Home
>
News
>
Publication
>
AUDUS Terpuruk Imbas Dihantam Ragam Sentimen Negatif
AUDUS Terpuruk Imbas Dihantam Ragam Sentimen Negatif
Monday, 10 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0318

-0.35%

GBPUSD

1.2401

-0.30%

AUDUSD

0.6268

-0.57%

NZDUSD

0.5651

-0.39%

USDJPY

151.71

0.28%

USDCHF

0.9102

0.18%

USDCAD

1.4322

0.38%

GOLDUD

2861.8

0.52%

USD/IDR

16279

0.25%

Fokus AUDUSD:

  1. Data NFP AS lebih lemah daripada perkiraan
  2. Ekspektasi penurunan suku bunga RBA

Senin, 10 Februari 2025 - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6255. Tekanan turun pada Australian Dolar disebabkan oleh cemerlangnya kinerja mata uang USD. Dolar AS (USD) mendapatkan dukungan dari data Nonfarm Payrolls (NFP) yang dirilis Jumat lalu, meskipun hasilnya lebih lemah dari perkiraan. NFP hanya mencatat pertumbuhan 143.000 pekerjaan pada Januari, lebih rendah dari ekspektasi 170.000 dan jauh di bawah revisi kenaikan 307.000 pada Desember. Namun, tingkat pengangguran turun ke 4% dari 4.1%, sementara rata-rata pendapatan per jam naik 4.1% YoY, lebih tinggi dari perkiraan 3.8%. Data ini memberikan sinyal campuran bagi Federal Reserve (Fed), dengan pasar tetap memperkirakan bahwa suku bunga AS akan dipertahankan lebih lama, sehingga menopang penguatan USD dan menekan pasangan AUDUSD.

Disisi AUD, selain mengalami pelemahan imbas dari kuatnya USD, mata uang ini turut tertekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Pasar saat ini memperhitungkan peluang 95% bahwa RBA akan memangkas suku bunga dari 4.35% menjadi 4.10% pada Februari, mengingat data ekonomi Australia yang melemah. Surplus perdagangan Australia turun menjadi 5,085 juta dari 6,792 juta, di bawah ekspektasi 7,000 juta, dengan ekspor yang hanya naik 1.1% sementara impor melonjak 5.9%. Data ini memperkuat pandangan bahwa perlambatan ekonomi Australia akan mendorong kebijakan moneter yang lebih longgar.

Faktor eksternal juga turut membebani AUD, terutama meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Presiden AS Donald Trump mengancam untuk menerapkan tarif 25% pada impor baja dan aluminium, yang berpotensi memukul ekonomi China dan secara tidak langsung berdampak pada AUD, mengingat hubungan dagang yang erat antara Australia dan China. Selain itu, China telah mengumumkan kenaikan tarif 15% pada impor batu bara dan gas alam cair (LNG) dari AS, serta tambahan 10% untuk minyak mentah dan peralatan pertanian. Di sisi lain, data inflasi China menunjukkan kenaikan 0.5% YoY untuk Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Januari, lebih tinggi dari 0.1% pada Desember, tetapi masih di bawah ekspektasi 0.8%. Hal ini semakin menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi global, yang dapat semakin menekan AUD dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD meningkat. Support terdekatnya di zona 0.6207 dan resistance terdekatnya di zona 0.6285. Support lanjutan di zona 0.6185 dan dilanjutkan ke zona 0.6148. Resistance lanjutan di zona 0.6322 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6378. 

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0301. Kinerja pasangan mata uang EURUSD terus melemah akibat ekspektasi pelebaran perbedaan suku bunga antara Amerika Serikat dan Zona Euro. Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang dirilis Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih rendah dari perkiraan, tetapi tingkat pengangguran turun menjadi 4%, mendukung penguatan Dolar AS. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) semakin condong ke kebijakan moneter yang lebih dovish, dengan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada Maret mendatang. Selain tekanan dari kebijakan moneter, EURUSD juga terdampak oleh ketidakpastian perdagangan global. Presiden AS Donald Trump berencana menerapkan tarif 25% pada impor baja dan aluminium, yang dapat memicu reaksi cepat dari Uni Eropa. Kanselir Jerman Olaf Scholz menyatakan bahwa UE dapat merespons dalam waktu satu jam jika tarif diberlakukan. Ketidakpastian ini meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Zona Euro, dengan pasar memperkirakan tingkat suku bunga deposito ECB dapat turun hingga 1,87% pada akhir tahun. Support terdekatnya di zona 1.0231 dan resistance terdekatnya di zona 1.0350.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2382. Pound Sterling (GBP) mengalami pelemahan terhadap Dolar AS (USD) setelah Bank of England (BoE) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Langkah BoE ini mengurangi perbedaan suku bunga dengan The Fed, yang saat ini masih mempertahankan kebijakan moneter ketat. Meskipun data Nonfarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih rendah dari perkiraan, tingkat pengangguran yang turun menjadi 4% dan kenaikan upah rata-rata per jam sebesar 0,5% tetap mendukung penguatan USD. Di sisi lain, outlook ekonomi Inggris masih dibayangi ketidakpastian akibat data ekonomi yang lemah serta risiko geopolitik yang meningkat. Inflasi sektor jasa di Inggris menurun tajam pada Desember, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan dengan turunnya jumlah lowongan pekerjaan.  Support terdekatnya di area 1.2343 dan resistance terdekatnya di zona 1.2432.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5640. Mata uang Kiwi tertekan hingga mencapai level terendah selama empat hari, dengan prospek bearish masih mendominasi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China dan kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump. Tarif tambahan AS terhadap China mulai berlaku pekan lalu, sementara China merespons dengan menerapkan tarif balasan terhadap beberapa ekspor AS pada Senin ini. Trump juga mengumumkan rencana penerapan tarif 25% pada semua impor baja dan aluminium, serta kebijakan tarif balasan atas praktik perdagangan yang dianggap tidak adil, meningkatkan risiko eskalasi perang dagang yang mendorong permintaan terhadap aset safe-haven seperti Dolar AS (USD) dan menekan mata uang berisiko seperti Dolar Selandia Baru (NZD). Di sisi kebijakan moneter, ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) semakin menekan NZD, dengan pasar memperhitungkan peluang 92% untuk pemangkasan 50 basis poin ke 3,75% pada 19 Februari, menjadikannya pemangkasan ketiga berturut-turut. Support terdekatnya di area 0.5615 dan resistance terdekatnya di zona 0.5674.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 152.05. Kenaikan pada kinerja mata uang ini didorong oleh kombinasi kebijakan proteksionisme AS dan ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Ancaman tarif tambahan 25% yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap impor baja dan aluminium meningkatkan kekhawatiran bahwa Jepang juga dapat menjadi target kebijakan perdagangan AS berikutnya, yang menekan sentimen terhadap Yen Jepang (JPY). Support terdekatnya di area 150.93 dan resistance terdekatnya di zona 152.80

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4351. Penguatan yang dialami kinerja mata uang ini terjadi setelah rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang lebih lemah dari perkiraan, tetapi didukung oleh pertumbuhan upah yang lebih kuat dari ekspektasi. Meskipun hanya menambahkan 143K pekerjaan pada Januari, jauh di bawah revisi kenaikan 307K di Desember, tingkat pengangguran AS turun ke 4% dan rata-rata pendapatan per jam naik 4.1% YoY, lebih tinggi dari perkiraan 3.9%, memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga lebih lama. Di sisi lain, data ketenagakerjaan Kanada menunjukkan kejutan positif dengan tambahan 76K pekerja pada Januari, jauh melampaui ekspektasi 25K, sementara tingkat pengangguran turun ke 6.6% dari 6.8%. Namun, meskipun pasar tenaga kerja Kanada menguat, ekspektasi dovish terhadap Bank of Canada (BoC) tetap tinggi mengingat risiko inflasi yang terus menurun. Perbedaan kebijakan moneter antara Fed yang cenderung hawkish dan BoC yang masih berhati-hati menciptakan momentum bullish bagi USD/CAD, dengan investor mengantisipasi pergerakan lebih tinggi jika data ekonomi AS terus menunjukkan ketahanan dan mempertahankan ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Support terdekatnya di zona 1.4303 dan resistance terdekatnya di zona 1.4407.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9119. Kinerja mata uang Swiss terdukung oleh penguatan USD pasca lemahnya rilis data NFP AS. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama terkait pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump mengenai Gaza, dapat memperkuat permintaan terhadap mata uang safe-haven seperti Franc Swiss (CHF). Investor akan terus memantau perkembangan di Timur Tengah, di mana peningkatan ketidakpastian dapat membatasi kenaikan USD/CHF dan meningkatkan permintaan terhadap CHF sebagai aset pelindung nilai. Support terdekatnya di area 0.9082 dan resistance terdekatnya di zona 0.9156.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

Bank Lending y/y

3.0%

3.1%

3.0%

6:50am

JPY

Current Account

2.73T

2.73T

3.03T

12:00pm

JPY

Economy Watchers Sentiment

-

49.7

49.9

Tentative

CNY

New Loans

-

770B

990B

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

7.3%

7.3%

4:30pm

EUR

Sentix Investor Confidence

-

-16.4

-17.7

9:00pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

Tentative

USD

Cleveland Fed Inflation Expectations

-

-

3.8%

12:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

-

-10.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788