| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08750 | 0.13% |
GBPUSD | 1.29110 | 0.26% |
AUDUSD | 0.63190 | 0.28% |
NZDUSD | 0.57400 | 0.38% |
USDJPY | 148.750 | -0.20% |
USDCHF | 0.88410 | -0.05% |
USDCAD | 1.43820 | -0.18% |
GOLDUD | 2,988.220 | 0.20% |
COFU | 67.35 | 0.92% |
USD/IDR | 16,387 | -0.26% |
Senin, 17 Maret 2025 - Pada pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh eskalasi serangan antara AS dan Houthi yang membuat ketegangan kembali memuncak di jalur pelayaran utama Laut Merah. Meski demikian, data lesu ekonomi China dan proyeksi pesimis Goldman Sachs membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Tepat sehari setelah serangan udara yang menewaskan setidaknya 53 orang, AS menegaskan akan terus menyerang Houthi Yaman hingga mereka mengakhiri serangan terhadap pengiriman di jalur Laut Merah, kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada hari Minggu. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa serangan yang dilancarkan AS mungkin akan terus berlanjut selama berminggu-minggu. Menanggapi peringatan AS tersebut, pemimpin Houthi Abdul Malik al-Houthi pada hari Minggu mengancam akan menargetkan kapal-kapal AS di Laut Merah selama AS melanjutkan serangannya terhadap Yaman.
Dukungan lainnya datang dari berita ledakan di kilang minyak di kota Ryazan yang terjadi saat berlangsungnya pekerjaan teknis terjadwal, ungkap juru bicara kilang yang dikutip oleh kantor berita TASS dan RIA pada hari Minggu. Kilang yang dimiliki oleh produsen minyak terbesar Rusia, Rosneft, itu memproduksi 13,1 juta metrik ton (262.000 bph), atau hampir 5% dari total produksi kilang minyak Rusia pada tahun 2024.
Sementara itu, setelah dua bulan harga yang relatif stabil, harga rumah baru di China turun 0,1% pada bulan Februari karena permintaan di sektor properti yang tetap rendah meskipun pemerintah berjanji untuk memberikan lebih banyak stimulus, ungkap data resmi yang dirilis hari Senin oleh Biro Statistik Nasional.
Turut membebani harga, bank investasi terkemuka Goldman Sachs merilis proyeksi pasar minyak terbarunya dengan memangkas perkiraan harga minyak karena prospek pertumbuhan ekonomi AS yang tertekan oleh perang tarif. Harga minyak mentah Brent dipangkas turun sebesar $5 menjadi $71 per barel untuk tahun ini dan kembali turun menjadi $68 per barel pada tahun 2026. Minyak WTI dipangkas turun menjadi $67 per barel tahun ini dan berlanjut turun menjadi $64 per barel pada tahun depan, ujar Goldman.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Retail Sales MoM |
| 0.7% | -0.9% |
19:30 | USA - NY Empire State Manufacturing Index |
| -1.9 | 5.7 |
21:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.3% | -0.2% |
21:00 | USA - NAHB Housing Market Index |
| 43 | 42 |