Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Melemah di Tengah Ekspektasi Dovish RBA dan Sinyal Hati-Hati The Fed
AUDUSD Melemah di Tengah Ekspektasi Dovish RBA dan Sinyal Hati-Hati The Fed
Tuesday, 26 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1660

-0.43%

GBPUSD

1.3490

-0.34%

AUDUSD

0.6493

-0.28%

NZDUSD

0.5861

-0.38%

USDJPY

146.98

0.61%

USDCHF

1.3841

0.17%

USDCAD

0.8059

0.09%

GOLDUD

3366.6

0.60%

USD/IDR

16250

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. Risalah simposium Jackson Hole
  2. Pemangkasan suku bunga RBA

Selasa, 26 Agustus 2025 - Dolar Australia dibuka di 0.6493, terkoreksi sebesar -0.28%. Kinerja mata uang AUDUSD mencerminkan tekanan yang semakin besar pada Dolar Australia setelah komentar terbaru dari Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, di simposium Jackson Hole. Powell memberikan sinyal bahwa bank sentral AS berpotensi memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang, dengan probabilitas hampir 85% menurut CME FedWatch Tool, meningkat dari 75% sebelum pidato tersebut. Meski begitu, Powell juga menekankan bahwa inflasi masih menjadi ancaman nyata, sehingga The Fed belum dapat sepenuhnya memastikan arah kebijakan yang terlalu longgar. Hal ini menciptakan dinamika ganda: ekspektasi pemangkasan yang biasanya melemahkan dolar justru diimbangi oleh persepsi kehati-hatian The Fed, sehingga daya tarik greenback tetap terjaga. Ketidakpastian arah kebijakan AS inilah yang menambah tekanan terhadap AUD, terutama ketika pasar menilai prospek Australia masih cenderung lebih dovish.

Di sisi domestik, faktor fundamental Australia semakin memperlemah AUD setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.60% pada pertemuan Agustus lalu, dari sebelumnya 3.85%. Langkah ini dipandang sebagai awal dari sikap lebih akomodatif yang mungkin berlanjut hingga akhir tahun. Pasar saat ini tidak hanya menilai pemangkasan tersebut sebagai langkah preventif, tetapi juga mengantisipasi adanya ruang untuk penurunan suku bunga lebih agresif. Ekspektasi terhadap kemungkinan pemangkasan 50 basis poin pada November menjadi katalis tambahan yang menekan nilai AUD. Kondisi ini menunjukkan bahwa RBA lebih fokus pada upaya menopang pertumbuhan ekonomi di tengah tanda-tanda perlambatan, ketimbang mempertahankan kebijakan ketat untuk menekan inflasi. Dengan sentimen pasar yang menilai Australia berpotensi memasuki fase kebijakan longgar lebih cepat dan lebih dalam dibanding AS, AUD semakin kehilangan daya tariknya di mata investor global.

Ke depan, risalah rapat RBA yang akan dirilis Selasa menjadi perhatian utama pelaku pasar, karena akan memberikan detail mengenai pandangan internal bank sentral terkait prospek inflasi, pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan. Jika risalah menunjukkan kecenderungan bahwa RBA semakin condong pada prioritas mendukung stabilitas pertumbuhan dengan membuka ruang pemangkasan lebih lanjut, maka AUD bisa tertekan lebih dalam. Sebaliknya, dolar AS berpotensi tetap tangguh meskipun The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga, karena pasar melihat langkah tersebut hanya bersifat terukur, bukan agresif. Dengan kombinasi faktor eksternal berupa kebijakan The Fed yang tetap berhati-hati dan faktor domestik berupa kecenderungan dovish RBA, tren pelemahan AUDUSD masih memiliki ruang lanjutan. Investor diperkirakan akan tetap menempatkan AUD dalam posisi defensif hingga adanya katalis baru yang mampu mengubah arah sentimen pasar secara signifikan.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD melemah. Support terdekat berada di 0.6465, dan resistance berada di 0.6525. Support lanjutan di zona 0.6410 dan dilanjutkan ke zona 0.6380. Resistance lanjutan di zona 0.6550 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6595.

EURUSD – Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1660 dan melemah sebesar -0.43%. Euro kembali melemah terhadap Dolar AS pada awal pekan, setelah sempat mencapai puncak empat minggu pada Jumat lalu. Penguatan Dolar terutama dipicu oleh aksi ambil untung investor pasca pernyataan dovish Powell di Jackson Hole, di mana pasar kembali menilai bahwa The Fed tetap memerlukan konfirmasi data lebih lanjut sebelum benar-benar memangkas suku bunga pada September. Data ekonomi AS yang solid, termasuk tren ketenagakerjaan dan perumahan, masih menimbulkan keraguan apakah pelonggaran akan dilakukan secepat ekspektasi pasar. Kenaikan indeks DXY ke atas 98,20 menegaskan bahwa minat terhadap Greenback kembali meningkat, sekaligus menekan pergerakan Euro. Sementara itu, data Jerman yang keluar memang menunjukkan perbaikan terbatas, seperti IFO Business Climate yang naik ke 89,0, namun detailnya masih mencerminkan pelemahan di penilaian kondisi saat ini. Ditambah lagi, pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde yang menekankan bahwa ekonomi zona euro “resilient but not thriving” dengan proyeksi pertumbuhan hanya 1% untuk 2025, semakin memperlebar jurang kebijakan dengan The Fed. Investor menilai bahwa ECB kemungkinan akan mempertahankan sikap wait-and-see, bahkan membuka peluang easing lanjutan jika tekanan eksternal seperti tarif impor AS terus membebani sektor ekspor. Kombinasi lemahnya dukungan data domestik Eropa dan ekspektasi pelonggaran dari ECB inilah yang membuat EURUSD kembali kehilangan momentum penguatan yang sempat terbentuk pekan lalu. Support terdekat berada di 1.1630, sementara resistance terdekat berada di 1.1690.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3490 dan turun -0.34%. Poundsterling juga tertekan terhadap Dolar AS setelah pasar global melakukan penyesuaian ekspektasi terkait pemangkasan suku bunga The Fed. Powell memang memberi sinyal bahwa risiko pasar tenaga kerja meningkat dan kemungkinan suku bunga perlu disesuaikan, tetapi investor kini menunggu data inflasi PCE sebagai indikator kunci sebelum menilai apakah pemangkasan September benar-benar terealisasi. Penguatan Dolar akibat kehati-hatian pasar inilah yang membuat Sterling tidak mampu mempertahankan rebound yang sempat terbentuk usai Jackson Hole. Dengan imbal hasil obligasi AS kembali naik dan permintaan Dolar menguat, tekanan bagi GBPUSD semakin terasa di awal pekan ini. Dari sisi domestik, Inggris sendiri menghadapi tantangan yang tidak kalah berat. Meski inflasi Juli sempat lebih tinggi dari perkiraan, Bank of England (BoE) masih menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat dengan partisipasi tenaga kerja yang menurun. Gubernur Andrew Bailey bahkan menegaskan bahwa perekonomian Inggris menghadapi “tantangan akut” yang akan membatasi ruang kebijakan moneter. Dengan pasar menilai BoE cenderung lebih lambat dalam memangkas suku bunga dibanding Fed, Sterling kehilangan daya tariknya di mata investor. Kombinasi fundamental global dan domestik inilah yang membuat outlook GBPUSD tetap rapuh, apalagi jika data inflasi AS minggu ini menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari perkiraan. Support terdekat berada di 1.3460, dan resistance terdekat berada di 1.3520.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5861 dan melemah -0.38%. Dolar Selandia Baru sempat mencoba rebound pada awal sesi Asia, namun tetap berada di bawah tekanan dengan NZDUSD bergerak di kisaran bawah 0.5860. Faktor utama yang membebani Kiwi adalah sentimen dovish dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang baru saja memangkas suku bunga 25 bps ke 3,0% dan memberi sinyal pelonggaran lanjutan pada bulan-bulan berikutnya. Pasar kini menilai peluang pemangkasan tambahan hampir pasti pada November, bahkan 50% kemungkinan sudah ada di Oktober, mencerminkan bias kebijakan yang jauh lebih longgar dibandingkan The Fed. Divergensi kebijakan inilah yang membuat Kiwi sulit keluar dari tren pelemahan, meskipun data domestik seperti penjualan ritel kuartal II yang tumbuh 0,5% lebih baik dari ekspektasi sempat memberi sedikit dukungan. Di sisi lain, faktor eksternal juga berperan besar dalam pergerakan Kiwi. Dolar AS yang sempat melemah tajam pada Jumat lalu kini kembali mendapatkan aliran modal masuk setelah investor mencerna ulang pernyataan Powell. Isu politik terkait independensi Fed pasca pernyataan kontroversial Presiden Trump memang memberi tekanan sesaat pada Greenback, namun hal tersebut tidak cukup kuat untuk membalikkan tren. Dengan fokus pasar kembali ke data AS, terutama inflasi PCE, Kiwi berpotensi tetap rapuh karena ruang penguatan hanya sebatas teknikal rebound sementara. Jika Fed menunda pemangkasan suku bunga lebih lama atau data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, NZDUSD kemungkinan akan kembali menekan level terendah empat bulannya. Support terdekat berada di 0.5830, dan resistance berada di 0.5895.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 146.98, menguat 0.61%. USDJPY bergerak melemah ke kisaran 147-an setelah sebelumnya sempat menguat, dipicu oleh ketidakpastian di seputar independensi The Fed. Tekanan muncul pasca Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberhentikan Gubernur The Fed, Lisa Cook, yang menimbulkan kekhawatiran pasar terkait potensi intervensi politik dalam kebijakan moneter. Di sisi lain, komentar dovish Jerome Powell pada simposium Jackson Hole menambah keyakinan pasar bahwa peluang pemangkasan suku bunga pada September semakin tinggi. Hal ini menjadikan pricing suku bunga menjadi faktor dominan penggerak USDJPY, melebihi pengaruh imbal hasil obligasi ataupun spread yield AS-Jepang. Namun, Yen juga mendapatkan dukungan dari perkembangan domestik Jepang, khususnya peningkatan dukungan publik terhadap Perdana Menteri Shigeru Ishiba setelah tercapainya kesepakatan dagang dengan AS dan rencana peningkatan produksi beras nasional. Kombinasi faktor global dan domestik tersebut membuat pasangan ini sensitif terhadap katalis data AS berikutnya. Secara teknikal, level 147,00 menjadi support penting yang terus diuji, namun untuk penembusan lebih dalam diperlukan katalis tambahan dari data ekonomi maupun pernyataan pejabat The Fed. Support terdekat ada di 146.50, dan resistance di 147.40.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 1.3841 dan menguat 0.17%. USDCAD diperdagangkan mendatar setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam akibat menguatnya Dolar Kanada. Dukungan bagi CAD datang dari perbaikan hubungan dagang Kanada-AS, di mana pemerintah Kanada berencana menyesuaikan tarif sesuai pakta perdagangan Amerika Utara, sehingga tensi perdagangan sedikit mereda. Sentimen ini diperkuat oleh kenaikan harga minyak mentah, mengingat Kanada adalah eksportir utama minyak ke AS sehingga setiap kenaikan harga minyak cenderung memberikan dorongan positif bagi CAD. Meski begitu, faktor eksternal masih menekan USD. Pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September mencapai di atas 84%, menurut CME FedWatch. Jika data utama AS minggu ini, seperti GDP dan PCE Price Index, menunjukkan pelemahan lebih lanjut, USD berisiko tertekan lebih dalam terhadap CAD. Sebaliknya, jika data inflasi atau pertumbuhan keluar lebih kuat, USD bisa menemukan dukungan kembali. Dari sisi domestik, perhatian investor akan tertuju pada rilis data GDP Kanada kuartal II yang diperkirakan tumbuh tipis 0,1%, sehingga hasil aktual akan menentukan arah jangka pendek USDCAD. Support terdekat berada di 1.3810, dan resistance berada di 1.3875.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 0.8059, naik tipis sebesar 0.09%. USDCHF bertahan lebih tinggi di setelah mencatat pelemahan hampir 1% di sesi sebelumnya. Dukungan bagi CHF relatif terbatas, meski data ketenagakerjaan Swiss menunjukkan pertumbuhan 0,6% yoy di kuartal II, terutama dari sektor jasa. Pemerintah Swiss juga merilis kebijakan baru untuk menjaga daya saing bisnis domestik setelah AS mengenakan tarif impor hingga 39% terhadap produk Swiss, termasuk dengan menunda regulasi yang berpotensi membebani perusahaan. Namun, faktor domestik Swiss belum cukup kuat untuk membalikkan tren USDCHF. Tekanan terbesar masih datang dari outlook The Fed. Pernyataan Powell di Jackson Hole menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini masih “restrictive” dan membuka ruang untuk penyesuaian, terutama jika pasar tenaga kerja terus melemah. Dengan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada September, USD berisiko kehilangan daya tariknya. Namun, menjelang rilis data GDP kuartal II dan PCE Index AS pekan ini, USDCHF kemungkinan masih akan bergerak dengan volatilitas tinggi, di mana data yang lebih kuat dapat menahan pelemahan USD lebih lanjut. Support terdekat berada di 0.8030, dan resistance di 0.8085.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:30am

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

6:01am

GBP

BRC Shop Price Index y/y

0.9%

0.9%

0.7%

6:15am

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

SPPI y/y

2.9%

3.2%

3.2%

8:30am

AUD

Monetary Policy Meeting Minutes

-

-

-

12:00pm

JPY

BOJ Core CPI y/y

-

2.4%

2.3%

7:30pm

USD

Core Durable Goods Orders m/m

-

0.2%

0.2%

7:30pm

USD

Durable Goods Orders m/m

-

-3.8%

-9.4%

7:30pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

HPI m/m

-

-0.1%

-0.2%

8:00pm

USD

S&P/CS Composite-20 HPI y/y

-

2.1%

2.8%

9:00pm

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

CB Consumer Confidence

-

96.4

97.2

9:00pm

USD

Richmond Manufacturing Index

-

-11

-20

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788