| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.04690 | -0.10% |
GBPUSD | 1.26290 | -0.11% |
AUDUSD | 0.63410 | -0.08% |
NZDUSD | 0.57310 | -0.17% |
USDJPY | 149.690 | 0.41% |
USDCHF | 0.89690 | 0.09% |
USDCAD | 1.42550 | 0.16% |
GOLDUD | 2,952.840 | -0.26% |
COFU | 70.92 | 0.16% |
USD/IDR | 16,296 | 0.01% |
Selasa, 25 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bullish didukung oleh sentimen dari potensi mengetatnya pasokan minyak Iran akibat sanksi baru AS, dan serangan drone Ukraina yang menyebabkan terhentinya kilang minyak Ryazan Rusia.
Sebagai bagian dari upaya Presiden Donald Trump untuk menekan ekspor minyak mentah Iran hingga nol, AS pada hari Senin menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan lebih dari 30 broker, operator tanker, dan perusahaan pelayaran atas peran mereka dalam mengangkut minyak Iran. Sanksi baru tersebut memicu kekhawatiran dapat memperketat pasokan dari negara produsen minyak terbesar ketiga di OPEC tersebut, yang memproduksi 3,2 juta bph.
Dukungan lainnya datang dari berita pabrik kilang minyak Ryazan Rusia yang menghentikan operasi pada hari Senin pasca serangan pesawat drone Ukraina, yang menyebabkan kebakaran pada CDU-6, unit penyulingan utama di kilang tersebut, ungkap tiga sumber industri. Unit CDU-6 yang memiliki kapasitas sekitar 170.000 barel minyak per hari, atau sekitar 48% dari kapasitas penyulingan kilang Ryazan yang memproses 13,1 juta metrik ton (262.000 bph), atau hampir 5% dari total produksi penyulingan Rusia pada tahun 2024.
Sementara itu, menteri perminyakan Irak, Hayan Abdel-Ghani, pada hari Senin mengatakan sedang menunggu persetujuan dari Turki untuk dapat mulai memasok kembali minyak dari wilayah Kurdistan Irak, serta menambahkan bahwa ekspor minyak Kurdi diharapkan akan siap dalam dua hari. Dimulainya kembali ekspor yang cepat dari wilayah semi-otonom Kurdistan Irak itu diharapkan akan dapat mengimbangi potensi penurunan ekspor minyak Iran.
Turut membebani harga, tim administrasi Trump berencana untuk memperketat pembatasan semikonduktor di China, menyusul hasil pertemuan pejabat AS baru-baru ini dengan tim teknisi dari Jepang dan Belanda, ungkap sebuah laporan yang dirilis hari Senin. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan dapat meningkatkan eskalasi perang dagang antara AS dengan China.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - S&P/Case Shiller Home Price YoY |
| 4.4% | 4.3% |
22:00 | USA - CB Consumer Confidence |
| 103 | 104.1 |
22:00 | USA - Richmond Fed Manufacturing Index |
| -2 | -4 |
22:30 | USA - Dallas Fed Services Index |
| 9 | 7.4 |