Home
>
News
>
Publication
>
AS Jatuhkan Sanksi Baru Terhadap Iran, Harga Minyak Ikut Terdongkrak
AS Jatuhkan Sanksi Baru Terhadap Iran, Harga Minyak Ikut Terdongkrak
Tuesday, 25 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04690

-0.10%

GBPUSD

1.26290

-0.11%

AUDUSD

0.63410

-0.08%

NZDUSD

0.57310

-0.17%

USDJPY

149.690

0.41%

USDCHF

0.89690

0.09%

USDCAD

1.42550

0.16%

GOLDUD

2,952.840

-0.26%

COFU

70.92

0.16%

USD/IDR

16,296

0.01%

Fokus Crude Oil:

  • AS jatuhkan sanksi baru terhadap Iran yang menargetkan lebih dari 30 broker, operator tanker, dan perusahaan pelayaran.
  • Operasi di kilang minyak Ryazan Rusia dihentikan pada hari Senin pasca serangan terbaru pesawat drone Ukraina.

***********************************************************

Selasa, 25 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bullish didukung oleh sentimen dari potensi mengetatnya pasokan minyak Iran akibat sanksi baru AS, dan serangan drone Ukraina yang menyebabkan terhentinya kilang minyak Ryazan Rusia.

Sebagai bagian dari upaya Presiden Donald Trump untuk menekan ekspor minyak mentah Iran hingga nol, AS pada hari Senin menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan lebih dari 30 broker, operator tanker, dan perusahaan pelayaran atas peran mereka dalam mengangkut minyak Iran. Sanksi baru tersebut memicu kekhawatiran dapat memperketat pasokan dari negara produsen minyak terbesar ketiga di OPEC tersebut, yang memproduksi 3,2 juta bph.

Dukungan lainnya datang dari berita pabrik kilang minyak Ryazan Rusia yang menghentikan operasi pada hari Senin pasca serangan pesawat drone Ukraina, yang menyebabkan kebakaran pada CDU-6, unit penyulingan utama di kilang tersebut, ungkap tiga sumber industri. Unit CDU-6 yang memiliki kapasitas sekitar 170.000 barel minyak per hari, atau sekitar 48% dari kapasitas penyulingan kilang Ryazan yang memproses 13,1 juta metrik ton (262.000 bph), atau hampir 5% dari total produksi penyulingan Rusia pada tahun 2024.

Sementara itu, menteri perminyakan Irak, Hayan Abdel-Ghani, pada hari Senin mengatakan sedang menunggu persetujuan dari Turki untuk dapat mulai memasok kembali minyak dari wilayah Kurdistan Irak, serta menambahkan bahwa ekspor minyak Kurdi diharapkan akan siap dalam dua hari. Dimulainya kembali ekspor yang cepat dari wilayah semi-otonom Kurdistan Irak itu diharapkan akan dapat mengimbangi potensi penurunan ekspor minyak Iran.

Turut membebani harga, tim administrasi Trump berencana untuk memperketat pembatasan semikonduktor di China, menyusul hasil pertemuan pejabat AS baru-baru ini dengan tim teknisi dari Jepang dan Belanda, ungkap sebuah laporan yang dirilis hari Senin. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan dapat meningkatkan eskalasi perang dagang antara AS dengan China.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - S&P/Case Shiller Home Price YoY

 

4.4%

4.3%

22:00

USA - CB Consumer Confidence

 

103

104.1

22:00

USA - Richmond Fed Manufacturing Index

 

-2

-4

22:30

USA - Dallas Fed Services Index

 

9

7.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788