.

Dari AS, sikap hawkish pejabat Federal Reserve Kevin Warsh masih menjadi faktor yang membatasi penguatan pound karena meningkatkan ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga. Namun, data ADP yang menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta lebih rendah dari perkiraan dapat menahan penguatan dolar AS. Pasar selanjutnya akan mencermati data ketenagakerjaan AS pada Jumat serta perkembangan kebijakan BoE untuk menentukan arah GBPUSD berikutnya. Support GBPUSD berada di area 1,3450, sementara resistance di area 1,3530.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 0,5859 pada awal perdagangan Asia, melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan. Penguatan dolar Selandia Baru mendapat dukungan dari data ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan. PMI Jasa Tiongkok pada Agustus meningkat ke 51,4 dari 50,4 pada Juli dan berada di atas konsensus 50,6, memberikan sentimen positif bagi NZD yang sensitif terhadap perkembangan ekonomi Tiongkok.

Di sisi lain, ruang penguatan NZD masih berpotensi terbatas karena dolar AS mendapat dukungan dari pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang meningkatkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga AS. Pasar selanjutnya akan mencermati data ketenagakerjaan AS untuk Agustus yang akan dirilis Jumat sebagai petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan The Fed. Support NZDUSD berada di area 0,5820, sementara resistance di area 0,5900.


USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 158,39 pada perdagangan Kamis, seiring penguatan yen setelah pejabat Jepang memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan pada September. Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menyatakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga akan dibahas dengan mempertimbangkan perkembangan risiko inflasi. Ekspektasi pasar bahkan telah memperhitungkan kenaikan sebesar 25 basis poin pada pertemuan BoJ bulan ini.

Di sisi lain, dolar AS masih mendapat perhatian menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada Jumat. Pasar memperkirakan penambahan tenaga kerja sebesar 58 ribu pada Agustus dengan tingkat pengangguran tetap di 4,1%. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi kembali menopang dolar AS, sementara hasil yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan memberikan ruang bagi yen untuk melanjutkan penguatannya. Support USDJPY berada di area 157,80, sementara resistance di area 159,00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah tipis ke area 0,8125, sejalan dengan koreksi dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Pergerakan franc Swiss juga masih mendapat dukungan dari karakteristiknya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, meskipun sentimen tersebut masih diimbangi oleh ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Di sisi AS, pasar masih mencermati perkembangan data ekonomi setelah pertumbuhan tenaga kerja swasta yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi tersebut dapat membatasi penguatan dolar AS dalam jangka pendek, sementara perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data tenaga kerja AS untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed. Support USDCHF berada di area 0,8085, sementara resistance di area 0,8160.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1,3835, melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Pelemahan dolar AS dipengaruhi oleh penguatan tajam yen Jepang yang meningkatkan tekanan terhadap Greenback secara luas. Selain itu, data ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta AS melambat pada Agustus dengan tambahan 38 ribu pekerjaan, di bawah ekspektasi 47 ribu, sehingga menambah tekanan terhadap dolar AS.

Di sisi lain, dolar Kanada mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah, mengingat CAD sensitif terhadap pergerakan komoditas energi. Harga minyak menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perhatian pasar terhadap situasi di Selat Hormuz. Meski demikian, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve masih menjadi faktor yang dapat membatasi pelemahan USDCAD. Support USDCAD berada di area 1,3800, sementara resistance di area 1,3930.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:10am

NZD

RBNZ Gov Breman Speaks

 

 

 

1:30pm

CHF

CPI m/m

 

0.00%

-0.10%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

 

205K

203K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788