Home
>
News
>
Publication
>
AUD Menguat Didukung Kebijakan RBA yang Tetap Restriktif dan Sentimen Global yang Memburuk terhadap Dolar AS
AUD Menguat Didukung Kebijakan RBA yang Tetap Restriktif dan Sentimen Global yang Memburuk terhadap Dolar AS
Tuesday, 11 November 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1556

-0.08%

GBPUSD

1.3173

-0.12%

AUDUSD

0.6528

0.14%

NZDUSD

0.5636

0.20%

USDJPY

154.13

0.23%

USDCHF

0.8044

0.21%

USDCAD

1.4021

-0.06%

GOLDUD

4116.83

0.60%

USD/IDR

16,661

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. Sikap RBA yang Tetap Restriktif
  2. Pelemahan Dolar Akibat Isu Shutdown AS

Selasa, 11 Nvoember 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6495 dan menguat 0.42%. AUDUSD bergerak menguat seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan moneter Australia. Pernyataan Deputi Gubernur RBA Andrew Hauser bahwa suku bunga harus tetap restriktif untuk menekan inflasi kembali menjadi katalis utama. Data domestik juga menunjukkan ketahanan ekonomi, mulai dari lonjakan Westpac Consumer Confidence hingga penguatan Business Conditions NAB, sementara Business Confidence hanya melemah tipis. Kombinasi ini menandakan bahwa permintaan domestik tetap stabil dan tekanan harga belum cukup mereda untuk membuka ruang penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, Australia melaporkan trade surplus yang meluas, didorong peningkatan ekspor hampir 8 persen, memperkuat prospek fundamental AUD dalam jangka pendek.

Dari sisi eksternal, sentimen terhadap AUD mendapat dorongan tambahan dari perkembangan positif di China, mitra dagang terbesar Australia. Kenaikan CPI China dan perlambatan penurunan PPI mengindikasikan pemulihan bertahap pada permintaan domestik Negeri Tirai Bambu. Langkah Beijing mencabut sementara pembatasan ekspor logam strategis ke AS juga mengurangi ketegangan dagang global, sehingga meningkatkan minat risiko pada mata uang blok Asia-Pasifik. Di saat bersamaan, isu politik di AS mulai mereda setelah Senat membuka jalan bagi kesepakatan pendanaan pemerintah, menurunkan risiko shutdown berkepanjangan. Meskipun begitu, kejatuhan sentimen konsumen AS, ekspektasi inflasi yang masih tinggi, dan prospek pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember memberikan tekanan tambahan pada dolar AS.

Secara keseluruhan, lanskap fundamental saat ini memberi keuntungan lebih besar bagi AUDUSD untuk mempertahankan bias penguatan. AUD mendapatkan dukungan dari kombinasi kondisi domestik yang solid, arah kebijakan moneter yang masih hawkish, serta perbaikan ekonomi China. Sebaliknya, USD berada pada fase penyesuaian akibat memburuknya sentimen konsumen, volatilitas ekspektasi kebijakan The Fed, dan dinamika politik internal AS. Dengan AUDUSD yang semakin stabil di kisaran atas 0.65, pasar menilai bahwa momentum penguatan masih berpotensi berlanjut selama tidak ada kejutan pada data tenaga kerja AS atau pernyataan hawkish mendadak dari pejabat The Fed.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD bergerak menguat, dibuka di 0.6528 dengan kenaikan sebesar 0.14%. Support terdekat berada di 0.6505, sementara resistance utama berada di 0.6555. Jika penguatan berlanjut, resistance lanjutan muncul di zona 0.6580, kemudian 0.6610 sebagai level berikutnya yang perlu diperhatikan. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi, support lanjutan berada di zona 0.6480, dan berikutnya menuju area 0.6455. Struktur ini menunjukkan AUDUSD masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan selama harga bertahan di atas area support terdekatnya.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1584 dan melemah -0.37%. EURUSD kembali mengalami tekanan setelah sentimen pasar berbalik mendukung dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa pemerintah AS akan segera mengakhiri shutdown terpanjang dalam sejarah. Dukungan Gedung Putih terhadap kesepakatan bipartisan membuat pasar menilai risiko ekonomi jangka pendek di AS akan berkurang, yang pada akhirnya menahan pelemahan USD. Dalam kondisi minim data ekonomi akibat shutdown, pasar menggantungkan arah sentimen pada komentar pejabat Federal Reserve, di mana pesan-pesan yang masih beragam membuat volatilitas EURUSD cenderung tinggi. Data Challenger yang menunjukkan PHK terbesar dalam dua dekade serta penurunan tajam pada indeks sentimen konsumen Michigan memang memberi tekanan pada USD, tetapi potensi normalisasi pemerintahan AS menutup ruang penguatan Euro lebih lanjut. Dari sisi Eropa, komentar pejabat ECB menunjukkan sikap bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah “tepat,” dengan inflasi bergerak mendekati target 2 persen. Pernyataan ini membuat pasar menilai ruang kenaikan suku bunga ECB pada jangka pendek sangat terbatas, menambah beban pada Euro. Investor kini mengalihkan fokus pada rilis ZEW Economic Sentiment Jerman dan Eurozone untuk mengukur kekuatan pemulihan kawasan. Dengan kombinasi prospek USD yang mulai stabil dan sikap ECB yang tetap berhati-hati, EURUSD kembali bergerak lemah dan berisiko melanjutkan koreksi apabila data sentimen Eropa kembali menunjukkan pelemahan. Support terdekat berada di 1.1555, sementara resistance di 1.1610.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3154, turun -0.14%. GBPUSD mengalami tekanan setelah reli beberapa hari sebelumnya mereda, terutama karena dolar AS mulai mendapatkan kembali dukungan dari harapan berakhirnya shutdown. Keputusan Senat AS untuk meloloskan rancangan anggaran sementara memberikan sentimen positif bagi greenback, meskipun ruang penguatan USD tetap dibatasi oleh minimnya data resmi akibat lumpuhnya lembaga statistik. Pernyataan dari pejabat The Fed yang masih menegaskan inflasi mendekati 3 persen dan pasar tenaga kerja tetap resilien membentuk kembali persepsi bahwa Fed belum tentu agresif memangkas suku bunga di Desember. Kombinasi faktor ini menahan kenaikan Sterling dan membuat GBP/USD kembali bergerak melemah di sesi awal minggu. Di sisi Inggris, pelaku pasar menanti data tenaga kerja yang diperkirakan menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran dan perlambatan pertumbuhan upah. Sinyal pelemahan pasar tenaga kerja Inggris akan memperbesar peluang Bank of England mengambil langkah pemangkasan suku bunga lebih cepat, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap Sterling. Di tengah ketidakpastian menjelang pengumuman anggaran Inggris bulan November, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap GBP sebagai langkah antisipatif terhadap potensi pengetatan fiskal. Dengan demikian, GBPUSD kembali berada dalam tren pelemahan, terutama jika data ketenagakerjaan dan GDP Inggris menunjukkan perlambatan yang lebih tajam dari ekspektasi. Support terdekat berada di 1.3125, dan resistance di 1.3185.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5620 dan naik 0.21%. NZDUSD bergerak menguat seiring membaiknya sentimen pasar Asia setelah rilis data inflasi Tiongkok yang lebih baik dari ekspektasi. CPI Tiongkok naik 0.2 persen YoY, menandai pemulihan konsumsi domestik yang sempat melemah, sementara PPI yang turun lebih kecil dari perkiraan memberi sinyal stabilisasi aktivitas industri. Karena ekonomi Selandia Baru sangat bergantung pada Tiongkok, perbaikan data ini memberikan dukungan signifikan bagi NZD. Selain itu, meredanya tensi perdagangan setelah Beijing mencabut sementara larangan ekspor beberapa logam strategis ke AS memberi tambahan angin segar pada prospek perdagangan kawasan, yang pada akhirnya memperkuat permintaan terhadap Kiwi. Dari sisi AS, dolar masih bergerak datar karena pasar menunggu kejelasan lebih lanjut terkait proses pembukaan kembali pemerintahan federal. Persetujuan Senat untuk membuka pendanaan hingga Januari memberikan kepastian sementara, namun pasar tetap menunggu bagaimana hal ini memengaruhi rilis data tenaga kerja dan inflasi yang selama ini tertunda. Komentar pejabat The Fed yang menilai stance kebijakan saat ini masih “tepat” membuat pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga tetap terbuka, sehingga menahan penguatan USD. Dengan kombinasi membaiknya data Tiongkok dan tidak agresifnya sikap Fed, NZDUSD mempertahankan momentum penguatan, meskipun kenaikan dapat tertahan jika dolar kembali menguat pasca normalisasi data ekonomi AS. Support terdekat berada di 0.5600, dan resistance di 0.5645.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 153.76, menguat terhadap dolar AS sebesar 0.12%. USDJPY kembali menguat mendekati 154.10 seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa kebuntuan pendanaan pemerintah AS akan segera berakhir. Dukungan Presiden Donald Trump terhadap kesepakatan bipartisan membuka peluang besar bahwa shutdown 41 hari dapat selesai dalam beberapa hari ke depan, sehingga mendorong risk appetite dan memulihkan permintaan USD. Di sisi lain, ekspektasi stimulus ekonomi Jepang senilai USD65 miliar serta komentar hati-hati dari pejabat BoJ membuat pasar semakin ragu terhadap potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Ketidakpastian kebijakan ini terus menekan Yen dan menjaga USDJPY di zona atas. Meskipun demikian, potensi penguatan USD/JPY ke area yang lebih tinggi tampaknya mulai mendekati batas. Risalah pertemuan BoJ September menunjukkan semakin banyak anggota yang menilai kondisi untuk kenaikan suku bunga sudah mulai terbentuk, bahkan dua anggota menyerukan kenaikan segera. Selain itu, risiko intervensi verbal dari otoritas Jepang tetap membayangi pasar; Menteri Keuangan Katayama kembali menegaskan tingkat kewaspadaan tinggi terhadap pergerakan Yen yang lemah. Dengan kombinasi kebijakan AS yang masih dovish jangka pendek dan kewaspadaan intervensi Jepang, tren naik USDJPY memang masih dominan, tetapi ruang kenaikan kemungkinan lebih terbatas. Support terdekat berada di 153.45, dan resistance di 154.05.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8043 dan menguat 0.36%. USDCHF bergerak stabil di sekitar 0.8060 dan tetap dalam bias menguat seiring stabilnya Dolar AS setelah Senat AS menyetujui perpanjangan pendanaan pemerintah hingga Januari. Kembalinya potensi rilis data makro AS seperti CPI dan Nonfarm Payrolls memberikan dukungan tambahan bagi USD karena pasar kembali dapat membentuk ekspektasi suku bunga dengan lebih jelas. Komentar pejabat The Fed seperti Musalem dan Daly yang masih berhati-hati memperkuat pandangan bahwa pemangkasan suku bunga Desember mungkin terjadi, tetapi tidak menjadi konsensus penuh. Stabilnya ekspektasi ini menjaga USD tetap dalam lintasan penguatan moderat. Namun, penguatan USDCHF cenderung tidak terlalu agresif karena Swiss Franc masih mendapat sokongan dari kebijakan Swiss National Bank. Ketua SNB Martin Schlegel menegaskan bahwa Swiss tidak akan kembali ke suku bunga negatif dan menyebut inflasi diperkirakan naik sedikit dalam beberapa kuartal mendatang, sehingga suku bunga akan stabil lebih lama. Sikap hawkish-tenang ini membuat CHF tetap cukup kuat secara struktural. Dengan demikian, USDCHF saat ini bergerak dalam penguatan yang lebih terukur, menunggu data ekonomi AS berikutnya untuk menentukan arah yang lebih jelas. Support terdekat berada di 0.8020, dan resistance di 0.8065.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4044, melemah -0.13%. USDCAD lanjut melemah menuju area 1.4010–1.4030 setelah data tenaga kerja Kanada yang jauh lebih kuat dari ekspektasi meningkatkan permintaan terhadap CAD. Kanada mencatat penambahan 66.6 ribu pekerjaan pada Oktober, jauh kontras terhadap ekspektasi penurunan, sementara tingkat pengangguran turun ke 6.9%. Hasil ini memberi ruang napas bagi Bank of Canada untuk tidak terburu-buru melanjutkan pemangkasan suku bunga, sehingga memperkuat CAD secara fundamental. Dorongan tambahan datang dari kenaikan harga minyak WTI ke area 60 dolar yang secara historis menjadi katalis positif bagi CAD sebagai mata uang komoditas. Di sisi lain, USD justru bergerak lebih datar setelah Senat AS meloloskan tahap awal regulasi pendanaan federal. Meski perkembangan ini positif bagi sentimen risiko, kembalinya rilis data ekonomi penting seperti NFP dan CPI berpotensi menahan permintaan USD dalam waktu dekat karena pasar menunggu kejelasan arah kebijakan The Fed. Pasar kini masih menilai peluang pemangkasan suku bunga Desember sekitar 62–63%, sehingga momentum bullish USD terbatas. Kombinasi CAD yang kuat akibat data domestik dan USD yang kehilangan traksi jangka pendek membuat USDCAD tetap berada dalam tren pelemahan. Support terdekat berada di 1.4015, dan resistance di 1.4075.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:15am

AUD

Westpac Consumer Sentiment

12.8%

-

-3.5%

6:50am

JPY

Bank Lending y/y

4.1%

3.8%

3.8%

6:50am

JPY

Current Account

4.35T

2.26T

2.39T

7:01am

GBP

BRC Retail Sales Monitor y/y

1.5%

2.4%

2.0%

7:30am

AUD

NAB Business Confidence

6

-

7

9:00am

NZD

Inflation Expectations q/q

-

-

2.3%

10:35am

JPY

30-y Bond Auction

-

-

3.25|3.4

12:00pm

JPY

Economy Watchers Sentiment

-

47.5

47.1

2:00pm

GBP

Claimant Count Change

-

17.6K

25.8K

2:00pm

GBP

Average Earnings Index 3m/y

-

5.0%

5.0%

2:00pm

GBP

Unemployment Rate

-

4.9%

4.8%

All Day

EUR

French Bank Holiday

-

-

-

3:30pm

GBP

MPC Member Greene Speaks

-

-

-

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.1%

8.4%

Tentative

CNY

New Loans

-

465B

1290B

5:00pm

EUR

German ZEW Economic Sentiment

-

41

39.3

5:00pm

EUR

ZEW Economic Sentiment

-

23.5

22.7

6:00pm

USD

NFIB Small Business Index

-

98.5

98.8

All Day

CAD

Bank Holiday

-

-

-

All Day

USD

Bank Holiday

-

-

-

9:30pm

GBP

CB Leading Index m/m

-

-

-0.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788