Home
>
News
>
Publication
>
AUD Melemah di Tengah Tekanan Ekonomi dan Ketegangan Perdagangan AS-China
AUD Melemah di Tengah Tekanan Ekonomi dan Ketegangan Perdagangan AS-China
Monday, 03 March 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0416

0.06%

GBPUSD

1.2577

0.28%

AUDUSD

0.6206

0.37%

NZDUSD

0.5594

0.38%

USDJPY

151.02

-0.46%

USDCHF

0.9029

-0.12%

USDCAD

1.4444

-0.08%

GOLDUD

2876.9

-0.44%

USD/IDR

16299

-0.02%

Fokus AUDUSD:

  1. DXY menguat ke zona 107.25
  2. Manufaktur Caixin Tiongkok naik

Senin, 3 Maret 2025 - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6224. Dolar Australia (AUD) mengalami pelemahan terhadap Dolar AS (USD) setelah sempat menghentikan tren penurunan enam hari berturut-turut. Data ekonomi Australia menunjukkan tekanan inflasi yang semakin mereda, dengan TD-MI Inflation Gauge turun 0,2% secara bulanan di Februari setelah naik 0,1% pada Januari. Penurunan ini mencerminkan efek dari kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA), yang sebelumnya memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,1% dalam pertemuan moneter pertamanya tahun ini. Selain itu, data sektor manufaktur Australia juga mengalami revisi turun, menambah kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Meskipun demikian, data PMI Manufaktur China yang lebih baik dari perkiraan sempat memberikan sedikit dukungan bagi AUD, mengingat hubungan perdagangan erat antara Australia dan China.

Namun, prospek AUD tetap dibayangi oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif tambahan sebesar 10% terhadap impor dari China yang mulai berlaku pekan ini, melengkapi tarif 10% yang telah diterapkan bulan lalu. Selain itu, kebijakan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko juga akan segera berlaku pada 4 Maret. Langkah ini memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap ekspor Australia, terutama jika China merespons dengan kebijakan balasan yang dapat memperlambat permintaan terhadap komoditas Australia. Ketidakpastian ini menjadi faktor utama yang menekan AUD di tengah data ekonomi domestik yang lemah.

Di sisi lain, Dolar AS tetap mempertahankan keunggulannya didukung oleh perbaikan imbal hasil obligasi AS. Meskipun laporan inflasi PCE AS sesuai dengan ekspektasi, data ini tetap menunjukkan bahwa inflasi masih bertahan di atas target Federal Reserve (Fed), yang dapat memperlambat keputusan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, ketegangan geopolitik, termasuk konflik antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, serta pembatasan investasi China di sektor strategis AS, turut meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti USD. Fokus investor kini tertuju pada data ekonomi AS mendatang, seperti ISM Manufacturing PMI dan Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat, yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan Fed serta pergerakan pasangan AUDUSD ke depan.

Support terdekatnya di zona 0.6193 dan resistance terdekatnya di zona 0.6296. Support lanjutan di zona 0.6150 dan dilanjutkan ke zona 0.6100. Resistance lanjutan di zona 0.6330 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6380.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0418. Kinerja mata uang Euro menguat terdorong oleh pelemahan Dolar AS (USD), pasangan EURUSD mulai pulih setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pemulihan ini didorong oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dirilis Jumat lalu, sesuai ekspektasi pasar dan meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi yang tak terduga. Indeks Dolar AS (DXY) melemah setelah tiga sesi penguatan berturut-turut, meskipun penurunan ini dapat terbatas karena imbal hasil obligasi AS masih meningkat. Selain itu, ketegangan perdagangan AS-Tiongkok kembali meningkat, dengan Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif tambahan 10% untuk impor dari Tiongkok, yang dapat mendukung permintaan aset safe-haven seperti USD. Sementara itu, Euro (EUR) menguat setelah data inflasi HICP Jerman yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan, memberikan dorongan terhadap mata uang tunggal. Namun, meskipun inflasi yang lebih tinggi, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan tetap melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter dalam pertemuannya Kamis mendatang. Investor kini menantikan data inflasi HICP Zona Euro yang akan diumumkan hari ini untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan ECB. Secara keseluruhan, meskipun EURUSD mengalami rebound, potensi kenaikan lebih lanjut masih akan bergantung pada perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter kedua wilayah. Support terdekatnya di zona 1.0397 dan resistance terdekatnya di zona 1.0441.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2609. Pasangan GBPUSD berhasil menarik minat beli imbas dari pelemahan Dolar AS (USD) yang disebabkan oleh meningkatnya pesimisme terhadap prospek ekonomi AS dan ekspektasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) menjadi faktor utama penguatan Pound Sterling (GBP). Namun, kekhawatiran mengenai tarif balasan Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan Tiongkok menimbulkan ketidakpastian bagi ekonomi Inggris, yang berpotensi membatasi kenaikan GBP lebih lanjut. Di sisi lain, komentar hawkish dari pejabat Bank of England (BoE), David Ramsden, memberikan sentimen positif bagi Pound, seiring dengan ekspektasi bahwa pelonggaran kebijakan moneter BoE tidak akan seagresif The Fed. Support terdekatnya di area 1.2558 dan resistance terdekatnya di zona 1.2631.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5609. Dolar Selandia Baru (NZD) menguat terhadap Dolar AS (USD) setelah mengalami tekanan sejak 21 Februari, didukung oleh sentimen positif dari data ekonomi domestik dan melemahnya USD. Indeks Kepercayaan Konsumen ANZ – Roy Morgan naik tipis ke 96,6 pada Februari dari 96,0 di bulan sebelumnya, mencerminkan sedikit peningkatan optimisme meskipun prospek ekonomi 12 bulan ke depan masih negatif di -16%. Selain itu, ekspektasi kenaikan harga rumah memberikan dorongan bagi pasar domestik. Namun, ketegangan perdagangan global, terutama kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Tiongkok, Meksiko, dan Kanada, masih menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan NZD dalam jangka panjang, mengingat Tiongkok adalah mitra dagang utama Selandia Baru. Support terdekatnya di area 0.5572 dan resistance terdekatnya di zona 0.5635.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 150.40. Dolar AS (USD) melemah terhadap Yen Jepang (JPY) setelah data inflasi Tokyo Core CPI untuk Februari turun menjadi 2,2% dari 2,5% di bulan sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2,3%. Meskipun angka ini masih di atas target 2% Bank of Japan (BoJ) selama empat bulan berturut-turut, hal ini menambah spekulasi bahwa BoJ akan tetap pada jalur kebijakan moneter yang lebih ketat. Pasar masih memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh BoJ, terutama setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 15 tahun. Selain itu, Gubernur BoJ Kazuo Ueda juga mengingatkan bahwa ketidakpastian mengenai kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump dapat berdampak pada ekonomi global, yang membuat pasar lebih waspada terhadap kebijakan moneter Jepang ke depan. Support terdekatnya di area 149.78 dan resistance terdekatnya di zona 151.48

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4433. Kinerja pasangan mata uang ini menunjukan pelemahan setelah data Produk Domestik Bruto (PDB) Kanada untuk kuartal IV 2024 menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan, naik 2,6% secara tahunan dibandingkan estimasi 1,9%. Pertumbuhan ekonomi yang solid ini menunjukkan bahwa Kanada mengakhiri tahun dengan momentum yang lebih baik dari perkiraan, memberikan dukungan bagi CAD. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah turut memperkuat mata uang berbasis komoditas ini, mengingat Kanada adalah pengekspor minyak terbesar ke AS. Namun, ketidakpastian seputar tarif 25% yang akan diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap impor dari Kanada dan Meksiko masih menjadi faktor yang diawasi oleh pelaku pasar, karena dapat meningkatkan ketegangan perdagangan dan memengaruhi nilai tukar USDCAD dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 1.4371 dan resistance terdekatnya di zona 1.4503.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.9016. Dolar AS (USD) melemah terhadap Franc Swiss (CHF) akibat ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed) serta meningkatnya permintaan aset safe-haven. Meskipun USD sempat menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa tarif 25% terhadap barang dari Meksiko dan Kanada akan berlaku mulai 4 Maret, prospek pemangkasan suku bunga The Fed yang masih belum jelas menekan Greenback. Pejabat Fed, termasuk Presiden Fed Cleveland Beth Hammack dan Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker, menyatakan bahwa bank sentral akan menahan suku bunga lebih lama, dengan pasar saat ini memperkirakan pemangkasan sebesar 58 basis poin pada akhir tahun. Di sisi lain, CHF mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik serta ekspektasi kebijakan Swiss National Bank (SNB), yang diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut dalam pertemuan 20 Maret mendatang setelah inflasi Swiss turun ke level terendah dalam hampir empat tahun sebesar 0,4% pada Januari. Namun, dengan pertumbuhan PDB Swiss yang hanya mencapai 0,2% di kuartal IV, SNB mungkin akan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah kebijakan, terutama jika data inflasi 5 Maret menunjukkan pelemahan lebih lanjut, yang dapat membatasi penguatan CHF dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.8994 dan resistance terdekatnya di zona 0.9055.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:45am

NZD

Overseas Trade Index q/q

3.1%

1.5%

2.5%

7:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

-0.2%

-

0.1%

7:30am

AUD

ANZ Job Advertisements m/m

-1.4%

-

1.3%

7:30am

AUD

Company Operating Profits q/q

5.9%

1.7%

-4.9%

7:30am

JPY

Final Manufacturing PMI

49.0

48.9

48.9

8:45am

CNY

Caixin Manufacturing PMI

-

50.4

50.1

12:05pm

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

12:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

-

-11.9%

3:15pm

EUR

Spanish Manufacturing PMI

-

51.3

50.9

3:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

48.3

47.5

3:45pm

EUR

Italian Manufacturing PMI

-

46.6

46.3

3:50pm

EUR

French Final Manufacturing PMI

-

45.5

45.5

3:55pm

EUR

German Final Manufacturing PMI

-

46.1

46.1

4:00pm

EUR

Final Manufacturing PMI

-

47.3

47.3

4:30pm

GBP

Final Manufacturing PMI

-

46.4

46.4

4:30pm

GBP

M4 Money Supply m/m

-

0.2%

0.1%

4:30pm

GBP

Mortgage Approvals

-

66K

67K

4:30pm

GBP

Net Lending to Individuals m/m

-

4.7B

4.6B

5:00pm

EUR

Core CPI Flash Estimate y/y

-

2.5%

2.7%

5:00pm

EUR

CPI Flash Estimate y/y

-

2.3%

2.5%

9:30pm

CAD

Manufacturing PMI

-

-

51.6

9:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

51.6

51.6

10:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

50.6

50.9

10:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

56.2

54.9

10:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

-0.1%

0.5%

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

16.1M

15.6M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788