| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1574 | -0.35% |
GBPUSD | 1.3415 | -0.34% |
AUDUSD | 0.7161 | -0.53% |
NZDUSD | 0.5913 | -0.37% |
USDJPY | 158.78 | 0.28% |
USDCHF | 0.7799 | 0.27% |
USDCAD | 1.3578 | 0.19% |
GOLDUD | 5178.04 | -1.01% |
USD/IDR | 16,862 | 0.00% |
Fokus:
AUDUSD
Kamis, 12 Maret 2026 - AUDUSD dibuka dilevel 0.7161. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) berpotensi menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan.
Spekulasi pengetatan kebijakan moneter muncul setelah sejumlah lembaga keuangan besar memperkirakan RBA akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk menekan tekanan inflasi yang masih tinggi. Wakil Gubernur RBA, Andrew Hauser, juga menyatakan bahwa akan ada perdebatan serius dalam pertemuan mendatang terkait kemungkinan pengetatan kebijakan, mengingat inflasi masih berada di atas target dan berpotensi meningkat akibat gejolak geopolitik global.
Di sisi lain, pasar tetap mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi. Ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon terus meningkat, meskipun sejumlah pernyataan dari pejabat Amerika Serikat menunjukkan upaya untuk meredakan situasi. Ketidakpastian geopolitik ini membuat investor tetap berhati-hati dalam menempatkan posisi di pasar valuta asing.
Harga minyak dunia juga kembali menguat, dengan WTI diperdagangkan di sekitar USD 87,57 per barel, naik hampir 5%. Kenaikan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi global, meskipun International Energy Agency (IEA) telah merekomendasikan pelepasan cadangan minyak strategis hingga 400 juta barel untuk menstabilkan pasokan energi.
Sementara itu, dari Amerika Serikat, data Indeks Harga Konsumen (CPI) Februari menunjukkan inflasi tahunan berada di sekitar 2,4%, dengan Core CPI sekitar 2,5%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Data tersebut menunjukkan tekanan inflasi masih relatif stabil, meskipun belum sepenuhnya mencerminkan dampak kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis ekspektasi inflasi konsumen Australia serta sejumlah data ekonomi AS seperti klaim pengangguran mingguan, data sektor perumahan, dan neraca perdagangan, yang dapat memberikan petunjuk tambahan terhadap arah kebijakan moneter kedua negara. Saat ini support berada di level 0.7140 dan resistance berada di level 0.7180.
EURUSD - Dibuka di level 1.1574 masih bergerak dalam kisaran yang relatif sempit pada awal perdagangan Asia, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. Setelah sempat mengalami volatilitas dalam beberapa sesi terakhir, pasangan ini masih tertahan, menunjukkan pasar belum memiliki arah yang jelas sebelum katalis fundamental baru muncul.
Pergerakan EURUSD saat ini dipengaruhi oleh dua kekuatan utama yang saling berlawanan. Di satu sisi, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS. Kondisi ini memberikan dukungan bagi penguatan dolar dan menahan potensi kenaikan euro. Di sisi lain, pola teknikal menunjukkan adanya tekanan beli pada euro, terlihat dari beberapa sesi terakhir di mana harga berulang kali memantul dari area support meskipun gagal menembus resistance penting.
Sementara itu, data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dirilis menunjukkan inflasi tetap relatif stabil, dengan laju tahunan berada di kisaran 2,4% dan Core CPI sekitar 2,5%. Data ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga tetap memberikan dukungan terhadap dolar AS dalam jangka pendek.
Di sisi lain, pergerakan euro juga dipengaruhi oleh dinamika harga energi global. Lonjakan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan tekanan inflasi di kawasan Zona Euro, yang merupakan importir energi bersih. Kondisi ini berpotensi memperburuk neraca perdagangan serta memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut, sehingga secara struktural menekan prospek mata uang euro.
Pasar juga mencermati arah kebijakan European Central Bank (ECB) menjelang pertemuan kebijakan berikutnya. Konsensus saat ini memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, meskipun sebagian pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan pada pertengahan tahun jika tekanan inflasi kembali meningkat akibat kenaikan harga energi. saat ini support berada di level 1.1550 dan resistance berada di level 1.1600.
GBPUSD - Dibuka di level 1.3415 bergerak melemah pada awal sesi perdagangan Asia dan sempat menyentuh level terendah harian di kisaran 1.3370 sebelum kembali stabil di sekitar 1.3400. Pergerakan ini mencerminkan tekanan moderat pada Poundsterling seiring menguatnya Dolar AS setelah rilis data inflasi Amerika Serikat.
Data Consumer Price Index (CPI) AS terbaru menunjukkan inflasi tahunan berada di sekitar 2,4%, sementara Core CPI tercatat 2,5%. Angka ini relatif sesuai ekspektasi pasar dan menunjukkan tekanan harga masih cukup stabil. Kondisi tersebut membuat pasar menilai bahwa Federal Reserve kemungkinan belum terburu-buru menurunkan suku bunga, sehingga memberikan dukungan bagi penguatan dolar AS dalam jangka pendek.
Selain faktor data inflasi, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Hal ini turut mendorong permintaan terhadap dolar AS dan menahan penguatan GBP/USD. Di sisi lain, peluang koreksi lebih dalam pada pasangan ini masih terbatas karena pelaku pasar juga mencermati prospek kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang relatif berhati-hati terhadap pemangkasan suku bunga.
Ke depan, pelaku pasar akan memantau perkembangan data ekonomi Inggris serta komentar dari pejabat bank sentral untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter. Pergerakan dolar AS juga akan tetap sensitif terhadap perkembangan inflasi dan ekspektasi suku bunga Federal Reserve. saat ini support berada di level 1.3370 dan resistance berada di level 1.3440.
NZDUSD - Dibuka di level 0.5913 Pergerakan dolar Selandia Baru terhadap dolar AS cenderung berhati-hati seiring pelaku pasar mencermati kombinasi sentimen global, kebijakan moneter, serta data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.
Dari sisi dolar Selandia Baru (NZD), mata uang ini masih dipengaruhi oleh sentimen risk appetite global. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta volatilitas harga energi membuat sebagian investor cenderung mengurangi eksposur pada mata uang berisiko seperti NZD. Kondisi tersebut dapat menahan potensi penguatan kiwi dalam jangka pendek. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati prospek kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang diperkirakan tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneter di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi global.
Sementara itu dari sisi dolar AS (USD), mata uang ini masih mendapat dukungan setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang menunjukkan inflasi tahunan berada di sekitar 2,4%, dengan Core CPI sekitar 2,5%. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama, sehingga menopang kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Saat ini support berada di level 0.5880 dan resistance berada di level 0.5950.
USDJPY - Dibuka di level 158.78 pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong sebagian investor beralih ke aset safe haven, termasuk yen. Ketegangan meningkat setelah Iran melaporkan peluncuran operasi militer intensif yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan minyak global, khususnya melalui Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia. Situasi ini meningkatkan ketidakpastian pasar dan mendukung permintaan terhadap mata uang safe haven seperti yen, yang menahan penguatan lebih lanjut pada pasangan USDJPY dalam jangka pendek.
Di sisi lain, dolar AS tetap mendapat dukungan dari data ekonomi terbaru. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS menunjukkan inflasi bulanan naik 0,3% pada Februari, sedikit lebih tinggi dari 0,2% pada bulan sebelumnya, sementara Core CPI tercatat 0,2% MoM. Data tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar dan memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya, sehingga menjaga daya tarik dolar AS.
Kenaikan harga minyak juga menjadi faktor penting dalam dinamika USD/JPY. Lonjakan harga energi memberikan tekanan tambahan terhadap ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak, sehingga secara struktural dapat melemahkan yen dalam jangka menengah. Kondisi ini membuat pelemahan yen cenderung terbatas meskipun sentimen safe haven meningkat.
Pelaku pasar juga tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang jika yen kembali mendekati level terlemah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Pemerintah Jepang sebelumnya pernah melakukan intervensi pada pertengahan 2024 untuk menahan depresiasi mata uangnya.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah serta rilis data ekonomi AS, termasuk klaim pengangguran mingguan, yang dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan moneter Federal Reserve. saat ini support berada di level 158.40 dan resistance berada di level 159.20
USDCHF - Dibuka di level 0.7799 pada awal sesi perdagangan. Pergerakan pasangan ini cenderung terbatas dengan pelaku pasar menimbang kekuatan dolar AS di satu sisi dan permintaan terhadap aset safe haven seperti franc Swiss di sisi lain.
Dari sisi Franc Swiss (CHF), mata uang ini mendapatkan dukungan dari meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dalam kondisi pasar yang penuh risiko, investor biasanya mencari aset yang dianggap aman seperti CHF. Permintaan safe haven tersebut dapat memberikan dukungan bagi franc Swiss dan berpotensi menahan kenaikan USDCHF dalam jangka pendek.
Sementara itu, dari sisi dolar AS (USD), mata uang ini masih memperoleh dukungan setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang menunjukkan inflasi tahunan berada di sekitar 2,4%, dengan inflasi inti sekitar 2,5%. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, pergerakan USD/CHF diperkirakan masih akan bergerak dalam kisaran terbatas sambil menunggu katalis baru dari data ekonomi maupun perkembangan geopolitik global. Saat ini support berada di level 0.7760 dan resistance berada di level 0.7840
USDCAD - Dibuka di level 1.3578 pada awal sesi Asia hari Kamis. Pelemahan tersebut terjadi karena Dolar Kanada (CAD) yang sensitif terhadap pergerakan komoditas memperoleh dukungan dari kenaikan harga minyak, terutama setelah penutupan efektif Selat Hormuz yang meningkatkan peran Kanada sebagai pemasok energi alternatif bagi Amerika Serikat di tengah meningkatnya konflik dengan Iran.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan tren penguatannya untuk sesi ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar $91,60 per barel saat berita ini ditulis. Kenaikan harga minyak dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik Iran yang berkepanjangan, yang dinilai lebih berdampak dibandingkan upaya pelepasan cadangan minyak strategis oleh negara-negara ekonomi utama. Meskipun International Energy Agency (IEA) telah menyetujui pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah sebesar 400 juta barel, pelaku pasar menilai langkah tersebut masih belum cukup untuk sepenuhnya menenangkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Di sisi geopolitik, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan telah meluncurkan operasi gabungan bersama Hizbullah Lebanon terhadap sejumlah target di Israel, Yordania, dan Arab Saudi. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan bahwa Iran juga menargetkan tangki bahan bakar di sebuah fasilitas di Provinsi Muharraq, salah satu wilayah administratif utama di negara tersebut.
Meski demikian, pelemahan USDCAD berpotensi terbatas karena Dolar AS masih mendapat dukungan dari kenaikan harga energi yang meningkatkan risiko inflasi global. Kondisi ini mengurangi kemungkinan Federal Reserve (The Fed) untuk segera menurunkan suku bunga.
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Februari yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan inflasi meningkat 0,3% secara bulanan dan 2,4% secara tahunan, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, CPI inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.
Angka inflasi yang relatif stabil ini meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan tekanan harga yang tajam serta memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam waktu dekat. Namun, sejumlah analis menilai data inflasi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak kenaikan harga minyak yang dipicu oleh perkembangan geopolitik terbaru. Selanjutnya, pelaku pasar akan menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Jumat sebagai indikator tambahan mengenai arah inflasi di Amerika Serikat. Saat ini support berada di level 1.3530 dan resistance berada di level 1.3590
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:01am | USD | 10-y Bond Auction | 4.22|2.4 | 4.18|2.4 | |
3:25am | USD | President Trump Speaks | |||
4:45am | NZD | Manufacturing Sales q/q | 0.006 | 0.026 | |
6:50am | JPY | BSI Manufacturing Index | 3.8 | 5.3 | 4.7 |
7:00am | AUD | MI Inflation Expectations | 0.052 | 0.05 | |
7:01am | GBP | RICS House Price Balance | -0.12 | -0.08 | -0.1 |
4:30pm | GBP | BOE Gov Bailey Speaks | |||
7:30pm | CAD | Building Permits m/m | -0.02 | 0.068 | |
7:30pm | CAD | Trade Balance | -1.1B | -1.3B | |
7:30pm | USD | Unemployment Claims | 214K | 213K | |
8:30pm | GBP | CB Leading Index m/m | 0.0% | ||
10:00pm | USD | FOMC Member Bowman Speaks |