Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Melemah, Inflasi Australia yang Melandai Redam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA
AUDUSD Melemah, Inflasi Australia yang Melandai Redam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA
Wednesday, 29 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1390

-0.03%

GBPUSD

1.3289

-0.05%

AUDUSD

0.6978

-0.43%

NZDUSD

0.5784

-0.12%

USDJPY

163.79

-0.02%

USDCHF

0.8193

-0.04%

USDCAD

1.4104

-0.01%

GOLDUD

4026.56

-0.04%

USD/IDR

18,083

0.00%

Fokus:

  1. Inflasi Australia yang lebih rendah dari perkiraan menekan ekspektasi kenaikan suku bunga RBA.
  2. Pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan RBA setelah peluang kenaikan suku bunga menyusut tajam.


AUDUSD
Rabu, 29 Juli 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0.6948, menyentuh level terendah dalam dua pekan. Pelemahan dolar Australia dipicu oleh rilis data inflasi Australia yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan Reserve Bank of Australia (RBA) kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia tercatat naik 3,8% secara tahunan pada Juni, lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya maupun ekspektasi pasar sebesar 4,0%. Sementara itu, inflasi inti yang diukur melalui trimmed mean juga berada di bawah proyeksi, dengan kenaikan tahunan sebesar 3,6%, sedangkan inflasi inti kuartalan hanya naik 0,8%, lebih rendah dari perkiraan 0,9%. Data tersebut mengindikasikan bahwa tekanan inflasi mulai mereda meskipun masih berada di atas target RBA sebesar 2%–3%.

Merespons data tersebut, pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga RBA secara signifikan. Peluang kenaikan suku bunga tahun ini turun menjadi sekitar 40%–50%, sementara peluang kenaikan pada pertemuan 11 Agustus menyusut menjadi sekitar 4%. Penurunan ekspektasi ini turut mendorong pelemahan dolar Australia dan diikuti penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor tiga tahun sekitar 10 basis poin.

Meski demikian, pelemahan AUD berpotensi tertahan karena Gubernur RBA Michele Bullock sebelumnya menegaskan bahwa bank sentral masih membuka peluang pengetatan kebijakan apabila inflasi belum kembali ke sasaran. Selain itu, kondisi pasar tenaga kerja Australia yang masih relatif kuat dapat memberikan ruang bagi RBA untuk mempertimbangkan langkah kebijakan lebih lanjut apabila tekanan harga kembali meningkat. Support AUDUSD berada di area 0.6925, sementara resistance di area 0.6985.

EURUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1.1387 pada pagi hari ini. Pergerakan pasangan mata uang ini cenderung stabil karena investor menunggu hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga. Meski demikian, pasar masih melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang, sehingga pergerakan dolar AS tetap mendapat dukungan.

Di sisi lain, euro memperoleh sentimen positif setelah European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga di level 2,25% sekaligus mengindikasikan peluang pengetatan kebijakan pada pertemuan September apabila tekanan inflasi tetap tinggi. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven diperkirakan dapat memperkuat dolar AS dan membatasi penguatan EURUSD. Support EURUSD di area 1.1355, sementara resistance di area 1.1425.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1.3283 pada pagi hari ini. Pelemahan pound terjadi karena investor masih bersikap hati-hati menjelang hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga. Meski demikian, pasar masih melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang, sehingga dolar AS tetap memperoleh dukungan dan membatasi penguatan pound.

Di sisi lain, minimnya rilis data ekonomi penting dari Inggris membuat pergerakan pound lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama arah kebijakan moneter AS. Ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama menjaga daya tarik dolar AS, sehingga GBPUSD cenderung bergerak di bawah tekanan hingga pasar memperoleh kejelasan dari hasil pertemuan FOMC. Support GBPUSD berada di area 1.3250, sementara resistance di area 1.3325.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0.5777 pada pagi hari ini. Pelemahan dolar Selandia Baru terjadi karena investor masih menunggu hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga. Meskipun demikian, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang, sehingga dolar AS tetap memperoleh dukungan dan membatasi penguatan NZD.

Di sisi lain, minimnya katalis domestik dari Selandia Baru membuat pergerakan kiwi lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya prospek kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar akan mencermati pernyataan dan panduan The Fed mengenai arah suku bunga selanjutnya, karena sinyal yang lebih hawkish berpotensi memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan lanjutan terhadap NZDUSD. Support NZDUSD berada di area 0.5750, sementara resistance di area 0.5805.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 163.76 pada perdagangan Asia. Pelemahan ini terjadi di tengah sikap hati-hati investor menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Meski demikian, pasar masih melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini, sehingga pelemahan dolar AS cenderung terbatas.

Di sisi lain, yen memperoleh dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini sembari tetap membuka peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut guna membatasi pelemahan mata uang Jepang. Sementara itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak turut menjaga permintaan terhadap aset safe haven, meskipun dampaknya terhadap yen masih tertahan oleh perbedaan prospek kebijakan moneter antara Jepang dan Amerika Serikat. Support USDJPY berada di area 163.30, sementara resistance di area 164.20.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0.8190 pada pagi hari ini. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap dolar AS menjelang pengumuman hasil rapat Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang, sehingga potensi pelemahan dolar AS diperkirakan tetap terbatas.

Di sisi lain, franc Swiss memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Sementara itu, pelaku pasar juga mencermati rilis ZEW Survey - Expectations Swiss sebagai indikator prospek ekonomi, meskipun dampaknya diperkirakan lebih kecil dibandingkan keputusan kebijakan The Fed yang akan menjadi penentu utama arah pergerakan USDCHF dalam jangka pendek. Support USDCHF berada di area 0.8165, sementara resistance di area 0.8225.

USDCAD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1.4102 pada pagi hari dengan pergerakan yang cenderung terbatas. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang pengumuman hasil rapat Federal Reserve yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan. Ketidakpastian tersebut membuat pergerakan dolar AS relatif tertahan meskipun masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah turut menopang dolar Kanada karena Kanada merupakan salah satu eksportir minyak utama dunia. Dukungan terhadap CAD tersebut membatasi ruang penguatan USDCAD, meskipun pasar masih memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini yang berpotensi menjaga daya tarik dolar AS dibandingkan mata uang lainnya. Support USDCAD berada di area 1.4065, sementara resistance di area 1.4145.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

8:30am

AUD

CPI m/m

-0.10%

0.20%

-0.70%

8:30am

AUD

CPI y/y

3.80%

4.00%

4.00%

8:30am

AUD

Trimmed Mean CPI m/m

0.30%

0.30%

0.40%

3:00pm

CHF

UBS Economic Expectations

 

 

-25

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788