| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1655 | -0.04% |
GBPUSD | 1.3431 | -0.07% |
AUDUSD | 0.7165 | -0.25% |
NZDUSD | 0.5871 | -0.22% |
USDJPY | 158.83 | 0.06% |
USDCHF | 0.7846 | 0.06% |
USDCAD | 1.3738 | 0.07% |
GOLDUD | 4570.36 | -0.11% |
USD/IDR | 17,661 | 0.00% |
Fokus:
AUDUSD
Selasa, 19 Mei 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0.7147 setelah gagal mempertahankan penguatan terbatas yang terjadi sebelumnya. Tekanan terhadap dolar Australia muncul seiring kembali menguatnya dolar AS akibat meningkatnya permintaan safe haven. Kondisi tersebut membuat AUDUSD kembali turun dari area tertinggi dan bergerak di sekitar 0.7100.
Di sisi lain, sikap hawkish Reserve Bank of Australia sebenarnya masih memberikan dukungan terhadap dolar Australia. Risalah rapat kebijakan RBA menunjukkan mayoritas anggota dewan mendukung kenaikan suku bunga menjadi 4,35 persen karena meningkatnya risiko inflasi akibat konflik di kawasan Teluk. Pejabat RBA Sarah Hunter juga menyatakan kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat dengan cepat mendorong inflasi konsumen dan memengaruhi ekspektasi inflasi masyarakat. Hal ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa RBA masih berpotensi menaikkan suku bunga kembali pada pertemuan Agustus mendatang.
Namun demikian, penguatan dolar AS masih menjadi faktor dominan yang membebani AUDUSD. Indeks dolar AS kembali menguat setelah sebelumnya sempat terkoreksi, didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga hingga akhir tahun. Selain itu, ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat dan Iran, khususnya mengenai program nuklir Iran dan jalur strategis Selat Hormuz, membuat investor tetap berhati-hati dan memilih dolar AS sebagai aset aman.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis risalah rapat FOMC yang dijadwalkan Rabu. Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan menyebut peluang tercapainya kesepakatan nuklir masih terbuka. Meski demikian, pasar masih meragukan penyelesaian konflik dalam waktu dekat, sehingga sentimen safe haven terhadap dolar AS diperkirakan tetap kuat dan berpotensi menekan AUDUSD lebih lanjut. Support berada di area 0.7120, sementara resistance di area 0.7180.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1.1650 pada perdagangan hari Selasa, dipengaruhi meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar masih memantau perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan militer terhadap Iran untuk membuka peluang negosiasi lebih lanjut. Namun, pernyataan bahwa AS tetap siap melakukan serangan besar kapan saja apabila kesepakatan gagal tercapai membuat sentimen pasar tetap berhati-hati dan mendukung penguatan dolar AS sebagai aset aman.
Sementara itu, tekanan terhadap euro cenderung terbatas karena sikap hawkish dari European Central Bank masih menopang sentimen pasar. Anggota Dewan ECB Yannis Stournaras menyebut kenaikan suku bunga secara bertahap masih diperlukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali tanpa memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sebagian besar ekonom dalam survei Reuters juga memperkirakan ECB akan kembali menaikkan suku bunga deposit sebesar 25 basis poin pada Juni, yang berpotensi membantu menjaga stabilitas euro terhadap dolar AS. Support berada di area 1.1615, sementara resistance di area 1.1685.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1.3421 pada perdagangan hari Selasa, dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan kepemimpinan setelah hasil pemilu lokal yang kurang memuaskan memicu pengunduran diri sejumlah pejabat penting dan meningkatkan gejolak pasar. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris ke level tertinggi dalam hampir tiga dekade akibat kekhawatiran kondisi fiskal juga turut menekan poundsterling. Investor kini menunggu rilis data ketenagakerjaan Inggris yang dinilai dapat menjadi penentu arah pergerakan GBPUSD berikutnya.
Sementara itu, dolar AS masih berada dalam tren penguatan setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi memperkuat pandangan pasar terhadap sikap hawkish Federal Reserve. Pelaku pasar kini semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun, yang memberikan dukungan terhadap dolar AS. Meski International Monetary Fund meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris tahun ini, lembaga tersebut tetap mengingatkan bahwa ketidakstabilan politik domestik berpotensi menekan aktivitas konsumsi dan investasi. Support berada di area 1.3380, sementara resistance di area 1.3460.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di sekitar 0.5858 pada perdagangan hari Selasa, seiring melemahnya dolar AS akibat meningkatnya ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pasar merespons kabar bahwa Presiden AS Donald Trump akan menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua baru Federal Reserve untuk menggantikan Jerome Powell. Pergantian tersebut memicu spekulasi pelaku pasar terkait kemungkinan perubahan arah kebijakan suku bunga The Fed dan memberikan tekanan terhadap dolar AS.
Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung alot. Pemerintah AS dikabarkan menilai proposal terbaru Iran belum cukup untuk menghasilkan kesepakatan final, meskipun terdapat indikasi adanya pelonggaran sementara terhadap sanksi minyak Iran dalam proses negosiasi. Ketidakpastian tersebut membuat pasar tetap berhati-hati, sementara pelemahan dolar AS memberikan ruang penguatan terbatas bagi dolar Selandia Baru. Support berada di area 0.5825, sementara resistance di area 0.5895.
USDJPY - Pasangan mata uang ini kembali bergerak menguat dan mencatat kenaikan untuk hari ketujuh berturut-turut dengan diperdagangkan di area 158.92 pada sesi Asia Selasa. Penguatan ini terjadi meskipun data pertumbuhan ekonomi Jepang menunjukkan hasil yang lebih solid dibanding ekspektasi pasar. Produk Domestik Bruto Jepang pada kuartal pertama 2026 tumbuh lebih tinggi baik secara kuartalan maupun tahunan, mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi domestik. Namun, penguatan yen masih tertahan karena pelaku pasar lebih mencermati risiko eksternal yang membayangi perekonomian Jepang.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah dan terganggunya jalur Selat Hormuz meningkatkan tekanan terhadap ekonomi Jepang yang bergantung pada impor energi. Lonjakan biaya energi dinilai berpotensi memperbesar inflasi sekaligus menekan profit perusahaan dan pertumbuhan ekonomi Jepang. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran guna memberi kesempatan bagi jalur diplomasi, meski Amerika Serikat tetap membuka peluang aksi militer apabila negosiasi gagal mencapai kesepakatan. Situasi tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS tetap tinggi dan menopang kenaikan USDJPY. Support berada di area 158.30, sementara resistance di area 159.40.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah terbatas ke area 0.7851 pada perdagangan sesi Asia, seiring pergerakan dolar AS yang cenderung fluktuatif di tengah perkembangan geopolitik Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Dolar AS masih mendapat dukungan dari pandangan pasar bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama guna mengendalikan inflasi, terutama setelah kenaikan harga energi memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.
Di sisi lain, franc Swiss tetap diminati sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump memang menunda rencana serangan terhadap Iran untuk membuka ruang diplomasi, namun pasar masih berhati-hati karena risiko konflik belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut membuat pergerakan USDCHF cenderung terbatas dengan pelaku pasar menunggu perkembangan geopolitik dan arah kebijakan bank sentral global berikutnya. Support berada di area 0.7820, sementara resistance di area 0.7885.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke kisaran 1.3747 pada perdagangan hari Selasa, setelah sebelumnya terkoreksi dari level tertinggi satu bulan di area 1.3765. Penguatan ini didukung oleh kembali meningkatnya minat pasar terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kekhawatiran terkait konflik di Selat Hormuz dan belum tercapainya kesepakatan mengenai program nuklir Iran masih menopang permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat turut memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS.
Sementara itu, penguatan USDCAD masih relatif terbatas setelah muncul optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan nuklir Iran. Presiden AS Donald Trump dikabarkan menunda rencana serangan militer terhadap Iran untuk memberi ruang negosiasi lebih lanjut. Kondisi tersebut membantu menahan kenaikan harga minyak mentah dan memberikan tekanan terhadap dolar Kanada yang sensitif terhadap pergerakan harga energi. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Kanada yang dapat menjadi petunjuk arah kebijakan Bank of Canada sekaligus memengaruhi pergerakan USDCAD dalam jangka pendek. Support berada di area 1.3715, sementara resistance di area 1.3770.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
2:35am | USD | FOMC Member Goolsbee Speaks |
|
|
|
6:25am | AUD | RBA Assist Gov Hunter Speaks |
|
|
|
7:40am | AUD | RBA Assist Gov Hunter Speaks |
|
|
|
8:30am | AUD | Monetary Policy Meeting Minutes |
|
|
|
3:10pm | GBP | MPC Member Breeden Speaks |
|
|
|
7:00pm | USD | FOMC Member Waller Speaks |
|
|
|
7:15pm | USD | ADP Weekly Employment Change |
|
| 33.0K |
7:30pm | CAD | CPI m/m |
| 0.70% | 0.90% |
7:30pm | CAD | Core CPI m/m |
|
| 0.20% |