Home
>
News
>
Publication
>
AS - Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Ikut Menguat
AS - Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Ikut Menguat
Monday, 31 August 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1581

0.09%

GBPUSD

1.3533

0.07%

AUDUSD

0.7156

0.14%

NZDUSD

0.5924

-0.20%

USDJPY

160.08

-0.16%

USDCHF

0.8076

0.11%

USDCAD

1.3910

-0.14%

GOLDUD

4,445.72

-0.12%

COFU

84.69

0.63%

USD/IDR

17,757

-0.41%

Fokus Crude Oil:

  • AS serang dua peluncur rudal milik Iran di Pulau Larak, Teheran balas menyerang dua pangkalan militer AS di Yordania.
  • Menteri Keuangan AS isyaratkan kemungkinan untuk mengumumkan sanksi sekunder baru setiap minggu terhadap Teheran.

************************************************************

Senin, 31 Agustus 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau melaju bullish bertahan di atas level $80 per barel menyusul kembalinya konfrontasi AS - Iran setelah jeda serangan beberapa minggu, yang turut memicu kekhawatiran akan ikut berdampak pada pasokan minyak yang melalui jalur pengiriman utama di wilayah Timur Tengah.

Pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Pulau Larak dekat Selat Hormuz, ujar Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS pada hari Minggu. Merespons serangan tersebut, pasukan Korps Garda Revolusi Iran melancarkan serangan terhadap dua pangkalan militer AS di Yordania, ungkap media Iran pada hari Senin. Situasi itu menandai konfrontrasi pertama AS - Iran setelah jeda serangan beberapa minggu, yang sekaligus memicu kekhawatiran akan kembali meningkatkan gangguan di jalur pengiriman utama tersebut.

Turut mendukung harga, jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz terpantau turun menjadi lima kapal per hari selama akhir pekan, ungkap data pelacakan kapal Kpler pada hari Senin. Penurunan itu menyusul eskalasi serangan terhadap kapal yang melewati jalur Hormuz. United Kingdom Maritime Trade Operations pada hari Minggu melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal saat sedang melintasi Selat Hormuz menuju wilayah Teluk pada hari Sabtu, yang sekaligus merupakan serangan ketiga di selat dalam sepekan terakhir.

Dukungan lainnya datang dari Departemen Keuangan AS yang kemungkinan akan mengumumkan sanksi sekunder baru setiap minggu yang bertujuan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran, dengan fokus awal pada sektor perbankan, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Minggu. Selain itu, dalam pertemuan para menteri keuangan G20, Bessent juga menyerukan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 agar memutus hubungan ekonomi dengan Iran, atau menghadapi risiko terkena sanksi sekunder.

Sementara itu, total ekspor minyak mentah dan produk minyak yang melewati jalur Hormuz telah meningkat menjadi 15 juta hingga 16 juta barel per hari, ungkap proyeksi terbaru dari Goldman Sachs. Meskipun angka tersebut masih 7 hingga 8 juta barel di bawah tingkat sebelum konflik, namun jauh melampaui titik terendah sebesar 5 juta hingga 6 juta barel per hari yang tercatat pada bulan Maret, ujar Goldman.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $83 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - Dallas Fed Manufacturing Index

 

0.7

1.3

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788