Home
>
News
>
Publication
>
AUD Terkoreksi Setelah Data CPI Australia Melemahkan Ekspektasi RBA
AUD Terkoreksi Setelah Data CPI Australia Melemahkan Ekspektasi RBA
Wednesday, 25 June 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1609

0.19%

GBPUSD

1.3613

0.11%

AUDUSD

0.6488

0.29%

NZDUSD

0.6005

0.40%

USDJPY

144.88

-0.19%

USDCHF

0.8051

-0.12%

USDCAD

1.3723

-0.12%

GOLDUD

3322.8

0.38%

USD/IDR

16365

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. Gencatan Iran-Israel beri sentimen positif pada pasar
  2. Komentar pejabat The Fed tekan USD


Rabu, 25 Juni 2025
- Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6485. Dolar Australia (AUD) berbalik melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu, setelah sebelumnya mencatatkan penguatan signifikan selama dua hari berturut-turut. Sentimen pasar yang sempat membaik pasca pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Israel mulai terkikis oleh keraguan atas ketahanan kesepakatan tersebut, mendorong pelaku pasar kembali ke aset-aset safe haven termasuk USD. Ditambah lagi, rilis data inflasi Australia yang lebih rendah dari ekspektasi pasar CPI bulan Mei hanya naik 2,1% YoY dibanding perkiraan 2,3% semakin memperkuat spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Saat ini pasar memperkirakan probabilitas 80% bahwa RBA akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan Juli mendatang.

Dari sisi eksternal, komentar dovish dari sejumlah pejabat The Fed seperti Michelle Bowman dan Christopher Waller masih membebani Greenback. Namun, testimoni Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres AS pada Selasa malam menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati. Powell menegaskan bahwa The Fed belum melihat urgensi untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun peluang pelonggaran tetap terbuka tergantung pada data ekonomi yang masuk. Pernyataan tersebut berhasil menahan penurunan lebih lanjut pada USD dan mendorong AUDUSD kembali terkoreksi di bawah 0.6500. Selain itu, koreksi harga minyak global sebesar hampir 13% dalam dua hari terakhir turut menambah tekanan pada AUD, mengingat Australia merupakan negara eksportir komoditas.

Dari sudut pandang makro ekonomi, pelemahan AUD juga tercermin dari ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan moneter RBA yang kini lebih dovish. Meski data PMI Australia untuk sektor manufaktur dan jasa masih berada di wilayah ekspansif (masing-masing 51.0 dan 51.3), perlambatan inflasi dan lemahnya pertumbuhan PDB kuartal pertama memperkuat pandangan bahwa pelonggaran lebih lanjut diperlukan untuk menopang ekonomi domestik. Dengan fokus pasar yang kini bergeser ke rilis inflasi AS (Core PCE) dan data GDP akhir kuartal pertama AS, pasangan AUD/USD cenderung tetap dalam tekanan jangka pendek apabila data AS keluar lebih kuat dari ekspektasi dan menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6474 dan resistance terdekatnya di zona 0.6525. Support lanjutan di zona 0.6440 dan dilanjutkan ke zona 0.6400. Resistance lanjutan di zona 0.6550 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6590. 

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1610. Pasangan mata uang Euro menguat ditopang oleh membaiknya sentimen risiko meskipun masih ada tuduhan pelanggaran gencatan senjata di Timur Tengah. Penguatan Euro terjadi usai pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran yang memicu reli aset risiko dan menekan permintaan terhadap Dolar AS. Penurunan tajam harga minyak mentah juga turut meredakan tekanan inflasi bagi kawasan Euro, yang merupakan importir bersih energi, dan secara teknikal memperbaiki outlook ekonomi kawasan. Di sisi makro, IFO Business Climate Jerman menunjukkan perbaikan ke level 88.4 dari 87.5 sebelumnya, mengindikasikan sentimen bisnis yang mulai pulih meski konflik geopolitik masih membayangi. Dari sisi AS, pelaku pasar menantikan testimoni Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres yang dijadwalkan Selasa malam waktu GMT. Harapan terhadap pemangkasan suku bunga The Fed meningkat setelah komentar dovish dari beberapa pejabat bank sentral, termasuk Bowman dan Waller, mendorong ekspektasi pasar bahwa pemangkasan bisa terjadi pada pertemuan Juli atau September. Indeks Dolar AS (DXY) turun lebih dari 1% sejak pengumuman gencatan senjata, memperpanjang pelemahan yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir. Meski data PMI AS masih menunjukkan ekspansi, pelemahan pada sektor jasa dan penurunan tajam Consumer Confidence ke 93.0 dari 98.0 di bulan sebelumnya memperkuat sentimen dovish terhadap outlook kebijakan moneter AS. Sementara itu, ECB tetap mempertahankan sikap hati-hati, namun tidak menunjukkan sinyal pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, yang turut menopang kekuatan Euro. Support terdekatnya di zona 1.1580 dan resistance terdekatnya di zona 1.1646.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3613. Pound Sterling mencatat penguatan signifikan terhadap Dolar AS pada perdagangan Selasa, didukung oleh membaiknya sentimen risiko global setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran, meskipun terdapat laporan pelanggaran kesepakatan tersebut. Aset-aset safe haven seperti Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss tertekan karena pelaku pasar mulai melepas posisi lindung nilai dan kembali mencari aset berisiko. Disisi lain, GBPUSD turun menguat seiring meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Komentar dovish dari dua pejabat Federal Reserve, Michelle Bowman dan Christopher Waller, yang membuka peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Juli mendatang, menjadi katalis utama pelemahan Dolar. Meskipun Ketua The Fed Jerome Powell menekankan perlunya kehati-hatian dan menyatakan bahwa dampak tarif terhadap inflasi masih ditelaah lebih lanjut, pasar tetap menilai kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter semakin besar. Di sisi lain, Bank of England tampak masih berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga, meski data ketenagakerjaan Inggris menunjukkan adanya pelonggaran di pasar tenaga kerja. Fokus pelaku pasar ke depan akan tertuju pada lanjutan testimoni Powell serta pernyataan para anggota MPC BoE yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan masing-masing bank sentral. Support terdekatnya di area 1.3580 dan resistance terdekatnya di zona 1.3660.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6005. Dolar Selandia Baru (NZD) menguat tajam terhadap Dolar AS (USD) pada Selasa, terdorong oleh meredanya ketegangan geopolitik dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Pasangan NZDUSD melonjak lebih dari 2,5% dari level terendah hari Senin dan menembus area psikologis 0.6000 setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata “total dan menyeluruh” antara Israel dan Iran, yang memicu perubahan pasar dari aset safe haven ke mata uang berisiko seperti Kiwi. Selain itu, pernyataan dovish dari pejabat Fed, termasuk Michelle Bowman dan Christopher Waller, yang membuka peluang pemangkasan suku bunga pada Juli, semakin melemahkan posisi USD. Dari sisi domestik, data perdagangan Selandia Baru yang mencatat surplus NZ$1,235 miliar pada Mei turut mendukung penguatan NZD, meskipun pasar tetap mewaspadai potensi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh RBNZ dalam beberapa bulan ke depan. Support terdekatnya di area 0.5980 dan resistance terdekatnya di zona 0.6055.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 144.88. Dolar Jepang (JPY) memperpanjang penguatannya terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Selasa hingga Rabu, didorong oleh kombinasi membaiknya sentimen risiko global dan ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan moneter yang berlawanan antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve (The Fed). Pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Israel oleh Presiden AS Donald Trump mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti USD, memberikan ruang bagi Yen untuk menguat dan menekan pasangan USD/JPY di bawah level psikologis 145.00. Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah turut memperbaiki prospek neraca perdagangan Jepang, yang semakin mendukung kinerja JPY. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun juga naik di atas 1.42% karena pasar mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh BoJ setelah data inflasi dan indeks harga produsen jasa (Services PPI) tetap tinggi selama tiga bulan berturut-turut. Sementara itu, Dolar AS melemah akibat meningkatnya spekulasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Juli atau September. Pernyataan dovish dari para pejabat The Fed, termasuk Michelle Bowman dan Christopher Waller, mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, bahkan ketika Ketua The Fed Jerome Powell dalam testimoninya di Kongres mengisyaratkan pendekatan "wait-and-see". Di sisi makro ekonomi, data PMI AS yang variatif dan pelemahan Indeks Keyakinan Konsumen memperkuat argumen bagi pelonggaran kebijakan, kontras dengan BoJ yang masih menilai tekanan inflasi cukup tinggi dan mempertimbangkan pengetatan lebih lanjut. Pasar akan terus mencermati perkembangan geopolitik serta lanjutan testimoni Powell dan data ekonomi utama pekan ini sebagai penentu arah jangka pendek pasangan USDJPY. Support terdekatnya di area 144.30 dan resistance terdekatnya di zona 145.55.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3723. Pasangan mata uang USDCAD melemah tipis ke kisaran 1.3725 pada sesi Asia Rabu pagi, tertekan oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya sentimen risiko pasar yang menekan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa gencatan senjata antara Iran dan Israel telah berlaku dan harus dijaga, turut memenangkan pasar dan mendorong penguatan Dolar Kanada. Sementara itu, pelaku pasar tetap mencermati testimoni Ketua The Fed Jerome Powell, yang dalam pernyataan terbarunya menegaskan pendekatan hati-hati terhadap kebijakan suku bunga, berbeda dengan komentar dovish dari Gubernur Fed Waller dan Bowman yang mendukung kemungkinan pemangkasan suku bunga mulai Juli. Dari sisi data, inflasi tahunan Kanada tetap di 1,7% pada Mei sesuai ekspektasi, sementara inflasi bulanan naik 0,6%, melampaui perkiraan. Data ini memberikan sinyal bahwa tekanan harga tetap ada, yang dapat mengurangi ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank of Canada (BoC). Namun, penurunan harga minyak global yang terus berlangsung berpotensi membatasi penguatan Dolar Kanada, mengingat Kanada adalah eksportir minyak utama ke AS dan harga minyak yang lebih rendah cenderung menekan nilai tukar CAD. Support terdekatnya di zona 1.3705 dan resistance terdekatnya di zona 1.3755.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8051. Pasangan USDCHF terus menunjukkan pelemahan tertekan oleh sentimen risk-on yang meningkat setelah pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Israel serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meredam ketegangan geopolitik dengan menyebut respons Iran sebagai "terbatas" dan mengkonfirmasi gencatan senjata penuh telah mendorong pasar keluar dari aset safe haven, termasuk Dolar AS. Namun, Swiss Franc tetap menjadi pilihan investor yang berhati-hati, seiring pasar menilai kondisi geopolitik tetap rapuh. Di sisi lain, komentar dovish dari Wakil Ketua The Fed Michelle Bowman dan Gubernur Christopher Waller yang membuka peluang pemangkasan suku bunga mulai Juli turut memperkuat tekanan terhadap Greenback. Sementara itu, SNB menunjukkan sikap yang lebih hati-hati setelah menurunkan suku bunga ke 0%, namun belum menunjukkan indikasi kuat untuk melanjutkan pelonggaran, menjaga kekuatan CHF. Testimoni Jerome Powell di hadapan Kongres menjadi fokus pasar, dengan harapan bahwa pernyataan dovish lanjutan dapat mengkonfirmasi ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut dan berpotensi mendorong USDCHF lebih rendah dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.8030 dan resistance terdekatnya di zona 0.8090.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

FOMC Member Collins Speaks

-

-

-

3:00am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

5:45am

NZD

Trade Balance

1235M

1060M

1285M

6:50am

JPY

BOJ Summary of Opinions

-

-

-

6:50am

JPY

SPPI y/y

3.3%

3.1%

3.4%

8:30am

AUD

CPI y/y

2.1%

2.3%

2.4%

3:00pm

CHF

UBS Economic Expectations

-

-

-22

3:45pm

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

-

-

-

8:00pm

CHF

SNB Quarterly Bulletin

-

-

-

9:00pm

USD

Fed Chair Powell Testifies

-

-

-

9:00pm

USD

New Home Sales

-

694K

743K

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-1.2M

-11.5M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788