Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Berpotensi Volatil Menjelang Keputusan Suku Bunga RBA
AUDUSD Berpotensi Volatil Menjelang Keputusan Suku Bunga RBA
Tuesday, 17 March 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1504

-0.15%

GBPUSD

1.3319

-0.18%

AUDUSD

0.7071

-0.17%

NZDUSD

0.5860

-0.29%

USDJPY

159.05

-0.04%

USDCHF

0.7864

-0.03%

USDCAD

1.3685

-0.04%

GOLDUD

5011.11

-0.32%

USD/IDR

16,985

0.00%

Fokus:

  1. Pasar menanti keputusan suku bunga RBA yang diperkirakan naik 25 bps di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi.
  2. Fundamental ekonomi Australia yang masih kuat serta inflasi yang tetap tinggi menjadi faktor utama yang menopang ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.


AUDUSD
Selasa, 17 Maret 2026 - Pasangan mata uang ini dibuka di 0.7071, sementara pasar menantikan keputusan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,10% dari sebelumnya 3,85%. Keputusan tersebut dijadwalkan diumumkan pada Selasa pukul 10:30 WIB, diikuti konferensi pers Gubernur Michele Bullock.

Pasar memperkirakan volatilitas AUD akan meningkat tajam seiring dengan respons terhadap keputusan kebijakan tersebut. Kenaikan suku bunga dinilai semakin mungkin terjadi karena meningkatnya risiko inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga energi di tengah konflik Timur Tengah. Banyak bank sentral kini menghadapi dilema antara menahan inflasi atau menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Fundamental ekonomi Australia sendiri masih cukup solid. Data dari Australian Bureau of Statistics menunjukkan ekonomi tumbuh 0,8% pada kuartal IV 2025, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang direvisi menjadi 0,5% dan di atas ekspektasi pasar 0,6%. Secara tahunan, pertumbuhan mencapai 2,6%, yang merupakan laju tercepat sejak awal 2023.

Sementara itu, inflasi juga masih relatif tinggi. IHK bulanan Januari naik 0,4%, melampaui perkiraan 0,3%, dengan inflasi tahunan berada di 3,8%, sedikit di atas estimasi 3,7%. Gubernur RBA Michele Bullock sebelumnya menyatakan bahwa bank sentral belum yakin kondisi keuangan cukup ketat untuk membawa inflasi kembali ke target secara berkelanjutan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga dinilai berpotensi memperkuat tekanan inflasi. Sejumlah bank besar seperti ANZ, Westpac, Deutsche Bank, Citi, dan NAB bahkan telah merevisi proyeksi mereka dengan memperkirakan kenaikan suku bunga dalam pertemuan kali ini. Saat ini support berada di level 0.7040 dan resistance berada di level 0.7080.

EURUSD - Pasangan mata uang ini dibuka di level 1.1504 dan sempat berusaha melanjutkan pemulihan dari area 1.1415–1.1410, yang merupakan level terendah sejak Juli 2025. Namun pada pagi hari ini, pasangan ini kembali bergerak melemah dan diperdagangkan sedikit di bawah 1.1500, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan bank sentral utama minggu ini.

Fokus pasar tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Rabu dan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis. Kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak di tengah konflik Timur Tengah meningkatkan spekulasi bahwa The Fed dapat menunda pemangkasan suku bunga, sehingga menopang Dolar AS. Sementara itu, euro menghadapi tekanan dari risiko perlambatan ekonomi Zona Euro akibat tingginya harga energi. Saat ini support berada di level 1.1470 dan resistance berada di level 1.1510.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini dibuka di level 1.3319 setelah menguat hampir 0,75% pada perdagangan kemarin, bangkit dari penutupan Jumat di sekitar 1.3220 dan kembali bertahan di area 1.3300. Meski demikian, kenaikan ini masih dipandang sebagai pemulihan korektif karena tren utama pasangan ini tetap bearish sejak puncak akhir Januari di sekitar 1.3870, dengan harga masih berada di bawah beberapa moving average utama, termasuk EMA 200-hari.

Pergerakan GBPUSD dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan dipengaruhi oleh serangkaian agenda penting. Pasar menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu, yang diperkirakan tetap di 3,75%, serta pandangan kebijakan dari Ketua Jerome Powell yang dapat menentukan arah Dolar AS. Selain itu, keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pada Kamis juga menjadi perhatian, dengan suku bunga diperkirakan tidak berubah di 3,75%. Pada saat yang sama, data ketenagakerjaan Inggris diproyeksikan menunjukkan tingkat pengangguran stabil di 5,2%, sementara pertumbuhan upah diperkirakan melambat menjadi 3,9% YoY, yang berpotensi membatasi penguatan Poundsterling. Saat ini support berada di level 1.3270 dan resistance berada di level 1.3330.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini dibuka di level 0.5860 namun kembali tertekan pada sesi Asia Selasa setelah sebelumnya mencatat pemulihan dari level terendah satu bulan. Saat ini pasangan tersebut diperdagangkan di bawah area 0.5850 dan masih berada di bawah SMA 200-hari, yang secara teknikal menunjukkan kecenderungan bearish.

Penguatan Dolar AS didorong oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi global akibat lonjakan harga minyak setelah konflik di Timur Tengah, yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menunda pemangkasan suku bunga. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik dan hubungan AS–Tiongkok juga menekan mata uang berbasis komoditas seperti dolar Selandia Baru. Saat ini support berada di level 0.5830 dan resistance berada di level 0.5870.

USDJPY - Pasangan mata uang ini dibuka di level 159.05 dan kembali menguat mendekati 159.40 pada sesi Asia Selasa setelah sempat mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Penguatan ini terjadi seiring dengan dukungan terhadap Dolar AS di tengah berkurangnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Meski demikian, kenaikan USDJPY berpotensi terbatas karena Yen Jepang dapat memperoleh dukungan dari kemungkinan intervensi pemerintah Jepang jika volatilitas pasar meningkat. Selain itu, pasar juga menantikan keputusan kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga di sekitar 0,75%, sambil tetap membuka peluang pengetatan kebijakan ke depan. Saat ini support berada di level 158.60 dan resistance berada di level 159.40.

USDCHF - Pasangan mata uang ini dibuka di level 0.7864. Franc Swiss (CHF) sempat menguat terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan sebelumnya seiring melemahnya Greenback, sehingga menghentikan sementara reli USDCHF yang telah berlangsung selama empat hari. Saat ini pasangan tersebut diperdagangkan di sekitar 0.7869, sedikit terkoreksi setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 22 Januari. Penguatan CHF terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik AS–Iran, yang kembali meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven.

Meski demikian, Dolar AS masih relatif kuat karena statusnya sebagai mata uang cadangan utama dunia, serta dukungan dari kenaikan harga minyak global yang secara tidak langsung meningkatkan permintaan terhadap USD. Fokus pasar kini tertuju pada keputusan kebijakan Swiss National Bank (SNB) dan Federal Reserve (Fed) pekan ini, yang diperkirakan sama-sama mempertahankan suku bunga. Di sisi lain, meskipun Swiss merupakan pengimpor energi bersih, penguatan Franc Swiss membantu menekan inflasi impor karena membuat harga barang dan komoditas luar negeri menjadi lebih murah dalam mata uang domestik. Saat ini support berada di level 0.7845 dan resistance berada di level 0.7885.

USDCAD – Pasangan mata uang ini dibuka di level 1.3685 dan mencatat pelemahan moderat pada sesi Asia hari Selasa. Penguatan Dolar Kanada (CAD) mendapat dukungan dari lonjakan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran mendorong harga minyak melampaui $100 per barel, seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan setelah serangan balasan Iran terhadap kapal dan infrastruktur energi di jalur pengiriman utama. Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar, Kanada cenderung diuntungkan dari kenaikan harga energi, sehingga memberikan dukungan bagi CAD.

Namun, pelemahan data ekonomi domestik dapat membatasi penguatan mata uang Kanada. Data Statistik Kanada menunjukkan ekonomi secara tak terduga kehilangan sekitar 83.900 pekerjaan pada Februari, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 6,7%, yang berpotensi menekan CAD dan mendorong kenaikan USDCAD. Sementara itu, pasar juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Rabu, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Pernyataan Ketua Jerome Powell akan menjadi perhatian utama, di mana nada yang lebih hawkish berpotensi menopang Dolar AS dan membatasi pelemahan pasangan ini. Saat ini support berada di level 1.3655 dan resistance berada di level 1.3705.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:45am

NZ

FPI (MoM) (Feb)

-0.001

0.021

NZ

RBNZ Offshore Holdings (Feb)

0.563

10:30am

AU

RBA Interest Rate Decision (Mar)

0.041

0.0385

10:30am

AU

RBA Rate Statement

11:30am

JP

Tertiary Industry Activity Index (Jan)

8.4

5:00pm

EU

ZEW Economic Sentiment (Mar)

24

39.4

6:30pm

US

Chicago Fed President Evans Speaks

7:15pm

US

ADP Employment Change Weekly

15.50K

7:30pm

US

Dallas Fed PCE (Jan)

0.022

7:55pm

US

Redbook (YoY)

0.062

9:00pm

US

Pending Home Sales (MoM) (Feb)

-0.012

-0.008

9:00pm

US

Pending Home Sales Index (Feb)

70.9

9:00pm

US

NAHB Housing Market Index (Mar)

36

10:00pm

NZ

GlobalDairyTrade Price Index

0.057

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788